Boss, I Love You

Boss, I Love You
Bab. 36



Selena tersentak kaget ketika mendengar suara ketukan pintu. Wanita itu bahkan sampai melebarkan kedua matanya melihat langit di luar sudah terang. Selena kesiangan. Karena susah tidur wanita sampai tidak bisa bangun pagi.


"Selena, apa kau baik-baik saja?" teriak Anita. Sahabat Selena itu khawatir karena biasanya Selena selalu bangun pagi. Bahkan bangun lebih dulu daripada dirinya.


"Ya, sebentar." Selena segera menyingkirkan selimut yang sempat menutupi tubuhnya sebelum turun dan berlari ke pintu. Dia segera membuka pintu kamar. Terlihat Anita berdiri di sana dengan kedua tangan di pinggang.


"Kau sakit?"


Selena menggeleng kepalanya. "Aku baik-baik saja. Tadi malam aku tidak bisa tidur."


"Selena, tapi sekarang kau harus bersiap. Tuan Eliot memintaku untuk memanggilmu. Dia sudah ada di meja makan!"


"APA?" Selena terlihat sangat khawatir. "Anita, aku harus bersiap. Maafkan aku." Wanita itu masuk ke dalam kamar lagi dan menutup pintunya. Anita hanya menghela napas panjang melihat tingkah laku sahabatnya itu.


Tidak butuh waktu lama, Selena sudah selesai mandi dan kini siap menemui Eliot. Wanita itu keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa. Ia bahkan mengabaikan beberapa pelayan yang sempat menyindirnya.


"Aku harus cepat. Aku tidak mau sampai Tuan Eliot marah. Astaga! Sarapan apa yang di makan Tuan Eliot? Dia pasti akan memarahiku," batin Selena. Wanita itu sangat gelisah. Dia berharap waktu bisa di putar sedikit saja ke belakang agar dia tidak sampai bangun kesiangan.


Setibanya di meja makan, Eliot terlihat sangat menikmati sarapan paginya. Pria itu bahkan sama sekali tidak mengeluarkan sumpah serapah kepada Selena ketika wanita itu tiba di sana.


"Apa kau sudah sarapan Selena?" Eliot bertanya tanpa memandang.


"Maafkan saya Tuan karena sudah bangun kesiangan." Selena merasa sadar diri. Dia tahu di balik sikap Eliot yang lembut ini pasti nanti akan ada amukan yang mengerikan.


"Duduk."


Selena tertegun dengan wajah tidak percaya. "Duduk, Tuan?"


"Ya, duduk. Pasti kau belum sarapan karena bangun kesiangan bukan? Duduk dan sarapan bersamaku."


Eliot meletakkan sendok dan garpu yang sempat dia genggam. Sepertinya pria itu sudah kenyang hingga tidak mau melanjutkan sarapan paginya. "Karena kau sudah bangun kesiangan dan tidak melayaniku lagi ini, jadi kau harus di hukum Selena!"


"Sudah ku duga. Dia tidak mungkin berubah baik dalam waktu semalam," batin Selena kesal. "Baik, Tuan. Saya akan menerima hukuman yang anda berikan. Semua juga kesalahan saya karena sudah lalai dalam bekerja." Selena memasang wajah pasrah.


"Hukumanmu harus menghabiskan semua makanan yang ada di meja ini!"


"Apa Tuan? Anda tidak salah?" tanya Selena tidak percaya.


"Apa mau ku tambah dengan menghabiskan semua makanan yang ada di dapur?"


Selena menggeleng kepalanya cepat. "Tidak, Tuan. Saya akan menghabiskan makanan ini. Ini sudah lebih dari cukup." Selena segera mengambil piring untuk memulai sarapan paginya. "Hukuman Tuan Eliot memang tidak pernah di duga. Dia memang benar-benar pria kejam. Lambungku ini kecil. Bagaimana bisa aku menghabiskan semua makanan yang ada di meja!" protes Selena yang hanya berani di dalam hati saja.


Eliot sendiri hanya senyum-senyum saja melihat wajah kesal Selena. Pria itu terlihat sangat menikmati momen ketika Selena memakan semua makanan yang ada di meja.


"Selena ... kenapa semakin hari kau terlihat semakin menggemaskan?" batin Eliot.


Ponsel Eliot yang tergeletak di atas meja berdering. Pria itu melirik ke arah ponselnya. Wajahnya terlihat kaget ketika melihat nomor seseorang muncul di sana. Dengan cepat Eliot mengambil ponselnya dan pergi menjauh dari meja makan.


Dengan mulut dipenuhi makanan, Selena memandang punggung Eliot hingga beberapa detik. "Dia tidak merasa bersalah apa karena sudah memberiku hukuman seperti ini?" Selena mengambil air putih dan meneguknya secara perlahan. Saat ingin memasukkan makanan ke dalam mulut lagi tiba-tiba Eliot sudah berjalan menghampirinya.


"Selena, ikut denganku. Kita harus pergi!"


"Pergi? Pergi kemana Tuan?"


"Nanti kau juga akan tahu!" sahut Eliot tanpa mau menjelaskan. Pria itu menggenggam tangan Selena dan melangkah dengan begitu cepat. Wajahnya terlihat sangat khawatir hingga membuat Selena menjadi tidak tenang.


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu."