Devan & Nuri

Devan & Nuri
Diam Tetapi Sangat Peduli



Dokter datang memeriksa kembali kesehatan Nuri. Nuri semakin membaik hanya perlu istirahat yang cukup dan dokter membolehkan ia pulang sekarang.


"Nona selama ini dokter Devan berjaga sepanjang malam saat kamu sedang kritis." ucap dokter


"Sepertinya dokter Devan suka sama kamu, dokter jangan pura-pura saya melihat semuanya." kata dokter sambil menepuk pundak Devan sehingga Devan merasa gugup.


"Dokter jangan berlebihan becandanya sudah saya bilang dia teman saya." jawab Devan sungkan


Selama ini yang menemaniku di rumah sakit itu Devan dan bukan kak Nazmi, apa yang barusan aku lakukan padanya aku menyuruh dia pergi pasti hatinya sangat sakit.


Nuri menjadi merasa bersalah karna sudah kasar pada Devan tanpa tau kebenarannya, sekarang ia menyesal.


Dokter pergi setelah selesai memeriksa kondisi Nuri. Devan dan Nuri saling membeku bingung satu sama lain.


"Aku masih tidak percaya kamu melakukan semua untukku." akhirnya Nuri memulai pembicaraan


"Tidak ada apa-apanya aku hanya menebus kesalahan yang pernah aku lakukan padamu sebelum aku pergi, jadi jangan mikir macam-macam." jawab Devan ketus.


"Kamu serius mau ninggalin Nayla lagi, apa kamu tidak lihat betapa senang dia saat bersamamu mau membuatnya sedih lagi?"


"Aku keberatan meninggalkan putriku denganmu, tetapi jika kamu izinkan aku mau membawanya pergi bersamaku dan membesarkan hingga dia dewasa."


"Kamu pikir semudah itu aku memberikan Nayla padamu, aku yang melahirkannya seorang diri tanpa ditemani olehmu lalu membesarkan dan memberinya kasih sayang sampai saat ini dengan gampangnya kamu mau merebutnya."


"Aku sudah bilang jika kamu izinkan, jika tidak diizinkan aku tidak memaksa jangan marah-marah aku pusing."


Devan memijit keningnya merasa kelelahan ia berbaring sejenak di sofa yang ada di sudut kiri ruangan. Nuri menatapnya dengan sendu baru pernah ia melihat Devan seletih ini.


"Devan, kamu kenapa?" tanya Nuri sedih


"Aku baik-baik saja, hanya terlalu banyak memikirkan sesuatu." jawab Devan


"Istirahat lah dan tidur sebentar kamu seorang dokter harus tahan rasa sakit."


"Tidak semudah itu kamu tidak tau apa-apa jangan sok ngasih perhatian."


Nuri terdiam dan kembali menarik kakinya ke ranjang mengurungkan niat untuk memberi Devan segelas air minum.


suara ketukkan pintu mengalihkan perhatian mereka berdua. Orangtua Nuri datang bersama Nazmi dan ibunya. Mereka kaget melihat Nuri bersama seorang laki-laki, Nayla sudah menceritakan pada mereka bahwa ada papa yang menemani ibunya di dalam.


Nazmi baru sadar ternyata Devan yang dianggapnya teman selama ini adalah Devan ayah kandung Nayla, mantan suami dari Nuri.


Nazmi hanya diam sulit mempercayai Devan pasalnya mereka dulu adalah pasangan suami istri yang sempat terpisahkan.


Pak Aryo dengan tegas menarik tangan Devan dan membawanya ke hadapan semua orang di ruangan ini.


"Kamu tidak tau malu katanya dokter tapi diam-diam ngajak anak saya buat berduaan, kamu pikir kami bakal merestui kamu kembali sama anak kami, jangan mimpi."


"Paman ini hanya salah paham tanyakan saja sama Nuri apa yang terjadi sebenarnya, jika aku yang bicara kalian pasti tidak percaya." ucap Devan


"Ayah, Devan benar dia sama sekali tidak punya niat jahat padaku, tadi setelah menjengukku tiba-tiba ia pusing jadi aku suruh istirahat di sofa itu dan kalian datang." tutur Nuri menjelaskan


"Kamu keluar dan jangan temui anak cucu saya lagi, kami sudah menjodohkan dia dengan dokter Nazmi." tegas Aryo dan membuka pintu menyuruh Devan segera keluar


"Paman, bibi sebelum kalian perintahkan aku memang akan keluar dan tidak akan menemui Nuri lagi."


Devan buru-buru keluar dari ruangan Nuri, Nayla menangisi papanya yang sudah lenyap dari pandangan mereka. Nayla marah pada kakek yang telah membuat papanya pergi.


*


*


Albi sengaja mengajak Nuri bertemu di alun-alun kota karna Albi tau semua permasalahan yang Devan hadapi, Devan telah berbagi kisah dengannya sebelum pergi.


"Jadi Keysa mencoba membunuhku, Devan yang memintamu untuk menyelidiki kasusku." Nuri terngiang pasalnya Devan selalu bertindak diam-diam hanya demi menjaganya.


"Dan sekarang kabar Keysa bagaimana?"


"Keysa kena ODGJ sekarang dia sudah di pindahkan ke rumah sakit jiwa tetapi di sana dia ditangani oleh dokter khusus dan setelah sembuh hukuman tetap berjalan."


"Kasihan sekali dia, aku akan bicara pada pengacaraku supaya menutup kasus ini dan Keysa harus dilepaskan bila sembuh nanti."


Kamu tidak pernah berubah hatimu sangat mulia dengan masih berbaik hati pada orang yang sengaja ingin menghabisimu, wajar saja Devan bisa tergila-gila padamu.


Albi bicara dalam hati dengan rasa kagum pada sosok perempuan di hadapannya, pasalnya Albi termasuk orang yang pernah punya perasaan pada Nuri saat masih duduk di bangku sekolah. Namun Albi mengalah demi persahabatan karna Devan sebenarnya juga jatuh cinta sama Nuri.


"Tidak bisakah kamu batalkan pernikahan dengan Nazmi, kamu bahkan tidak mengizinkan Devan membawa Nayla apa kamu juga tega membiarkan dia sedih atas pernikahanmu." ucap Albi


"Lalu di mana dia sekarang bawa aku bertemu dengannya." pinta Nuri