
pembuka
hai kawan, teman, saodara, kaka kaka cantik nan ganteng, maaf jika selama ini dalan penulisan saya sangat kurang, atau yang sama sekali gak suka sama alur ceritanya saya sangat minta maaf, makasih atas saran saranya juga plus sama kritiknya. Oh ya satu lagi untuk sikap dan sifat Rezvan memang kaya gitu kadang cuek kadak sok asik
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rezvan pov
Hari ini kupercepat pekerjaanku agar tepat waktu menjemput Grizelle, wanita ini benar benar membuatku melupakan masalahku dengan Zemira ku akui aku memang mengulur waktuku dengannya dengan tidak segera menemui gadis yang kucintai, sebab aku tahu apa yang sudah ia lakukan,malah justru mengurus apa yang diinginkan perempuan satu ini,
ku akui ini memang rasa bersalahku karna kemarin sudah memakinya bahkan dia sama sekali tak marah padaku justru saat Zemi pergi dia lebih memikirkanya, jadi ya hitung hitung ini menjadi permintaan maafku, setelah kujemput dia langsung kuajak dia makan malam. Mungkin jika perempuan lain akan pergi dari rumah jika dia diperlakukan sama dengan apa yang kulakukan tempo hari bahkan rasa salahku semakin menjadi saat aku tahu sifatnya sangat friendly.
Saat aku akan masuk Grizelle seperti meringis kaget yah seperti biasa aku denganya tak pernah jalan beriringan
dengan alasan simple karna aku tak mau orang mengenalnya saja.
Saat ku lihat ternyata adegan persis seperti di film film terjadi tepat di mata kepalaku apa apaan dia, eh tunggu bukanya dia adalah atasannya Grizelle?
lalu saat kudekati, mereka sedang asik ngobrol,
ngomong ngomong dengan siapa kau datang kemari?" tanyanya sambil melepaskan posisi mereka
"dengan.. " belum selesai langsung kupotong ucapan Grizelle
"denganku," kataku cepat
"oh jadi kau ini sodara dari tuan Rezvan rupanya, senang bertemu dengan anda tuan" oh jadi dia juga sama tak mau mengakui menjadi istriku, baguss lihat saja Grizelle indiraku
"oh 'sodara' ku, ternya mengenalmu juga tuan Steven Grilland" ucapku seraya melirik ke arah Grizelle
..........
dan begitu lah pembicaraan kami,
"ekhem" deheman kecil dia lontarkan padaku memang sejak 15 menit setelah kami selesai memesan makanan tak ada pembicaran diantara kami, bahkan aku hanya melirik kearahnya saja.
"Van, kamu marah sama aku? gak kebalik nih?" ucapnya
"siapa yang marah lucu sekali" jawabku cuek
"ya sudah, pulang aja yuk, males nih kalo gini"
katanya lagi
"belum juga makan"singkatku
"kamu marah yah, udah ngaku aja soal tadi pasti?" tanya nya
"engga." jawaku singkat
"tadi itu karna aku tahu kamu juga gak akan memperkenalkanku sebagai istrimu juga jadi aku mengatakan aku hanya sodaramu saja, maaf jika kamu tersinggung tapi jika dilihat dari kenyataan aku juga tidak akan bertahan lama dikehidupanmu, bahkan banyak rekan bisnismu tahunya kau akan menikah dengan Zemira jadi apa salahku mengatakan ini semua?"
"ya" kata singkat,
"oke tak masalah jika kamu marah denganku, takan menjadi masalah bukan, yang terpenting cepat makan makananmu aku tak mau saat daddy datang kemari mengataiku kalau aku tak becus mengurus anaknya" sahutnya panjang lebar,
"ya istriku ini bawel banget sih, sampe gak tega liat suaminya gak makan" kataku lagi
"apaan sih" sinisnya
Harusnya malam ini menjadi malam permintaan maafku tempo lalu tapi ngga tau kenapa malah kadi kaya gini.
maaf sedikit