Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
50. Serangan Binatang Mutan (02)



Terjadi bentrokan besar jauh di kedalaman hutan, dari ketinggian langit bisa dilihat dua jenis pasukan yang saling bertarung dan membunuh. Tapi anehnya, pasukan binatang mutan berwarna perak sama sekali tidak berkurang jumlahnya, sebaliknya, jumlah mereka semakin bertambah.


Di tengah pertempuran sengit itu, sebuah truk melaju menerobos semak belukar, berusaha untuk menghindari bentrokan pertempuran. Sun Hao dengan sigap langsung mengerem begitu dia melihat gerombolan binatang mutan menyerbu ke arahnya.


Yin Zhen di sisi lain menenggak Air Suci lagi, dan kembali mengisi Mana Point nya menggunakan Qi Point miliknya.


[Host telah membangkitkan 238.360 Pasukan Jiwa.]


[Jumlah Pasukan Jiwa: 360.470]


[Host telah membunuh...]


[Host telah membunuh...]


[Host telah membunuh...]


Jumlah Pasukan Jiwa-nya terus bertambah seiring mengurangnya musuh. Dia merasa puas dengan kemajuan jumlah Pasukan Jiwa-nya, tidak butuh waktu lama sampai dia berhasil membangun jutaan Pasukan Jiwa, saat itu dia akan memiliki koloni pasukan yang tiada tara.


Tentu saja dia tidak hanya menggunakan Pasukan Jiwa untuk mengalahkan gerombolan binatang mutan. Dia menggunakan kekuatan sihir serta skill yang mampu memberikan kerusakan dalam jangka besar.


"Meteor Es!"


Yin Zhen mengangkat kedua tangannya, seketika awan di langit berubah menjadi gelap. Bongkahan es sebesar bukit meluncur dengan kecepatan luar biasa siap untuk menghantam bumi dalam waktu singkat.


"Rasakan ini!"


'BOOMM!'


Begitu skill Meteor Es nya mengenai permukaan Bumi, ledakan hebat terjadi dan langsung membunuh hampir sepertiga dari jumlah gerombolan binatang mutan yang terus berkerumun. Gelombang kejut mengirimkan hawa dingin yang mampu membuat siapa saja dalam jarak 50 meter dari ledakan akan langsung membeku.


Tidak berhenti di sana, Yin Zhen melesat ke depan dengan kecepatan kilat. Dia mengepalkan, energi sihir yang terkumpul di kepalan tangannya membuat kepalan tangannya bersinar merah.


"Pukulan Mengamuk!"


Dia memukul udara, namun kemudian ledakan hebat di iringi dengan debu yang bertebaran terjadi. Segala sesuatu yang ada di depan pukulannya menjadi debu tidak tersisa. Andai saja Sun Hao atau orang lain yang melihat ini, mereka pasti tidak akan percaya dengan apa yang mereka lihat.


[Host berhasil membunuh 1.322.500 binatang mutan...]


[Apakah Host berniat menjadikan mereka Pasukan Jiwa?]


[Ya/Tidak]


"Ya..."


[Dideteksi jumlah MP Host terlalu kurang, proses pembangkitan di batalkan...]


Kening Yin Zhen mengerut, "masa bodo dengan MP sialan!"


Dia langsung menenggak lebih banyak Air Suci, jumlahnya hampir lima kali lipat dari Air Suci yang sudah dia tenggak sejauh ini. Seketika seluruh tubuhnya dialiri Qi Spiritual dalam jumlah yang luar biasa, rasanya panas menyengat seolah dia direbus di dalam lava mendidih.


[!PERINGATAN!]


[!PERINGATAN!]


[!PERINGATAN!]


[Tubuh Host terlalu banyak menerima Qi Point. Stat HP akan berkurang -10 setiap detik]


Dia bisa merasakan organ dalamnya terbakar, tulang-tulangnya meleleh di dalam tubuhnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain berteriak menahan rasa sakit yang luar biasa itu.


"AKHHH!"


Aliran darahnya terlihat menonjol membentuk garis merah di seluruh tubuhnya, wajahnya pucat pasi dengan kedua mata memerah. Siapapun yang melihat kondisinya saat ini akan merasa khawatir sekaligus tidak tega melihat Yin Zhen yang tersiksa.


"Ini terlalu menyakitkan... Aku ceroboh menelan terlalu banyak Air Suci. Tapi... Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menjadi lebih kuat. Akhh!"


Bayangan gadis kecil yang selalu tersenyum muncul di benaknya, gadis kecil itu tidak lain adalah anaknya, Mei'er. Dialah alasan mengapa Yin Zhen mengambil resiko mematikan seperti ini. Dia harus cepat kuat agar bisa melindungi gadis kecilnya yang entah bagaimana keadaannya sekarang.


Sun Hao yang sedang menyetir mobil truknya merasakan rasa sakit yang berasal dari jiwanya. Dia bisa merasakan ikatan kontrak budak antara dia dan Yin Zhen semakin menipis, seolah bisa terputus kapan saja.


"Tidak... Apa yang terjadi dengan tuan Yin? Jika tuan mati, aku juga akan mati. Aku masih harus hidup lebih lama, aku tidak ingin mati sekarang! Apa yang harus aku lakukan?!"


Tanpa berpikir banyak, dia langsung mengerem dan membanting setirnya memutar arah. Dia tidak lagi melihat gerombolan binatang mutan, tapi dia tahu mereka tidak jauh ada di depannya saat ini.


Ketika dia sampai di mana Yin Zhen berada, dia melihat Yin Zhen terduduk dengan kepala menengadah ke atas langit. Teriaka Yin Zhen yang menggelegar seolah memberitahukan alam tentang berapa menderitanya Yin Zhen sekarang.


"Ini... Apa yang sebenarnya terjadi di sini..." Dia melihat kawah besar serta puluhan ribu binatang mutan yang membeku di depannya.


Penglihatan Yin Zhen menggelap meski kedua matanya masih terbuka. Seluruh tubuhnya terasa menyakitkan meski hanya untuk menggerakkan jarinya, dia tidak bisa.


[!PERINGATAN!]


[Host memiliki 60 HP tersisa]


[Host memiliki 50 HP tersisa]


[Host memiliki 40 HP tersisa]


[Host memiliki 30 HP tersisa]


[Host memiliki 20 HP tersisa]


[Host memiliki 10 HP tersisa]


[Host tidak lagi memiliki...]


Di waktu yang sama, suara sistem lain terdengar.


[Host mendapatkan 10.370.000 Qi Point.]


[Selamat! Host adalah makhluk Evolusi pertama yang mampu menerima tekanan Qi Spiritual dalam jumlah besar.]


[Catatan Jiwa dapat mengabulkan satu permintaan Host sebagai hadiah.]


Yin Zhen langsung mengubah 10 juta Qi Point menjadi MP sedangkan untuk sisanya dia mengalokasikannya untuk keempat stat lainnya. Strength, Agility, Attack, serta Health juga memerlukan peningkatan.


Urat tubuhnya yang menonjol kini tidak lagi terlihat, indera penglihatannya juga kembali menjadi normal. Luka dalamnya sembuh seketika, seolah dia telah mendapatkan nyawa kedua.


Tiba-tiba saja seluruh tubuhnya dibanjiri sinar putih menyilaukan, semua binatang mutan yang hendak menyerbu ke arahnya berhenti dengan sendirinya, seolah naluri mereka sendiri yang memandu mereka untuk berhenti.


'Wooshh!'


Hembusan angin tercipta dengan Yin Zhen sebagai pusatnya. Rambutnya yang berwarna hitam pendek kini berubah menjadi seputih salju. Bayangan seorang pria bertangan delapan muncul di belakang punggungnya, bayangan itu memegang delapan jenis senjata Dewa.


"Ini pertama kalinya bagiku mencoba skill tingkat Unik ini. Konsumsi Mana untuk skill ini benar-benar luar biasa, dalam sekejap aku menghabiskan 5.000 MP ku. Tapi aku tidak perlu khawatir, karena aku memiliki lebih banyak MP!"


Yin Zhen terkekeh pelan, dia mengangkat kedua tangannya, bayangan pria dengan delapan tangan itu menghunuskan tombak serta melemparkan cakramnya ke arah gerombolan binatang mutan. Pusaran energi sihir tercipta yang membuat binatang mutan yang menghalangi lajunya kedua senjata Dewa itu tercabik-cabik.


"Amukan Dewa!"


Dibarengi dengan teriakan Yin Zhen, langit di atasnya bergemuruh hebat. Puluhan benang petir menyambar Bumi dengan ganas, membakar semua yang terkena olehnya, tidak terkecuali segerombolan binatang mutan.


Gumpalan awan semakin menebal menbentuk pusaran menakutkan, tidak lama kemudian suara raungan terdengar dari dalam pusaran awan.


Sun Hao yang hendak berjalan keluar dari mobil truknya, berhenti ketika melihat Yin Zhen kembali sadar. Tapi apa yang dia saksikan berikutnya membuatnya kehabisan kata-kata. Saat ini di kedua matanya, Yin Zhen terlihat seperti sosok Dewa Agung yang selalu diceritakan oleh neneknya.


Luar biasa!


"Apakah itu... Phoenix?! Astaga, itu adalah burung Phoenix!" teriak Sun Hao girang. Tingkahnya sedikit aneh mengingat situasinya yang menegangkan sekarang.


Tepat di atas kepalanya, atau di atas langit hutan Chengdu, seekor Phoenix yang dibaluri nyala api mengeluarkan raungan amarah. Sepasang sayapnya yang indah mengepak menerbangkan segala objek yang ada di bawah sayapnya.


Ukuran Phoenix yang berada di kisaran 100 meter membuatnya tampak seperti burung raksasa yang hendak menghancurkan Bumi. Phoenix itu kembali meraung, di saat yang sama ratusan batu api berjatuhan dari langit menghantam Bumi sekaligus membantai gerombolab binatang mutan.


Yin Zhen mendongak menatap Phoenik atau lebih tepatnya aura Phoenix dalam diam. Mustahil untuk Bumi menerima wujud asli Phoenix, mengingat ukuran Phoenix dapat menutupi ke seluruh matahari hanya dengan kedua sayapnya. Dia menggunakan salah satu skill Unik miliknya untuk menarik aura Phoenix dari matahari langsung, meski itu hanya auranya, sudah cukup baginya untuk membunuh jutaan binatang mutan dalam sekali serang.


Hanya saja dia menghabiskan lebih dari 100.000 MP untuk mengaktifkan skillnya, mengartikan betapa sulitnya dia menggunakan skill ini.


Raungan binatang mutan saling bersahutan, hutan yang ada di depan matanya berubah menjadi lautan api dalam waktu kurang dari lima menit. Dia melihat para binatang mutan berteriak kesakitan, lalu mati dibakar menjadi abu.


[Host telah membunuh 21.861.270 binatang mutan...]


[Statistik permanen Host telah mencapai titik maksimal. Statistik yang didapatkan akan disimpan terlebih dahulu.]


[Catatan Konstelasi menyarankan Host untuk membangun lebih banyak Pasukan Jiwa.]


Yin Zhen menenggak lebih banyak Air Suci. Mungkin karena batasan tubuhnya berhasil dia hancurkan, dia bisa menenggak Air Suci lebih banyak daripada biasanya. Bahkan kali ini dia langsung meminumnya beberapa gelas jika diukur.


[Host mendapatkan 100.289.000 Qi Point.]


Kemudian tatapan Yin Zhen menajam, dia berguman, "Bangkitlah..."