
Tanpa aba aba badanku direbut paksa dari rengkuhan pria tadi oleh Rezvan
"sssstt sakit Van" kataku sambil memukul lengannya karna aku belum sampai di pelukanya
"kamu ini gak inget dah punya suami pake peluk pelukan gitu huh"katanya agak marah
"Rezvan lihatlah aku ini sedang terkilir, apa kamu menkadi buta setelah tiba di Paris?" kataku kesal
"ah maaf pasti sakit yah"jawabnya tanpa berdosa
"menurutmu?" kataku malas lalu aku dipapah sampai dengan mobil, sikapanya yang kadang kadang berubah membuatku bingung, harus seperti apa kepadanya, sampai dibomilpun dia masih memegangi bahuku dia pikir bahuku apa yangterkilir
"maaf aku tadi sangat tidak sabar pulang jadi kamu ketinggalan Zell, mana yang sakit kita kerumah sakit aja yah" katanya khawatir dan pasang muka bersalah, ngga tahu memang merasa bersalah atau akting semata.
"tak usah lagi pula kau juga sedang terburu buru ingin bertemu sama dia kan" jawabku
"kau yakin kakimu tak akan semakin sakit nantinya?" katanya lagi
"tak usah, lebih baik cepat lah aku lelah" sungguh aku tak tahan jika terus disini dengan posisi yang tak menguntungkan, lihat saja duduku denganya begitu dekat bahkan masing masing dari baju kami salaing menempel dia masih setia menjagaku seolah jika aku dilepas darinya akan lunglai tak bertenaga, bahkan dia sampai memarahi sopirnya karna tak sengaja melaju terlalu kencang di polisi tidur yang sukses membuatku meringis kesakitan.
"sampai juga, sebentar kubukakan pintu untukmu"ucapnya yang tak kubalas sepatah katapun
"ayo turun" uluran tanganya yang lembut dan pandanganya yangvpenuh dengan kekhawatiran sama persis seperti Samku dulu....
Flas back on
siang itu tepat jam 2 saat aku masih duduk dibangku kuliah semester 4.
"sayang makan yuk udah siang banget malah udah mau sore" kata Sam padaku dengan kelembutan
"tapi Sam ini sudah terlewat aku memiliki magh nanti malah akan semakin sakit" kataku memelas
"nah justru itu ayok makan" tak perlu babibu aku menuju resto terdekat dari kampusku namu saat makanan sudah tersaji dan aku mulai memakan suap demi suap perutku makin bergejolak dan terasa diperas
"Sam perutku sakit banget ssstt" ringisku kesakitan
"ya ampun sayang oke tunggu aku akan meminta air hangat untukmu"katanya dengan penuh khawatir bahkan aku sampai ditinggal di tempat makan ini katanya dia mau beli obat karna kebetulan obatku tertinggal di nakas apartemenku.
flass back off
pikiranku justru teringat pada Sam lagi dan lagi hatiku makin sakit saja,
'Sammm aku benci kamu yang sekarang' jeritku dlam hati
"tidak bisa cepat ayok jalan, dia akan kukenlkan padamu" dia gak lihat aku lagi kesakitan gini malah pake acara perkenalan ihhh ni orang tuh yah
ceklek suara pintu yang terbuka pintu utama ukuranya sangat besar kira kira memiliki tinggi 3 meteran dan diameter 2 meter ini dengan ukiran yang indah dan warna hitam pekat mengkilap saat mataku mulai masuk kulihat berjejer beberapa pelayan dengan seragam hitam dan celrmek putih di dada sampai sepanjang lutut, lalu aku sedikit melirik suasana rumah atau biasa disebut mansion disini.
"bon retour monsieur"
*selamat datang kembali tuan
Kata seorang pelayan yang hanya ditujukan kepada Rezvan dan sedikit meliriku bingung.
"S'il vous plaît préparer une chambre pour la dame à côté de ma chambre"
*tolong siapkan kamar untuk nyonya disebelah kamarku
katanya membuatku bingung untuk apa diseblahnya
"Désolé, la pièce à côté de la chambre du maître a été utilisée par Mlle Zemira"
*maaf kamar yang disebelah kamar tuan sudah digunakan nona zemira
kata pelayan itu lagi, oh jadi pacarnya namanya zemira
"Rezvan tak apa aku dibawah juga tak masalah,cepatlah aku sudah sakit van" kataku memotong pembicaraan antara mereka
"sungguh takmasalah kah zell"tanyanya lagi
"ya cepat dimana pun itu aku ingin mengoleskan balsem"
Lalu Rezvan tak lagi menucpkan apapun dia hanya memapahku menuju kamar yang kemungkinan akan ku tinggali, setelah ku masuh kamar dengan cat krem dan sprey warna putih persis seperti hotel.
"aku tak jadi mengenalkanmu sama dia kurasa dia sedang pergi"ucapnya sambil seraya mendudukanku di sofa yang ada di depan ranjang
"ya tak masalah, tinggalkan aku sendiri disini"kataku dan dia melangkah pergi dari sini
"Rezvan terimakasih" ucapku padanya dan dia hanya menoleh ke arahku tak lupa dengan senyum khasnya untuku, kurasa dia memiliki banyak topeng untuk setiap orang yang ditemui.
happy reading
maaf typoooo