Boss, I Love You

Boss, I Love You
Bab. 57



"Apa?" Eliot terkejut dengan pengakuan dari Selena. Laki-laki itu tidak bergerak sedikitpun. Eliot terus menatap Selena. Kini kedua anak manusia itu saling berpandangan.


"Bos! I love you!" Selena mengulangi pernyataan cintanya kepada Eliot.


Mendengar Selena mengatakannya membuat Eliot melibatkan mata. Sepertinya nyawa Eliot baru saja terkumpul. Melihat reaksi dari Eliot Selena akhirnya tersenyum tipis.


"Saya menyukai anda. Saya pikir jika saya mengutarakan perasaan saya mungkin saja Anda bisa bersama saya di sini. Saya tidak ingin anda meninggalkan saya lagi. Itu terasa menyakitkan karena saya tidak tahu bagaimana kabar anda. Saat Anda menghilang dulu saya mulai menyadari bahwa saya mencintai Anda Tuan Eliot. Saya merasa saya tidak bisa kehilangan Anda lagi. Apakah anda bersedia untuk menjawab rasa yang sudah melekat di hati saya?" Selena menatap sendu ke arah Eliot yang berdiri di depannya. "Selena, apa yang kau katakan? Apa ini benar? Setelah ini aku tidak akan memiliki keberanian untuk berada di rumah ini lagi. Ini sungguh memalukan. Tuan Eliot pasti memandangku sebagai wanita gila!' umpat Selena pada dirinya sendiri.


Gadis itu tersenyum. Sangat menawan dengan penampilannya yang baru saja bangun tidur. Eliot sangat terpesona dengan Selena saat ini. Laki-laki itu tak bisa menutupi perasaannya yang sesungguhnya.


"Bukankah kau menyukai Zack?" Eliot dengan bodoh malah mengungkit tentang Zack yang semalam menenangkan Selena. Mendengar pernyataan Eliot Selena terkejut. Padahal jelas-jelas Selena menyukai Eliot.


"Apa yang anda katakan Tuan? Siapa yang menyukai Tuan Zack? Selama ini saya dan Tuan Zack hanya berteman. Sebatas itu saja. Kami tidak pernah memiliki kedekatan yang berlebih. Apalagi seperti kedekatan saya dan Anda. Apa Anda tidak pernah melihat bahwa hubungan kami benar-benar seperti teman yang saling mengkhawatirkan satu sama lain?" Selena mengungkapkan bagaimana hubungannya dengan Zack.


Yang mana hubungan Selena dan Zack hanyalah sebatas teman biasa. Setelah mendengarkan penjelasan dari Selena Eliot bernapas lega. Laki-laki itu lalu menaruh kedua tangannya di lengan Selena.


"Apakah ini mimpi? Selena mengatakan kalau dia menyukaiku!" batin Eliot dalam hati. "Atau dia sedang mengerjaiku? Dia juga wanita yang menyebalkan. Jalan pikirannya tidak bisa di tebak."


"Jadi kau tidak memiliki perasaan istimewa kepada Zack?" Eliot kembali mengulangi pertanyaannya yang membuatnya penasaran. Tak lama Selena pun menganggukkan kepalanya.


"Saya hanya menyukai anda, Bos. Walaupun saya takut dengan latar belakang anda sebagai seorang mafia dan pernah membunuh orang. Tapi perasaan ini nyatanya sangat kuat dan saya tidak bisa menepisnya. Mungkin kita tidak bisa menghapus masa lalu. Bukankah kita masih bisa mengubah masa depan? Anda bisa melepaskan diri dari dosa besar itu. Tuhan juga akan mengampuni umatnya apabila bersedia merubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Apakah dengan begini anda sudah percaya dengan perasaan saya?" Selena menatap penuh cinta ke arah Eliot.


Kini Eliot langsung memeluk Selena. Laki-laki itu cukup terharu dengan kata-kata Selena. Semenjak kedatangan Selena hidup Eliot tidak lagi membosankan.


Ada banyak hal baru yang bisa ia lihat dengan berbagai ekspresi Selena. Selama ini Selena selalu jujur melalui ekspresi wajahnya. Jadi apabila Selena tidak menyukai sesuatu maka tergambar jelas di wajah Selena.


Eliot memiliki karakter yang introvert. Yang mana pada akhirnya membuat Eliot menyukai sikap Selena yang entrovert. Dua sikap yang berbanding terbalik itulah nyatanya mampu membuat keduanya jatuh cinta.


Eliot sangat senang saat tahu bahwa Selena juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Padahal sebelumnya ia tidak pernah mencintai siapapun.


Dari kejauhan Joanne yang melihatnya cukup sakit hati. Joanne sendiri sudah menyukai Eliot sejak lama. Akan tetapi Joanne tidak pernah mengungkapkannya kepada Eliot.


Wanita itu menghapus air mata yang tanpa diduga mengalir di pipi. Hingga seseorang memberikan sapu tangan untuknya. Joanne sedikit kaget dengan sapu tangan yang tiba-tiba muncul.


"Terima kasih." Joanne mengucapkan rasa terima kasihnya tanpa menoleh.


"Mereka sudah bahagia. Kuharap kau juga bahagia, Joanne. Cinta memang tidak bisa dipaksakan. Bukankah kau tahu itu?" ujar Mike. Walaupun sakit hati dengan Joanne Ia tetap menghibur wanita itu.


Sebab mau bagaimanapun Mike juga tidak ingin kalau wanita yang dicintainya bersedih. Mike melirik ke arah Joanne yang tersenyum tipis sambil terus mengusap air matanya.


"Aku tahu. Maka dari itu aku tidak pernah memaksa Tuan Eliot untuk mencintaiku. Melihatnya berbahagia seperti ini aku ikut bahagia. Walaupun sejujurnya aku juga merasakan sakit hati yang luar biasa. Apakah kau masih memiliki tawaran untukku?" Joanne tiba-tiba menanyakan sesuatu yang ambigu.


Akan tetapi Mike berpikir keras untuk mendapatkan jawabannya. Laki-laki itu memberanikan diri dengan merogoh saku di celananya.


Tanpa kata-kata apapun Mike lalu memberikan kotak beludru itu kepada Joanne. Melihat apa yang diberikan oleh Mike membuat Joanne melebarkan mata. Wanita itu lalu menoleh ke arah Mike.


"Aku sudah menyiapkan hadiah itu sejak lama. Tadinya untuk orang yang ingin ku ajak hidup bersama denganku seumur hidupku. Tapi sayangnya wanita itu menolakku. Jadi aku memberikannya padamu. Anggap saja Itu hadiah supaya kau bisa hidup lebih tenang dan belajar untuk mencintai orang lain lagi." Mike lalu berjalan pergi meninggalkan Joanne.


Mendengar penjelasan dari Mike membuat Joanne tersentuh. Wanita itu buru-buru mengejar Mike. Dengan cepat Joanne menarik tangan Mike sehingga Mike terpaksa menghentikan langkah kakinya.


"Apakah masih ada kesempatan untukku?" tanya Joanne.


"Kau tidak mencintaiku. Bukankah kau mencintai Tuan Eliot?" Mike membalas pertanyaan Joanne.


Walaupun Mike pasti akan memberikan kesempatan kedua. Tapi setidaknya Mike harus tahu keinginan Joanne. Barulah Mike nanti akan memberikan jawaban atas pertanyaan Joanne.


Meskipun Mike tahu kalau Joanne tidak mencintainya. Tapi Mike paham kalau cinta pasti akan tumbuh dengan sendirinya. Seiring lamanya waktu bersama.


"Aku akan belajar mencintaimu. Setelah ini kita bisa pergi bersama dari rumah ini. Bawa aku pergi dari rasa sakit yang membuatku terluka. Aku pikir kau juga memiliki masa depan yang bagus. Kau memiliki pekerjaan yang cukup baik untuk ke depannya. Tuan Eliot bilang bahwa dia tidak akan mengurus geng mafia lagi. Itu artinya aku tidak memiliki tempat pulang. Maukah kau menjadi rumah untukku pulang?" Akhirnya Joanne memilih untuk melepaskan Eliot.


Joanne sadar kalau Eliot sudah memutuskan untuk hidup sebagai orang biasa bersama Selena. Kalau Eliot tidak Lagi mengurus geng mafia maka Joanne jelas tidak bisa tinggal di markas itu. Karena semua orang pasti akan kembali ke kehidupan keduanya selain menjadi seorang mafia.


Seperti Mike yang memiliki pekerjaan sebagai dokter bedah dan memiliki rumah sakit besar. Di sisi lain Mike juga sejak kecil hidup di jalanan dan bertemu dengan Eliot.


Sehingga Mike terus mengikuti Eliot karena sudah memberikan kehidupan layak untuk Mike. Bukan hanya tempat tinggal tapi Mike juga mendapatkan biaya untuk sekolahnya. Untuk itulah mengapa Mike terus mengikuti Eliot walaupun diketahui kalau jalan tersebut adalah kesalahan besar.


"Aku senang dengan keputusanmu. Kalau begitu malam ini aku akan membantumu untuk berkemas dan meninggalkan tempat ini. Kuharap kau juga bisa meninggalkan cinta lama-mu." Mike menggenggam tangan Joanne.


Kini keduanya sudah memutuskan untuk hidup bersama. Sama seperti halnya dengan Eliot dan Selena. Keduanya sudah memutuskan akan bertunangan satu minggu ke depan.