
"Ini cek 1 Miliar." Zack meletakkan cek yang sudah dia tanda tangani di atas meja. Tepat di depan Eliot. "Uang itu untuk membayar vas bunga yang sudah dipecahkan oleh Selena. Setelah ini aku minta padamu untuk membebaskan Selena. Dia manusia bukan budak yang bisa kau tindas Eliot. Vas bunga itu tidak begitu penting bagimu. Aku tahu kau sengaja menggunakan vas bunga itu untuk menahan Selena agar selalu ada di sisimu bukan?"
Zack benar-benar berani sudah mengatakan kalimat seperti itu. Dia bahkan sama sekali tidak peduli dengan ekspresi wajah sepupunya yang sudah berubah. Cek yang sudah tergeletak di atas meja sama sekali tidak disentuh oleh Elliot.
Justru kini pria itu menggeram karena sudah tidak sabar untuk menghajar sepupunya sendiri. Ya, mungkin jika Zack bukan sepupunya kepalan tangan itu sudah mendarat di rahang Zack dengan begitu kuatnya.
"Aku masih tidak mengerti dengan apa yang kau katakan. Zack, kau tahu hanya dalam sekejap saja aku bisa mendapatkan uang satu miliar. Seperti yang baru saja kau katakan pas bunga itu sama sekali tidak berarti bagiku. Tetapi kalimat terakhir yang kau katakan salah. Aku tidak pernah memanfaatkan vas bunga itu untuk menahan Selena agar selalu berada di sisiku. Dia sendiri yang mengemis pekerjaan padaku karena butuh uang." Eliot masih tidak mau mengakuinya. Meskipun sebenarnya semua yang dikatakan Jack itu memang benar adanya.
Zack tertawa geli mendengar jawaban Eliot. Mereka sudah bersaudara sejak kecil. Tentu saja Zack sangat paham dengan Elliot. Begitupun sebaliknya.
"Itu berarti jika aku meminta Selena untuk memilih diantara kita dan dia lebih memilih aku, berarti kau sama sekali tidak keberatan bukan?" tantang Zack. Pria itu benar-benar serius dengan apa yang dia katakan. Dia memang sudah jatuh cinta terhadap Selena bahkan sangat tergila-gila. Zack tidak akan melepaskan Selena begitu saja. Dia akan memperjuangkan Selena sampai berhasil mendapatkannya.
"Tidak! Aku tidak setuju. Dia harus tetap bekerja di rumah ini!"
"Kau mencintainya?"
Eliot melebarkan kedua matanya. Pertanyaan Zack membuatnya kaget. Memang sampai detik ini Eliot sendiri tidak paham dengan apa yang ia rasakan. Dia tidak tahu apa rasa peduli yang selama ini Ia berikan kepada Selena adalah sebuah cinta. Yang Eliot tahu, Selena harus selalu berada di sisinya dan tidak ada satu pria pun yang boleh dekat-dekat dengan wanita itu.
"Kenapa kau harus menanyakan hal konyol seperti itu?" Eliot berusaha mengalihkan pembicaraan. "Kau bahkan tidak datang rapat tadi. Apa kau tidak peduli lagi dengan pekerjaanmu?"
"Eliot, jawab saja Ya atau tidak!" tegas Zack. Pria itu meletakkan kedua tangannya di atas meja dan menatap Eliot dengan begitu serius.
"Tidak!" sahut Eliot cepat.
"Bagus!" Zack menjauh dan bersandar di kursi. "Aku mencintainya. Jadi, jangan menjadi penghalang. Aku akan memperjuangkan Selena agar dia mau menerima cintaku. Aku sangat mencintai Selena, Eliot. Jika kau tidak mencintai Selena, sepertinya di sini tidak ada masalah bukan? Aku tidak keberatan jika Selena bekerja di sini. Tetapi izinkan aku memperjuangkan wanitaku. Aku akan sering menemuinya sampai aku berhasil meluluhkan hatinya."
BRUAAKKK
Eliot berdiri dan menggebrak meja kerjanya. Sorot mata pria itu semakin tajam. Wajahnya memerah karena marah.
"Zack! Kau benar-benar menguji kesabaranku!"
Zack juga berdiri. Dia meletakkan tangannya di atas meja hingga mereka berdua saling memandang. "Memangnya apa yang sudah aku lakukan? Aku sama sekali tidak sedang menguji kesabaranmu. Aku hanya sedang mengajakmu untuk bernegosiasi."
"Tapi Selena bukan barang!"
"Aku sama sekali tidak ada bilang kalau Selena itu sebuah barang. Eliot, kenapa kau masih tidak mengerti juga. Jika kau tidak mencintai Selena maka lepaskan dia. Dia juga butuh kebahagiaan. Aku akan menerima dia apa adanya. Aku akan melunasi semua hutang yang ia miliki terhadapmu dan terhadap rentenir tadi. Setelah itu aku akan menikahinya!"
"Zack, pergi tinggalkan ruangan ini atau aku akan menghajarmu." Hembusan napas Eliot semakin berat. Namun dia masih berusaha sabar. Dia tahu kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.
Zack segera meninggalkan meja itu tanpa mau membawa cek yang tadi dia letakkan. Eliot masih berusaha mengatur napasnya. Dia memandang cek di meja sebelum mengambilnya dan mengoyaknya lalu membuangnya ke udara. "Dia benar-benar gila!"
...***...
Selena sendiri berdiri tidak jauh dari ruang kerja Eliot. Memang tadi Eliot berpesan agar Selena tidak pergi kemanapun selama dia dan Zack berada di dalam.
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Kenapa aku jadi tidak tenang seperti ini?" Selena memandang ke arah pintu sekali lagi. Kali ini dia menahan langkah kakinya ketika melihat Zack keluar dari ruangan kerja Eliot dalam keadaan baik-baik saja. Setidaknya tidak ada perkelahian di sana.
"Selena, apa kau menunggu?" tanya Zack dengan penuh percaya diri.
"Uh?" Selena kaget. "Tuan, sebenarnya apa yang anda bicarakan dengan Tuan Eliot di dalam?"
"Tidak ada." Zack berjalan mendekati Selena. Tanpa permisi pria itu memegang satu tangan Selena dan mengusapnya. Selena yang merasa risih segera menarik tangannya sendiri dan bersikap gugup.
"Tuan, apa yang anda lakukan?"
"Selena, pergilah bersamaku. Aku akan memberikanmu modal untuk buka usaha. Dengan begitu kau tidak perlu bekerja lagi. Kau akan menjadi bos di sana."
Selena kaget dengan tawaran yang diberikan Zack. Memang sangat menggiurkan. Tetapi Selena tidak bisa berpindah-pindah dari satu pria ke pria lain hanya demi mendapatkan uang. Bagaimanapun juga dia masih memiliki harga diri.
"Tuan, terima kasih sebelumnya. Tetapi saya tidak bisa menerima tawaran yang anda berikan. Saya sudah nyaman bekerja di rumah ini. Saya tidak mau meninggalkan rumah ini."
Zack terlihat sedih mendengar jawaban Selena. Pria itu patah hati karena Selena menolak tawaran yang dia berikan.
"Tapi kenapa Selena? Kenapa harus bersama Eliot?"
"Tuan, orang yang pertama kali saya temui di club' malam juga Tuan Eliot. Mungkin pertemuan kami memang sudah ditakdirkan." Jawaban Selena sangat cerdas. Kini Zack kehabisan kata-kata untuk membujuk Selena agar mau ikut dengannya.
"Kau yakin ingin bertahan di sini? Bagaimana dengan utang keluargamu pada rentenir itu?"
"Saya sudah menemukan jalan keluarnya. Anda tidak perlu ikut pusing memikirkan masalah saya Tuan." Selena menunduk sejenak sebelum memandang wajah Zack lagi. "Tuan, anda dan Tuan Eliot memiliki hubungan yang baik selama ini. Jangan karena saya, hubungan anda dan Tuan Eliot menjadi renggang. Saya akan menyalahkan diri saya sendiri jika sampai hal itu terjadi."
Zack mengepal kuat tangannya. Kedua matanya masih saja memandang wajah cantik Selena. Dia tidak mau di tolak seperti ini. Dia ingin membawa Selena pergi. Tetapi Zack juga tidak mau memaksa Selena. "Baiklah. Jika itu keputusanmu. Aku akan datang lagi besok. Jaga dirimu baik-baik. Jika Eliot menyakitimu, katakan padaku." Zack segera pergi meninggalkan Selena sendiri di sana. Wajah pria itu terlihat sangat kecewa.
Selena menghela napas lega karena akhirnya Zack pergi. Namun, baru saja dia menghela napas lega tiba-tiba wanita itu harus di buat spot Jan lagi ketika pintu ruangan terbuka dan Eliot berdiri di sana dengan wajah tidak bersahabat.
"Masuk!"