Boss, I Love You

Boss, I Love You
Bab. 56



"Selena, bangun Selena. Selena!"


Selena membuka kedua matanya ketika seseorang menepuk pipinya hingga berulang kali. Selena mengernyitkan dahinya melihat Bibi Greta berdiri di sana.


"Bibi, ada apa?" Wanita itu memandang ke arah jam di dinding. Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi pertanda kalau dia tidak bangun kesiangan. "Aku juga akan segera bangun Bi." jelas Selena lagi agar Bibi Greta tidak salah paham.


"Selena, apa kau tidak tahu kalau Tuan Eliot akan pergi."


"Pergi lagi?' Selena melebarkan kedua matanya. "Kemana Bi? Apa ada masalah lagi?"


"Selena, sepertinya Tuan Eliot pergi dalam waktu yang lama. Tadi dia berpamitan dengan Bibi dan bilang tolong jaga rumah ini dengan baik. Selena, bagaimana ini? Bibi juga tidak mau Tuan Eliot pergi."


Selena segera menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya. "Bibi, sekarang Tuan Eliot ada di mana?"


"Di kolam renang. Dia suka sekali merenung di sana. Setengah jam lagi dia akan berangkat."


Selena tidak peduli dengan penampilannya yang baru saja bangun tidur. Rambutnya ia ikat asal saja. Selena berlari kencang meninggalkan kamar tidur menuju ke kolam renang.


"Tuan, apa yang anda pikirkan? kenapa anda senang sekali meninggalkan saya? Kali ini tidak bisa di tunda lagi. Anda harus tahu apa yang saya rasakan. Saya sudah tidak peduli, anda mau menolak cinta saya ini atau tidak!" batin Selena sambil berlari kencang.


Setibanya di kolam renang, Selena melihat Eliot yang duduk sendirian sambil menutup wajahnya dengan tangan. Seperti ada beban berat yang dipikul oleh pria itu. Selena melangkah perlahan mendekatinya. Dia tidak mau membuat Eliot kaget karena kedatangannya.


Eliot mengangkat kepalanya. Dia menatap wajah Selena sebelum beranjak dari kursi yang ia duduki. "Kau sudah bangun Selena?" Lagi-lagi Eliot dibuat kagum dengan wajah cantik Selena. Meskipun baru saja bangun tidur, tetap saja wanita itu terlihat sangat cantik.


"Bibi Greta bilang, anda mau pergi. Anda mau pergi kemana lagi Tuan? Bukankah di sini rumah anda?"


Eliot mendekati Selena. Dia memegang kedua tangan Selena dan menatap wanita itu dalam-dalam. "Ada satu rahasia yang ingin aku ceritakan padamu. Selena, sebenarnya aku ini seorang mafia. Aku pemimpin sebuah geng bernama Black Tiger. Tanganku ini sering aku gunakan untuk membunuh. Aku tidak mau jika orang-orang yang aku sayangi terus saja ada di dekatku. Bukankah kalian semua akan celaka nantinya?"


Selena terlihat takut saat itu. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Eliot sekejam itu. Sampai-sampai tangannya digunakan untuk membunuh.


"Selena, senang bertemu denganmu. Aku harap setelah ini kau bisa menjaga dirimu dengan baik. Soal vas bunga jangan dipikirkan lagi. Utang kedua orang tuamu juga sudah aku lunasi. Mulai sekarang kau bisa hidup dengan bebas sesuai dengan apa yang kau inginkan." Eliot mengusap rambut Selena dengan lembut sebelum mengecup pucuk kepalanya. "Aku harus pergi." Eliot melepas tangan Selena sebelum melangkah ke arah pintu.


"Tunggu, Tuan."


Selena berjalan mendekati Eliot. Wanita itu berdiri di depan Eliot sambil mengepal kuat kedua tangannya. "Bukankah itu berarti orang-orang yang bekerja di bawah anda memanggil anda Boss? Anda boss dari sebuah geng mafia bukan?"


Eliot mengernyitkan dahinya. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa Selena menanyakan hal seperti itu. "Untuk orang-orang tertentu tetap memanggilku dengan Tuan. Selena, ada apa sebenarnya?"


Selena menghela napasnya sebelum melanjutkan kalimatnya lagi. "Boss, I Love You!"