
Setiap momen yang dia habiskan bersama putrinya secara alami akan selalu dia ingat, salah satunya ketika Yin Mei memintanya untuk menyelamatkan gadis remaja dari sekelompok remaja yang merundungnya.
Dia pikir dia tidak akan bertemu lagi dengan gadis remaja itu, bagaimanapun kasus pertemuan mereka tidak mengharuskan mereka untuk bertemu kedua kalinya, Yin Zhen sendiri percaya bahwa dirinya tidak memerlukan apapun dari seorang gadis remaja belaka.
Tapi siapa yang akan mengira kalau gadis yang mungkin baru berusia 15 tahunan itu sekarang tengah berhadapan dengan seorang Evolusioner Jiwa level 12 di tengah stadion bola, atau haruskah dia menyebutnya sebagai arena pertarungan sekarang?
Bumi baru saja melakukan evolusinya dan seorang Evolusioner Jiwa level 12 tidak diragukan lagi adalah seorang elit diantara para elit. Pasti ada banyak pihak yang berusaha untuk merekrutnya dengan segala macam godaan, dan sekarang Evolusioner Jiwa yang seharusnya direkrut oleh banyak pihak itu, berhadapan dengan gadis remaja yang Yin Zhen selamatkan di samping minimarket beberapa waktu yang lalu?
"Level 11?! Ternyata dia juga seorang Evolusioner Jiwa!" Seru Yin Zhen jelas terkejut dengan apa yang dia lihat. Gadis yang dia selamatkan waktu itu ternyata seorang Evolusioner Jiwa juga, meski levelnya lebih rendah dari lawannya, kemurnian kekuatan jiwanya jauh di atas lawannya, yang artinya memenangkan pertarungan bukanlah hal yang mustahil.
"Dia hanya seorang gadis biasa sebelumnya, aku tidak mengira dia akan menjadi seorang Evolusioner Jiwa setelah Bumi seperti ini. Aku akan menonton pertandingan diantara mereka terlebih dulu..." Ujar Yin Zhen mencari tempat duduk.
Indera pendengarannya sangat tajam, sehingga dia bisa mendengar apa yang orang lain katakan meski jaraknya cukup jauh.
Setelah mendengar pembicaraan di dalam 'arena', Yin Zhen akhirnya tahu apa yang sebenarnya terjadi. Stadion bola ini milik pemerintahan Beijing, yang artinya pemilik nya adalah Walikota Beijing. Dan kebetulan Walikota Beijing memiliki harta warisan yang sebelumnya dimaksudkan untuk memajukan kesejahteraannya, namun siapa sangka begitu Bumi menjadi salah satu bagian Dunia Sihir, hartanya mengeluarkan cahaya dan formasi pertahanan terbentuk disekitarnya.
Begitu Yin Zhen mendengar ini, dia sedikit terkejut. "Mungkinkah orang-orang terdahulu tahu bahwa Bumi akan menjadi salah satu bagian dari Dunia Sihir sehingga mereka menyimpan harta yang mengandung formasi pertahanan sebagai harta warisan mereka?" gumamnya. Dia merenung sejenak, tapi tidak memikirkannya terlalu jauh. Cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya.
Dan untuk kesejahteraan Walikota Beijing sendiri, dia membangun arena pertarungan di tempat yang dulunya adalah Stadion Bola terbesar di Beijing. Karena itu lah dia tidak kekurangan pasokan makanan atau kebutuhan yang lainnya.
Setiap orang yang ingin ikut serta dalam pertarungan di dalam arena sudah jelas harus merupakan Evolusioner Jiwa, jika mereka menang, mereka akan mendapatkan hasil taruhan setiap penonton, dan jika kalah, mereka hanya bisa menerima kekalahan mereka, atau bahkan mati.
"Kau pikir siapa yang akan menang kali ini?"
"Apa kau bodoh? Tentu saja Bai Xiang! Dia seorang Evolusioner Jiwa level 12 dan kekuatan fisiknya luar biasa. Dia pasti akan memenangkan pertarungan. Aku bertaruh 200 gram beras untuknya!"
"Ya... Kau tidak salah, Bai Xiang memang sangat kuat. Tapi kau juga harus tahu kalau gadis itu sangat cepat, kecepatannya terlalu luar biasa. Sebelumnya semua orang yang dia hadapi dapat dia kalahkan dalam seratus langkah. Aku bertaruh padanya 300 gram beras!"
Perdebatan diantara penonton langsung memanas, sebagian besar orang bertaruh pada pria bernama Bai Xiang, sedangkan hanya ada segelintir orang yang bertaruh pada gadis remaja itu, Bing Lan.
Yin Zhen yang duduk tenang di kursinya, mengangguk pelan. Pantas saja ada banyak orang yang rela menghabiskan segelas beras atau harga serupa hanya untuk memasuki arena ini, nyatanya untuk meraih lebih banyak kekayaan dengan cara bertaruh seperti ini.
Ada orang yang bertugas mengumpulkan taruhan, dan sekarang saatnya bagian Yin Zhen mulai bertaruh, tentu saja dia bisa memilih untuk tidak bertaruh.
"Tuan, siapa yang akan anda pilih? Gadis bernama Bing Lan dengan kecepatannya yang luar biasa atau pria bernama Bai Xiang yang kekuatan fisiknya cukup untuk menghancurkan tank tempur?" Orang yang bertugas mengumpulkan taruhan adalah seorang wanita bertubuh molek, wajahnya cantik, cukup untuk memikat sebagian besar pria.
Tapi tidak dengan Yin Zhen tentunya.
Dia mengeluarkan semua roti yang dia bawa, enam roti, yang setara dengan 300 gram beras. Dia bertaruh pada Bing Lan, karena dia sendiri sudah bisa menebak apa yang akan terjadi ketika pertarungan dimulai.
"Aku menyimpan semua ini untuk Bing Lan..." ujarnya pada wanita di depannya.
Begitu wanita itu melihat jenis tatapan yang Yin Zhen lemparkan padanya hanyalah tatapan biasa, dia sedikit terkejut. Bukankah seharusnya pria di depannya tertarik padanya? Seperti semua pria yang pernah dia lihat sebelumnya. Tapi kenapa dia tampak biasa saja?
Tanpa wanita itu sadari, dia sendiri mulai menjadikan Yin Zhen sebagai 'target'nya.
Sikap penuh percaya diri Bai Xiang sama sekali tidak menggoyahkan pendirian Bing Lan, dia balas berkata, "diam, mulutmu bau, aku bisa menciumnya dari sini."
Raut wajah Bai Xiang langsung berubah, dia mengerutkan keningnya penuh amarah, "bocah bajingan! Beraninya kau mengejekku!"
Karena tidak ada wasit yang mengatur jalannya pertarungan, baik Bai Xiang maupun Bing Lan bisa memulai pertarungan mereka kapanpun mereka mau.
Bai Xiang berlari dengan kedua kaki besarnya ke arah Bing Lan, siap untuk menghantam gadis itu dengan kedua tangan berototnya. Kekuatan utamanya terletak pada fisiknya, kecepatannya sendiri sebenarnya cukup lambat untuk Evolusioner Jiwa level 12.
'Boom!'
Kedua kepalan tangan Bai Xiang menghantam tanah, menciptakan suara benturan yang cukup lantang. Namun sayangnya Bing Lan tidak ada di tempatnya, dia bergerak terlalu cepat sehingga respon Bai Xiang secara alami lebih lambat.
Tiba-tiba saja Bing Lan muncul di samping telinga kanannya, berbisik pelan, penuh penekanan, "kau terlalu lambat..." ucapnya sambil memukul leher Bai Xiang, membuat Bai Xiang meringis pelan dan langsung terdorong beberapa langkah akibat pukulan Bing Lan yang tiba-tiba.
"Bocah sialan! Berani kau memukulku?! Kau mencari kematianmu sendiri!" Sekali lagi Bai Xiang melakukan hal yang sama, namun kali ini kekuatan kepalanya setidaknya tiga kali lipat lebih besar daripada sebelumnya, kecepatannya juga sedikit meningkat.
Begitu hanya ada jarak sejengkal hingga mengenai targetnya, Bing Lan sekali lagi melesat menghilang dari posisinya. Kali ini dia tidak muncul di sampingnya, melainkan langsung tepat di atas kepalanya, kembali melemparkan pukulan tepat ke arah kepala Bai Xiang.
Para penonton berteriak penuh semangat, menyemangati jagoan mereka.
Meski dari segi visual, Bing Lan tampak mendominasi Bai Xiang, sebenarnya Bing Lan hanya bisa sedikit melukai Bai Xiang. Ketahanan Bai Xiang terlalu kuat, sedangkan yang Bing Lan miliki hanya kecepatannya, kekuatannya sendiri cukup standar.
Di gerakan yang ke-68, Bing Lan berhenti sejenak, dia berpikir, 'hanya ada satu cara untuk membiarkanku menang...'
Bing Lan kembali bergerak, namun anehnya dia tidak bergerak secepat sebelumnya. Seolah dia sengaja menekan kecepatannya agar Bai Xiang bisa menyerangnya.
Yin Zhen yang duduk di kursi penonton, sedikit mengangkat kedua alisnya, takjub dengan keberanian Bing Lan, "dia tahu dengan baik bahwa hanya dengan mengandalkan kecepatannya, dia bukan saingan Bai Xiang. Sehingga dia akan membiarkan Bai Xiang berpuas diri dengan menyerangnya, dan begitu celah muncul, gadis itu akan langsung menyerangnya. Ini mungkin sederhana, tapi nyatanya membutuhkan keberanian tinggi untuk melakukannya, karena bagaimanapun gadis itu harus terluka untuk melukai lawannya."
Tebakannya sama sekali tidak meleset. Bing Lan memang dengan berani menerima beberapa serangan langsung dari Bai Xiang, tidak perlu dikatakan lagi perbedaan kekuatan Bai Xiang dan Bing Lan, sehingga Bai Xiang dengan mudah memutarbalikkan keadaan.
Bing Lan yang sudah terlempar berkali-kali, akhirnya sedikit tidak tahan. Namun ada ketegasan di kedua matanya dan sekali lagi dia menyerang ke depan, atau menyerahkan dirinya.
Bai Xiang tertawa puas, "sudah saatnya kau mati di sini, bocah sialan!"
Saat kedua kepalan tangannya mengudara, hendak menghantam Bing Lan, kecepatan Bing Lan langsung meningkat dan dia mengandalkan kedua jarinya untuk menusuk kedua bola mata Bai Xiang secara langsung.
"Akhh!" Bai Xiang berteriak kesakitan, menutup kedua matanya yang bercucuran darah.
Saat itu lah Bing Lan mengeluarkan kedua belati kecil yang selalu dia bawa sejak Bumi berevolusi. Dia melesat dengan kecepatan luar biasa, berkali-kali menyayat kedua lengan Bai Xiang.
Hanya dalam hitungan detik, sepasang lengan berotot Bai Xiang terlepas dari tempatnya, dan Bai Xiang jatuh terkapar kehabisan darah.
"Maaf, tapi akhirnya kau sendiri yang mengalami kematian itu..."