Boss, I Love You

Boss, I Love You
Bab. 31



BRUAKKK


Eliot tiba-tiba saja membanting ponselnya sendiri di atas meja. Jelas saja hal itu membuat semua orang yang ada di ruang rapat terlihat kebingungan. Salah satunya Kay. Padahal dia tahu kalau hari ini mood sahabatnya itu sangat bagus. Tetapi sekarang tiba-tiba saja berubah menjadi kacau.


"Eliot, semua baik-baik saja?" tanya Kay penasaran.


"Bereskan semuanya. Aku harus pulang!" Eliot mengutip ponselnya di meja lalu membawanya pergi. Tanpa mau menjelaskan pria itu pergi meninggalkan ruang rapat.


Kay yang tidak memiliki persiapan apapun untuk rapat hari ini hanya tersenyum terpaksa sembari memandang satu persatu klien yang ada di sana.


"Bagaimana kalau rapatnya kita ganti lain hari?"


Di sisi lain, Eliot masuk ke dalam mobil dan duduk dengan wajah yang gusar. Dia mengambil lagi ponselnya lalu memandang foto yang baru saja di kirimkan oleh Tante Greta.


"Apa yang dia lakukan bersama Zack? Aku memintanya belanja bukan bertemu Zack seperti ini. Dia benar-benar menguji kesabaranku!" Eliot meletakkan ponselnya di dashboard mobil sebelum menghidupkan mesin mobilnya. Baru ingin melaju dia sudah melihat Kay muncul dan kini berdiri di depan mobilnya.


"Apa lagi yang dia lakukan? Aku memintanya mengurus rapat!" umpat Eliot. Pria itu membuka jendela mobil hingga membuat Kay berlari ke samping.


"Ada apa? Aku ikut denganmu." Tanpa permisi Kay masuk ke dalam mobil Eliot dan duduk di bangku penumpang. Pria itu menatap ponsel Eliot yang tergeletak sebelum memandang wajah Eliot dengan serius. "Kerja sama ini memberi keuntungan yang begitu besar. Aku memang sudah berhasil membujuk mereka. Eliot, apakah kau sadar kalau sikapmu tadi hampir saja membuat kita kehilangan uang milyaran!"


"Apa kau sudah selesai? Jika sudah turunlah. Aku mau pulang. Tapi jika kau ingin ikut pulang, tetap di situ juga tidak masalah!" Eliot bahkan tidak mau memandang wajah Kay. Pria itu menatap ke depan dengan tatapan tidak terbaca.


"Kau mau pulang? Eliot, kau membatalkan rapat karena ingin pulang? Apa ini ada hubungannya dengan wanita itu?"


"Oke, baiklah." Kay yang memang tidak mau ribut dengan sahabatnya sendiri segera turun dari mobil. Bersamaan dengan itu Eliot segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Kay memasukkan kedua tangannya ke dalam saku sambil geleng-geleng kepada. "Sebenarnya masalah apa yang sedang terjadi? Kenapa aku jadi kepikiran Selena?"


...***...


"Kedua orang tua saya sudah tidak ada Tuan. Sebelum pergi mereka sempat meminjam uang kepada rentenir. Saya juga tidak bisa menyalahkan kedua orang tua saya Tuan. Saya tahu mereka melakukan semua ini karena untuk kehidupan kami juga. Hanya saja saya belum memiliki uang untuk melunasinya. Belum lagi Vas bunga satu miliar yang saya pecahkan di club' malam waktu itu. Sekarang saya tidak tahu harus bagaimana. Bahkan jika seumur hidup saya kerja dengan Tuan Eliot, utang saya juga tidak akan lunas."


Zack terus saja memikirkan penjelasan singkat yang sempat dikatakan Selena. Pria itu merasa sangat kasihan dengan masalah yang kini di terima oleh Selena. Dia ingin membantunya. Pria itu juga tidak rela jika Selena terus-menerus bekerja di rumah Eliot. Zack sudah jatuh cinta kepada Selena. Dia ingin memiliki Selena. Pria itu bahkan tidak peduli jika dia harus bersaing dengan sepupunya sendiri.


"Aku harus membebaskan Selena dari rumah Eliot. Setelah itu aku akan mengatakan perasaanku yang sebenarnya." Zack menambah laju mobilnya. Namun tiba-tiba saja ponselnya berdering. Melihat nama Kay muncul membuatnya memilih untuk menurunkan laju mobilnya.


"Zack, apa kau ada di rumah Eliot?" tanya Kay khawatir.


"Tidak! Kenapa?"


"Syukurlah. Aku pikir kau terlihat dalam masalah yang dihadapi Eliot. Dia tiba-tiba saja marah saat masih rapat dan memutuskan pulang. Aku pikir ini ada hubungannya dengan Selena," jelas Kay apa adanya.


"Selena?" Zack melebarkan kedua matanya. "Gawat! Pasti seseorang sudah memberi tahu Eliot kalau kami baru saja bertemu!" batin Zack panik. Tanpa permisi pria itu memutuskan panggilan telepon Kay secara sepihak dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Aku harus ke rumah Eliot dan melindungi Selena. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu padanya!"