Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
18. Memberitahu Jiang Yalan



Saat pagi hari tiba, Yin Zhen membangunkan Yin Mei dan Yin Hua untuk sarapan pagi. Yin Zhen sendiri sudah tinggal empat hari tiga malam di Heaven Garden Hotel, sedangkan Yin Hua baru menginap semalam karena dia ketiduran setelah bermain bersama Yin Mei.


"Papa, kita sarapan apa pagi ini?" tanya Yin Mei yang tiba-tiba menghampiri dapur.


Sambil memotong sosis dia menjawab, "karena hari ini akan sangat sibuk, kita akan memakan nasi goreng sosis. Bagaimana dengan bibimu? Dia sudah bangun?"


"Bibi Yin awalnya sudah bangun, tapi sekarang tidur lagi di sofa. Haruskah Mei'er membangunkannya?"


"Bangunkan bibimu, katakana padanya kalau tidak bangun tidak akan kebagian sarapan."


"Baik, papa!"


Yin Mei melangkah dengan kaki kecilnya mendekati Yin Hua yang masih terlihat berantakan di atas sofa. Tangan kecilnya perlahan menggoyangkan tubuh Yin Hua, berharap bibinya itu terbangun dari tidurnya.


"Bibi Yin... Papa memintamu untuk bangun, kalau tidak bangun, papa tidak akan memberikan sarapan untuk bibi..."


Tapi sayangnya yang gadis kecil itu dapatkan hanya dengkuran malas yang keluar dari mulut Yin Hua. Yin Mei yang melihat itu masih terlihat takut-takut, dia melanjutkan aksinya, "bibi, bangun... Ini sudah siang."


Tiba-tiba saja papanya datang membawa panci dengan sendok di kedua tangannya. Yin Zhen menatap adiknya malas, seperti biasa, adiknya ini paling susah untuk bangun pagi. Dia ingin tahu bagaimana Yin Hua ini bekerja, bukankah semua karyawan seharusnya memasuki kantornya di pagi hari?


Yin Zhen sejenak melirik Yin Mei, "Mei'er, tutup telingamu."


Yin Mei yang tak tahu apapun hanya menurut dan menutup kedua telinganya.


Trang! Trang! Trang!


"Kebakaran! Ada kebakaran! Tidak!! Ada kebakaran!"


Yin Hua yang terlelap tidur langsung membuka kedua matanya dan mengambil bantal sofa untuk dijadikan pelindung tubuhnya, "kebakaran?! Dimana? Kebakaran! Eh?"


"Kakak! Lagi-lagi kau mengerjai ku!" teriak Yin Hua setelah dia sadar kalau Yin Zhen hanya bermain-main dengannya. Yin Mei di sisi lain tertawa keras dari samping, menertawakan kekonyolan bibinya yang tertipu dengan permainan papanya.


"Cepat bangun, hari ini aku memiliki banyak jadwal."


"Heuh! Awas kau, aku akan balas dendam nanti..."


***


Saat hari menjelang siang, Yin Zhen kedatangan seorang tamu yang tentu saja adalah sahabat lamanya, Jiang Yalan. Sayangnya Yin Hua baru saja pergi dari Heaven Garden Hotel beberapa saat yang lalu karena pekerjaannya.


Kini Jiang Yalan berada di dalam hotel dimana Yin Zhen dan Yin Mei tinggal, penampilan Jiang Yalan berbeda dengan kemarin. Jika kemarin penampilannya terkesan formal dan elegan, sekarang penampilannya jauh lebih santai namun tetap menawan.


"Yin Zhen, apakah gadis kecil ini anakmu? Lucu sekali!" Seru Jiang Yalan saat melihat sosok gadis kecil yang bersembunyi di balik kaki Yin Zhen.


"Hei, bisakah kau tidak bersikap seperti itu? Anakku seperti takut kepadamu..."


"Baiklah, baiklah... Sini nak, kenalkan, aku teman papamu atau bisa kau sebut bibi. Tidak... Tidak, bukankah itu terlalu tua untukku? Baiklah, kau bisa menyebutku kakak Jiang mulai sekarang!"


Sikap cerewet Jiang Yalan diam-diam menarik perhatian Yin Mei, sejauh ini hanya bibi Yin yang menjadi teman bermainnya. Bukankah akan lebih menyenangkan jika dia bisa bermain dengan beberapa orang lagi?


"Aku Yin Mei, kakak Jiang bisa memanggilku Mei'er..."


Yin Zhen menghela napasnya pelan, "berhenti mengganggu anakku. Bukankah kau kemari untuk membawa Cairan Ajaib itu? Aku bisa membawakannya kepadamu."


Jiang Yalan menggelengkan kepalanya, "tidak perlu, aku punya orang-orang ku sendiri untuk membawa semua itu. Kau hanya perlu memberitahuku dimana Cairan Ajaib itu."


Tiga pria dewasa tiba-tiba memasuki kamar hotel, penampilan mereka terlihat perkasa dengan setelah jas yang rapi. Sekilas mereka terlihat seperti sekelompok mafia.


"Cairan itu ada di ruangan samping kamar mandi, nanti kalian akan lihat tiga box kayu yang bertumpu di sana. Bawa saja mereka..."


Jiang Yalan langsung memerintahkan ketiga orangnya itu untuk melakukan tugasnya. Sementara itu, Yin Zhen kembali bersuara, "Jiang Yalan, ada yang harus aku bicarakan padamu. Ini penting."


Mendengar itu, Jiang Yalan mengangkat kedua alisnya, "memangnya apa yang ingin kau katakan? Jangan bilang padaku kalau kau ingin aku menjadi ibu dari anakmu, kan?"


Yin Zhen menggelengkan kepalanya, "tidak, bukan itu. Tapi masalah lain. Tapi sebelum itu, bisakah kau percaya padaku?"


Jiang Yalan semakin mengerutkan keningnya keheranan, "kenapa kau sampai seperti itu? Memangnya apa yang ingin kau beritahu adalah rahasia negara? Cepat, beritahu saja aku."


Tanpa banyak kata dan tanpa persetujuan Jiang Yalan, Yin Zhen menyentuh dahi Jiang Yalan dan mengirimkan seutas ingatannya kepadanya.


Sesaat kemudian, kedua mata wanita itu terbuka lebar, tubuhnya gemetaran hebat. Pasalnya apa yang dia lihat adalah pemandangan dimana seluruh planet mengalami kehancuran bersamaan dengan munculnya lautan zombie dan makhluk mutan di dalamnya.


Jiang Yalan langsung menatap Yin Zhen seolah meminta penjelasan, "apa itu? B-bagaimana bisa kau membuatku melihat pemandangan itu? Apa maksudmu?"


"Dalam waktu enam hari dari sekarang, Bumi akan mengalami kiamat seperti yang kau lihat. Alasan mengapa aku memberitahumu ini karena aku ingin kau mengumpulkan semua orang yang ingin kau lindungi atau mereka bisa saja menjadi zombie atau terbunuh oleh binatang mutan," jawab Yin Zhen dengan tenang.


Apa yang baru saja dia perlihatkan kepada Jiang Yalan adalah fenomena dimana gerbang mana terbuka di sebuah planet yang sebelumnya dia singgahi. Ukuran serta iklim yang dimiliki planet itu cukup mirip dengan Bumi, sehingga memungkinkannya untuk membingungkan Jiang Yalan dengan pemandangan itu.


Wanita itu pasti mengira kalau planet yang dilihatnya itu adalah kondisi Bumi di masa depan.


Jiang Yalan kembali bertanya, "bagaimana kau tahu kalau Bumi akan mengalami kiamat?"


"Entahlah, tapi semalam aku mendapatkan penglihatan itu disaat aku sedang tertidur, saat aku bangun tadi, aku tiba-tiba melihat layar sistem yang menyebut dirinya sebagai Catatan Konstelasi. Semua orang di Bumi akan memilikinya setelah kiamat tiba, hanya saja karena kasus ku sedikit khusus, aku memilikinya terlebih dahulu daripada kebanyakan orang."


Yin Zhen berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi sesingkat mungkin. Meski dia sendiri tahu bahwa Jiang Yalan tidak akan percaya dengan mudah dengan apa yang dikatakannya. Tapi dia harus berusaha.


Sesuai dugaan, Jiang Yalan terdiam untuk beberapa saat, "sebentar... Ini... Ini terlalu mendadak. Meskipun aku percaya kiamat akan terjadi, tapi aku tidak mengira akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat."


"Ini pilihanmu untuk percaya atau tidak, tapi aku bisa bersumpah atas nyawaku sendiri kalau apa yang baru saja aku katakan benar adanya. Dalam waktu kurang dari tujuh hari, Bumi akan berevolusi menjadi planet yang jauh dari kata damai dan aman. Sebagian besar orang menyebutnya sebagai kiamat. Aku juga akan menjemput Mei Qi dan kedua orang tuanya, bagaimanapun mereka adalah keluarga Yin Mei."


"Melihat kau begitu serius, aku memilih untuk mempercayaimu. Tapi dimana kami tinggal nanti? Kami tidak memiliki rumah di sekitaran sini."


"Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Saat kiamat tiba, semua orang akan menggila dan berusaha untuk berlarian ke berbagai arah meninggalkan apa yang mereka punya. Bahkan Heaven Garden Hotel saja kemungkinan besar akan hancur karena invasi zombie dan makhluk mutan. Meski begitu, lebih baik kalian untuk menetap selama beberapa hari di Heaven Garden Hotel, saat kiamat tiba, mata uang Yuan tidak lagi berharga. Manusia pada umumnya akan lebih memilih semangkuk nasi daripada segepok uang kertas yang tak bisa mereka gunakan."


Jiang Yalan menganggukkan kepalanya mantap, "baiklah, aku paham. Aku akan berusaha meminta kedua orang tuaku serta semua kerabatku untuk pindah kesini. Kau pasti memiliki caramu sendiri bukan untuk memastikan keberlangsungan nyawa kami?"


Dia mungkin tidak masalah jika harus mati di tengah kiamat melanda, tapi dia tidak ingin semua orang yang dia sayangi tewas saat itu juga. Jika ada kemungkinan bisa menyelamatkan mereka, maka itu lebih baik.


"Kau tidak perlu khawatir. Aku bisa menjamin kehidupan kalian semua. Lagipula begitu kiamat tiba, kalian akan memiliki dua opsi mutlak, berjuang untuk kehidupan kalian sendiri dengan melawan zombie dan makhluk mutan sambil mencari makanan, atau mati kelaparan."