Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
41. Perkemahan Militer



Sesampainya di perkemahan, Yin Zhen menyerahkan mayat Ular Sisik Naga kepada mereka yang bertugas untuk menangani pasokan makanan.


"Su Weiran, pisahkan sisiknya dan bilang kepada Lu Zheming untuk membuat armor menggunakan sisik itu." Yin Zhen memerintahkan bawahannya untuk melakukan bagiannya dengan cermat.


Pria berbadan besar yang bernama Su Weiran itu menganggukkan kepalanya patuh. Baginya, atau lebih tepatnya bagi semua orang, Yin Zhen adalah sosok mahakuasa yang memberikan mereka kenikmatan dan kehidupan yang nyaman sampai sekarang.


Perlahan semua orang menyadari sulitnya bertahan hidup, itu karena mereka beberapa kali dihadapkan dengan situasi hidup dan mati di tengah lingkungan yang sama sekali jauh dari kata aman sebelumnya.


Selama seminggu ini, Yin Zhen dan semua Evolusioner Jiwa mencari orang-orang yang selamat di sekitaran perkemahan mereka. Baik itu orang-orang yang dibawa oleh kelompok Yin Zhen atau merekalah yang menghampiri perkemahan Yin Zhen, setidaknya untuk sekarang perkemahan Yin Zhen menampung 326 orang.


Yin Zhen yang tahu kalau kebutuhan pangan serta yang lainnya meningkat, mau tak mau harus bekerja keras. Dia memerintahkan para penebang untuk menebang pohon yang ada di sekitar rumahnya untuk membuat rumah perkemahan sederhana dan juga untuk memperluas wilayah perkemahan nya.


Tidak menutup kemungkinan perkemahan Yin Zhen akan semakin ramai dan kebutuhan pangan serta yang lainnya meningkat.


"Yin Zhen, aku dan Hu Lian baru saja menemukan adanya kejanggalan di daerah barat. Tepatnya di sisi barat Chengdu yang berbatasan dengan Beijing. Aku merasa di sana terlalu tenang, jadi aku dan Hu Lian memeriksanya. Setelah menyelidikinya, ternyata ada perkemahan lain yang skala tempat tinggalnya lebih besar daripada kami. Aku juga melihat orang-orang berseragam tentara menjaga dinding pertahanan mereka."


Jiang Yalan tiba-tiba datang dan melaporkan hal tersebut kepada Yin Zhen.


"Tentara? Bagian barat distrik itu seharusnya tempat perkemahan militer. Sepertinya ada tempat tinggal lain yang bisa menampung banyak orang di dalamnya, mengingat kalau tempat itu dulunya adalah perkemahan militer, maka seharusnya mereka menyimpan banyak senjata perang..." ujar Yin Zhen mengerutkan keningnya.


Setelah sesaat, dia kembali berkata, "aku, kau dan Hu Lian akan pergi ke sana sore ini. Kita harus melihat situasi seperti apa yang ada di dalam perkemahan."


Dia harus memeriksa seperti apa perkemahan orang lain. Terutama karena salah satu misinya untuk menembus belenggu Evolusioner Jiwa tingkat kedua dia harus membuat kerajaannya sendiri yang menampung banyak jiwa di dalamnya.


"Jika pemimpin mereka memperlakukan rakyatnya dengan baik, maka aku akan berbicara kepadanya dengan tenang, lagipula tak ada alasan bagi kita untuk memancing lebih banyak musuh. Tapi jika pemimpin mereka memperlakukan rakyat mereka sendiri dengan buruk, aku akan bertindak dengan gayaku sendiri. Mengingat dunia menjadi kacau, aturan-aturan serta norma yang ada sebelumnya sudah tak lagi berlaku dan orang-orang yang berkuasa bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan," ujar Yin Zhen memancarkan aura dingin di sekitarnya.


"Baik!" balas Jiang Yalan dan Hu Lian tegas.


Keduanya menyimpan kepercayaan kepada Yin Zhen. Jiang Yalan selaku teman masa kecil Yin Zhen telah melihat bagaimana pria itu berperilaku semasa hidupnya, adapun Hu Lian, alasannya sederhana, karena dia percaya pria yang menjadi bosnya tak akan melakukan hal-hal tercela semacam itu.


Di sisi lain, di perkemahan militer perbatasan Beijing dan Chengdu.


Shi Ying mengetuk jarinya berirama di atas meja. Dia memandang ketiga orang yang ada di depannya. Mereka adalah orang-orang penting yang melindungi perkemahan militer ini, sekaligus orang-orang terkuat yang selama ini berhasil membunuh banyak binatang mutan.


"Kakak, bagaimana saranku? Bukankah akan lebih baik jika kita memperluas wilayah kekuasaan kita dengan mengakuisisi wilayah lain? Bagaimanapun kita akan kehabisan makanan, dan kita tak bisa selamanya makan bubur, bukan?" ucap Long Ai selaku komandan yang menjaga wilayah barat dari serangan binatang mutan dan marabahaya lainnya.


Shi Ying yang menjabat sebagai pemimpin perkemahan diam tak langsung menjawab ucapan bawahannya. Meskipun perkataan Long Ai benar, tapi ada beberapa hal yang masih jadi pertimbangan.


"Jika ada perkemahan lain yang terlihat di tengah kekacauan ini, maka itu artinya mereka memiliki beberapa orang yang handal dalam pertarungan. Dan bisa saja level mereka jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kita. Meskipun dari pihak kami memiliki Evolusioner Jiwa berlevel tinggi, itu tidak menjamin keselamatan banyak orang..."


Shi Ying selaku pemimpin perkemahan tentu saja mengemban banyak tanggung jawab di pundaknya. Dia memiliki banyak kekhawatiran di dalam hatinya, posisinya yang begitu tinggi membuatnya menerima beberapa hak ekslusif, tapi di sisi lain, dia harus bekerja ratusan kali lebih keras dibandingkan orang lain.


Mendengar perkataan Shi Ying, Jian Buyao terkekeh kecil. Dia berkata, "aiyo... Kakak Shi, kau mungkin memiliki tanggung jawab yang begitu berat, tapi perkemahan kita tak bisa selamanya menampung banyak orang jika kita sendiri bahkan tak cukup memiliki pasokan makanan..."


Kedua mata Shi Ying melebar tak percaya menatap Jian Buyao, komandan yang menjaga wilayah timur perkemahan.


"Apa kau bilang kita harus mengorbankan orang lain, begitu? Meskipun dunia telah menjadi seperti ini, bukan berarti rasa kemanusiaan kita tiada, kan? Jika kau mengatakan omong kosong seperti itu lagi, jangan salahkan aku yang mengusirmu dari perkemahan."


Jian Buyao langsung diam.


Bukan tanpa alasan Shi Ying menjadi pemimpin perkemahan, kekuatannya yang paling kuat diantara ke empat komandan utama, jadi sudah sewajarnya kalau mereka semua akan takut kepada Shi Ying.


"Sudahlah, rapat ini aku akhiri di sini. Kita akan membicarakannya lagi nanti."


Shi Ying melirik seorang gadis kecil yang ada tepat di sampingnya, dia berkata, "Ning Meng, periksa wilayah yang ada di sisi timur. Kita harus memperhatikan pergerakan dari perkemahan orang lain, ada kemungkinan mereka menyadari keberadaan perkemahan kita."


"Baik, kakak Shi."


***


Yin Zhen, Jiang Yalan dan Hu Lian mengenakan jubah berwarna hijau tua yang menutupi hampir semua tubuh mereka. Pakaian mereka yang compang-camping dan berantakan akan membuat pihak lain yang ada di perkemahan militer percaya kalau ketiganya hanyalah sekelompok orang biasa yang mencari tempat perlindungan.


Ketiganya telah menempuh jarak puluhan kilometer jauhnya untuk menyelinap ke dalam perkemahan militer yang sekarang tepat ada di depan mata mereka.


"Sekarang aku paham mengapa ada banyak orang yang mencari perlindungan di dalam perkemahan ini. Lihat saja mereka, puluhan pasukan berseragam militer memegang masing-masing satu senjata api di tangan mereka. Bagaimanapun, satu-satunya senjata yang masih bisa diandalkan setelah Bumi kacau, hanya tembakan atau bom yang memicu ledakan besar. Selain itu, akan sulit untuk mengalahkan binatang mutan sekalipun itu level terendah."


Jiang Yalan memperhatikan gerbang utama perkemahan yang di lindungi oleh lima pasukan militer, sedangkan puluhan pasukan lainnya menjaga perbatasan dari dalam dinding pertahanan.


Hu Lian di sisi lain memperhatikan sekitarnya. Setidaknya ada 20 orang lebih yang datang bersama mereka. Tampaknya mereka langsung menuju ke sini begitu mereka tahu ada tempat yang aman untuk ditinggali.


Tiba-tiba saja suara teriakan datang dari gerbang utama.


"Mereka yang baru saja datang, silahkan untuk berbaris dengan tertib."


Yin Zhen dan dua rekannya langsung memasuki barisan yang terhubung dengan gerbang utama perkemahan. Yin Zhen melihat kalau setiap orang yang hendak memasuki perkemahan, harus memberikan sejumlah barang kepada para pasukan yang menjaga gerbang.


Tak lama kemudian, kini giliran Yin Zhen yang ditagih oleh mereka.


"Darimana kau berasal?" tanya tentara berperut lumayan buncit itu.


"Aku dari Chengdu," jawab Yin Zhen tenang.


Mendengar jawaban pria di depannya, dia mengelus dagunya menelisik Yin Zhen lebih dalam. 'Chengdu? Itu wilayah yang cukup jauh dari sini. Melihat dia sampai di sini dengan selamat, dia seharusnya punya sesuatu yang berharga yang membuatnya bertahan...' pikirnya dalam hati.


Kemudian tentara itu berkata, "100 gram beras, maka aku akan membiarkan mu masuk."