Boss, I Love You

Boss, I Love You
Bab. 48



"Tuan, kita ada dimana?" Selena tidak bisa menolak lagi ketika Eliot memaksanya untuk pergi ke suatu tempat. Rumah itu memang mewah. Namun karena catnya berwarna hitam, rumah itu jadi terlihat menyeramkan di mata Selena. Dia trauma. Dia takut mereka akan mendapatkan masalah lagi.


"Nanti kau tahu sendiri, Selena." Eliot masuk ketika dua pengawal di depan pintu membukakan pintu dan menunduk hormat untuk menyambutnya.


Selena memperhatikan dua pengawal itu sebelum memandang ke belakang. Setibanya di dalam rumah, Selena semakin bergidik ngeri karena di dinding rumah ada lukisan harimau, kepala rusa dan beberapa hewan yang memang sengaja di buruh untuk dijadikan pajangan dinding.


"Sebenarnya ini dimana sih! Kenapa aku jadi semakin takut," batin Selena khawatir.


"Eliot, akhirnya kau datang juga." Zack muncul di atas tangga. Pria itu terlihat bahagia bisa melihat Selena lagi.


Eliot memandang Zack dan melangkah maju. Tangan Selena tetap ada di dalam genggamannya. "Dimana Kay?"


"Entahlah. Sejak bisa jalan dia mulai tidak bisa jadi pasien yang baik," jawab Zack. Pria itu turun ke bawah untuk menemui Eliot. "Kau baik-baik saja Eliot? Kau berhutang penjelasan kepada kami. Apa kau pikir kamu ini dua pria bodoh yang bisa dibohongi?" Pertanyaan Zack membuat Eliot memandang ke arah Selena. Pria itu berdehem pelan sebelum menatap Zack lagi.


"Apa maksudmu Zack? Aku sama sekali tidak mengerti." Eliot masih tidak mau menjelaskan.


"Tom sudah menjelaskan semuanya. Kau tidak bisa berbohong lagi, Eliot!" Zack menyipitkan kedua matanya.


"Tom?" Eliot terlihat gelisah. "Apa yang dia katakan? Apa dia cari mati!" umpat Eliot yang hanya berani di dalam hati saja.


"Selena sayang! Kau datang untuk menjengukku Baby?" teriak Kay dari pintu samping.


Pria itu hanya mengenakan celana pendek. Terlihat jelas bekas kecelakaan yang masih belum hilang. Bahkan berjalan saja Kay belum bisa cepat.


Eliot mendengus kesal mendengarnya. Namun dia tidak bisa marah karena memang keadaan Kay masih memprihatinkan.


"Kay, dimana selang infus mu?" tanya Zack bingung.


"Benda itu sangat merepotkan. Aku melepaskannya dan membuangnya ke tong sampah," sahut Kay dengan santai. Dia terus berjalan sampai akhirnya tiba di hadapan Selena. "Baby, aku ingin sekali makan bubur. Apa kau bisa memasakkanku bubur?" rengek Kay seperti anak kecil.


"Hemm, Tuan Eliot. Tidak apa. Saya akan memasakkan bubur untuk Tuan Kay." Selena memandang ke arah Kay lagi. "Tuan, kalau boleh saya tahu dimana dapurnya?"


Kay menunjuk ke arah dapur. "Di sana. Bahannya sudah lengkap. Masaklah dengan penuh cinta agar aku lekas sembuh Baby." Kay sengaja mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Selena.


Tetapi Selena terlihat biasa saja. "Saya ke dapur dulu Tuan. Permisi." Wanita itu segera pergi ke dapur. Sedangkan Eliot tidak bisa melarang lagi karena memang dia juga ingin Kay cepat sembuh.


"Awas saja kau Kay! Setelah kau sembuh total, habislah kau!" ancam Eliot secara terang-terangan ketika Selena sudah menjauh.


Kau hanya tertawa saja. Pria itu merangkul pundak Eliot dan membawanya ke sofa. Zack memandang ke dapur sejenak sebelum mengikuti Kay dan Eliot ke sofa.


"Dimana Tom? Dia sehat di sini menjagamu." Eliot terlihat mencari keberadaan Tom yang seharusnya ada di sana untuk menyambut kedatangannya.


"Tom mengurus mobil. Kami ingin pulang Eliot. Kami tidak mau berlama-lama di rumah ini," jawab Zack. "Sebenarnya ini rumah siapa? Kenapa terlihat mengerikan sekali."


Eliot diam sejenak. "Aku juga tidak tahu kalau rumahnya seperti ini. Aku membelinya karena lokasinya jauh dari keramaian. Aku berpikir kalau suatu saat nanti rumah ini pasti berguna," jawab Eliot sembari memperhatikan rumah bercat serba hitam itu lagi.


"Oke, langsung ke intinya saja. Eliot, sebenarnya bisnis apa yang sudah kau lakukan? Siapa Tom dan siapa mereka? Senjata api? Sejak kapan kau menjadikannya koleksi pribadimu? Eliot, katakan semua sekarang juga jika kau masih menganggap kami saudara!" Kay terlihat tidak sabar. Bagaimanapun juga kecelakaan yang ia alami berkaitan dengan Eliot.


"Aku tidak yakin kalian akan memaafkanku. Kalian pasti akan menjauh dariku setelah mendengarkan penjelasanku ini." Eliot menatap wajah Zack dan Kay bergantian.


"Setidaknya kau tidak lagi merahasiakan sesuatu dari kami!" sahut Zack mantap.


Eliot menarik napas dan membuangnya dengan kasar. Pria itu bersandar di sofa. "Bukankah kalian bilang Tom sudah menjelaskan semuanya. Lalu, untuk apa lagi penjelasan dariku?"


"Eliot, sebelum bubur yang dibuat Selena matang. Kamu harus sudah tahu semuanya. Cepatlah! Jangan seperti anak kecil yang suka mengulur waktu ketika ketahuan berbohong." Zack semakin tidak sabar.


Eliot menghapus wajahnya dengan tangan sebelum mengeluarkan suara. "Black Tiger. Ya, Black Tiger. Aku pemimpin mafia Black Tiger!"