
Setelah selesai dengan semuanya, aku kembali mengecek kamar ini kembali, siapa tahu kertas perjanjian itu ada yang tertinggal disini. Sedari tadi Rezvan sudah menyuruhku cepat, bodo amat dia dari tadi ngomel terus, katanya lama, ini lah itu lah dasar ini orang ingin kubunuh saja rasanya.
"Ayo keluar" kulewati dia yang masih duduk di sofa, aku jalan didepannya dengan cepat
"Grizelle jangan terlalu cepat jika kita terlihat sendiri sendiri itu bukankah sangat lucu" katanya
"ya ya ya, tinggal susul saja aku, aku tak mau membuang waktuku hanya menunggu siput"jawabku angkuh, tanpa ada jawaban dia segera berjalan beriringan disampingku
Sampainya di parkiran aku langsung menaruh barang barang kami di bagasi dan Rezvan memilih memanaskan mobil terlebih dahulu, kemudian aku masuk dan duduk di samping kursi pengemudi.
"Grizell nanti dirumah awas saja sikapmu sama seperti ini"katanya
"Gila saja aku tak sebodoh itu membuka kartuku sendiri Rezvan"
Mobil kami sampai dipelataran rumah yang bergarasi warna silver dengan desain yang cukup megah, lalu cat rumah yang bewarna kuning gading yang begitu kalem dengan memiliki dua lantai dan memiliki lebar yang besar, lebih besar dari rumah papah, saat aku keluar sudah ada dua orang memakai pakaian hitam hitam menyambutku dan membukuk hormat
"Selamat datang nyonya muda" ucap salah satu orang tadi aku hanya bisa tersenyum menjawab ucapan selamat datangnya
"pak mommy di dalam kan?" tanga Rezvan
"ya tuan, tuan muda masuk saja"
Rezvan melangkah masuk tanpa menawariku untuk mengikutinya, baik kurasa sikap dinginnya seperti sedang membalasnya, tanpa pikir panjang aku juga ikut masuk dan saat masuk aku kaget dengan sambutan dari para pelayan disana, aku dikagetkan denga balon balon yang indah bewarna merah serta tulisan "happy weding" yang menggemaskan ini di ruangan tamu, dulu saat aku menikah dengan Sam meski kami saling mencinti aku tak diperlakukan seperti ini oleh keluarganya.
"sayang akhirnya kamu pulang juga, aku sudah menunggumu sejak tadi" kata wanita paruh baya yang turun dari tangga
"mommy, Rezvan juga ingin segera pulang, tapi dia sungguh membuatku menunggu lama" kata Rezvan sambil membentangkan tangannya siap menerima pelukan tante Maya
"Hei siapa bilang mommy menunggumu huh, momny sangat menunggu putri mommy yang luarbiasa cantiknya" lalu tante Maya melewatkan tangan yang sudah terbuka sejak tadi dan melangkah ke arahku,
Grepp... mommy memeluku hangat, pelukan kasih sayang seperti milik mamah saat aku berkunjung ketempanya
"Tante Grizelle juga..... "belum selesai aku ngomong tapi malah udah kepotong duluan
"mommy gimana sih siapa yang anak kandung disini?" celetuk Rezvan
"jangan dengarkan Rezvan sekarang kamu istirahat dulu ya sayang kamar kamu ada di atas didepan kamar mommy" hah aku baru ingat aku akan sekamar dengannya
"iya mom, kalau gitu kami naik dulu"kataku mengakhiri
"baik nanti mommy akan menyuruh si embok panggil kalian untuk makan malam sekarang istirahatlah" suruh mommy pada kami
"ya sudah mom selamat sore" kataku masih canggung
...........
Ceklek suara knop pintu yang terbuka, benar aku sudah masuk ke kamar Rezvan, kamar yang rapih terawat bersih, dengan cat warna abu abu dan di samping kanan ranjang tepatnya ditembok tertempel banyak figura disana juga ada foto mommy dan daddy lalu sebelah kiri ada lemari ukuran besar dan disebalahnya ada meja rias yang kosong sepertinya masih baru. dan didekat pintu masuk ada kamar mandi, lalu di pojok kanan sana terdapat balkon yang mengarah pada kolam renang, di depan ranjang ada sofa panjang dan meja kecil.
"hei dengar Grizelle cepat mandi dan kau tahu makan malam disini mulai jam 7 setelah solat magrib" katanya
"haha ini masih jam 4 tuan kurasa lebih baik kau mandi duluan saja, karna aku akan membereskan perlengkapanku dulu"
"oh ya meja rias itu untukmu, barang barangmu silahkan letakan di lemariku secara 'TERPISAH' oke" katanya
"yayay, oh ya dan ranjang itu aku mau dibagi dua, aku memilih kanan dan kau kiri, tidak ada penolakan, karna aku tak mau sesuatu terjadi padaku, dan ingat aku tak mau jadi ibu muda, jelas kau lebih tahu soal ini" ucapku tegas, sambil menunjuk ke arah ranjang
"hah siapa juga yang mau menitipkan calon anak anaku pada perut ratamu itu" balasnya cuek
"okeh baik, setiap tidur akan ada pembatas di antara kita, dan jangan lupa kau tidak boleh memakai pakaian diluar kamar mandi"kataku mengimbuih
"iya iya, nyonya muda Parviz bawel banget sih kamu" katanya jengah dan berjalan masuk ke kamar mandi, dan aku lanjut merapihkan barangku.
maaf kalau ada typo, dan jangan lupa komen ya