GRIZELLE

GRIZELLE
44



Rezvan pov


Kekhawatiranku makin jadi sudah setengah jam dari aku mengejar mobil Zemira ngga sedikitpun aku menemukan club yang dulu pernah kudatangi, meski tadi sudah kuperintahkan anak buahku mencarinya disetiap club tapi tetap saja tak satupun yang menelfonku,


dddrrrrttttt deeerrrrrrrttttt getar telfonku membuatku langsun mengangkat tanpa meliahat nama yang ada dilayar hpku


"ya hallo gimana kabar Zenira?" ucapku cepat tanpa babibu


"Rezvan kamu keterlaluan yah, istri lagi sakit ditinggal cuma karna wanita itu!! " suara lengking yang membuatku menjauhkan hp dari telinga kiriku, benar saja mommy yang menelfonku


"Mom cukup Grizelle sama sekali tidak dalam bahaya, dia cuma terkilir" jawabku malas


"ngga ada alasan Van cepat PULANG!!"


"ngga mom Rezvan masih butuh info dari orang orangku" debat kecil terjadi antara aku dan mommy


"pilih tetap disana dan perusahaanmu mommy rampungkan atau balik dan temani Grizelle" ancam mommy anday perusahaanku bukan hal terpenting dan bukan cita citaku maka aku males balik.


"ya mom" jawabku singkat


Zem aku takut kamu mengalami kejadian yang tidak tidak kenapa pake ngancemnya ke club segala kenapa ngga ngancem terjun dari apartemenmu sendiri sih....


30 menit kemudian


breeemmmm ku parkirkan mobilku kedalam garasi segera keluar mobil, sudah 20 kali mommy menelfonku dan sudah 30 pesan mommy mengirim pesan.


"mom aku pulang" ucapku saat aku mulai menaiki tangga menuju kamarku


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"sayang kau tahu dulu Rezvan saat kecil itu gemuk, hitam gigi gupis dan kau tahu kalau lagi marah cuma kasih makan coklat dia langsung sembuh" ucap seseorang yang bisa kudengar dari depan kamarku


"sebentar mommy rasa masih menyimpan foto fotonya, 27 tahun untuk mommy sebentar sekali dulu mommy masih menggendong dan tingkah lucunya yang sangat menggemaskan, lihat ini" sambil menunjukan foto foto


"haha lucu sekali mom, gak kaya Rezvan yang sekarang" jawabnya lagi


"dulu saat dia masih SMP dan pertama kalinya memiliki rasa suka pada perempuan, selalu saja tanya kalau perempuan lebih memilih coklat atau boneka, dan mommy menjawab pilih kamu, lalu ekspresinya sangat marah, hahah" kata mommy lagi


"hahaha mom masasih seorang Rezvan sebegitunya" tawa lepas dari suara yang jelas aku kenal


ceklek


"loh kalian kenapa dikamarku"tanyaku lupa dengan perkataan mommy tadi


"Van kamu pulang juga, mommy cuma nemenin Grizelle kok, ya udah kalian tidur pasti cape kan dari kemaren belum istirahat" kata mommy sambil melangkah pergi


ku tatap matanya penuh benci, rasanya ingin kumarahi dua tapi perkataanku beberapa kali sudah cukup membuaf jarak antara kita,


"bagaima Zemira? " tanyanya lolos dari bibir mungil itu


"belum" ucapku ketus


"oo ya sudah tidur dulu siapa tahu nanti kamu dapat kabar kok" ucapnya lagi


tak ku jawab apa yang tadi dia katakan, dari pada nanti emosiku tersulut. Kuputuskan untuk tidur juga disamping Rezvan, dia sudah membuat pembatas diantara kita dengan bantal, bukanya aku tak peduli dengan Zemi tapi sungguh aku tak berani dengan ancaman mommy sendiri.


Maaf zem tapi percayalah aku tetap selalu bersamamu asal besok kabarmu tidak seperti apa yang kupikirkan saat ini tapi jika tidak aku sendiri yang akan peegi dari kehidupanmu zem..


haiii gayyss maaf ini cuma bisa kasih kaya gini minggu ini, maaf banget yah, apa lagi sama yang udah bosen sma typoku pasti pusing yah, maaf abis kalo no typo nolep do g