
Kenapa tadi pak Joshep terlihat kaget seperti itu yah? bukanya dia harusnya sudah lama tinggal disini dan tahu tentang majikanya yang punya pacar dong. Terserahlah mau dia tahu kek ngga kek yang penting sekarang aku harus cepet cepet nih nanti kena marah Rezvan karna jam juga udah bukan jam lima lagi udah mau jam setengah enam bisa bisa aku ketinggalan waktu asar aku.
ceklek kubuka pintu kamar yang tadi ditunjukan oleh maid yang kutemui dibawah, tak kusangka Rezvan juga menyediakan mushola kecil didalam rumahnya untuk para maid, ku pikir seluruh maid disini muslim semua meski hanya satu dua yang memakai hijab tapi untuk masalah pakaian tak ada pakaian yang ketat dan bahkan pakaian mereka terbilang begitu ralat dan longgar, aku suka.
kusisir pandanganku ke dalam kamar yang sudah kubuka kurasa sipemilik tak ada didalam, kamar dengan ukuran luas, dan kasur ukuran big zize ini dengan perpaduan warna putih abu dan hampir seluruh perabotan juga bewarna serasi dwngan tembok yang dicat abu juga. Aku menemukan koperku disamping lemari pakaian langsung saja aku ambil.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rasanya cukup lega setelah menunaikan kewajibanku, dan setelah itu aku juga tadi sudah merapihkan barang barangku sekarang sudah masuk magrib saja, rasanya waktu disini agak cepat juga yah.
Aku yang baru saja menyelesaikan waktu magribku teringat sesuatu kalau malam ini Rezvan menuntutku untuk menjelaskan semuanya pada pacarnya itu, huh apa hubunganya aku denganya kenapa jadi aku yang kaya simpanan disini dan seolah menjadi bagian duri didalam hubungan mereka.
tok tok tok
"Nonya tuan sudah menunggu untuk makan malam" kata seorang maid yang membuatku bingung lagi loh kok ada orang indonya lagi,
"ya sebentar lagi aku turun"kataku dari balik daun pintu.
malam ini aku juga tak mau kalah dengan si pacarnya itu seperti apa penampilanya malam ini akan kukalahkan dia haha dasar tante tante, aku sengaja mengganti pakaianku dengan dress hitam panjang sampai dibawah lutut, dengan lengan yang hanya sesiku dan model jubrai, dengan tatanan rambut ku gerai dan kukerli make up tipis dan lipstik warna natural untuk sepatu tau heels aku tak memakainya ya kali yang ada nanti Rezvan pasti mikir aku mau bersaing sama dia, gak ingin aku sampe tu orang mikirnya sampe kesitu.
Ternyata benar dugaanku yang tertawa dari tadi memang Rezvan dan pacarnya ya mesra sekali hubungan mereka jadi ngerasa gak enak juga sih, apa yang dirasakan pacarnya sama kaya apa yang pernah aku rasakan dulu pas aku masih sama Sam.
Ya Tuhan kenapa jadi mikirin Sam lagi, membuat dadaku sesak saja, langkahku makin dekat dengan meja makan dan kutatap penampilan pacarnya rezvan kurasa dia memang tak bisa jika tak menggunakan make up tebal yah, kali ini dia menggunakan dress krem diatas lutut oke lah tak masalah.
"malam"kataku singkat sambil meraih piring dan ku ambil nasi
"Grizelle tak usah babibu aku ingin kau cepat jelaskan semuanya padanya bukankah siang tadi kalian juga sudah kukenalkan" katanya tanpa menjawab sapaanku, dan seperti biasa cara bicara yang berbeda padaku selalu ia tunjukan dengan wajah tanpa ekspresi juga
"biarkan aku mengisi perutku dulu suamiku" kataku sinis, tak peduli lagi dengan perasaan pacarnya lagi orang yang dia pacari membuatku kesal saja
"Grizelle cepat aku tak mau masalah menjadi panjang" ucapnya lagi, kuputuskan mengakhiri kegiatanku yang mau ambil lauk pauk untuk makan malam
"ya akan ku jelaskan, pertama maaf aku melupakan namamu tadi nona, jadi bisakah kita berkenalan lagi untuk kedua kalinya? " ucapku mengawali memang aku tak yakin dengan nama yang ada diingatanku.
"my name is Zemira Friska, you can call me Mira"katanya jadi benar namanya Zemira
"baik langsung saja, aku dan Rezvan sekarang adalah suami istri dan kau hanya pacarnya jadi jaga sikapmu didepanku karna disini aku adalah Nyonya di mansion ini, sekarang kau butuh penjelasanku bukan? untuk apa? aku menikah denganya belum sampai satu minggu dan jangan terlalu khawatir aku tidak akan langsung hamil denganya, jangan terlalu khawatir kurasa dia begitu mencintai pacarnya dari pada istrinya ini! " kataku tegas dan langsung berdiri dari sana nafsu makanku berkurang yang ada amarah yang meletup di dadaku, malang sekali kisahku ini seolah menjadi orang ketiga tapi ya sudah lah mau bagaimanapun takdir tak mampu merubah segalanya dan benar biarkan saja aku berkata seperti itu tak akan kubiarkan aku bersikap lembut didepan mereka tak akan kubiarkan sikapku yang dulu yang selalu baik pada semua orang malah menjadi bumerangku tidak akan lagi. Kutinggalkan mereka berdua kurasakan aura kemarahan dari tatapan Rezvan padaku yang sama sekali tak ku hiraukan.
maaff kalau kurang puas sama eps yang ini