Boss, I Love You

Boss, I Love You
Bab. 63



Bab 63.


"Kau?" Selena menatap bingung ke arah Eliot yang baru saja mencium bibirnya.


Laki-laki itu tersenyum. Ia memandang wajah Selena dengan seksama. Melihat Eliot memandang wajahnya, Selena segera mengalihkan pandangan. Rona jingga terbit di kedua pipinya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, Eliot?" tanya Selena.


"Mengapa kau terkejut sekali, Selena? Wajar bukan kalau seorang suami memandang wajah istrinya?" Jawaban Eliot membuat wajah Selena semakin memerah.


"Seharusnya kau jangan melakukannya di sini! Ini di depan banyak orang!" Selena melepaskan tangan Eliot. Ia terlalu malu karena Eliot menciumnya di depan semua orang.


Mau tidak mau, Eliot pun mengakhiri semuanya. Laki-laki itu membawa Selena ke pinggir dan menyambut para tamu undangan. Eliot dan Selena banyak mendapatkan ucapan selamat dari rekan kerja Eliot. Yang mana semuanya memberikan hadiah kepada Selena juga.


"Kau lelah? Acara ini akan berakhir. Kau bisa menahannya sebentar?" Eliot tidak tega karena Selena terlihat lelah.


"Iya, tidak apa-apa, El. Kau tenang saja," shut Selena.


"Hei! Dasar tidak peka! Kau membuat Selena terus berdiri sepanjang waktu. Kau di sini saja menyambut tamu. Aku akan membawa Selena untuk menikmati makanan sebentar. Mungkin Selena sudah lapar. Kau benar-benar laki-laki tidak peka! Ayo, Selena." Joanne baru saja datang dan mengomel.


Joanne langsung saja membawa Selena pergi meninggalkan Eliot bersama tamu-nya. Terlihat sekali jika Selena bisa bernapas lega. Sekarang, Selena bisa duduk karena Joanne membawanya ke sebuah meja bundar yang memang digunakan untuk para tamu undangan menikmati makanan.


"Terima kasih, Nona Jo. Kau hari ini menyelamatkan aku. Kakiku sakit. Karena seharian ini aku terlalu banyak berdiri. Mana pakai sepatu tinggi," keluh Selena.


"Anita, bisakah kau ambilkan Selena makanan? Aku akan menemaninya di sini. Sebagai temannya kau pasti tahu makanan apa yang disukai Selena bukan?" Joanne menyuruh Anita untuk mengambilkan Selena makanan. Padahal Anita baru saja datang.


"Baik, Nona Jo." Anita pun pergi meninggalkan tempat itu. Ia mengambilkan makanan untuk Selena.


"Seharusnya dia sadar kalau kau lelah dan lapar. Bukan cuma para tamu saja yang lapar. Wajahmu sampai pucat. Dasar anak itu!" Joanne memutar bola matanya.


"Apa kau berubah aneh setelah bertunangan dengan Eliot?" tanya Joanne.


"Ah tidak! Sepertinya sangat menyenangkan memiliki kakak sepertimu, Nona Jo. Kau terus memberikan perhatian pada Eliot. Walaupun kelihatannya kau galak, tapi aku bisa merasakan kau sangat menyayangi Eliot. Aku tidak memiliki siapapun. Bagaimana rasanya ya memiliki seorang kakak? Pasti menyenangkan!" Selena tersenyum pada Joanne.


Namun, Joanne terus memandang wajah Selena. Membuat Selena menghilangkan senyumannya. Joanne terus mengamati wajah Selena. Hal itu semakin membuat Selena bingung.


"Ada apa, Nona Jo?" tanya Selena.


"Dasar aneh. Kalau kau sudah menikah dengan Eliot kan aku juga akan menjadi kakakmu. Kenapa kau berpikir sejauh itu?" balas Joanne.


Mendengar hal itu, Selena reflek memegang tangan Joanne. Kedua mata Selena berbinar senang. Senyuman lebar terbit di bibir Selena. Berbanding terbalik dengan Selena yang senang, Joanne malah secara terang-terangan memperlihatkan ekspresi tidak suka.


Sebab ini pertama kalinya Joanne bisa akrab dengan sesama wanita. Karena selama ini memang dia hidup dengan banyak laki-laki di sekitarnya.


"Boleh aku memanggilmu Kakak?" Selena sangat berharap kalau Joanne bersedia.


"Kau boleh saja memanggilnya Kakak, Nona Selena. Joanne sudah memikirkannya sebelum dia ke sini!" Mike tiba-tiba datang. Laki-laki itu tersenyum lembut.


"Mike!" Wajah Joanne memerah. Bisa-bisanya calon suaminya itu membeberkan keinginannya.


"Kenapa, Sayang?" Mike bertanya tanpa rasa takut dengan tatapan mata penuh intimidasi dari Joanne.


"Wah! Kalau begitu aku akan memanggilmu Kak Jo! Terima kasih, Kak Jo!" Selena bahkan memeluk Joanne karena terlalu senang.


"Argh! Kenapa kau memelukku? Kau mau mati ya? Kau seharusnya membahas tanggal pernikahan dengan Eliot, Selena! Hei! Argh! Jangan mencium orang seenaknya!"