GRIZELLE

GRIZELLE
67



Seharian dirumah mommy tidak membuatku bosan, mommy menceritakan semua hal tentang Rezvan. Hahaha rasanya perutku sakit sekali mendengar cerita Rezvan kecil hanya mendengarkan saja bisa kubayangkan betapa menggemaskan anak kecil yang memiliki badan gendut putih menggemaskan begitu. Ditambah mommy memceritakan betapa cerdasnya suamiku yang satu ini dari masa sekolahnya hingga perkuliahanya yang gak beda tipis sih sama otak encerku.


Setelah kita ngobrol panjang lebar waktu berlalu begitu saja. Jangan tanyakan dimana Rezvan sekarang dia pergi sama daddynya ke kantor ya memang aneh bukanya menemaniku bersama mommy bahkan kesempatan ini bagus untuk kumpul keluarga. Tapi mereka masih saja mengirusi bisnis keluarga.


suara deruman mobilpun terdengar diteras rumah yang berarti meraka kembali lebih cepat.


"wah seru banget ngobrolnya sampe daddy pulang tak disambut" seru daddy


"dad masuk tinggal masuk kok ribut" jawab mommy lagi


"gimana Zelle mommy menyusahkanmu tidak pasti kamu banyak dijejali gosip yah" ejek daddy


"nggak kok dad mommy memceritakan soal Rezvan" jawabku


"waduh mommy pasti menceritakan hal buruk nih soal aku" tambah Rezvan yang baru aja masuk


"mom ini udah hampir malem aku ajak Grizelle pulang dulu yah, soalnya takut kemaleman"izin Rezvan


"loh gak sekalian makan malam saja disini?" sahut mommy


"gak deh keliatanya dia udah capek juga mom" tambah nya lagi


"gak papa kok Van aku gak cape, malah seneng aku punya temen" jawabku


"udah gqk papa kok kalo kalian mau pulang, toh sekarang kalian juga satu negara dengan kita jadi kapanpun bisa leluasa dateng kesini lagi"kada daddy menengahi


"ya sudalah dad kita pulang dulu, mommy jaga kesehatan yah"kat Rezvan


"iya sayang jangan lupa cepat bawa kabar baiknya mommy selalu mendoakan yang terbaik"timpal mommy


"pasti mom, tunggu kiranya satu bulan lagi,iya kan sayang" ya ampun sejak kapan laki laki disampingku ini begitu terang terangan seperti ini:')


"Van..." rajuku


"ya sudah hati hati dijalan" kata mommy lagi


kemudian kita pulang, tepat saat mobil kami masuk pekarangan rumah keliatanya mobil Sam pun juga dibelakang kita.


"ayo turun sayang" kata Rezvan lembut


"gak papa sayang itu bukan urusan besar yang perlu kamu takutin, udah ayo masuk" jawabnya lagi


kami pun turun hal yang paling aku khawatirkan pun terjadi sam dan chelsea mulai bertingkah


"oh hay kaka iparku" sapa Sam


sambil menggandeng chellsea dengan sayang


"oh hay, apa kabarmu" sapaku baik selayaknya orang normal, tapi sayang orang yang kuajak bicara ini sinting.


"kurasa tidak bertemu denganku sehari saja membuatmu rindu yah" jawabnya


"jaga ucapmu tuan" sahut Rezvan tak terima


'aku dengar hubungan mereka tidak akur, tapi kenapa Rezvan mebelanya' batin Chellsea yang sedari tadi nyaman dalam pelukan Sam


"hei tuan sejak kapan kau peduli dengan perempuan seperti dia"tambah Sam


"dia istriku harusnya kamu malu dengan apa yang kamu ucapkan tuan, lihat istrimu saja sudah mengandung, aku sedikit iba pada bayimu, yang punya orang tua tak memiliki sopan santun" bela Rezvan, ya Tuhan suamiku ini makin cinta..


"hei jaga ucapanmu, dia masih beruntung bisa menjaga bayinya dengan benar, tidak seperti dia, wanita tak tahu diuntung" emosi Sam semakin naik


"cukup Sam, jangan harap kau bisa menyakiti dia lagi" sengit Rezvan


"Cih wanita yang sudah pernah dimiliki Sam pun kau masih mau menerimanya tua Rezvan Parviz, dia yang belum tentu bisa memberi keturunan untukmu kau begitu menyayanginya, buka lah matamu tuan diluar sana masih banyak wanita bahkan seorang Zemira bisa kau campakan, demi bekas orang lain? " tiba tiba Chelsea ikut dalam perdebatan kecil ini aku yang geram dengan ini tanganku pun gatal


PLAK...


ya benar kutampar pipi mulusnya. Muka penuh goda itu rasanya tamparan saja tak cukup untuk wanita satu ini.


"Grizelle apa apan ini, kau berani menampar aku? kau pikir siapa kau? wanita tak tahu malu, yang tetap mendekati Sam padahal kau sudah mempunyai suami" kesal Chellsea


"hahaha kau ini lucu sekali Chell, kau sendiri yanh tukang rebut bisa bisanya kamu tuduh aku, Rezvan sudah masuk saja aku lelah" kataku mengakhiri lalu aku masuk sendiri kubiarkan mereka bertiga diluar karna aku lelah benar benar lelah, lihat saja aku pastikan Rezvan takan tinggal diam...


Minal Aidzin Walfaidzin para readers ku


mohon maaf lahir batin