
"Apa yang kalian lakukan?" Eliot terkejut bukan main ketika melihat sebuah pemandangan yang aneh di depan matanya.
Tadinya ia ingin mengajak Joanne untuk segera sarapan. Namun saat Eliot hendak memanggil Joanne, Eliot malah menemukan pemandangan yang mana saat ini Mike tengah membantu Joanne mengemasi barang-barangnya.
"Saya dan Mike sudah memutuskan untuk pergi dari rumah ini Tuan Eliot." Joanne menyahut sambil terus mengemasi barang-barangnya.
"Tidak boleh! Kau tidak boleh pergi dari rumah ini, Joanne. Mengapa kau jadi berpikiran sempit? Mike cepat kembalikan baju-baju Joanne ke lemari. Aku menolak kepergian Joanne." Eliot meminta Mike supaya mengembalikan baju-baju Joanne ke dalam lemari pakaiannya.
"Maafkan kami, Tuan Eliot. Tetapi Joanne akan pergi bersama saya. Kami sudah memutuskan untuk hidup bersama. Sebagai pertimbangannya supaya Anda tidak khawatir, saya memiliki pekerjaan yang mapan. Sebagai seorang dokter bedah saya rasa Anda tahu seperti apa kemampuan saya untuk menghidupi Joanne." Kata-kata Mike membuat Eliot terdiam.
Eliot terus memandang ke arah Mike. Untuk waktu yang lama Mike dan Eliot saling berpandangan. Tangan Joanne terus mengemasi pakaiannya. Hari ini Joanne akan pergi ke tempat Mike tinggal.
"Apa yang membuatmu memutuskan untuk pergi dari rumah ini Joanne? Padahal tempat ini besar sehingga kau bisa hidup dengan nyaman di rumah ini. Tidak akan ada orang yang berani mengusirmu. Mengapa kau harus memutuskan untuk pergi dari rumah ini?" Eliot merasa seperti kehilangan sosok kakak. Ya, dia hanya memandang Joanne sebatas kakak. Eliot tidak memiliki saudara. Kehadiran Joanne cukup melengkapi hidupnya yang sebatang kara.
Selama ini memang Joanne selalu mengomel ataupun memarahinya ketika Eliot berbuat salah. Mereka memang memiliki waktu yang lama saat hidup bersama di masa lalu. Namun semuanya berubah ketika mereka memutuskan untuk memilih kehidupan sesungguhnya.
Tidak mungkin mereka harus hidup terus-terusan di bawah naungan geng mafia mereka. Sehingga Mike memutuskan untuk menggeluti dunia dokter bedah lantaran itu memang keinginannya sejak dulu.
Dengan modal yang diberikan oleh Eliot membuat Mike memiliki rumah sakit besar. Tentu saja rumah sakit besar itu bukan hanya rumah sakit biasa. Eliot memperuntukkan rumah sakit itu untuk anak buahnya yang terkadang terluka ketika sesudah perang terjadi.
Tidak mungkin Eliot membiarkan anak buahnya terluka begitu saja. Sehingga satu-satunya cara yaitu memberikan modal kepada Mike supaya mengembangkan kemampuannya dan dapat diandalkan ketika ada anggota yang terluka.
"Di Mansion ini juga terdapat banyak Villa. Kalian bisa menggunakan villa itu sesuka hati. Mengapa sampai harus pergi dari sini? Kita sudah lama tidak berada di rumah yang sama. Kita bisa berkumpul seperti ini juga tidak mudah. Kenapa kau malah ingin pergi dari sini Joanne? Jika itu tentang Mike dia memang sudah terbiasa untuk tinggal sendiri. Sedangkan kau? Kau belum pernah pergi dan tinggal seorang diri di tempat baru, Joanne." Eliot mengenang bagaimana Joanne selama ini.
Joanne tidak pernah pergi meninggalkan markas karena ada orang-orang kepercayaannya yang lain. Jika Joanne pergi meninggalkan Mansion miliknya maka Eliot juga tidak tahu harus berbuat apa.
Sedangkan selama ini Eliot sudah hidup bersama dengan mereka cukup lama. Semenjak keluarga Eliot dilenyapkan oleh geng mafia lain. Eliot yang saat itu sudah menjadi yatim piatu pun membantu kekuatan sendiri. Sehingga Eliot tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah menemaninya di saat susah.
"Saya akan hidup dengan Mike. Kami memutuskan untuk hidup bersama Tuan Eliot. Bagaimana dengan begitu? Anda pasti akan memberikan izin bukan?" Joanne tersenyum lega. Ia sudah mengutarakan keinginannya bersama Mike.
"Apa? Kau dan Mike selama ini memiliki hubungan? Bagaimana mungkin aku tidak tahu apapun tentang kalian berdua? Kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku Joanne? Kenapa kau membuatku kesal! Mike juga! Mengapa kau juga menyembunyikan semua itu dariku? Aku menjadi seperti orang yang tidak berguna saja!" Eliot kesal bukan main karena tidak tahu kalau Joanne dan Mike memiliki hubungan.
Bahkan saat ini Joanne dan Mike sudah memutuskan untuk hidup bersama. Padahal selama ini Eliot sangat dekat dengan Joanne.
"Anda jangan menyalahkan diri lagi, Tuan Eliot. Kami baru saja memutuskannya hari ini. Untuk itulah kami baru akan berkemas. Anda Jangan menyalahkan Joanne. Saya yang memang menginginkan supaya kami segera pergi dari sini. Sebab apartemen saya juga sedang kosong saat ini." Mike mengingatkan Eliot kalau apartemen miliknya sedang kosong.
Ibaratnya sangat disayangkan kalau apartemen besar itu kosong tanpa ada yang tinggal di sana. Barulah Eliot sedikit melunak. Wajah Eliot yang sebelumnya terlihat garang ini mulai terlihat ramah lagi.
"Anda jangan khawatir, Tuan Eliot. Jika kami akan mengadakan lamaran, maka saya akan menghubungi Anda. Asal Anda juga berjanji bahwa anda akan memberikan undangan untuk kami berdua saat Anda lamaran dan menikah nanti." Mike menghibur Eliot.
"Masih ada banyak waktu. Kita bisa berkumpul lagi lain kali Tuan Eliot." Joanne menimpali. Ia ikut berbicara supaya Eliot bersedia untuk memberinya izin pergi.
"Baiklah. Aku harap kalian berdua bisa hidup dengan baik. Selena juga pasti akan senang apabila bisa datang ke acara penting kalian," putus Eliot.
Hening melenggang. Eliot hanya bisa menyaksikan Joanne dan Mike berkemas. Sampai pada akhirnya Selena datang.
"Eliot, kau tidak ingin mengajak mereka makan?" Kini Selena sudah datang dengan berganti pakaian.
Semua pakaian Selena sudah baru setelah semalam Eliot memesan banyak pakaian untuk Selena dari butik ternama. Hebatnya malam itu juga semua pesanan Eliot sudah datang ke mansion. Sebuah dress selutut yang cantik berwarna biru tepat melekat di badan Selena.
"Dia memang sangat cantik. Pantas saja Tuan Eliot sangat menyukainya. Berbeda denganku. Tapi, aku tidak boleh menghancurkan kebahagiaan Tuan Eliot. Tuan Eliot harus bahagia dengan Nona Selena." Joanne membatin. Matanya terus menatap kagum pada Selena.
"Kalau begitu ayo kita sarapan!" ajak Eliot.
Laki-laki itu berjalan mendekati Selena. Lalu tangan Eliot melingkar di pinggang ramping Selena. Keduanya pun pergi meninggalkan kamar Joanne. Sedangkan Joanne memilih untuk kembali mengemasi pakaiannya.
"Terima kasih, Joanne. Kau sudah memilihku." Mike memeluk Joanne dari belakang.
"Iya, sama-sama. Ke depannya mohon bantuannya, Mike."
Semua orang penghuni mansion sudah selesai sarapan. Eliot sudah memutuskan untuk kembali lagi mengurus pekerjaannya. Dengan Eliot yang tidak lagi mengurus geng mafianya, tentu akan sedikit menghambat keuangan Eliot. Sebab itulah Eliot akan bekerja keras supaya bisa memberikan kehidupan yang baik untuk Selena.
"Hati-hati, Tuan Eliot!" Selena berteriak begitu melepas kepergian Eliot. Namun, kali ini Selena melepas Eliot dengan senyuman.
"Nona Selena. Boleh saya berbicara dengan Anda sebentar?" Seorang pelayan datang mendekati Selena. Membuat Selena membalikkan badannya.
"Oh, Leli? Ada apa ya?" tanya Selena.
"Nona Selena, saya ingin minta maaf kepada Anda. Saya sudah terlampau membenci anda sebelumnya. Saya juga sering mengejek Anda yang dekat dengan Tuan Eliot. Saya tahu kalau saya tidak memiliki sikap yang baik kepada Anda. Maukah Anda memaafkan saya?"
"Ya, tentu saja!"