GRIZELLE

GRIZELLE
42



Kekacauan yang semula hanya bisa kudengar tapi kini mengilang begitu saja, dan sekarang semua percakapan dari kedua insan yang tengah memperjuangkan kasih mereka sedang aku merasa menjadi orang ketiga diantara hubungan yang sudah berjalan cukup lama itu.


*dari luar kamar


"sayang mommy sama sekali tak menyukaiku hatinya sudah jatuh sama perebut pacar orang itu, aku gak mau tahu kamu harus cepet cepet cerai" ucapnya yang sedikit menuntut


"hei aku begini juga untukmu Zem, aku juga tak pernah mau untuk menikahi dia, aku tak mau juga memberi cucu untuk mommy yang lahir dari perempuan seperti itu" kata Rezvan lagi, apa dia sama sekali tak tahu latar belakangku yang sudah pernah menikah, apa yang ada dipikirannya bahwa aku ini hanyalah perempuan nakal yang sudah pernah melahirkan diluar pernikahan, bodoh benar benar bodoh kau Van!!


"tapi sayang untuk saat ini biarkan mommy melakukan apa yang dia inginkan dulu selagi aku mengembalikan perusahanku seperti sebelumnya" katanya lagi yang sangat jelas bisa kudengar dari balik pintu, sebab sejak aku masuk kamar aku sama sekali tak melangkahkan kaki ku dari semderan pintu ini.


"jadi maksudmu kamu sama sekali tak mau mempertahankanku, kamu lebih memilih istrimu?" kata Zemira


"ngga Zem ini hanya sementara agar tidak memperpanjang masalah kita lagi, aku sudah cukup pusing dengan masalahku jadi tolong kau sabar sebentar lagi"mohon Rezvan


"sabar?jika aku terlalu lengah dan kau lupa sudah punya aku bagaimana, lalu kemudin tanpa sengaja kau menghamili Grizelle bagaiman? kamu ini laki laki normal kan? kamu bukam gay jadi sampai kapanpun aku tidak akan pernah tenanh VAn,atau kau sudah tak menginginkanku lagi? oh jangan jangan benar yah kamu gak pernah serius sama aku kalo kamu benar benar serius sama aku pasti kamu udah menikah duluan sama aku, jangan pikir selama ini aku gak tahu ya van kamu selalu menghindar kalau aku bicara soal pernikahan sama kamu, aku tahu kita beda agama tapi banyak kok diluar sana yang beda agama nikah juga, Van aku tuh beneran serius sama kamu kalo aku gak beneran sayang aku gak pernah mau nemenin kamu dari nol bahkan sekarang perusahaanmu udah diujung tandukpun aku masih disampingmu van, tapi kamu tuh sama sekali gak serius yah sama aku, atau gini aja aku yang ngalah, silahkan kamu lanjutkan hubunganmu sama Grizelle gitu aja? jawab aku van, jawab! " suara Zemira makin tinggi kurasa dia emosi banget


"Zem bukan begitu, tapi... " belum Rezvan selesi udah dipotong aja omonganya sama Zemira


"udah van aku capek, cukup disini obrolan kita malam ini, jangan hubungi aku dulu, aku butuh ketenangan" ucapnya yang kurasa dia melangkah keluar dari rumah ini.


"Zem berenti, jangan coba coba kamu ke club yah Zem, Zem!!! " suara kesalnya yang ikut mengejar pacarnya itu


Bremmmmm


"Zemm, berhenti!!!" teriakan Rezvan karna Zemira sudah tancap gas


dor dor dorrr


gedoran pintu terdengar jelas ditelingaku, seperti orang yang tengah menagih hutang


"Grizelle buka pintunya" Katanya dengan suara serak penuh marah, aku ragu untuk membuka pintu karna mataku sembab, aku sama sekali tak mau dia melihatku dengan kondisi seperti ini lagi cukup dengan malam tadi saja,


"ada apa Van" ucapku yang hanya dari balik pintu


"buka Zelle, atau aku dobrak, kita butuh bicara" katanya lagi


"tidak ada yang perlu kita bicarakan, lebih baik kau pergi dan kejar pacarmu saja!! " jawabku memilih memihak pada hubungan mereka terlebih dahulu


"tidak aku butuh bicara perjanjian baru denganmu Zelle, cepat bukak pintunya" katanya lebih menekan, tanpa ada teriakan


"apa kau tak khawatir dengan Zemira dia mengancam pergi ke club van!! "


"aku tahu itu, tapi... " ucapnya terjeda kurasa dia sedang berpikir keras.


hanya itu percakapan kami, dia memilih pergi dan menyusul Zemira pergi, ini kah rasanya menjadi pihak ketiga, yang memang tak pernah diinginkan oleh suaminya sendiri, apakah ini akan aku rasakan sampai satu tahun kedepan, apa tak ada kesempatan lagi untuku merasakan cinta tanpa harus memandang siapa aku, atau dari keluarga apa aku ini, dan lahir dari rahim siapa aku ini, mengapa Rezvan tak ada bedanya dengan Sam, bahkan dia lebih menyakitkan....


segini dulu yaaa ngga masalah kan??