
Aku yang masih merasa bersalah pada Grizelle memutuskan mengikutinya dari belakang siapa tahu dia nekat pergi dari rumah sedang kodisi dia masih belum stabil, Tadi dia tak sengaja aku menggenggam kunci kamarnya jadi dia langsung mendorongku dan keluar dari kamar ini, tentu dari tadi saja dia masih berusaha lari dengan kaki yang terpincang pincang dan terus memegang dagunya, rasa bersalahku makin menjadi, saat aku keluar dari kamar tadi aku berpapasan dengan para maidku mereka menatapku seperti seolah tak tahu apapun memasang senyum palsu yang jelas jelas aku tahu mereka pasti mendengar segalah keributanku didalam sana. Lalu bagaimana dengan Zemira apa dia juga tadi belum masuk kamarnya jika belum itu adalah keberuntunganku dia juga pasti mendengarkan semuanya yang keluar dari mulut kami, tapi jika tidak itu akan menjadi tugasku besok. Sudahlah yang terpenting saat ini aku harus menyusul Grizelle dulu dan meminta maaf padanya.
Grizelle pov
hiks hiks hiks hiks deru tangisku makin deras rasa yang tak pernah kurasakan sebelumnya malah harus kurasakan saat ini, jika mungkin sebuah rumah tangga pasti akan diterpa masalah untuk menguatkan kasih diantara pasangan tapi berbeda denganku Suamiku saja tak mau mengakuiku walau hanya sebatas perjanjian, Sam memang kau menyakitiku lebih dari ini kau menduakanku, kau menghilangkan bayiku, tapi aku pernah merasakan cinta aku pernah merasakan kasih sayang darimu, Tuhan mengapa kau pertemukan aku dengan seorang yang juga mempunyai wanita lain, bahkan dia sama sekali tak mau mendengar penjelasanku dulu, aku berfikir jika aku mengatakan itu maka antara aku dan Zemira takan pernah menjadi musuh lebih baik tak merebutkan satu sama lain, kupilih jalan ini agar dia tahu aku juga sama sekali tak menginginkan Rezvan, hatiku hancur.
"Papah aku salah mengambil keputusan, papah sebelumnya aku tahu dia memang memiliki kekasih, tapi kupikir takan menjadi seperti ini pada akhirnya, papah kenapa aku harus merasakan sakit hati lagi, papah kakek aku butuh kalian hiks hiks" dialogku sendiri setelah aku sampai ditaman mansion ini,
"aku hanya tak mau jatuh pada lubang yang sama, dia pikir aku tak tahu rasanya diduakan, dia pikir aku akan sebodoh itu merebut milik seseorang hanya untuk kebahagianku, aku yang salah? apa salahku aku hanya mengatakan itu agar dia tak menggangguku hanya karna aku memiliki posisi sebangai istri pacarnya itu saja, kenapa tak ada yang pintar disini, hik hiks hiks
tanpa sadar ternyata aku terlalu banyak bicara kuharap tak seorang pun mendengar semuanya tadi aku harus cepat balik kekamar udara makin dingin dan kuhapus airmata yang sedari tadi jatuh tak terkendali namun saat aku akan berdiri kakiku rasanya begitu tak mau diajak kompromi dia bahkan tak mau kuajak berdiri hingga aku harus terduduk lagi apa mungkin saat aku berlari kemari membuat kakiku makin sakit, aku yang masih terus berusaha berdiri sendri tanpa sadar tiba tiba
greebbb
Grizelle pov end