GRIZELLE

GRIZELLE
61



Sudah kutelfon berulangkali dia tetap tidak menjawabku, aku yakin di memblokir nomorku,


"Zelle kenapa kamu tidak bilang dulu" kataku


"hallo carikan Grizelle untuku pagi nanti aku ingin jawabanya" titahku pada seseorang


"hallo selesaikan pekerjaanku disini , handle semua rapat rapat penting, aku akan ke Indonesia besok dan untuk pulang kesini aku tidak yakin kapan aku kembali lagi, jika ada masalah langsung hubungi aku" aku menelfon beberapa orang untuk menyelesaikan pekerjaan ku disini dan untuk kalian jangan salah paham dengan keputusanku.


aku memang benar benar melepaskan Zemira begitupun dengannya, jodoh tetaplah jodoh sekeras apapun aku mencoba menjauhkan diri darinya maka akan semakin sulit aku lepas darinya, benar memang aku sama sekali tidak mencintainya tapi aku menyukainya bukan karna aku diputuskan oleh Zem tapi memang kami sama sama sepakat dalam keputusan ini, aku kaget dengan pernyataan Zem bahwa ternyata dia sudah menikah dengan Griland satu bulan ini, aku faham mana ada wanita yang mau digantung dalam hubungannya tapi aku juga bingung kenapa dulu dia masih nempel padaku, aku memang masih mencintainya tapi ya sudah aku pun sama tak mungkin menghancurkan pilihan yang dia pilih mungkin dengan begini akan jauh lebih baik lagi. Sedang aku harus memikirkan cara bagaimana membuat dia kembali kemari.


jika mommy tahu tentang hal ini bisa bisa aku mati ditanganya, Grizelle putri kesayanganya kemarin saja sebelum dia pulang sangat mewanti wantiku agar tetap menjaga hatinya dan aku juga kaget mommy tahu kejadian antara kami hingga aku habis dimarahi olehnya, mommyku sendiri saja bisa mengatai aku anak kurang ajar apa lagi papah dan kakeknya Grizelle kalau tahu putri mereka pulang sendiri.


"Zelle kumohon jangan buat aku gilaaa, angkat telfonmu!" tidak aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi


"kris siapkan jet pribadiku kita terbang ke Indonesia" kris adalah asisten ku tapi dia bukan tangan kananku, dengan segera aku menyiapkan diri datang ketanah airku.


Rezvan pov end


pagi hari sekitar jam 10 pagi aku sampai di rumah, aku memang belum masuk dan tadi yang mengantarku Stave selama perjalanan dia bercerita begitu banyak hal, dari percintaanya keluarganya bahkan sahabatnya di ceritakan padaku dan asal kalian tahu dia menytakan cinta padaku bukan karna dia tetap ingin mengejarku tapii...


flashback on


"Zelle boleh aku katakan sekali lagi padamu" bicaranya nampak lebih serius padahal tadi kami habis bergurau


"ya tentu, soal apa Stave?" tanyaku


"aku tidak mau menjadi seorang pengecut, aku tidak mau menyesal karna hal ini, dan aku tidak mau dikejar rasa penasaranku padamu, apa yang kukatakan mengenai perasaanku itu bukan lelucon Zelle aku benar benar menyukaimu tapi aku tidak akan pernah mengejarmu atau bahkan merebutmu dari Rezvan karna bulan depan aku akan menikah dengan seorang perempuan asal tokyo, ini memang perjodohan tapi kami sudah kenal sejak 10 tahun lalu saat aku dikirim sekolah disana, aku memulai hubunganku denganya sejak saat itu dan sangat kebetulan dia putri dari kolega papahku jadi tidak menunggu keputusan lagi setelah dia lulus di perguruan tingggi maka kami akan segera dinikahkan, aku yang salah telah menyukaimu karna sama saja aku selingkuh kan Zelle, jadi aku takut kamu salah faham denganku jadi sekalian saja aku ceritakan ini, apa kau keberatan?" tanyanya


"sama sekali tidak Stave, dan kau juga sudah tahu semua tentangku ya walaupum itu karna kau yang mencari tahu, aku justru senang kamu mau terbuka padaku" jawabku


"Zelle mari menjadi teman yang baik selama kita masih bisa dipertemukan"katanya haru


"tentu"jawabku singkat


flashback off


yaah sudahlah aku akan lewatkan masalah ini, kulangkahkan kakiku ragu aku dibayang bayangi rasa takut dengan masalaluku didalam sana ada sepasang suami istri yang sedang bahagia menanti kehadiran buah hatinya aku memang belum lama pergi dari sini pasti Chelsea sangat dicintai oleh Sam


"stop Zelle, i am ok" kataku sendiri lalu kubuka pintu rumahku


ceklekk


"bibiii" antusiasku pada bibi


"nona pulang kenapa tidak bilang bilang" katanya


"biar jadi kejutan, oh ya papah sama kakek masih dikantor yah?" tanyaku


"iya non, oh ya non istirahat saja dulu nanti biar bibi siapkan makanan kesukaan non" lanjutnya lagi


"oh ya Chelsea dimana"bisiku


"ada apa mencariku kakaku yang tercantik" ucap seseorang


"heyyy tunggu" lanjutnya yang membuatku menghentikan langkat kaki


"ada apa lagi?" tanyaku


"dimana suamimu yang sok kaya itu, ohh aku tahu paati kau dibuang olehnya kan, kasihan sekali nasibmu kakaku jika aku jadi kamu aku memilih mati dari pada harus disia siakan untuk kedua kalinya" ejeknya padaku


"huh mmemilih mati katamu, apa selama ini kau tidak punya cermin yang besar apa perlu aku belikan untukmu seukuran rumah ini agar kamu bisa melihat betapa menjijikanya dirimu mengandung anak dari mantan kaka iparnya sendiri dan bahkan tidak direstui olehku, Chellsea aku muak denganmu yang seolah polos tapi nyatanya busuk!" sarkasku


"maksudmu apa Zelle, Sam mencintaiku sam menyayangi kami berbeda denganmu dulu kurasa dia sama sekali tidak kehilangan bayi yang sedang kau kandung dulu" setiap kata yang keluar dari mulutnya membuatku sangat panas


"cukup! jangan kau bahas bayiku lagi, jangan kau bahas tentang dia, jangan buat aku menyakitimu Chell ingat kita masih saudara!" bentaku padanya


"bukankah itu bagus membuatmu emosi, lalu kau membuatku terluka lalu aku bisa bicara tentang ini pada kake" sahutnya lagi


"terserahmu aku mau naik dulu" acuhku sambil mencoba untuk tetap tidak terpancing emosi.


Saat baru satu kaki kuletkan pada anak tangga pertama dia menarik lenganku hingga aku terpeleset jatuh


" aawww Chellseaaa!" aku kali ini benar benar marah aku bangkit dan memcoba mendorong bahunya tak tanggung tanggung rasanya semua tenagaku berada ditelapak tangan kananku


"Grizelle apa kau sudah gilaaa!!" teriak Sam sambil menopang punggung Chellsea didadanya


"ya aku memang gila!" sahutku asal lalu pergi dari sana


"tunggu zelle" kata Sam lagi sambil memegang pergelangan tanganku sangat keras, dia menatapku dengan intens mata yang dulu teduh penuh cinta dan kasih sayang kini berubah dengan tatapan penuh kebencian dan amarah seperti ini.


'stop Zelle, dia yang membuatmu kehilangan calon bayiku, jangan hanyut dalam perasaanku sendiri' batinku


"apa lagi, toh dia tidak jadi jatuh kan?" jawabku ketus


"kamu bilang 'toh tidak jatuh' Zelle dia sedang hamil kalau terjadi sesuatu pada bayi kami apa kamu mau nertanggung jawab!" dia bicara dengan nada tinggi seolah dia belum pernah kehilangan bayinya dulu


"apa kamu pernah bertanggungb jawab padaku Sam? aku juga pernah hamil anakmu dan dengan tanganmu sendiri aku kehilangannya, apa sampai sebegitunya otakmu dicuci oleh wanita itu"kesalku sambil menunjuk ke arahnya


"Zelle..." sambungnya lagi lalu langsung kupotong


"dan saat aku ada pada keadaan yang membuat setiap perempuan bisa gila karna kehilangan bayi yang diidam idamkan kamu Sam, justru menceraikanku dan tidak pernah sedikitpun memperdulikanku sedangkal itukah cintamu, dam sekarang seolah kau begitu khawatir pada Chellsea yang bahkan dia tidak mengalami lecet dibadanya, terkilirpun tidak, bagus sangat bagus terimakasih kalian menyambutku hari ini dengan drama yang elok jika dijadikan judul fikm di tv mungkin akan berjudul "adiku sendiri merebut suamiku saat aku mengandung anaknya" hahaha lucu sekali bukan Sam, apa kau senang Chellsea betapa laki laki satu ini menyayangi dan membelamu mati matian" kataku panjang lebar, ku lebarkan senyumku tabu dan hatiku begitu ter iris bahkan lebih dari itu berulang kali kutahan air mataku tidak kubiarkan akublemah dihadapan nya.


"Zelle kamu keterlaluan" katanya singkat kurasa dia kehabisa kata kata lagi


" apa sudah tidak bisa menjawal kenyataan yang sebenarnya Sam? apa kau sedang mencari alasan lain untuk menghindar bahwa kau bukanlah calon Ayah yang baik? kamu ini laki laki pengecut, dan kamu Chell bodoh kamu mau menerima bekas ku!!" sahutku yang membuat tatapan kebencian semakin kian jelas dia bola mata indah itu, bola mata yang selalu menatapku penuh arti dulu


"cukup Zelle jangan menyulut emosi kami, kamu hanya bagian kecil masa lalu Sam dan sekarang hidup kami sudah bahagia" cerocos Chellsea


"diam kamu, perempuan tidak tahu malu lama aku memendam rasa sakit hatiku pada kalian semakin ku diamkan seolah kalian raja dan ratu dirumah ini heyyy kalian bukan apa apa tanpa aku papah dan kakek jadi jangan macam macam!" sarkasku


"Zelle..." tangan kanan Sam melayang begitu saja hampir mendarat di muka kiriku tapi satu tangan dengan setelan jas hitamnya menahan gerakan Sam yang akan menamparku


"berani sekali kamu dengan perempuan yang pernah kamu cintai berbuat seperti ini, jangan kira aku tidak mendengar dan melihat apa yang sedang kalian lakukan padanya" kata laki laki ini dia berdiri tepat dibelkangku suara yang tak asing ini membelaku lalu kenapa dia tidak melerai kit dari tadi? dan kenapa dia kembali kesini bukan kerumahnya?


hay aku up lagi nih, gimana pendapat kalian, masih Stave Grizelle atau sudah berpaling Rezvan Grizell? hayoloh coba tebak yang dateng ke rumah Zelle si Rezvan atau Stave yang baru aja ngantetin pulang yahhh??