Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
07. Mencari Pekerjaan



Bian Lu masih terdiam di tempatnya, dia menatap ke depan dengan tatapan kosongnya. Namun tak lama kemudian dia menyadari bahwa orang yang baru saja membuatnya terkejut sekarang sudah tidak ada lagi di hadapannya.


Dia melihat sekelilingnya masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Tatapan matanya menelisik setiap orang, tato harimau yang terletak di setiap leher mereka membuat mudah untuk menebak identitas mereka sebenarnya.


Bian Lu dengan tenang mengecek setiap orang, memastikan apakah yang dikatakan oleh Yin Zhen tadi benar. Begitu dia memeriksa denyut nadi kelima orang itu, dia tahu bahwa pengecekannya berakhir sia-sia. Keempat diantara mereka memang sudah mati sedangkan satu yang tersisa masih hidup namun dalam kondisi pingsan sekarang.


Sekali lagi dia melihat ke arah dimana Yin Zhen menghilang bersama anak perempuannya, mengingat apa yang baru saja terjadi, dia hanya bisa menghela napas pelan.


"Sepertinya apa yang aku lakukan tadi sia-sia saja. Dengan kemampuannya, dia bisa dengan mudah mengalahkanku jika dia ingin, bahkan bisa saja membunuhku. Tapi untungnya dia tidak melakukannya..."


Membunuh empat orang dalam sekejap hanya dalam hitungan detik, ditambah dengan fakta bahwa Yin Zhen saat itu sedang menggendong seorang gadis kecil di pangkuannya. Bian Lu bahkan ragu apakah seseorang dengan pangkat tertinggi di kemiliteran bisa melakukannya.


Terlebih usia Yin Zhen masih sangatlah muda, dilihat dari perawakannya mungkin masih berada di kisaran pertengahan 20 tahunan. Bian Lu sendiri sudah berkepala tiga dua tahun yang lalu.


Sementara itu di sebuah ruangan di dalam hotel, seorang pria mengelus janggutnya tenang. Ruangan itu gelap, hanya ada remang-remang cahaya dari layar monitor di depan matanya. Tatapan matanya yang dalam terus memperhatikan monitor itu dalam diam, kemudian dia tiba-tiba tertawa kecil.


"Menarik..."


***


Sesuai janjinya, Yin Zhen sudah berada di dalam kamar hotel begitu Yin Mei selesai menghitung. Kamar hotel yang di sewa oleh Yin Zhen sendiri adalah hotel suite dengan fasilitas termewah, harga untuk satu malamnya mencapai puluhan ribu yuan. Hanya orang-orang yang benar-benar kaya yang bisa menyewa kamar suite di hotel bintang lima ini.


Begitu Yin Mei membuka matanya, dia melihat sekelilingnya sebelum kedua matanya berbinar karena senang.


"Bagus sekali! Papa, ada banyak sekali barang bagus di sini!" Dia turun dari gendongan papanya kemudian berlari mengelilingi seluruh kamar hotel dengan tawa manjanya.


Gadis itu menyentuh setiap barang dengan hati-hati, seolah takut barang-barang itu rusak. Dia kemudian beralih ke televisi yang ukurannya dua kali lipat dibandingkan dengan televisi yang dulu sering dia tonton.


"Papa, lihat! Televisi ini sangat besar! Aku ingin menonton televisi!"


Yin Zhen menyalakan televisi itu lalu mengalihkan saluran siaran ke siaran yang hanya menampilkan siaran untuk anak-anak, seperti serial kartun dan acara edukasi.


Melihat gadis kecilnya yang menonton televisi dengan fokus, Yin Zhen memutuskan untuk duduk di sofa sebelahnya menemani Yin Mei sambil memesan beberapa makanan lewat ponselnya.


Dia sesekali melihat kertas yang ada dekat pintu kamar mandi, di sana tertera menu makanan restoran hotel yang bisa dipesan. Dia membeli beberapa makanan sebelum kembali fokus memperhatikan Yin Mei.


"Hanya dalam waktu dua hari, aku menghabiskan 5 juta yuan begitu saja. Meskipun aku masih memiliki 10 juta lagi, ini tak akan bertahan lama. Aku harus mencari sumber penghasilan ku terlebih dahulu..."


Yin Zhen kemudian kembali memainkan ponselnya, dia melihat-lihat internet mencari beberapa pekerjaan yang mudah namun bisa menghasilkan banyak uang.


Keningnya mengerut begitu dia melihat beberapa banner iklan yang menurutnya aneh.


"Judi online? Pekerjaan macam apa itu... Apalagi yang ini, 'permalam mendapatkan puluhan ribu yuan, hanya perlu membuka kaki anda'. Semua orang akan tahu kalau ini pekerjaan pelacur. Sialan, apakah tidak ada pekerjaan yang lebih baik?"


Dia menggerutu kesal, dia memang ingin mencari uang dengan cepat, tapi bukan dengan cara kotor. Yin Zhen mengganti kata pencariannya agar menjadi lebih spesifik.


Sedetik kemudian, berbagai macam blog menampilkan situs yang cocok sesuai dengan kata pencariannya. Netranya tertuju pada salah satu blog berwarna biru muda yang cukup menarik perhatiannya dibandingkan dengan yang lainnya, dia kemudian menggunakan jarinya untuk meng-klik nya.


"Membutuhkan bantuan medis? Yang ini sepertinya menarik..."


Dia membacanya dengan teliti, ternyata isi dari blog tersebut menjelaskan bahwa terjadinya wabah virus di salah satu negara besar di Eropa membuat banyak orang resah. Semua tenaga medis hanya mampu mengobati beberapa korban, sedangkan angka korban yang terus meninggal dunia terus bertambah setiap bulannya.


Sampai sekarang mereka belum menemukan obat yang mampu menangkal atau menetralisirkan kembali orang-orang yang sudah terkena virus. Semarak virus yang terus menerus di besarkan di berbagai media juga membuat semua orang di seluruh dunia khawatir.


Membaca itu semua, Yin Zhen menganggukkan kepalanya. Memang di dunia ini yang disebut sebagai Bumi atau dunia fana, penyakit masih menjadi permasalahan serius, termasuk virus yang mengancam nyawa manusia biasa.


Di Dunia Kultivasi, hanya virus-virus ganas yang membuat para kultivator khawatir, seperti virus yang berasal dari lembah hitam atau virus yang mampu membuat tubuh bermutasi.


Dia kemudian melihat cincin yang melingkar di jarinya, dia berkata pelan, "tidak ada salahnya membantu mereka."


Tentu saja bantuan yang dia maksudkan bukan bantuan tenaga, melainkan obat yang mampu menetralisirkan virus dan mengobatinya. Dia akan menjualnya, karena bagaimanapun dia bukan orang suci yang akan memberikan bantuannya begitu saja pada banyak orang.


"Air Suci dalam keadaan normal akan diperebutkan oleh para Dewa, tapi aku sekarang akan dengan baik hati memberikan beberapa gelas Air Suci untuk beberapa orang. Karena kekuatan Air Suci terlalu kuat untuk ditampung di dalam tubuh manusia biasa, aku harus mencampur nya dengan air biasa. Mungkin aku harus mengerikan satu tetes Air Suci untuk 10 liter air."


Memperhatikan Yin Mei yang masih fokus menonton setiap kartun kesukaannya, Yin Zhen pergi ke kamar mandi untuk memastikan apakah tebakannya benar.


Perlahan tetesan Air Suci itu bersatu dengan 10 liter air biasa. Dalam sekejap, riak air yang semula masih terasa, langsung tenang. Dia bisa merasakan ledakan energi surgawi yang melimpah dari 10 liter air itu.


"Ini luar biasa. Jika orang biasa meminum air ini, daya tahan tubuh mereka akan meningkat walau tidak banyak, tapi itu lebih baik daripada kebanyakan air mineral lainnya."


Tiba-tiba saja suara teriakan terdengar dari luar kamar mandi, "papa dimana? Papa??"


"Iya, sayang! Papa lagi di kamar mandi sebentar..."


Tanpa ragu dia membuang semua air itu begitu saja. Objek yang akan dianggap harta oleh banyak orang, dia dengan mudah membuangnya. Alasannya sederhana, air itu tidak se berharga teriakan putrinya.


Dia keluar dari kamar mandi dan menghampiri putrinya, raut wajah Yin Mei sedikit merenggut, "papa, Mei'er bosan. Mei'er ingin bermain sesuatu..."


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita bermain air?"


"Bermain air?" Yin Mei sedikit mengerutkan keningnya.


"Iya, siapa yang mewadahi air paling banyak, maka dia pemenangnya. Bagaimana?"


Tujuannya sederhana, Yin Zhen ingin membuat beberapa botol air yang mengandung Air Suci untuk dia gunakan sebagai mata pencariannya. Pemikiran anak-anak yang sederhana membuatnya berpikir untuk menggunakan kesempatan kali ini sebagai permainan antara dia dan Yin Mei.


Meskipun dia tidak mengerti permainan macam apa yang akan papanya mainkan, Yin Mei menganggukkan kepalanya setuju. "Oke, Mei'er akan menjadi pemenangnya!"


"Siapa tahu? Jika Mei'er menang, maka Mei'er bisa meminta apa saja kepada papa, begitu juga jika papa menang, papa bisa meminta apa saja pada Mei'er. Bagaimana?"


Yin Mei sekali lagi menganggukkan kepalanya semangat.


Yin Zhen yang melihat itu tersenyum, "kalau begitu kita akan memberi beberapa botol terlebih dahulu."


Tanpa banyak kata, keduanya langsung pergi ke pusat perbelanjaan terdekat dan membeli dua box botol kaca dengan masing-masing ukuran 100ml.


Mereka kembali ke hotel yang mereka pesan dan menyimpan dua box botol kaca itu di dalam kamar mandi yang cukup luas.


Pandangan Yin Mei terus menatap jejeran botol kaca itu dengan tatapan keheranan, "papa, mengapa kita harus menggunakan botol kaca untuk air biasa? Bukankah botol plastik sudah cukup?"


"Karena kita akan memberikan semua air yang ada di botol ini nanti kepada mereka yang membutuhkan."


Yin Mei hanya menganggukkan kepalanya meski tidak tahu apa yang dibicarakan oleh papanya. Dia kemudian melihat papanya mengisi bathup dengan air keran, Yin Zhen juga menyembunyikan fakta bahwa ada Air Suci yang tersembunyi di balik jari-jarinya. Jadi dia mencelupkan sedikit tangannya untuk mengeluarkan beberapa tetes Air Suci ke dalam bathup.


Transformasi yang terjadi terhadap air biasa di dalam bathup tidak akan terlihat oleh mereka yang masih menjadi manusia biasa, jadi dia tidak khawatir ketika melihat Yin Mei di sisi nya melihatnya dengan tatapan ingin tahu.


Tidak lupa Yin Zhen mengambil dua sendok besar dari dapur hotel untuk mengambil air bathup dan memasukkannya ke dalam botol kaca.


"Nah, bagaimana kalau kita mulai sekarang?" ujarnya sambil memberikan satu sendok besar itu kepada Yin Mei.


"Mulai!" Yin Mei dengan semangat berteriak.


Sepasang ayah dan anak itu dengan semangat menyiuk beberapa siukan air bathup dan memasukkannya ke dalam botol kaca yang mereka pegang. Terlihat membosankan memang, tapi bagi Yin Zhen, apapun yang berhubungan dengan gadis kecilnya, dia akan sangat senang. Begitu juga dengan Yin Mei, dia akan merasakan kesenangan meski hanya melakukan hal-hal kecil bersama papanya.


Setelah beberapa saat, Yin Mei berhasil mengisi total 10 botol kaca dengan air sedangkan Yin Zhen, dia hanya berhasil mengisi 9 botol. Mudah bagi Yin Zhen untuk bergerak lebih cepat, tapi dia tidak ingin melihat Yin Mei cemberut karena kekalahannya.


Karena Yin Zhen hanya membeli dua box botol kaca yang berisi masing-masing box 10 botol, setelah botol terakhir terisi, tidak ada lagi botol kaca yang tersisa.


"Yeay! Mei'er menang! Papa kalah!"


"Yahh... Sepertinya papa memang kalah. Lalu apa yang Mei'er inginkan sebagai hadiah?"


Yin Mei tidak langsung menjawab, dia mengelus dagunya terlihat seperti memikirkan sesuatu, "itu... Mei'er akan menggunakan permintaan itu nanti."


Tiba-tiba saja suara bel berbunyi, Yin Zhen mengangkat Yin Mei dan pergi dari kamar mandi. Yin Zhen membuka pintu hotel, dua orang wanita membawa dua meja dorong ke dalam hotel. Dua meja itu berisikan beberapa hidangan yang Yin Zhen beli sebelumnya via ponsel.


Proses pembuatannya yang menghabiskan waktu hampir setengah jam membuktikan sebanyak pesanan yang dia beli, tapi meski begitu semua hidangan itu tidak harus dia habiskan semuanya. Dia hanya ingin Yin Mei merasakan beberapa hidangan kelas atas.