
Aku yang sedari tadi sudah berdiri dibelakangnya dan memang aku tak langsung mengatakn sepatah katapun karna aku menunggu dia tenang tapi yang kudengar adalah sebuah kejutan yang membuatku berpikir keras 'sebenarnya aku menikahi perempuan yang seperti apa? atau kah aku yang tak pernah mencari tahu tentangnya sebelum pernikahan ini' kupikir Grizelle wanita kuat yang takan pernah menangis, karna memang dia tak pernah sedikitpun menunjukan bahwa dia perempuan yang mudah menangis saat ini,
Dan lagi dia terus mengatakan Sam dan Chelsea kurasa aku tak asing dengan nama nama itu, aku terus memutar otaku supaya aku bisa menemukan jawabanku sendri dan ya benar ingatanku kembali mereka berdua bukankah adik ipar dan adik kandung Grizelle sendiri lalu untuk apa dia mengindari mereka. Satu lagi yang tak pernah habis pikir Grizelle pernah Hamil atau pernah punya anak? lalu jika ya dimana anaknya, kenapa tak menikah dengan ayahnya malah menikah denganku? segala pertanyaan ini membuatku kacau, dia seorang perempuan yang taat pada ajaran agama kami, tapi masa iya dia memiliki anak diluar nikahnya atau dia janda dan kenapa saat penghulu dulu menanyakan status kami masing masing tak ku dengarkan dengan jelas status Grizelle sebenarnya.....
Sudahlah aku melihat Grizelle yang rupanya tak menyadariku yang sedari tadi berdiri dibelakangnya dan sekarang dia akan beranjak dari duduknya aku cepat cepat mengambil langkah mundur tapi sebelum aku berbalik badan Grizelle berulang kali terduduk mungkin kakinya yang sakit lagi, kuputuskan untuk membantunya.
Grebbb tangan kananku memeluk punggungnya sedang tanganku yang satu menahan dia agar tak berontak menerima bantuanku ini kepalu langsung tertunduk dan kepalanya menengadah kukira dia sedang memastikan seseorang yang tengah membantunya, hingga kami saling pandang sekitar 5 detikan kurasakan matanya penuh amarah yang kapanpun bisa meledak.
"Trimakasih" katanya singkat lalu bertumpu pada diriku untuk lanjut jalan, bahkan kukira tadi tatapan penuh amarah itu akan langsung memakiku tapi tebakanku salah dia memilih mengatakan ucapan trimakasih, dimana mana perempuan kalu sudah seperti tadi dia pasti akan marah padaku dan mungkin menangis dipelukanku dia jauh berbeda.
"maaf atas sikapku yang keterlaluan" kataku lagi yang hanya dibalas dengan anggukannya saja, kuantar dia sampai kamar lalu kududukan dia kuambil tempat obat untuk sedikit mengobati kakinya ini.
"tak perlu aku bisa sendiri silahkan keluar, dan sekali lagi terimakasih"ucapnya membuatku yang hamlir mengoleskan balsem pada kakinya tadi
"tapi nanti bisa tambah parah, atau kita ke rumah sakit saja"tawarku padanya
"tidak, silahkan keluar"ucapanya yang dingin membuatku harus mengalah dari pada dia makin marah lagi. Kututup pintunya karna jam sudah menunjukan angka 10 berarti pertengkaran kami memang benar benar menguras waktu juga, langsung kunaiki tangga menuju kamarku kurasa Zemira sudah tertidur maka dari itu aku tak mau masuk kamarnya, karna kamr kami yang memang berdekatan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi ini aku dan Zemira sudah berada di meja makan lebih cepat dari Grizelle sebenarnya aku khawatir dengan kakinya itu jika dia tak bisa berdiri lagi bagaimana, dan dia malah jatuh,
"baik tuan" katanya lagi
"tunggu, kamu sebut apa dia tadi Nyonya?, Van maumu itu apa semalam kau menjelaskan hanya akan bertahan satu tahun. Tapi pagi pagi seperti ini kamu malah buat aku kesal lagi" ucap Zemira
"itu hanga panggilan sayang, kamu tak perlu marah, sekarang masih pagi dan lanjutkan makanmu"ucapkan
tak menunggu waktu lama Grizelle keluar kamar dengan tidak dibantu berjalan oleh bibi Jang kakinya juga dia perban, dan langkahnya tak sesulit semalam. Kuperhatikan lekat lekat dari atas sampai bawah hari ini dia mengenakan celana levis, dan kaos oblong warna abu kesukaanku, rambutnya ia kuncir kuda 'sempurna' ucapku lirih yang ternyata didengar oleh Zemi
"apa katamu apa yang sempurna?" kaatanya yang membuatku gelapan, karna memang Grizelle terlihat sempurna dengan memakai pakaian santai dibanding mengenakan dress jauh lebih dari kata biasa.
"tidak bukan apa apa sayang" kurasa fokusku mulai terpecah antar Zemi dan Grizelle pagi ini,
"selamat pagi, ada yang mau aku bicarakan, maaf atas kesalahanku kemarin, dan nona Mira aku dan Rezvan tak akan bertahan lama dalam pernikahan ini, kau tak perlu khawatir, dan untukmu Rezvan mulai minggu depan aku akan bekerja di perusahaan Corp Projektion, sudah begitu saja aku harus meminta izin padamu terlebih dahulu karna kau masih imamku sekarang aku sudah selsai bicara silahkan meneruskan sarapan kakian aku permisi" dia cuma mau bilang gitu aja tanpa sarapan bukankah semalam dia juga tidak jadi makan, apa dia mau menyiksa diri sendiri.
"Makan dulu Zelle" jawabku dingin, dia masih tetap melanjutkan langkahnya masuk kamar.
Tunggu dia bilang bekerja di Corp Projektion bukankah itu perusahaan yang bersaing dengan perusahaanku, kami juga sedang sama sama sedang berusaha merebut posisi perusahaan no satu di negara ini.
selamat membaca ya gaisss maaf typooooo