
Tak butuh waktu lama, aku langsung booking tiket penerbanganku sore ini, lalu setelah itu aku kembali kerumah dihalaman rumah sudah terpakir mobil Rezvan, dia pulang lebih awal mungkin karna mommy akan berangkat yap bagus sekalian saja aku pamitan.
"bienvenue dame facile" kata pelayan dirumah ini saat aku membuka pintu
*selamat datang nyonya muda
"yaa" sahutku
"Oh oui, maman est-elle toujours là?"
*apa mommy masih disini?' tanyaku padanya
"La dame était partie plus tôt il y a environ une heure, et maintenant Mme Zemira est en visite"
*nyonya sudah berangkat tadi sekitar satu jam yang lalu, dan yang sekarang bertamu nona Zemira' jawabnya
aku hanya berlalu mendengarkan perkataanya wanita itu lagi, bukannya semalam dia yang memutuskan untuk menjauh dari Rezvan dan sekarang kembali lagi, heh masih punya muka ternyata dia. Entah kenapa kakiku berjalan menuju kekamar Rezvan yang ternyata didalam juga ada Zemira tapi mereka tidak mungkin melakukan hal hal yang aneh kan, kugelengkan kepalaku mencoba menyingkirkan pikiran negatifku, dari luar sini aku bisa mendengar pembicaraan mereka. aku baru sadar ternyata kamar ini tidak kedap suara pantas saja mommy bisa tahu kejadian semalam.
"Zem percayalah padaku sekali ini, kita sudah melewati banyak jalan, tinggal satu penghalang lagi" kata Rezvan aku tidak tahu topik apa yang sedang mereka bahas saat ini dan dengan bodohnya aku memilih berdiri didepan pintu itu
"Van aku tidak mungkin kembali ke kamu, bukanya kamu sudah tahu semuanya, dan aku yakin kamu pasti sudah mencari tahu alasanku meninggalkanmu van" kata Zem
"itu bukan masalah, jika kamu minta aku menceraikan Grizelle maka hari ini juga aku bisa menceraikanya!" nada bicara ini membuatku sangat sakit, air mataku seketika jatuh aku mundur perlahan dari tempat dimana aku berdiri, mencoba menjauh dari sana dan tanpa sadar air mataku tetap jatuh, aku tidak tahu kenapa padahal aku tahu konsekuensinya memang seperti ini. Aku tahu kalau memang Rezvan sama sekali tak menyukaiku, sama sekali tak tertarik padaku, dia hanya mengatasnamakan pernikahan ini untuk perusahaanya saja, aku hanya dicintai oleh orangtuanya saja.
"c'est quoi ta maîtresse?"
*nyonya anda kenapa?' tanya supir pribadi Rezvan, aku terus mengusap air mataku
"pouvez-vous m'emmener à l'aéroport?"
*bisakah kamu mengantarku ke bandara?' tanyaku
"mais, on m'a demandé de prendre Mme Zem après cela, madame"
*tapi nyonya saya diminta mengantar nona Zem setelah ini' deg benar benar yah
"qui a embauché, qui est devenu votre maîtresse, a osé refuser ma demande, je ne veux pas savoir rapidement me livrer maintenant hiks hiks hiks"
*siapa yang menggaji, siapa yang menjadi nyonyamu, berani menolak permintaanku, aku tidak mau tahu cepat antarkan aku sekarang hiks hiks' aku benar benar tidak kuat teralu lama di tempat seperti ini aku butuh ketenangan aku tak bisa terus ditindas seperti ini.
Tidak peduli lagi mau Rezvan marah padaku yang penting aku sudah jauh darinya, kusiruh supir itu melajukan mobilnya, bandara tidak jauh dari rumahnya hanya butuh 10 menit sudah sampai, tepat tinggal setengah jam lagi pesawatku berangkat tidak ada barang yang kubawa hanya baju yang kupakai dan tas saja,
"merci, si plus tard on vous pose une question ne répondez rien"
* terimakasih,jika nanti kamu ditanya soalku jangan jawab apapun peringatanku padanya aku langsung turun dari mobil dan langsung masuk kedalam
aku tidak tahu pikiranku sangat kacau, hatiku remuk, seberapa kali lagi aku disakiti cukup dengan Sam yang menghianatiku, cukup denganya yang tega mencampakanmu setelah aku keguguran, cukup denganya aku tidak bisa diperlakukan seperti ini, dengan gampangnya dia mengatakan seperti itu, segampang itu dia membuangku, dengan begitu dia menyamakanku dengan ****** diluar sana.
"hiks hiks hiks Rezvan aku benar benar membencimu!" kuraup mukaku tangisku seperti aku kehilangan hal yang berharga sakit benar benar sakit,
"Stave?" kataku bingung kenapa dia ada disini
"ya aku ikut pulang ke Indo juga, bukanya cinta harus dikejar, dan jangan khawatir aku tahu segalanya tentangmu" jawabnya
"maksudmu?" tanyaku lagi
"ya aku tak masalah kamu berbohong soal hubunganmu dengan Rezvan, ku tahu itu karna semua orang yang mengenalnya disini tahu dia berpacaran dengan Zemira kan, tapi kamu jangan lupa kalau aku sendiri juga satu negara denganmu Zelle, aku juga tahu pernikahan kalian hanya pernikahan kontrak saja dan itu hanya kalian yang tahu." kata Staven pnjang lebar jadi dia tahu soal ini, dan dia tadi siang tetap mentakan perasaanya
"cepat hapus air matamu, nanti kalau dilihat orang aku dikira memyakitimu hahah" tanyanya
"terimakasih"kataku,kemudian panggilan penerbangan yang akan lepas landas 15 menit lagi makan kami pun segera masuk pesawat, untuk sementara kublokir nomor Rezvan agar tenang selama aku jauh darinya tak terkecuali mommy dan daddy juga kublokir ini adalah keputusanku yang terbaik, lalu aku pulang dengan Stave.
Grizelle pov end
"bikkk....."panggilku pada bibi
"ya tuan" jawabnya
"sudah jam delapan malam, kenapa Grizelle belum pulang pulang, apa tadi dia sempat pulang?" tanyaku karna hari ini aku tidak menjemputnya di kantor sebab aku menyelesaikan urusanku dengan Zem, aku harus benar benar menentukan pilihan mana yang harus ku petahanlan orang yang kucinta atau membuka lebaran baru denga istriku, aku mulai khawatir apa mungkin dia menungguku sampai berjam jam seperti ini? apa dia tidak bisa menemukan kendaraan untuk pulang, padahal lulusan tervaik tapi kenapa otaknya kosong sampe lupa jam pulang, pikirku.
"emmm tuan maaf tidak memberi tahu anada tadi memang nyonya mida sempat pulang, saat anda bersama nona Zem didalam kamar setelah itu saya melihat nyonya turun sambil menangis" jawabnya dengan segan.
apa mungkim Grizelle mendengar percakapanku dengan Zem?
"lalu setelah itu?" desaku lagi
"setelah itu nyonya pergi dengan johan tuan, dan setelah itu saya hanya tahu kalau johan kembali sendiri" jelasnya
"panggil johan sekarang" perintahku
ya ampun Zelle kamu kemana, ini sudah malam, gak mungikin kamu pergi tanpa pamit padaku kan.
" ye.. yes sir" katanya
"où tu as emmené Grizelle cet après-midi, réponds-moi ou tu me fais sortir de ton travail"
* kemana kau membawa Grizelle siang tadi jawab atau kau kukeluarkan dari pekerjaan ini' gretaku
"désolé monsieur, madame est allée à l'aéroport cet après-midi et elle a demandé à ne rien vous dire, et tout le long du chemin elle a continué à pleurer, je pense que madame vous a rencontré"
*maaf tuan, nyonya siang tadi pergi ke bandara dan dia minta agar tidak mengatakan apapun kepada anda, dan sepanjang jalan dia terus menangis saya pikir nyonya sudah bertemu dengan anda' benar saja dia pergi tanpa pamit,
"okay" singkatku
Zelle aku coba lari dariku ternyata, tanpa mengatakan satu katapun, sejauh apapun kamu pergi akan aku temukan Zelle karna aku sidah memilihmu.
wah komentar dong gimana kelanjutanya nih, Grizelle Rezvan atau Grizelle Stave