Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
45. Kematian Lawan



Menyaksikan seonggok kepala manusia ber gelinding di atas tanah berlumuran darah segar membuat Long Ai dan yang lainnya mual, termasuk Jiang Yalan dan Hu Lian, tapi mereka berdua lebih tenang daripada kelompok Long Ai.


Hanya Yin Zhen dan Hao Ran yang tetap tenang melihat pemandangan itu, seolah itu adalah pemandangan biasa.


Yin Zhen menganggukkan kepalanya cukup puas dengan sikap tegas Hao Ran, dia berkata, "mengagumkan. Kau tetap tenang bahkan setelah membunuh Shi Ying yang adalah manusia. Mental mu kuat dan teguh, aku suka sikapmu."


Tidak banyak orang yang mau menghabisi sesamanya begitu saja, sekalipun orang itu telah membunuh banyak binatang mutan dan tangan mereka telah berlumuran darah binatang mutan. Hanya saja terkadang manusia lupa bahwa musuh yang paling sulit mereka hadapi adalah manusia itu sendiri.


Yin Zhen tahu bahwa adanya keterampilan bela diri dalam aturan kultivasi diadakan karena untuk melawan sesamanya. Karena hanya manusia yang dapat menduduki puncak rantai makanan.


Hao Ran berbalik menatap Yin Zhen, dia melepaskan tudung putih yang terciprat darah Shi Ying itu. Wajahnya yang kecil dan kedua bulu mata lentik berwarna putih senada dengan rambut dan alisnya terlihat. Melihat itu, Yin Zhen cukup terkejut, karena penampilan Hao Ran tampak seperti seorang bangsawan muda yang umurnya baru belasan tahun.


Meski nyatanya tidak demikian, gennya yang membuatnya terlihat sangat muda. Ditambah fakta bahwa Catatan Konstelasi membuat sedikit perubahan yang signifikan terhadap tubuh penggunanya, semakin tinggi levelnya, semakin menarik juga penampilannya. Salah satu contohnya adalah Yin Zhen.


Long Ai, Ning Meng dan Jian Buyao menatap Hao Ran tidak percaya. "Kau... Beraninya kau membunuh pemimpin! Pengkhianat!" teriak Jian Buyao kepada Hao Ran.


Hao Ran di sisi lain hanya diam tak membalas perkataannya.


Jiang Yalan dan Hu Lian memutuskan untuk menghabisi ketiga orang di depannya secepat mungkin.


Jiang Yalan mengeluarkan keterampilan sihirnya untuk membentuk es yang memperlambat kecepatan kelompok Long Ai. Hu Lian yang melihat situasi berada di pihaknya, langsung bergerak menyerang kelompok lawan.


Hu Lian sendiri berada di level 13, levelnya sama dengan Jiang Yalan. Meski begitu jika Jiang Yalan dan Hu Lian bertarung, kemungkinan Hu Lian menang lebih tinggi. Bukan karena Jiang Yalan lemah, tapi skill sihirnya terbatas dan hanya bisa digunakan beberapa kali, meskipun dia bisa menggunakan skill lain, itu tak akan memberikan kerusakan yang besar dan hanya membuang tenaganya saja. Tapi tentu saja keuntungan seorang Mage akan terlihat ketika dia berada di level tinggi.


Saat Hu Lian dan Jiang Yalan berada di level 50 nanti, kemungkinan Jiang Yalan menang akan lebih besar.


"Serangan kritis!" teriak Hu Lian sambil menghunus kan kapak yang dibawanya ke arah Long Ai.


Statistik Attack dan Strength miliknya yang tinggi membuatnya mudah untuk menghancurkan pertahanan kelompok Long Ai. Gerakan selanjutnya, dia mengincar Ning Meng yang paling lemah diantara mereka tapi juga sistem support yang paling banyak membantu tim lawan.


"Mereka berdua kuat!" ujar Jian Buyao menggertak kan giginya kesal. Mereka akhirnya menyadari kalau hasil dari pertempuran ini adalah kekalahan.


Jiang Yalan yang meskipun tidak terlalu banyak beraksi, menggerakkan kedua tangannya. Mengorbankan lebih dari setengah poin Mana miliknya, dia berhasil membuat 10 tombak es melayang di udara yang mengarah langsung ke arah tim Long Ai.


"Hu Lian, sekarang!"


Begitu Jiang Yalan melihat banyak celah yang disebabkan oleh serangannya barusan, dia langsung memberitahu Hu Lian untuk langsung menghabisi mereka.


Hu Lian yang menyadari hal itu langsung melesat ke depan dan mengandalkan kapak yang biasa di bawa untuk memenggal kepala binatang mutan, dia memotong bagian tubuh Long Ai, Jian Buyao dan Ning Meng menjadi dua bagian, yang menyebabkan pakaiannya penuh dengan cipratan darah segar.


"Hah... Hah..."


Melihat tiga mayat dengan tubuh mereka yang terbelah sama sekali tidak membuat Hu Lian dan Jiang Yalan merasa puas, sebaliknya, mereka merasa itu ironis untuk membunuh sesama manusia.


"Kita berhasil..." ujar Jiang Yalan lemah, tubuhnya langsung merosot begitu dia menyadari apa yang dia lakukan.


Dulu dia adalah seorang pekerja yang menyelamatkan nyawa orang lain di pusat kesehatan, tapi sekarang dia harus mengambil nyawa orang lain karena kebutuhannya juga. Pergantian yang terlalu bertolak belakang ini tidak mudah diaplikasikan begitu saja di kehidupannya.


Yin Zhen ikut menghela napas melihat Hu Lian dan Jiang Yalan melemah. Dia mengerti alasan kenapa mereka berdua tidak puas setelah mengalahkan lawannya. Karena dia juga pernah merasakannya triliunan tahun yang lalu.


"Hao Ran, karena sekarang kau adalah bagian dari orang-orang ku, aku tak akan segan kepadamu. Perintahkan semua pasukan tentara ke sini dan gantung kepala mantan pemimpin kalian di hadapan mereka. Tunjukkan pada mereka siapa yang menjadi pemimpin perkemahan ini sekarang," ujar Yin Zhen sambil menatap Hao Ran tenang.


Hao Ran menganggukkan kepalanya singkat lalu menutup kembali wajahnya menggunakan tudung putihnya itu. Dalam sekejap, sosoknya menghilang begitu saja dari hadapannya.


Yin Zhen berbalik melirik Hu Lian dan Jiang Yalan, "kalian berdua bisa kembali ke perkemahan sekarang. Aku yang akan mengurus sisanya." Dia tahu kalau Jiang Yalan dan Hu Lian perlu ketenangan untuk sekarang, jadi dia tak akan memaksa mereka untuk bekerja.


Setengah jam kemudian, semua pasukan tentara militer berkumpul tepat di depan rumah pusat Shi Ying. Saat mereka semua melihat kepala Shi Ying digantung di depan mereka, tubuh mereka bergidik ketakutan sekaligus bertanya-tanya apa yang tengah terjadi.


Beberapa dari mereka yang ikut dalam pertempuran sudah menebak akan adanya pergantian pemimpin.


Jiang Yalan dan Hu Lian di sisi lain telah kembali ke perkemahan Yin Zhen, hanya menyisakan Yin Zhen dan Hao Ran.


Melihat semua pasukan tentara berkumpul di depannya, Yin Zhen sedikit menganggukkan kepalanya puas. Meski jumlah para tentara hanya berada di kisaran 80 orang, itu lebih dari cukup untuk mengoperasikan peralatan perang seperti senjata api maupun tank.


Yin Zhen berjalan ke hadapan semua orang dengan tenang, dia kemudian berkata dengan tenang namun suaranya dapat di dengar oleh semua orang menggunakan bantuan poin mana nya.


"Seperti yang kalian semua lihat, pemimpin kalian, atau lebih tepatnya mantan pemimpin kalian, Shi Ying, telah mati. Begitu juga dengan Long Ai, Jian Buyao dan Ning Meng. Mereka bertiga sudah aku singkirkan. Kalian semua mungkin sudah memperkirakan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, dan seperti yang kalian perkirakan, aku akan mengakuisisi wilayah ini di bawah kepemimpinan ku. Aku tidak bisa berjanji akan menjadi seorang pemimpin yang baik, tapi aku akan memastikan semua orang akan sejahtera. Beberapa pengaturan juga akan dirubah mulai sekarang, salah satunya adalah pria tidak diperbolehkan memperkosa gadis maupun wanita, kecuali keduanya sama-sama ingin melakukannya. Jika ada yang melanggar peraturan ini, kematian akan menjadi hukuman dasar kalian semua."


Setelah berpidato singkat, Yin Zhen melenggang pergi dari hadapan semua tentara dan meminta Hao Ran untuk menertibkan mereka semua. Dia juga memberikan wewenang kepada Hao Ran untuk membunuh siapa saja yang menentangnya.


Ketika semua pasukan tentara yang semuanya adalah pria mendengarkan pidato Yin Zhen, beberapa di antara mereka merasa kecewa dan tidak terima. Terutama mengenai peraturan yang mana para pria tidak diperbolehkan memperbudak atau memperkosa seorang perempuan.


"Apa-apaan ini?! Kami semua mempertaruhkan nyawa kami dengan menghabisi banyak binatang mutan, tapi kami tidak menerima bayaran apapun. Jika kita tak bisa bersenang-senang dengan para gadis, buat apa kita tetap melindung mereka? Bukankah kalau begitu merekalah yang hidup terlalu enak?"


"Benar, aku menentang peraturan ini!"


"Hei, apa yang kau katakan? Apa kau ingin putri dan istrimu diperkosa oleh pria lain? Aku tak berpikir perkataan pria tadi salah. Meskipun aturan negara tak lagi berlaku dan norma sosial hancur, bukan berarti kita bisa seenaknya terhadap orang lain."


"Diam kau! Hanya orang lemah sepertimu yang mengatakan hal itu!"


Tiba-tiba saja kepala dua tentara yang menentang perkataan Yin Zhen terpisah dari tubuhnya dan menggelinding di atas tanah. Ketika tubuh kedua tentara itu ambruk, semua orang melihat Hao Ran yang entah kapan ada di belakang mereka sambil memegang belati berlumuran darah di tangannya.


Hao Ran dengan suara baritonnya berkata dingin, "jika ada diantara kalian yang ingin melakukan hal tercela seperti itu lagi, aku akan memberikan kalian tiket gratis bertemu malaikat maut, bagaimana?"