
Dekat dari apartemen lamanya, terdapat alun-alun kota yang cukup ramai di datangi banyak orang. Yin Zhen awalnya berniat untuk kembali ke apartemennya, tapi begitu mereka pulang melewati alun-alun kota yang memang saat itu cukup ramai, menarik perhatian Yin Mei dan dia ingin bermain di sana sebentar.
"Papa! Mei'er ingin bermain di sana!"
"Baiklah, kalau begitu kita akan ke sana sekarang."
Dia memarkirkan mobilnya dekat dengan gedung perkantoran di sisi alun-alun. Begitu mereka sampai, Yin Zhen menggendong Yin Mei dan berjalan memasuki area alun-alun kota yang ramai. Mungkin karena hari sudah mulai petang, tidak heran ada banyak orang yang berlalu lalang melewati alun-alun kota.
Kedua mata Yin Mei tertuju pada tempat rekreasi kecil dimana anak seumurannya bermain. Ada ayunan dan rekreasi kecil lainnya di sana. "Papa, di sana kelihatannya sangat menarik! Mei'er ingin bermain ayunan!"
Dengan patuh Yin Zhen menuruti permintaan gadis kecilnya, dia berjalan ke area dimana tempat rekreasi untuk anak-anak bermain. Terdapat beberapa anak-anak lain seusia Yin Mei dengan ditemani orang tua mereka sebagai pendamping.
Yin Zhen dengan hati-hati menurunkan Yin Mei dari gendongannya, membiarkan anak gadisnya itu berjalan ke arah dimana ayunan kecil itu berada. Untungnya masih ada beberapa ayunan yang kosong, mudah baginya untuk menempati salah satu diantara mereka.
Yin Mei mendorong kakinya untuk terbang lebih tinggi, dibantu dengan dorongan Yin Zhen, ayunan kecil itu mengayun lebih tinggi dan teriakan bahagia Yin Mei terdengar merdu di kedua telinga Yin Zhen.
"Ini sangat menyenangkan! Papa, lebih tinggi lagi!"
Yin Zhen sedikit menambah beban dorongan nya, beberapa orang tua yang melihat pemandangan itu sedikit khawatir namun tidak ada dari mereka yang mencampuri urusan sepasang ayah dan anak itu. Mereka hanya fokus pada anak-anak yang tengah mereka asuh.
Tidak berhenti di ayunan, Yin Mei mencoba untuk mengeksplor tempat lainnya. Bermain bebas sambil ditemani oleh papanya, Yin Mei terus tertawa dan berteriak, mengekspresikan kebahagiaannya dengan cara yang membuat Yin Zhen juga terus tertawa.
Setelah bermain selama 30 menit lamanya, akhirnya Yin Mei mulai merasakan kelelahan. Sekarang dia duduk di kursi mobil sambil meminum sebotol air mineral yang baru saja papanya belikan.
"Bagaimana? Apa kamu senang setelah bermain tadi?" tanya Yin Zhen.
Yin Mei menjawab dengan semangat, "senang sekali! Aku ingin bermain ayunan setiap hari!"
"Kalau begitu papah akan membangun taman bermain untuk mu nanti. Mei'er bisa bermain dengan bebas selama yang Mei'er mau..."
Dihadapkan dengan perkataan papanya, kedua mata Yin Mei memancarkan sinar penuh minat, "benarkah? Papa akan membuat Mei'er taman hiburan Mei'er sendiri?"
Yin Zhen menganggukkan kepalanya, "tentu saja, kapan papa pernah berbohong kepadamu?"
"Mei'er ingin tempat bermain yang sangat besar, papa harus membuatnya sangat besar."
"Baiklah... Baiklah, papa akan membuatnya spesial untuk Mei'er."
"Yey! Mei'er sayang papa!"
Yin Mei menghamburkan dirinya memeluk Yin Zhen, kemudian memberikan banyak kecupan di pipi papanya itu. Yin Zhen tentu saja tidak terganggu dengan semua kecupan itu, justru dia semakin senang melihat Yin Mei juga mencintainya.
Mungkin karena kelelahan, Yin Mei akhirnya tertidur selama diperjalanan pulang kembali ke apartemen. Melihat sosok gadis kecil itu sangat polos dan imut ketika tertidur, dia sangat ingin menyentuhnya, tapi dia menahannya karena tidak ingin mengganggu tidur Yin Mei.
Begitu dia sampai di apartemennya, dia dengan hati-hati menempatkan Yin Mei di gendongannya. Dia berusaha untuk berjalan pelan agar anaknya itu tidak terbangun, bagaimanapun dia harus mengurus beberapa urusan pribadi. Saat anaknya bangun, urusan pribadi itu mungkin harus dia tunda untuk waktu yang cukup lama lagi.
Yin Zhen menidurkan Yin Mei di kasur beralaskan sprei berwarna abu pucat nya. Karena masih jam 5 sore, dia juga percaya kalau Yin Mei pasti akan terbangun di malam hari. Jadi dia memutuskan untuk mengurus beberapa masalah pribadinya sambil memasak.
Selama berjalan-jalan tadi, Yin Zhen membeli beberapa bahan masakan. Meski jumlahnya tidak banyak, setidaknya cukup untuk mereka berdua makan sampai besok pagi.
Dia kemudian mengeluarkan beberapa jenis sayuran dari kantong belanjaannya. Sambil membersihkan semua sayuran itu di wastafel yang tersedia, dia berpikir bagaimana mengatur hidupnya yang masih kacau ini mulai sekarang.
"Pertama-tama aku harus menemukan lahan yang cukup bagus sebagai tempat tinggal tetap untuk waktu yang lama. Dengan Kolam Dewa yang aku miliki sekarang, menjadikan lahan itu sebagai tanah harta karun adalah hal yang mudah. Aku juga mungkin harus membeli beberapa ternak untuk dikembangbiakkan di lahan ku nanti. Untuk sekarang aku terpaksa membiarkan Yin Mei memakan makanan luar karena kondisi ku sangat menyedihkan, tapi itu akan berbeda jika aku berhasil menciptakan tanah harta karunku sendiri."
Selama memasak untuk makan malam, dia menata hidupnya di dalam pikirannya dengan hati-hati.
Langkah pertama yang harus dia lakukan adalah mencari lahan, kemudian menyewa sebuah rumah atau apartemen yang nyaman ditempati. Dalam jangka waktu pertumbuhan tanah harta karun nanti, dia akan membeli banyak hewan ternak dan unggas serta beberapa bibit sayuran dan buah untuk ditempatkan di tanah harta karun nya nanti.
Jika dia belum memiliki seorang anak, mungkin dia hanya perlu membeli rumah dan ber kultivasi dengan giat. Tapi setelah memiliki Yin Mei, dia berpikir dengan cara baru dan akan melakukan segalanya agar tercipta kehidupan sempurna untuk gadis kecilnya itu.
Namun untuk sekarang, dia ingin Yin Mei menjalani kehidupan normal layaknya anak-anak seusianya. Bermain, belajar, bermalas-malasan, bermain game, segala macam hal yang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Dia ingin Yin Mei merasakan semuanya tanpa halangan.
Mungkin saat Yin Mei tumbuh sedikit dewasa, dia akan memberitahukan beberapa pengetahuan kultivasi kepadanya secara perlahan.
Setelah menyelesaikan semua masakannya dalam waktu hampir satu jam, dia melihat sekilas ke arah jam dinding di tengah ruangan.
"Aku akan ber kultivasi dulu sebentar sambil menunggu Yin Mei terbangun."
Dia duduk bersila di sofa yang ada di ruangan tengah. Perlahan dia menutup kedua matanya, bulu matanya yang cukup panjang sedikit bergetar saat dia merasakan fluktuasi energi qi di sekitarnya.
"Seperti yang diharapkan dari Bumi, planet kecil ini memang tidak cocok untuk dijadikan sebagai planet budidaya. Bahkan aku hanya bisa merasakan sedikit energi qi yang mungkin akan langsung habis setelah aku serap. Tapi itu tidak terlalu masalah buatku, bagaimanapun aku hanya harus membuka segel yang tua bangka itu berikan padaku."
Dia kemudian memfokuskan kesadaran jiwanya ke dalam lautan kesadarannya. Dia bisa melihat bayangan samar yang makin lama bayangan itu semakin terlihat jelas, itu adalah sebuah pagoda sebelas tingkat yang menyimpan sebagian esensi kekuatannya.
"Sebelas tingkatan pagoda ini seharusnya mewakili sebelas tahapan kultivasi dasar. Yang dimulai dari tahapan Qi Refining, Foundation Realm, Elementary Realm, Golden Core, Nascent Soul, Soul Transformation, Soul Core, Trancendent, Monarch Realm, Emperor Realm, dan terakhir Immortal Supreme."
Kesepuluh tahapan kultivasi yang baru saja dia sebutkan adalah tahapan kultivasi yang semua orang di Dunia Kultivasi ketahui. Meski disebut sebagai tahapan kultivasi dasar, mereka yang berhasil mencapai tahapan Immortal Emperor di Dunia Kultivasi bisa dengan mudah menghancurkan ratusan Kekaisaran yang luasnya bahkan melebihi ukuran Bumi.
Dengan hanya sedikit energi qi yang dia serap, dia hanya berhasil memecahkan segel pertama dari pagoda itu. Setelah memecahkan segel itu, dia perlahan merasakan aliran energi qi murni keluar dari tubuhnya. Otot-ototnya menjadi lebih kokoh dan kulitnya menjadi lebih halus namun kuat di waktu bersamaan.
"Untuk menyempurnakan tubuh ini, aku harus berendam di dalam air dengan tetesan Air Suci. Dengan begitu tubuhku akan jauh lebih kuat daripada kebanyakan orang..." gumamnya sambil melihat penampilan kulitnya yang sedikit halus daripada sebelumnya.
"Setelah memecahkan segel pertama, sekarang aku berada di tahapan puncak Qi Refining. Tahapan ini mungkin yang paling lemah dan rendah di Dunia Kultivasi, tapi lain cerita jika itu di Bumi. Jika aku menunjukkan kekuatan kasar ku sekarang, mungkin aku akan langsung menghancurkan rasa harga diri para jenderal yang bekerja untuk negara. Lupakan, lagipula satu-satunya alasanku menjadi lebih kuat hanya karena aku ingin melindungi keluargaku kelak."
Orang-orang di Bumi yang tidak mengenal apa itu energi Qi jelas hanyalah orang biasa. Dengan kekuatannya sekarang yang berada di tahapan puncak Qi Refining, mudah baginya untuk menjadi seorang penguasa di Bumi.
"Dengan kekuatanku sekarang, aku yakin tidak ada seorangpun di negara ini yang bisa mengganggu Mei'er, bahkan jikapun ada, kemungkinannya sangat kecil."
Tidak menutup kemungkinan adanya kultivator lain di China atau bahkan di Beijing. Setelah hidup abadi sekian tahun lamanya, dia menyadari kalau berspekulasi sembarangan bisa berakibat fatal.
Dia mengangkat tangannya perlahan, gelas yang ada di atas meja terbang begitu saja dan mendarat di tangannya. Dia mengendalikan energi qi miliknya dengan sempurna, dan hanya mengeluarkan sedikit energi qi dari biasanya.
Karena dia tidak merasakan tanda-tanda Yin Mei akan bangun, dia memutuskan untuk membangunkannya.
"Mei'er, hari sudah mulai gelap. Sebaiknya kita makan malam sekarang, lalu kau bisa melanjutkan tidur setelah makan nanti."
Yin Mei dengan enggan bangun dari tidurnya, namun setelah dia melihat papanya, dia menjadi sedikit bersemangat. "Papa membeli makanan lagi?" tanyanya sambil mengusap kedua matanya pelan.
Yin Zhen menggelengkan kepalanya, "kali ini papa memasak khusus untuk Mei'er."
"Benarkah? Kalau begitu masakan papa pasti sangat enak!"
Mereka berdua pergi ke luar kamar dan duduk saling berhadapan di meja makan yang cukup kecil di dekat dapur. Hidangan yang terpatri jelas di matanya membuat perut Yin Mei berbunyi.
Yin Mei dengan lahap memakan semua hidangan yang dibuatkan oleh papanya khusus untuknya. Meski hanya ada beberapa hidangan, dan bukan hidangan kelas atas, rasanya sangat enak, bahkan makanan yang tadi dia makan di restoran tidak cukup enak dibandingkan dengan masakan papanya.
"Enak sekali! Papa sangat pandai memasak! Di masa depan papa harus selalu memasak semua makanan yang Mei'er inginkan!" ujar Yin Mei senang di tengah makannya.
"Tentu saja, papamu adalah yang paling hebat. Semua yang Mei'er inginkan pasti akan papa kabulkan!"
"Yeay!"
Yin Zhen hanya tersenyum ringan melihat betapa mudahnya gadis kecilnya itu tertawa bahagia. Untuk mempertahankan tawa bahagianya itu, dia akan melakukan segalanya bahkan jika dia harus menghancurkan Bumi sekalipun.
Tak terasa semua hidangan sudah habis, Yin Mei yang jelas belum mengantuk memilih untuk menonton serial kartun kesukaannya. Sedangkan kegiatan Yin Zhen? Dia menemani gadis kecilnya itu menonton televisi.
Menonton televisi sangat membosankan baginya yang sudah melihat banyak peristiwa magis, namun dengan Yin Mei di sisi nya, kegiatan membosankan itu cukup menarik sekarang.