Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
39. Membuat Sumur



Jiang Yalan dan Hu Lian langsung saja menertibkan semua orang yang ada.


"Setiap keluarga akan mendapatkan kasur satu dan tikar serta seperangkat alat mandi. Berbaris lah dengan benar!" teriak Yin Zhen dan segera semua orang berbaris dengan tertib.


Gu Yan dan semua Evolusioner Jiwa yang hadir membagikan kasur dan tikar juga peralatan mandi untuk semua orang. Setelah dibagi dengan adil, ternyata terdapat 19 keluarga yang berkumpul dan semuanya mendapatkan kasur serta tikar seperti yang Yin Zhen arahkan.


Untungnya Yin Zhen mendapatkan 24 kasur dari reruntuhan pusat perbelanjaan. Dia juga membagikan kasur pada mereka yang baru saja datang.


Mata semua orang menelisik gerombolan orang yang didominasi oleh anak-anak serta perempuan yang datang bersama Yin Zhen.


Jiang Yalan mendekat dan bertanya kepada Yin Zhen, "siapa mereka?"


"Mereka akan menjadi orang-orang kita mulai sekarang. Beri mereka kasur untuk dua orang dan juga peralatan mandi."


Jawaban Yin Zhen sedikit mengejutkan Jiang Yalan, "kau membawa mereka semua di saat keadaan kita masih kesulitan? Aku mengatakan ini bukan karena aku tidak ingin menyelamatkan mereka, hanya saja keadaan kita masih sulit dan ada banyak hal yang harus diatur juga."


Jiang Yalan sedih melihat anak-anak serta para perempuan yang baru saja datang itu. Hanya dalam sekilas, dia bisa memperkirakan apa yang terjadi kepada mereka. Tapi dia bukanlah Dewa yang bisa menyelamatkan semua orang, dia ingin untuk sekarang fokus kepada orang-orang yang sudah menjadi bagian dari mereka.


"Yalan... Aku yang memutuskan apakah mereka ikut bersamaku atau tidak. Jika kau khawatir soal makanan atau hal lainnya, lebih baik kau singkirkan kekhawatiran mu itu dan berusahalah untuk naik level secepat mungkin."


Jawaban Yin Zhen yang lugas dan sedikit kasar sedikit mengejutkan Jiang Yalan. Tapi Jiang Yalan hanya diam dan berbalik melaksanakan apa yang Yin Zhen perintahkan.


Dia tidak suka dengan cara bicara sahabatnya itu, tapi bukan berarti dia harus bermusuhan dengannya. Jiang Yalan bergumam, "aku percaya dia memiliki alasan untuk semua ini..."


Setelah sekelompok orang yang baru saja datang itu bergabung dengan kelompok Yin Zhen, jumlah orang yang ada di bawah naungan Yin Zhen sudah di atas angka 100. Meskipun masih sedikit mengingat dia perlu begitu banyak orang, tapi itu tidak masalah.


Dia memerintahkan Long Hu dan Hu Lian untuk menyimpan semua barang yang tersisa ke dalam brangkas bawah tanah. Bahkan setelah dia membagikan banyak peralatan, masih ada banyak peralatan yang tersisa. Dia juga berniat menyimpan itu semua untuk di gunakan nanti, kecuali peralatan dapur karena untuk sekarang yang paling dibutuhkan adalah peralatan dapur.


Yin Zhen kembali ke rumahnya, dia melihat Yin Mei yang sedang duduk sambil memakan hidangan yang Mei Qi buat. Melihat kedatangan papanya, Yin Mei langsung turun dari kursinya dan memeluk erat Yin Zhen.


"Papa kemana saja? Mei'er merindukanmu..."


"Haha... Papa baru saja bekerja tadi. Badan papa terasa lengket, papa mandi dulu dan Mei'er dengarkan apa yang mama katakan, oke?"


Yin Mei melepaskan pelukannya dan menganggukkan kepalanya. Dia kembali duduk di meja makan memakan masakan mamanya.


Setelah beberapa saat, Yin Zhen kembali dengan penampilan yang lebih segar. Dia mengenakan setelah kaos hitam dengan celana panjang kain berwarna krem. Sosoknya yang tinggi membuatnya terlihat seperti seorang model internasional meskipun dia hanya mengenakan pakaian biasa. Ditambah dengan fitur wajahnya yang sempurna juga kulitnya yang bersih. Jika Bumi masih sama seperti sebelumnya, dia akan menjadi idola para wanita dan akan mendapatkan banyak tawaran dari berbagai agensi model.


Mei Qi yang sedang bermain dengan anaknya sejenak terpesona dengan ketampanan Yin Zhen. Dia tahu kalau pria yang menjaga anaknya itu penampilannya di atas rata-rata, tapi entah kenapa sekarang dia merasa kalau kadar ketampanan Yin Zhen menambah.


"Apa yang Mei'er mainkan bersama mama?" tanya Yin Zhen bergabung bersama Yin Mei dan Mei Qi.


"Mei'er sedang bermain boneka super bersama mama. Boneka mama adalah penjahat, dan boneka Mei'er adalah superhero. Papa ingin bermain bersama Mei'er dan mama?" tanya Mei'er.


Yin Zhen tersenyum, dia berkata, "tentu saja. Boneka papa akan berperan sebagai apa?"


Yin Mei tampak berpikir sejenak, "bagaimana kalau boneka mama dan papa menjadi boneka jahat? Boneka Mei'er bisa mengalahkan kalian!"


"Oke! Kalau begitu terima ini!"


***


Ketika malam tiba, semua orang gelisah karena pasokan air mulai berkurang. Mereka yang ingin mandi juga terpaksa harus menahannya karena tidak ada lagi air yang mengalir keluar dari keran.


"Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya pusat perairan baru saja berhenti beroperasi..."


"Aku ingat ada sungai yang cukup dekat dari sini, tapi aku khawatir ada banyak binatang mutan di dalamnya, ditambah dengan fakta bahwa bisa saja kita mati sebelum memasuki sungai."


"Kau benar, tapi pasokan air adalah yang paling penting."


"Kalian tidak perlu khawatir soal itu, aku akan langsung membuat sumur malam ini. Besok kalian bisa mendapatkan air bersih kembali."


Tiba-tiba Yin Zhen yang datang bersama Mei Qi dan Yin Mei di gendongannya berkata demikian. Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Yin Zhen dan ada sedikit rasa hormat di mata mereka.


Karena Yin Zhen lah, mereka bisa menikmati semua fasilitas yang ada dan hidup dengan nyaman. Mereka tahu, mungkin saja di luaran sana ada banyak orang yang tidak seberuntung mereka.


"Tuan Yin..." beberapa orang menyapa kedatangannya dengan hormat.


"Karena tuan Yin berkata demikian, maka kami tidak perlu lagi khawatir. Tapi kami merasa keberadaan kami di sini hanyalah beban, kami juga tidak bisa dengan berani berhadapan dengan binatang mutan yang bisa merenggut nyawa kami. Jika ada sesuatu yang tuan Yin butuhkan, tolong jangan sungkan untuk memerintahkan kami," ujar seorang pria paruh baya yang mungkin usianya setara dengan kedua orang tua Mei Qi.


Yin Zhen kemudian berkata, "sebenarnya ada banyak hal yang harus di lakukan, tapi karena keberadaan binatang mutan yang ada di mana-mana, pergerakan kita terbatas. Untuk sekarang, orang-orang yang pandai memasak adalah yang paling dibutuhkan karena pasokan makanan sangat diperlukan untuk semua orang. Mungkin setelah beberapa hari, kita akan mulai pindah ke tempat lain. Kita tidak bisa tinggal di sini selamanya. Aku hanya berharap kalian bisa tetap tertib dan mendengarkan perintahku."


Semua orang yang mendengarkan perkataan Yin Zhen, menganggukkan kepala mereka paham.


"Mei Qi, hari sudah malam. Pergi dan tidur bersama Mei'er. Ajak juga kedua orang tuamu untuk pergi tidur di dalam saja. Kita masih punya banyak kamar."


Yin Mei yang cukup mengantuk beralih dipangku oleh mamanya. "Baiklah, kalau begitu selamat malam..."


Yin Zhen hanya menganggukkan kepalanya.


Dia kemudian pergi ke dalam hutan untuk membuat sumur di sana. Yin Zhen tidak menggali tanah secara manual seperti yang dia lakukan ketika dia membuat brangkas bawah tanah, dia mengandalkan Pasukan Jiwa nya untuk menggali tanah dan membuat sumur.


100 Semut Perak muncul, hutan yang gelap karena kurangnya sinar bulan menjadi cukup terang saat Pasukan Jiwanya dia panggil. Lalu dia memerintahkan Pasukan Jiwanya untuk menggali tanah, dan tak butuh waktu lama sebuah sumur dengan kedalaman 30 meter serta diameter 4 meter terbuat.


Tak lupa dia juga membuat beberapa kamar mandi dengan menggunakan batang pohon mentah sebagai penghalang nya.


Begitu pagi matahari terbit, semuanya telah selesai dikerjakan. Delapan kamar mandi kecil yang hanya dibatasi oleh beberapa kayu mentah dan dua sumur sederhana. Dia juga menambahkan tali serta baskom untuk memudahkan orang-orang mengambil air. Tidak lupa dia juga membuat penghalang setinggi pinggang orang dewasa, pada dasarnya sumur yang dia buat hampir sama dengan sumur lainnya, hanya saja semua desainnya didominasi dengan kayu mentah, bukan tembok atau bata.


"Seharusnya ini semua cukup, tapi ini tak akan bertahan lama mengingat aku harus berpindah ke tempat lain untuk mencari orang-orang yang selamat."


____


Maaf untuk beberapa hari ini author gak update, kondisi author kurang memungkinkan untuk update, ada beberapa masalah juga di rumah yang buat mood nulis down. Insha Allah mulai sekarang bisa update sesuai jadwal lagi, biasa jam 8 malem jam 11 malem, 2 chapter perhari.


Well, jangan lupa like, komen, vote dan tambahkan ke list favorit kalian ya biar gak ketinggalan update bab selanjutnya. See you next time 😚