GRIZELLE

GRIZELLE
24



Kubuka mataku karna ini sudah jam 5 pagi kewajibaku harus dilaksanakan, kukerjapkan beberapa kali agar buramnya sedikit menghilang, tapi saat aku akan bangun kurasakan benda berat yang menempel di perutku dan benar saja itu tanga Rezvan


"Rezvaaaannnnn bangunnn apa apaan ini"


kataku keras sambil berusaha memindahkan tangannya, dan bukanya bangun dia malah lebih erat memeluku, keterlaluan sekali dia.


"Rezvan cepat lah bangun aku sangat berat


Rezvaaannnn!" ulangku lagi


"hem apa sih berisik banget "jawabnya, seolah aku ini guling apa


"buka matamu lihat sekarang!" kataku marah


"Astagfirulloh Grizelle maaf maaf aku gak tahu maaf"jawabnya gelagapan setelah dia tahu kelakuanya, bilangnya saja ngga jarah tapi malah gini, sejak kapan coba posisi tak menguntungkanku ini berlangsung.


"janjimu diingkari setelah solat cepat masakanku" ucapku kesal


"ya ya nanti akan aku buatkan sekarang solat duku yuk" ajaknya padaku,


"kau duluan saja aku setelahmu"karna aku masih kesal jadi kujawab gitu


"maaf nanti bener deh aku masakin, tapi sekarang solat dulu yah, aku imami"katanya lagi, seperti sedang membujukku.


"ya" itu saja ketus sekali bukan, tapi pagi ini benar benar membuatku marah


Rezvan pov


Aku sama sekali tak tahu sejak kapan aku mencari guling agar bisa dipeluk, biasanya juga aku selalu tidur dengan posisi yang sama sepanjang malam tapi ini, aaarrgggh membuatku kesal saja, masa ucapanku aku langgar, tapi ku kira tadi dia itu benar benar guling sangat nyaman saat kupeluk tadi.


Jadi sebagai permintaan maafku akan kubuatkan sarapan, tadi sih dia mintanya cuma sandwich isian telur, haha itu sangatlah mudah, kuturuni tangga ku kira mommy dan daddy belum bangun karna biasanya mereka pasti sudah mengetuk pintuku agar aku melaksanakan solat subuh.


"embok selamat pagi" sapaku pada embok yang sedang menyiapkan masakanya pagi ini


"walah tuan muda sampun bangun to" kata embok, embok yang satu ini memang asli orang jawa jadi gak bisa lancar lancar banget ngomong pake bahasa sehari hari kami, padahal sudah tinggal lebih dari 20 tahun disini


"mommy belum bangun yah mbok" tanyaku lagi


"sudah katanya tadi pas bangunin tuan sama nyonya muda kalian masih tidur, malah masih berpelukan gitu, jadi mommynya tuan ndak jadi bangunin heheh" jawabnya malu malu.


What mommy lihat kejadian tadi, duh mau ditaroh mana ni muka, aku gak tau mau bilang apa coba..


"ya sudah mbok saya mau buat sarapan dulu buat Grizelle"kataku lagi


"ealah penganten baru mesra banget, mbok jadi kangen bapak di kampung" jawab embok


"monggoh tuan ndak papa lanjutkan saja, embok sudah selesai kok" jawabnya sambil pergi dengan senyam senyum , lah ngapain coba senyum senyum


ditengah aku memasak tiba tiba kudengar mommy sedang menggodaku


"aduh suami idaman banget nih, tadi momny denger dari embok kamu lagi masakin buat Grizelle yah?" sambil mengelus punggungku, rasanya ingin aku katakan ini karna kesalahanku semalam jadi aku harus menebusnya mommm.


"ngga kok mom dia lagi mau sarapan ini katanya"jawabku sambil menggoreng telur


"waduh cepet banget sayang ngidamnya, kayanya gak mungkinkan?" duh aku salah ngomong ini bisa salah paham nanti


"ehh mom nggak kok ngga gitu, beneran"jawabku gugup


"kalaupun iya mommy malah seneng banget Van"jawabnya lagi sukses membuatku gelagapan aku yang bingung harus ngeles apa lagi untung sudah ada Grizelle yang turun menyapa mommy


"selamat pagi mom, udah bangun aja, pasti abis jalan jalan yah"ucapnya


"iya sayang kamu ini jangan cepet cepet jalanya dong nanti kasian yang diperut"kata mommy menghampiri Grizelle


Sumpah aku specheless banget harus gimana ini, semoga aja ni orang satu bisa ngeles


"mommy ini lucu banget yah, Grizelle jadi suka, kaya mommy gak pernah hamil aja deh, masa bisa secepet itu"kudengar jawaban logis darinya membuatku bernafas lega


"iya juga sih hehe,ya sudah kamu sarapan aja kayanya Rezvan sudah selesai,mommy tinggal ke atas dulu yah" ucap mommy mengakhiri, ya Tuhan percakapan ini membuatku sangat tak nyaman.


"mana sarapanku"


"ini, tinggal sama kamu baru dua hari saja membuatku stres apa lagi sampe setahun kedepan bisa bisa aku menjadi gila Grizelle"ucapku kesal


"loh kok aku sih kamu tuh yang jawabnya gak bener ke mommy, jadinya gitu kan, udah lah jangan bahas ginian aku males"


"ya, nanti setelah sarapan cepat bersiap aku akan mengajakmu kerumah papah"


"kok cepet banget sih, besok aja yah" tawarnya


"nggak, kamu tahu kan aku sudah tak sabar ke Prancis,"


"huh dasar suami tak setia" jawabnya lagi sambil berdiri meninggalkan ruang makan


"dasar aneh " kataku pada diri sendiri.


Selamat membaca maaf typo, komen jangan lupa, vote juga