
Ceklek
Aku keluar dari kamarku karna tenggorokanku yang sudah sangat kering, perlahan ku berjalan meski pincang makin lama kakiku membengkak juga, kupikir besok akan ku bawa ke dokter saja.
Saat aku keluar dari kamar aku melihat wanita yang begitu seksi, mengenakan baju merah dan yang menjadi fokusku Rezvan digelayuti seperti itu đŹ
Tapi ku pikir pikir mungkin dia kekasihnya yang akan tinggal disini, asal kalian tahu dan setahuku mereka tak pernah tinggal bersama sebelumnya. Dan aku ngga tahu apa alasanya dia datang kesini dan malah tinggal disini, tak ku hiraukan hanya ku lirik tajam kearahnya sebagai tanda agar tidak mengusikku, dan aku pastikan si Rezvan tidak memberi tahukan hubungan kami, makanya dia memasang muka tak sedap gitu.
Bodo amat lah aku tetap jalan menuju dapur dengan tujuan pertamaku aaaaiiirrrr,
Sampainya aku di dapur ku ambil gelas kaca dan kuambil air yang ada di galon, lalu duduk di meja makan dari sini aku juga masih bisa melihat mereka berdua, rasanya ingin sekali aku tertawa melihat muka Rezvan yang kaya orang ketangkap basah selingkuh, sesekali senyumku merekah entah apa ini rasanya puas sekali lihat dia kaya gitu....
"Grizelle tolong sebentar kesini" suruhnya saat aku akan kembali ke kamar lagi, alisku berkerut dan mukaku memberikan kode 'untuk apa aku kesana'
"aku lelah Van" jawabku malas
"sebentar saja Zelle" katanya lagi, ya sudah lah dari pada aku berdebat sama dia kan males banget yah, jadi okelah kuturuti
"Grizelle lui présente Zemira Friska et Zem à Grizelle Indira"
*'Grizelle kenalkan dia Zemira Friska, dan Zem dia Grizelle Indira'
katanya lagi, waaauuu 'namanya'cantik tadi perasaan dia terlihat sangat sempurna tapi ternyata tak jauh diri tanten tante lokal indonesia, lucu sekali ini si Rezvan Pransin sebesar dan seluas ini dia hanya menemukan wanita macam seperti ini hahaha
"Zelle tolong jelaskan sedikit saja, tentang kita padanya, dia pacarku!" ucapnya seolah olah menghentikan langkahku
"Ăcoutez, mademoiselle, je suis sa femme et vous n'ĂȘtes que sa petite amie, je ne lui interdis jamais de vous amener ici ou mĂȘme si vous restez ici, mais n'oubliez pas de respecter notre religion.Et encore une fois, ne me dĂ©range pas parce que sinon vous n'obtiendrez pas Rezvan comme quand je n'Ă©tais pas lĂ , si vous voulez la paix, prenez soin de vos affaires"
*'dengar nona aku istrinya dan kau hanya pacarnya, aku tak pernah melarang dia membawamu kemari atau kau sekalipun menginap disini tapi ingat hargai agama kami
dan lagi jangan sesekali kau mengusiku, karna jika tidak jangan harap kau bisa mendapatkan Rezvan seperti saat aku belum ada disini, jika kamu ingin tenang dan damai jangan sesekali mencapuri urusanku dengannya'
jawabanku yang mungkin saat ini membuat jantung Rezvan semakin memompa cepat wkwk peduli apa aku, selamat atas balasanku atas kesalahanmu van, siapa suruh kau meninggalkanku saat di Bandara tadi, silahkan nikmati amukan darinya, aku tetap melanjutkan langkahku hingga masuk kamar dan ku kunci pintu rapat rapat.
Belum ada 3 langkah knop pintuku sudah memutar seenaknya aja untung sudah kukunci jika tidak mungkin aku yang terkena marahnya wkwkw senang nya aku sampai kini aku sudah terpingkal pingkal dengan jawabanku
"Grizelle bicaralah yang benar Zelle!" katanya dibalik daun pintu dengan nada tinggi perutku makin kaku dengan hal ini
"Grizelle cepat buka pintu dan keluar jelaskan padanya, jangan buat hubunganku denganya menjadi rumit. Grizelle bukaaaa!" kesabaranya kuperkirakaan benar benar hilang wkwkw karna aku belum juga menyahuti perkataaanya.
Hemm kira kira gemana yahhhh, lanjutanya
maaf cuma satu dari pada gak up per harinya ya gak wkwkw