
Aku yang sudah menyelesaikan makan malamku sendiri akhirnya kuputuskan untuk naik ke kamar. Ngomong ngomong Rezvan masih belum pulang juga.
"bik nanti kalo Rezvannya udah pulang suruh makan dulu, bilang kalau semuanya sudah makan ya bik" pesanku pada bibik minah.
"iya non, nanti saya sampaikan" sahutnya
lalu aku naik ke atas, tiba tiba seorang menghentikan langkahku. Yah siapa lagi kalau bukan laki laki brengsek ini.
"apa? minggir aku capek mau tidur" kataku dingin padanya
"ikut aku sebentar, aku mau ngobrol"
katanya lagi
"ngga mau!" bentaku
"ngga bisa kita harus bicara sekarang! ikut aku" paksanya sambil menarik tanganku, dia membawaku sampai ke taman belakang. Angin dingin ini benar benar menambah suasana yang cukup mendukung antara aku dan Sam. Sekali lagi aku merasa tak pernah rela dia pergi dariku, sekali lagi untuk malam ini kuharap semua hanya mimpi buruku dan aku berharap cepat bangun dan mendapati dia berada disampingku.
"Zelle aku harap kamu tidak mengangguku dengan Chellsea, terlebih dia sedang hamil" deg
"ya ya pasti, udah itu kan yang mau kamu bicarakan, aku udah bosen nih ngomonginya itu itu aja" cueku tapi tetap dengan senyum dinginku
"bukan itu, tapi aku harap kamu pergi dulu Zelle, aku sungguh tidak sanggup jika terjadi sesuatu pada mereka" kata Sam memelas
"Sam.. aku tidak pernah sekalipun membuat dia marah, hari ini aku belum genap satu hari di indonesia, lalu kedua perempuan gila itu yang merasa mereka terusik jadi bukan urusanku, dan utukmu jadilah seorang laki laki, lihat mana yang benar dan salah, buka hatimu untuk melihat siapa yang salah, aku merasa iba melihat Samuel yang sekarang ini" kataku santai
lalu aku pergi dari sana, memang sangat tidak penting ngobrol denganya lagi. Hanya istri kesayanganya saja yang dia bahas.
Awas saja kalau macam macam denganku tidak akan aku biarkan kalian bahagia.
"Tunggu...." katanya lagi saat aku beranjak
"apa lagi, sudah cukup kan kamu bicaranya tuan Sam?" tanyaku
"aku dengar apa yang dikatakan mamah ada benarnya wanita yang pernah keguguran akan sulit mendapat keturunan" katanya tiba tiba yang membuatku naik pitam
"maksudmu? kau ingin membuatku terpuruk dengan keadaan yang sebenarnya kau sendiri yang mengakibakan aku menjadi seperti ini, hey jangan kau pikir aku akan melepasmu dengan mudah Sam, jangan kau pikir hidupmu akan tenag tenag saja setelah kau membunuh bayiku oh aku lupa dia juga bayimu haha" tawaku benar benar sumbang kala itu hancur hatiku laki laki yang pernah sangat aku cintai memgatakan hal seperti ini.
"jangan mimpi kamu bisa mengusik kehidupanku yang sekarang Zelle, dia hanya bayimu bukan bayiku, aku tak pernah mengingunkanya saat itu!!!!" katanya lagi
"pantas kau tak pernah mengatakan apapun setelah kejadian itu, tapi aku terimakasih karna semua ini aku tahu laki laki macam apa yang aku nikahi dulu" sarkasku
"dan aku pikir hubunganmu dengan Rezvan juga tidak akan bertahan lama, siapa yang akan betah hidup dengan wanita sepertimu, bahkan kau hanyalah bekasku Zelle dia akan mencari gadis diluar sana lihat saja" tambahnya membuatku makin geram saja
"Cukup, cukup Sam, sebenarnya apa salahku, salahku apa, kau memilih adik tiriku, kamu menghilangkan bayiku, kamu memceraikan aku bahkan tidak genap satu bulan setelah aku kehilangan dia, lalu sekarang kamu berusa menjatuhkan mentalku sebagai seorang ibu, belum lagi rasanya kamu tidak terima dengan pernikahanku sekarang,, KATAKAN SALAHKU APA PADAMU?"bentaku
"kamu hanya mainanku sja Zelle, dulu memang aku begitu mencintaimu, memujamu tapi setelah aku masuk keluargamu kamu bukanlah tuan putri yang sesungguhnua dan kamu juga tidak memiliki apapun, hanya otak dan wajah yang kamu miliki berbeda dengan istriku dia tidak kalah cantik denganmu tidak kalah pintar juga denganmu hanya saja dia memiliki posisi yang lebih kuat dikeluargamu itu akan membantu karirku bukan?" jelasnya hanya karna itu, hanya karna aku bukan putri dari keluargaku, bodoh dia bodoh siapa yang yang sebenarnya memiliki kekayaan mamah vina atau papah?
"Sam aku lelah jika terus bahas ini, cukup aku tahu alasanmu, cukup aku tahu tentang itu, dan ingat kamu tidak pantas menjadi Ayah, kalian tidak pantas menjadi orang tua, aku iba pada bayi yang dikandung Chellsea semoga dia bisa bertahan sampai dilahirkan di dunia ini, dan tidak disingkirkan hanya karna posisi ibunya melemah suatu saat nanti, dan semoga keegoisan dari kedua orang tuanya tidak menurun. SELAMAT MALAM TUAN SAM " Aku yang tak tahan lagi segera pergi bahkan aku lari dari sana hatiku sakit, rasanya kejam sekali dia memperlakukanku seperti itu, kenapa dia segila itu hiks hiks
Langsung aku masuk kamarku ternyata Rezvan sudah pulang, ya ampun apa dia lihat air mataku?
"kamu... kamu sudah pulang Van?" tanyaku basa basi
"ngobrol apa kamu sama Sam sampe nangis gitu" tanyanya yang masih terlihat santay namun penuh kecurigaan.
"tidak ada yang penting di pembicaraan kami."
"lalu kenapa sampai nangis begitu, sini duduk katakan apa yang terjadi" perintahnya sambil menepuk kasur karna dia memang sedang duduk ditepi ranjang kami
setelah itu aku ikuti kemaunya
"heyy katakan sesuatu jangan kau simpan sendiri" tanyanya lagi
"Van jawab dengan jujur pertanyaanku kali ini" ucapku serius
"ya apa yang mau kau tanyakan tanyakan saja" tuturnya
"usiamu sudah cukup dewasa, bahkan diluaran sana pria yang seumuran dengamu saja sudah punya anak dua, lalu.. lalu" suataku tersedat berat rasanya mau mengatakan ini.
"ya lalu...?" terusnya
"emm jika aku tidak bisa memberimu keturunan apa kamu juga akan pergi dariku, jika iya mari kita berpisah dari sekarang sebelum rasa sukaku berubah menjadi cinta lalu kamu menelantarkanku Van" kataku sambil menitikan air mata
" kamu benar diluar sana banyak yang mungkin seumuranku sudah memiliki anak satu atau bahkan sudah tiga tapi... tatap mataku apa kamu melihat ada ketidakseriusanku sama kamu Grizelle Indira? apa kamu tidak percaya denganku, bukankah tadi siang kita sudah membicarakan ini semua? aku mengejarmu sampai sini karna aku benar benar serius denganmu Zelle" sembari menangku wajahku
"aku khawatir Van hiks hiks, aku pernah keguguran sebelumnya aku aku..." bekum selesai dia sudah ******* bibirku dengan lembut
mmpphh mmpphh
"Van.. aku sesak" kataku
"jangan pernah katakan itu semua, pernikahan kita masi muda, jadi nikmati saja alurnya, jika memang kamu mau kita cepat memberi cucu buat mommy besok aku antar kamu ke dokter kandungan, Zelle aku mohon sama kamu kita benar benar mulai dari nol, aku yakin dan percaya belum ada cinta diantara kita, aku juga tahu hatimu masih untuk Sam jadi biarkan kita saling mencintai baru kita bahas ini" jelas Rezvan benar apa yang dia katakan, bagaimana mungkin aku punya baby tanpa cinta orang tuanya
"makasih kamu membuatku tenang Van" dia tidak mengatakan apapun hanya mencium bibirku lembut lembut sampai kami terbawa suasana, malam itu menjadi malm panjang kami aku tahu siang tadi dia juga minta jatah tapi entah dia membuatku melayang sekali memdapatkan sentuhanya.
'Rezvan aku harap kamu menjadi cinta terakhirku, dan menjadi pasangan sampai kakek nenek, aku akan berusaha membuka hatiku untukmu' batinku.
hay my reders aku mentok tok tok, kasih pencerahan dong biar aku bisa mikir, saran yg menarik ya, soalnya dari kemarin mikir ngga dalaet dapet eps kaya gimana yang mau aku tampilin ke kalian :(