Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
38. Seorang Budak



"Kau pembunuh!" teriak salah satu bawahan setia Gang Wen yang memilih untuk tidak berlari menjauh dari Yin Zhen.


Pemandangan dimana Gang Wen dicabik-cabik oleh Serigala Bulan di depannya dengan ganas memang membuatnya memandang Yin Zhen seolah pria itu adalah monster. Serigala Bulan itu membunuh bos nya karena perintah dari pria itu, tapi bagaimana bisa? Bukankah binatang mutan dan manusia saling bermusuhan?


Yin Zhen berjalan menaiki eskalator rusak di sebelah barat, setiap langkahnya membawa beban yang amat berat kepada pria itu. Tanpa sadar, bawahan setia Gang Wen mundur beberapa langkah begitu Yin Zhen berdiri tepat berada di hadapannya.


"Aku rasa identitas tak terlalu penting setelah dunia menjadi seperti ini. Bukankah bos mu tadi ingin membunuhku juga? Kalau begitu kami memiliki profesi yang sama, tapi karena bos mu itu terbunuh, itu artinya dia tidak berguna. Sungguh memalukan kau mengakui pria pengecut seperti itu sebagai bos mu..."


Yin Zhen menggelengkan kepalanya sambil berdecak pelan. Sungguh ironis sebenarnya dia harus membunuh sesamanya, tapi prinsipnya tak bisa dia ubah begitu saja. Siapa saja yang ingin bermusuhan dengannya, akan mati saat itu juga. Tidak peduli apakah mereka manusia atau bukan.


Yin Zhen kembali berkata, "kau hanya memiliki dua opsi. Pertama, mati seperti bos mu itu atau menjadi budak ku selama setahun penuh. Kau bebas mau memilih yang mana, tapi jika kau berusaha untuk kabur, kematianmu akan sama seperti yang bos mu itu alami."


Kedua mata gelap Yin Zhen memandang pria di depannya dengan intens. Pria itu merasakan tekanan yang teramat berat yang seolah berusaha untuk membuatnya berlutut, begitu dia melihat tampilan mendominasi pria di depannya, saat itu dia tahu kalau dia telah menyinggung seseorang yang tidak seharusnya dia singgung.


"A-aku memilih opsi terakhir... Aku bersedia menjadi budak mu..." akhirnya dia hanya bisa menyerahkan dirinya sebagai seorang budak, tapi setidaknya itu lebih baik daripada mengalami kematian mengerikan seperti yang Gang Wen alami barusan.


Yin Zhen langsung menempatkan jari telunjuknya tepat di kening Sun Hao, sebuah lingkaran berwarna merah darah tiba-tiba terlihat di keningnya begitu saja. Entah mengapa, tapi Sun Hao tiba-tiba merasakan sesuatu mengusik jiwanya. Dia tidak tahu kalau Yin Zhen telah memasang segel untuknya.


Pemasangan segel ini tidak menggunakan Mana, melainkan Qi Spiritual. Dia memasang segel kepada Sun Hao dengan mengikat jiwanya, jika dia ingin Sun Hao mati, dia hanya perlu memikirkannya dan Sun Hao akan langsung mati seketika.


Segel Jiwa adalah jenis segel yang sangat ditakuti di Dunia Kultivasi, karena itu artinya sang budak tak memiliki hak atas tubuhnya sendiri selain tuannya. Jika Yin Zhen tak mengizinkan Sun Hao untuk berbicara, Sun Hao tak akan bisa berbicara selamanya.


Setelah selesai memasang Segel Jiwa, Yin Zhen berkata, "sekarang kau adalah budak ku. Aku akan membatasi setiap pergerakanmu, tapi kau tidak perlu khawatir soal makanan. Hanya saja jika kau berniat untuk mengkhianatiku, lupakan kau mati dengan mayat utuh, kau akan langsung ku lenyap kan dari dunia ini."


Mungkin karena Sun Hao bisa merasakan ikatan jiwa antara dirinya dan Yin Zhen, dia tak lagi terlalu takut begitu berhadapan dengannya. Dia dengan tegas menganggukkan kepalanya dan menjawab, "saya akan selalu mengikuti perintah tuan!"


Dia menjentikkan jarinya pelan dan Pasukan Jiwa yang dia panggil untuk membunuh Gang Wen kemudian menghilang tanpa jejak. Sun Hao yang melihat itu terkejut, tapi dia tak banyak bertanya dan hanya diam.


"Sekarang, tugasmu mencari kendaraan di luar yang bisa di kendarai. Lebih besar ukurannya lebih bagus."


Mendengar perintah pertamanya dari Yin Zhen, Sun Hao tak langsung bergerak. "Tapi tuan... Diluar ada banyak sekali binatang mutan, dan saya hanya ada di level 6 sekarang."


Yin Zhen yang mendengar itu mengangkat kedua alisnya sedikit, "lalu kenapa? Itu bukan urusanku. Pergi sekarang."


Sun Hao yang merasa jiwanya diperas begitu dia berniat melawan perkataan Yin Zhen, akhirnya hanya bisa mengikuti perintahnya karena enggan untuk mati. Dia pikir lebih baik mati ketika dia berjuang daripada mati karena kebodohannya.


Yin Zhen yang melihat itu menggelengkan kepalanya pelan, dia memanggil dia Serigala Bulan untuk mengikuti pergerakkan Sun Hao dari belakang. Meskipun Sun Hao adalah budaknya, dia tetap tak bisa mengabaikan nyawanya begitu saja.


Dia juga tidak memperdulikan mereka yang bersembunyi darinya, biarkan saja mereka untuk tetap tinggal di sini, jika mereka mampu, mereka akan bertahan hidup, jika mereka tidak mampu, maka satu-satunya jawaban adalah mereka akan mati di makan binatang mutan.


Dia dari lantai ke lantai, dia menemukan ada banyak sekali makanan di lantai keempat, sepertinya lantai itu dulunya digunakan sebagai bagian bahan makanan ketik gedung pusat perbelanjaan belum runtuh.


Dia membersihkan semua pasokan makanan itu sendirian dan mengumpulkannya di satu tempat. Dia naik lagi ke lantai paling atas, barang-barang di lantai lima di dominasi dengan berbagai jenis pakaian. Meskipun bukan pakaian branded, tapi mereka semua masih terlihat sangat bagus.


Setelah beberapa saat, seluruh gedung bagian barat dibersihkan olehnya seorang diri. Alat dapur, bahan makanan, makanan pokok, kasur, tikar, alat mandi, boneka, cemilan serta semua barangnya di bawa olehnya, tak terkecuali. Dia juga menemukan dua rak susu kotak di lantai kedua, serta dua rak susu bubuk juga.


Tidak lama kemudian Sun Hao datang membawa mobil fuso yang ukurannya cukup untuk menampung empat mobil biasa di dalamnya. Melihat itu, Yin Zhen menganggukkan kepalanya puas.


Mengetahui Sun Hao selamat, dia menonaktifkan Pasukan Jiwanya.


"Bos! Saya menemukan mobil ini di sebelah timur. Seharusnya ini cukup untuk membawa semua barang itu."


Sun Hao kemudian melihat ke arah dimana tumpukkan barang berada, dia takjub melihat Yin Zhen berhasil mengumpulkan semuanya sendirian.


Yin Zhen memindahkan semua barang berang ke dalam mobil fuso itu dan menatanya dengan rapi, dia menggunakan kekuatan Mana nya untuk merapikan semua itu sehingga dia tidak menghabiskan banyak waktu.


Tapi sepertinya mobil fuso itu tidak bisa mengangkut semuanya, dilihat dari betapa padatnya barang-barang yang sudah dia tata. Melihat ini, Yin Zhen terdiam.


"Aku bisa saja mengangkut semua itu dengan Pasukan Jiwa yang aku miliki, tapi itu akan sangat menarik perhatian. Yah, itu tidak masalah mengingat aku memang harus membangun kerajaan ku sendiri dengan jumlah penduduk 1 juta orang. Aku harus mengumpulkan banyak orang cepat atau lambat. Tidak rugi juga untuk memanfaatkan orang-orang itu melakukan beberapa pekerjaan..."


Akhirnya setelah beberapa saat, dia memutuskan untuk menggunakan Pasukan Jiwa miliknya untuk mengangkat semua barang yang dia miliki dan membawanya ke tempat tinggalnya.


Dia kemudian berkata dengan suara rendah, "Bangkit..."


Dalam hitungan detik, ribuan Semut Perak yang tercipta dari gumpalan cahaya muncul di depannya. Dengan pikirannya dia memerintahkan semua Semut Perak itu untuk mengangkut barang-barang yang sudah dia kumpulkan.


Melihat ada begitu banyak Semut Perak, tanpa sadar kedua lutut Sun Hao langsung lemas. Dia tidak pernah melihat gerombolan binatang mutan dalam jumlah yang sangat besar.


"B-bos... Apa mereka tak akan menggigit ku?"


Yin Zhen dengan santai menjawab, "aku bisa membuatmu merasakan gigitan mereka jika kau mau."


"Tidak! Tidak! Saya masih harus melayani bos selama satu tahun, bagaimana bisa saya mati?"


"Sudahlah, cepat kemudikan mobil ini. Hari sudah mulai gelap."


***


Selama di perjalanan menuju rumahnya, Yin Zhen bertemu dengan beberapa kelompok orang yang berniat mengambil barang-barangnya, tapi mereka langsung ketakutan begitu koloni semut mengikuti mobil itu dari belakang. Mereka pikir koloni semut itu mengejar mobil fuso, tapi anehnya kenapa masing-masing semut membawa barang di atas kepala mereka?


Ada juga beberapa orang yang meminta bantuannya, seperti seorang anak kecil yang kehilangan kedua orang tuanya ataupun seorang istri yang kehilangan suaminya. Mereka meminta bantuan Yin Zhen untuk menampung mereka.


Tentunya Yin Zhen tak menolak kedatangan mereka, lebih banyak orang tentunya akan lebih baik untuk kedepannya.


Selama diperjalanan juga dia menemukan beberapa binatang mutan maupun tanaman mutan yang mengejar mereka, tapi Yin Zhen dengan mudah memerintahkan koloni semut-nya untuk menghabisi mereka.


Pada dasarnya perjalanan ini berjalan cukup lancar, kecuali medan perjalanan yang cukup ekstrim.


Setelah berkendara kurang lebih satu jam, akhirnya Yin Zhen dan Sun Hao serta semua koloni semut yang ada di bawah komando Yin Zhen berhenti tepat di depan rumah Yin Zhen.


Sun Hao melihat pemandangan yang damai di depannya, dimana semua orang beraktivitas seolah tidak mengkhawatirkan apapun.


Sun Hao tanpa sadar memandang Yin Zhen dan bertanya, "bos... Apa semua orang ini adalah bawahan bos?"


Yin Zhen dengan santai menjawab, "bawahan? Bukan, mereka hanya orang-orang yang ingin bertahan hidup dan aku memberikan kesempatan itu kepada mereka."


Mendengar itu, Sun Hao diam-diam bersyukur kalau dia telah lepas dari genggaman Gang Wen. Selama dia berada di bawah naungan Gang Wen, Gang Wen tak pernah memberikan sedikitpun kelonggaran kepadanya dan itu membuatnya kesal. Tapi dia hanya bisa bertahan mengingat bertahan hidup lebih penting daripada apapun.


Sementara itu orang-orang yang tengah beraktivitas di halaman depan rumah Yin Zhen melihat sebuah mobil besar yang datang tiba-tiba.


Jiang Yalan serta Evolusioner Jiwa lainnya langsung berwaspada.


Bian Lu hendak mendekati mobil untuk melihat siapa pengemudinya, tapi begitu Yin Zhen keluar dari mobil, Bian Lu dan semua orang menghela napas lega.


"Tuan Yin! Saya tidak mengira anda akan berpergian begitu lama, untungnya selama anda tidak ada, kami tidak mendapatkan serangan mendadak seperti sebelumnya. Kalau tidak, itu akan sangat berbahaya..." ujar Bian Lu senang ketika melihat Yin Zhen kembali.


Yin Zhen hanya tersenyum, dia balas berkata, "kalian sendiri tidak buruk, jangan pernah meremehkan kemampuan kalian sendiri. Ngomong-ngomong, aku membawa banyak barang dari reruntuhan pusat perbelanjaan di wilayah lain."


Jiang Yalan serta Evolusioner Jiwa lainnya juga berjalan mendekat kecuali Mei Qi yang sedang memasak untuk gadis kecilnya. Mereka yang hendak melihat lebih dekat ke dalam mobil, dikejutkan dengan koloni semut yang berjejer di belakang mobil.


"Semuanya bersiap!" teriak Long Hi tiba-tiba.


Yin Zhen yang melihat itu langsung menonaktifkan skill Pasukan Jiwanya, dan dalam sekejap ribuan Semut Perak itu menghilang entah kemana. Long Hu dan yang lainnya yang sudah bersiap, kembali dikejutkan dengan hilangnya koloni semut tadi.


Hanya Jiang Yalan yang tetap tenang tapi masih ada getaran kejutan di kedua matanya. Dia menatap Yin Zhen dalam diam seolah dia memiliki terlalu banyak kekhawatiran di dalam hatinya.


Yin Zhen kembali berkata, "aku akan membagikan semua ini dengan adil." Dia menatap Jiang Yalan dan Hu Lian, "kalian berdua, tolong tertibkan semua orang di sini."


____


Jangan lupa berikan like, komen, vote dan tambahkan sebagai favorit ya biar gak ketinggalan updatenya. See you next time\=D