
Perlahan ku angkat kakiku naik ke atas sofa, dengan hati hati, aku masih orang baru disini bahkan kalian tahu Rezvan tak mengenalkanku pada para maidnya, sangat terlihat jelas mereka kebingungan karna tuan mereka pulang membawa perempuan lain.
Kutatap kaki kiri ku yang mulai membengkak ya Tuhan. papah, mamah ini sakit, ku raih kotak obat yang di nakas tadi sebelumnya ada pelayan masuk dan memberiku sekotak obat obtan, ku ambil balsem dan perlahan ku urut, daannnnn sensasinya sangat nyessss sakit banget, setelah itu kuperban sendiri jangan tanya kenapa aku bisa seperti ini dulu saat aku SMA aku sempat mengikuti PMR disekolah bahkan aku sering dikirim ke PMI di kotaku untuk mengikuti berbagai macam kegiatan.
Selesai kakiku sudah terbalut tapi masih tetap berdenyut nyeri, pelan pelan aku pindah ke kasur dan menyandarkan punggungku untuk bersandar di tepi ranjang, kupejamkan mataku teringat bahwa tadi ada seseorang yang memberi kartu namanya untuku. Langsungku raih tas ku dan kucari kartu yang tadi kumasukan sembarang, kudapati kartu berbentuk ATM bewarna hitam dengan nama yang terterang disana " STEVAN GRILLAND" ucapku lirih sambil membaca nama yang sudah tertera, dan no yang sudah tertera dan ternyata dia seorang CEO juga seperti di Rezvan. Aku akan mencoba mendaftar disana semoga ada lowongan nantinya.
Rezvan pov
Aku gak ngerti kenapa tadi rasanya sangat kesal melihat Grizelle dipeluk kaya gitu sama orang lain dan kupikir umurnya sama denganya dan lagi tampangnya gak beda jauh lagi sama aku, aaarrrggghhh aku ini kenapa ayo Van fokus sekarang akan ku coba cari orang yang paling kurindu sejak satu bulan lalu,
Rezvan
kamu dimana? aku sudah sampai
my love❤
J'achète des vêtements cher, d'accord, je serai bientôt à la maison
*aku sedang beli baju sayang, oke kalo gitu aku akan segera pulang
pesan terakhir hanya ku read, lalu aku mulai bingung apa yang harus ku katakan nantinya kalo ketemu dia, apa dia akan menerima statusku ini nantinya, kami sudah menjalani hubungan ini selama 5 tahun tidak mungkin dia akan mengakhirinya karna masalah ini bukan, aku bingung harus bagaimana ya Tuhan sedang Grizelle sudah kuberi tahu sejak awal sikapnya yang menunjukan biasa saja membuatku lebih tenang tapi kalo soal zemira aku gak tahu terlebih sifatnya yang emosian.
******
30 menit kemudian
"bébé je suis à la maison"
kata zemira gembira
"aku disini" ku jawab dengan bahasaku karna dia sebenarnya sudah lancar dengan bahasa negriku, karna posisiku yang berada di ruang tengah, melihatnya berjalan ke arahku ku sipitkan mataku melihat penampilannya pakaian minim bewarna merah di atas lutut dan belahan dada yang terbuka serta make up tebal khas dia, rasanya kenapa aku risih dengan penampilan seperti ini, mungkin disini dia sudah terbiasa wajar dia memang bukanlah muslim maka dari itu meski hubunganku sudah lama tak pernah aku berpikir untuk menikahinya mebayangkannya saja tidak, karna jika iya salah satu dari kami haruslah mengalah pada ajaran agama kami.
Grepp
Dia bergelayut dilenganku dan sesekali mengusak padaku
"hei jangan seperti ini kita masih belum muhkrim sayang" kataku karna meski aku sudah lama denganya aku tetap menjaga jarak karna aku masih waras dan berpegang teguh pada pegangan agamaku
"ya ampun kamu selalu begitu, bikin sebel aja nanti lama lama aku selingkuh nih" katanya dengan nada manjanya
"Zem aku ada sesuatu yang harus kusampaikan dan ini penting tapi kuharap ini tidak mempengaruhi hubungan kita"kataku yang sukses membuat raut mukanya berubah 360 derajat dari sebelumnya
"maksudmu?" tanyanya padaku
Ceklek
Belum aku selsai dengan perkataanku dia malah keluar dari kamarnya yang membuat mata Zemira melotot padaku yang bisa diartikan denga "siapa wanita ini? "
Tuhan jantungku berdegup kencang rasanya seperti aku selingkuh padahal ini ku lakukan untuk Zemira juga, dan tentu perusahaan tercintaku.
maaf banyak typooo
banyakin komentar dong sissss