GRIZELLE

GRIZELLE
23



"uhuk uhuk uhuk" ku raih gelas yang berisi air putih disebelah kanan piringku ku teguk dengan gugup karna aku kaget dengan apa yang baru aku dengar barusan, apa maksudnya, lalu ku senggol kaki kiri Rezvan agar dia paham maksudku yang tak terima dengan ucapanya


"bagaimana dad, mom bolehkan"katanya lagi ku kira dia akan diam tapi apa maksudnya malah bilang kaya gitu lagi.


"Loh buat apa kamu bawa putri mommy kesana, lagi pula mommy lagi nunggu cucu mommy yang mungkin lagi berkembang sekarang" kata mommy sedikit melarang.


Tapi tunggu kenapa mommy bilangnya gitu membuat mukaku memerah, berkembang apanya tidur bareng dia aja aku ogah.


"iya benar kata mommy, kakek juga menunggu cicit disini, tak perlu kesana lagi pula perusahaanmu sudah kakek atur bersama daddymu benar kan Hen" kata kakek mengimbuih


Aku hanya diam dengan obrolan kali ini aku memilih tetap makan, tapi ingat Rezvan kau akan habis olehku setelah ini, dan sekalipun aku mau ikut denganmu akan kubuat kau jengah dengan sikapku.


"mom justru disana aku sekalian honeymoon, denganya" tiba tiba tangan kirinya melingkar di leherku, males banget pake sok kenal lagi,tapi aku harus bilang apa


"sayang apa kau mau ikut sama Rezvan kesana?" tanya momny padaku, aku bingung harus bilang apa kali ini aku bungkam ya benar benar bungkam


"mommy Grizelle sama aku udah diskusi tadi kok dikamar"hei apa katanya diskusi, diskusi dari hongkong, kubalas dengan senyum kecut tak tau apa yang dipikirkan momny saat melihat ekspresiku ini


"terserah pada kalian saja tapi mommy daddy dan kakek benar menunggu kabar baik kalian setelah ini" jawab mommy pasrah


"jadi mommy mengizinkanku untuk bawa Grizelle kan?" jelas Rezvan memastikan


tidakkkkkk aku ngga mau kesana terus momny udah mengalah gitu aja mom please anakmu ini sangat menyebalkan. Masa aku dilempar gitu aja, tapi tunggu mommy tadi bilang suruh ke papah sama kakek kan jadi aku masih punya mereka, harapanku hanya itu saja.


Makan malam ku berakhir dengan suasana hati yang gak karuan kutinggalkan mereka semua ke kamarku dengan alasan aku sedikit lelah,


"aku harus bagaiman coba, masa iya aku dibawa gitu aja ini Prancis negara asing buat aku, dia kira aku ngga tahu maksud dia membawaku dengan alasan honeymoon huh? Jelas jelas aku paham betul dia hanya mau bertemu kekasihnya itu, ayoo Grizelle cari cara untuk lepas dari si Rezvan sialan itu. " omelku panjang lebar tanpa kusadari sudah ada seorang yang berdiri di ambang pintu.


"lanjutkan saja omelanmu, tapi ku pastikan papahmu dan kakek akan menyetuhui hal ini" katanya dengan sombong


"hahaha lakukan saja semaumu, lagi pula memang kau ini suamiku kan, tapi dengar aku memiliki syarat untuk itu" dengan tawa galak aku menekannya, karna aku sendiri tak mau kalah, dengar tak mau Kalah.


"lakukan saja selagi kau tidak minta cerai besok, aku akan penuhi syrat syarat yang konyo darimu nanti, tapi sekarang tidurlah"jawabnya santai dan berjalan ke arah tempat tidur


"hei ingat kau disebalh kiri dan itu guling sudah ku taruh di tengah jika kau melewati batas itu, besok pagi kau yang masak untuku, bukan si embok" kataku keras padanya


"ya ya santai saja aku tidur juga tak pernah jarah kok, paling kamu yang akan masak untuku besok"


Tak ku jawab aku memikih pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih dulu dan tentu mengganti bajuku dengan piama, piama ini bewarna hitam satin, tidak seksi sangat tertutup, bahanya juga tebal sangat nyaman lalu aku merebahkan disebelah Rezvan, matanya yang tertutup rapat saat ini sangatlah damai, jauh berbeda jika dia sudah terjaga sangat menyebalkan.


Jangan lupa komen, love dan simpen di rak favoritnya, maaf kalo typo