
Pelukan erat yang hampir saja menghambat pernafasanku membangunkanku dari tidur nyenyakku kali ini, oh ini bukan tidur siang yang biasa tapi ini lebih dari biasa. Saat kubuka mataku wajah cantik yang tertutup dengan beberapa helai rambut menambah kecantikanya terlebih jika teringat kejadian yang baru saja kami lewati, perempuan yang satu ini benar benar menyerahkan segala bentuk dari kata seorang 'istri' aku tak pernah menyesal datang menyusul dia kemari bahkan jika harus sampai ke ujung duniapun aku akan temukan keberadaanya. ku usap lembut pipinya tidurnya yang begitu damai membuatku terasa nyaman disampingnya bahkan, kulirik jam yang berada dinakas tepat jarum panjang menunjukan diangka sembilan dan jarum pendek hampir mendekati angka lima.
Cukup lama kami tertidur dan ya aku hampir melewatkan asarku, kupindahkan tanganya yang melingkat dipinggulku dengan pelan pelan aku turun dari ranjangku pergi ke kamar mandi untuk mandi, ya kalian paham lah apa yang aku lakukan tanpa aku jelaskan.
Setelah kurasa bersih aku keluar dan ambil air wudu langsung aku melaksanakan kewajibanku pada Tuhanku.
"Van kamu gak bangunin aku" suara khas orang bangun tidur
"aku lihat kamu nyenyak sekali Zelle" kataku tanpa mengatakan apa pun dia langsunh beranjak dari sana dan berlari kecil arah kamar mandi
"hei jangan lari lari nanti terpeleset kamu!" seruku tentu dia mengabaikanku dan pangsung masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai aku langsung turun kebawah karna sejak tadi kudengar suara papahnya Grizelle.
"bik, papah sama kakek sudah dirumah?" tanyaku pada seorang pelayang rumah ini
"iya tuan, tadi juga menanyakan tuan dan sama non Grizelle" jawabnya lagi
"terus sekarang mereka dimana?" lanjutku
"di taman belakang tuan" jawabnya yang hanya kuberi senyum ramahku karna tak ada yang perlu kubicarakan
setelah sampai taman belakang ternyata benar kedua orang tua ini sedang asik mengobrol dan ditemani secangkir kopi hitam, tak perlu canggung aku langsung ikut dalam pembicaraan ini ya karna kami juga sering seperti ini dalam urusan bisnis hanya saja ini kali pertamaku bertukar pendapat dengan mereka.
"hei cucuku datang, sini ngobrol bareng kake, mana Grizelle?" tanya kake padaku
"Grizelle masih belum turun kek" jawabku
"kalian kapan sampai, kenapa gak bilang kami kalau mau pulang" sahut papah
"emm ini dadakan pah" kataku ragu
"lain kali kalau mau pulang bilang dulu agar kami bisa mempersiapkanya" kata kakek mengimbuhi, kurasa Papah dan kakenya Grizelle orang baik pantas saja dia tidak tanggung tanggung langsung pulang ke rumah, kalau aku terlambat sedikit saja mungkin aku bisa habis oleh kedua orang ini belum nanti sama daddy dan mommy.
"Van apa kalian akan lama di sini?" tanya papah tiba tiba
"maaf pah saya hanya mengikuti Grizelle jika dia mau lama disini aku tidak masalah," jawabku lagi
"kalau memang seperti itu ya sudah, tapi papah maunya Grizelle lama disini sampi setidaknya kalian kasih cucu untuk kami, untuk temani kami, karna meskipun Chellsea sedang hamil tapi dia tak lama lagi akan diboyong ke rumah Sam" katanya lagi, diboyong ke rumah Sam? itu artinya rumah Grizelle yang dulu, Sam Sam laki laki seperti apa kau ini sebenarnya ingin rasanya kuhabisi sekarang juga.
"kalau untuk cucu dikasihnya sama tuhan pah" jawabku kikuk
"kalian sudah berusaha kan, pernikahan kalian sudah hampir dua bulan loh" ibuhnya
"untuk itu sudah kok pah" kupastikan wajahku seratus persen merah malu
"sudah sudah itu privasi mereka, tapi kamu sudah kabari orang tuamu Van" kata kakek
ya Ampun aku juga belum sempat bilang mommy sama daddy kalau aku di indo, belum lagi mata mata mommy yang disana pasti menyimpulkan kejadian ini jauh dari kenyataanku, bisa habis aku dikeramasi olehnya.
ddeeerrrrt deerrt deeerrrt
"mommy" lirihku ya mpun baru saja diomongin udah main telfon telfon aja
"pah kek aku permisi dulu yah angkat telfon dari mommy" kataku langsung aku pergi kesana dan naik untuk masuk kamarku
"assalamualaikum mom" sapaku
"ya waalaikumsalam van, kamu dimana? sekarang juga kamu pulang!" nada marah mommy dari seberang sana duh bisa habis aku mommy yang tak pernah sedikitpun marah dan hari ini dari nada bicaranya saja sudah membuatku merinding
"tapi..." jawabku yang belum selesai sudah terpotong lagi olehnya
"tidak ada tapi tapian kamu harus jelaskan dirumah, mommy sama daddy nunggu kamu sekarang!" sentaknya lagi
"ya aku berangkat"pasrahku tanpa salam mommy langsung mematikan sambungan telfon kami.
"hemm bisa ribet urusanya" ucapku sendiri
"siapa van?" tanya Grizelle
"apa aku ikut kerumah mommy saja Van biar jelas" usul Zelle
"gak perlu kamu masih capek Zelle kamu istirahat aja yah dirumah, lagi pula aku tidak akan lama disana yah" kataku sambil mengambil kunci mobil di atas nakas
"beneran?"
"iya beneran, aku pakai mobilmu dulu yah, hati hati dirumah jangan dekat dekat dengan Sam" titahku
"iyaa kamu juga hati hati dijalan yah"
aku langsung pergi sekitar seperempat jam aku sampai rumahku.
"Assalamualikum" salamku ketika masuk kedalam rumah besar keluarga Parviz
"duduk kamu" ucapan dingin daddy padaku ya ampun sudah kupastika. mereka pasti salah paham denganku
"ya dad, ada apa kelihatanya penting sekali?" kataku sok bodoh yang seolah tak tahu apa yang sedang terjadi disini
brakk
gebrakan meja yang disertakan dengam selembar kertas putis tertuliskan benerapa paragraf,
"apa maksud dari ini semua?" tanya daddy padaku
"itu bukan apa apa lagi dad" jawabku, kupikir tadi itu hanya kertas biasa tapi ternyata itu surat perjanjian aku dan Zelle dulu
"bukan apa apa katamu, dady temukan ini dari pelayan hotel, saat kalian sudah di Prancis dulu, daddy pikir itu hanya perjanjian yang paling akan berlangsung satu dua minggu saja, tapi setelah itu daddy tak ingin kalian semakin jauh apa lagi dengan kembalinya Zemira, maka dari itu daddy minta mommy kamu menyusul dan mengawasi kalian, tapi setelah kamu memperlakukan Grizelle malam itu daddy dan mommy tak mau lagi mencampuri urusan kalian cukup mengawasi saja dari sini tapi ternyata belum sehari momny pulang justru kamu memilih Zem dari pada Grizelle, Van kamu ini tidak bisa melihat siapa perempuan yang baik atau kamu sudah dibutakan oleh perempuan ****** itu?" kata daddy penuh marah
"dad aku bisa jelaskan" kataku
"Van daddy sama mommy pernah mengajarimu untuk berlaku tidak sopan pada perempuan? pernah daddy mengajarimu untuk menjadi laki laki yang suka berselingkuh huh?" kata daddy
"tidak dad" jawabku, biar kudengarkan dulu apa yang ingin mereka sampaikan
"lalu kenapa kamu perlakukan Grizelle seperti perempuan bayaranmu, bahkan kamu lebih memilih pacarmu itu, daddy tidak mau tahu hari ini juga kamu harus putuskan dia, tinggalkan dia dan mulai hidupmu dengan Grizelle, jangan pikir kami tidak tahu apa yang sudah kamu perbuat dengan Zelle kalau dia sampai terluka, tidak masalah jika kami harus mencoretmu dari nama keluarga Parviz!" peringatan keras daddy ini benar benar yah bikin kesal aja
"mom dad, coba dengerin dulu yah penjelasan aku, benar memang kemarin kami ribut besar bahkan dengan apa yang kalian tahu memang benar adanya, tapi setelah itu sudah kupastikan mom dad aku akan bersama dengan Grizelle, mommy tak perlu khawatir Grizelle akan tetap menjadi menantu satu satunya untuk keluarg ini"
"Van mommy gak mau denger kalau kalau nanti kamu nyakitin Grizelle lagi, mommy gak mau kamu ninggalin dia benar kata daddy sekalipun kamu keluar dari keluarga Parviz pun tidak masalah untuk kami, jangan sia siakan perempuan sesempurna dia" kata mommy meperingati keras padaku.
"ya mom" jawabku singkat
"kapan cucu untuk mommy" lagi lagi cucu, tidak mereka tidak papah dan kakeknya Grizelle sama aja.
"mom sabar dong cucu itu gak kaya kecambah yang hanya disiram jadi, tapi dia juga butuh proses" jawabku kesal
"tapi kamu kelamaan Van umurmu saja sudah 27 tahun tuh anak pak RT aja umur segitu udah punya anak tiga kamu satu pun harus mommy maksa dulu" sahut mommy
"mom kalo gitu kenapa dulu pas SMA gak langsung nikahin aku sama Grizelle kalo dulu pasti sekarang mommy udah punya 5 cucu" balasku gemas sama mommy
"udah lah yah mom dad aku mau pulang lagi"
kataku
"loh memang kamu mau pulang kemana?" kata daddy
"dad aku sudah sampai indo dari pagi tadi, dan aku sudah baikan dengan Grizelle, sekarang aku sudah ditunggu sama dia dan tentu dirumah keluraga Jarviz, makanya pakai mata mata yang lebih cerdas deh atau sekalian pakai intel" jawabku kesal
"ya ya, besok akan daddy kasih intel untuk kalian"
"ya sudah dad, mom aku pulang dulu, besok akan ku ajak Grizelle datang kemari"
"Assalamualaikum" salamku lalu beranjak pergi dari sini.
hay maaf kan saya yang mungkin lama dalam.proses update nya, saya juga tidak bisa menceritakan alasan apa yang menghambat proses penukisan jadi sekali lagi hanya maaf yang bisa saya sampaikan