Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
17. Gerbang Mana



Yin Zhen masih ingat dengan jelas apa itu Konstelasi Jiwa, sebuah sistem yang lahir di Dunia Sihir dengan mencatat kekuatan seseorang. Setiap poin yang ditampilkan mewakili kekuatan yang dimiliki seseorang, semua orang di Dunia Sihir saling membandingkan catatan poin mereka dengan orang lain sebagai perbandingan siapa yang lebih kuat.


Setidaknya beberapa miliyar tahun yang lalu adalah kunjungan terakhirnya ke Dunia Sihir untuk mengalahkan Dewa Bintang, keberadaan tertinggi di Dunia Sihir yang akhirnya dia kalahkan juga.


"Aku tidak mengira ternyata Bumi termasuk ke dalam Dunia Sihir juga. Jika begini adanya, sekarang aku mengerti mengapa sama sekali tidak ada energi Qi di Bumi, karena hanya setelah Dewa Bintang membuka gerbang mana, maka Bumi secara alami akan berevolusi dengan sendirinya. Itu tandanya selama ini Bumi tidak dibanjiri mana sama sekali, yang menjadikan Bumi sebagai planet yang aman. Tapi sepertinya masa-masa damai itu akan segera berakhir, bagaimanapun kekacauan yang akan diartikan sebagai kiamat oleh banyak orang akan segera melanda Bumi bersamaan dengan gerbang mana yang terbuka."


Statistik yang ditampilkan oleh Layar Jiwa menandakan kalau dia berada di level 50, yang berarti dia telah menjadi keberadaan puncak Makhluk Jiwa tingkat pertama. Dia juga melihat 'Notifikasi Error' yang Layar Jiwa tampilkan, itu bisa dimengerti mengingat apa yang ada di dalam tubuhnya bukanlah Mana, melainkan Qi.


Meskipun Mana dan Qi sama-sama kekuatan Sihir, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Mana hanya dapat meningkatkan kekuatan Sihir penggunanya, sedangkan Qi bisa digunakan untuk meningkatkan segala macam aspek di dalam tubuh penggunanya. Maka dari itu Dewa Bintang menciptakan sistem yang bernama Konstelasi Jiwa untuk digunakan oleh setiap penghuni Dunia Sihir, dimana mereka bisa menyimpan energi Mana untuk memperkuat tubuh mereka.


Mana membutuhkan bimbingan Konstelasi Jiwa untuk memperkuat tubuh penggunanya, sangat berbeda dengan energi Qi yang hanya perlu dorongan sederhana.


"Meskipun cukup mengejutkan Bumi termasuk ke dalam Dunia Sihir, tapi ini juga berarti akan ada banyak korban jiwa yang berjatuhan setelah gerbang Mana terbuka. Alat-alat modern seperti ponsel tidak akan lagi berguna karena gelombang Mana yang kuat akan melanda Bumi dan menjadikan semua binatang buas berevolusi menjadi binatang mutan, tumbuhan juga tidak terkecuali. Tapi sayangnya manusia berbeda dengan binatang buas dan tumbuhan yang secara alami tinggal di alam liar, kemungkinan manusia bisa menerima gelombang Mana cukup kecil, mereka yang tetap waras setelah gerbang Mana terbuka maka cukup beruntung. Karena umumnya setelah gerbang Mana terbuka, otak manusia tidak bisa memproses energi eksternal sehingga menjadikannya zombie tanpa rasa sakit."


Dia telah melihat ratusan galaksi yang membuka gerbang Mana, dari sekian banyak manusia yang tinggal di setiap planet itu, hanya seper seribu dari mereka yang mampu menahan Mana yang secara perlahan memasuki tubuh mereka. Sedangkan sisanya menjadi lautan Zombie yang tersebar di berbagai wilayah.


Yin Zhen menghela napasnya perlahan, "pak tua sialan itu, dia mungkin tidak akan mengira orang yang telah mengalahkannya akan menjadi salah satu dari rakyatnya suatu hari nanti."


Perkataan itu jelas dimaksudkan kepada Dewa Bintang yang dia kalahkan beberapa miliyar tahun yang lalu. Tak ada permusuhan diantara keduanya, mereka bertarung karena murni hanya ingin mengetahui sejauh mana kekuatan mereka satu sama lain.


"Hanya ada waktu seminggu sebelum gerbang Mana terbuka, aku harus mengumpulkan semua orang yang aku kenal sebelum itu terjadi, atau konsekuensinya akan sangat mengerikan."


Yin Zhen yakin hanya dalam waktu satu minggu, dia bisa mengumpulkan semua orang yang dia kenal. Mei Qi, Jiang Yalan, keluarga Jiang, dan beberapa orang lainnya.


Dia sendiri tahu dengan sangat yakin, ketika gerbang Mana menyentuh Bumi, semua kedamaian akan langsung lenyap dan yang tersisa hanyalah neraka binatang buas dan lautan zombie serta rentetan tumbuhan mutan. Bagi manusia biasa, hidup di tengah kiamat seperti itu lebih mengerikan daripada mati, karena mereka akan sulit mencari makanan bersih dan air bersih.


Sementara itu di luar Heaven Garden Hotel, Amber dan dua orang lainnya yang terbang melayang di atas langit memperhatikan seorang pria yang masih duduk dengan tenang bahkan setelah menerima Konstelasi Jiwa.


Raut wajah Amber yang biasanya tenang sedikit mengerut, "apakah dia tahu tentang Konstelasi Jiwa sebelumnya? Bagaimana bisa manusia biasa tetap tenang setelah menerima Konstelasi Jiwa? Ditambah dengan fakta bahwa dia adalah manusia pertama yang tahu akan ada terjadi kekacauan yang menimpa Bumi dalam waktu seminggu."


"Tuan, apakah anda tidak memperhatikan aura yang ada di sekitar tubuhnya? Saya merasakan ketebalan Mana di sekelilingnya meskipun gerbang Mana belum terbuka. Bagaimana ini mungkin? Apakah dia berasal dari galaksi lain yang sudah berevolusi?" tanya Nangong Lingxue kepada Amber.


Amber menggelengkan kepalanya tidak tahu, "entahlah, aku juga tidak tahu siapa dia. Tapi dia memang orang yang berasal dari Bumi, jika bukan, formasi batasan akan menolak keberadaannya. Lebih baik bagi kita untuk mengamatinya dari kejauhan untuk sekarang."


Wanita bertubuh kecil itu telah melihat banyak fenomena di mana banyak galaksi terkejut dengan kehadiran Konstelasi Jiwa, bahkan baginya sendiri yang sekarang menjadi Makhluk Jiwa tingkat keenam, pernah terkejut saat menerima Konstelasi Jiwa.


Dia tidak pernah melihat manusia biasa yang tetap tenang bahkan setelah menerima Konstelasi Jiwa. Baginya, ini adalah sebuah kejanggalan yang harus dia selidiki lebih jauh.


"Jika orang itu akan menjadi monster baru, maka Faksi Taurus harus segera mendapatkannya."


Sosoknya langsung menghilang bersamaan dengan dua orang lainnya.


***


Kini Yin Zhen tidak lagi melakukan kultivasi seperti tadi, dia berdiri di balkon hotel, menatap langit malam yang indah seperti biasanya.


"Sayang sekali keindahan ini tidak akan bertahan lama sampai gerbang Mana terbuka. Hah... Aku harus langsung menghubungi Mei Qi dan Jiang Yalan besok, mungkin mereka tak akan percaya dengan apa yang aku katakan, tapi ini demi keselamatan mereka semua."


Menarik Mei Qi dan begitu banyak orang untuk tinggal bersamanya bukan tugas yang mudah, bagaimanapun mereka memiliki urusan mereka masing-masing yang harus mereka urus. Terlebih bagi Mei Qi yang pastinya akan sedikit tidak nyaman saat tinggal bersama Yin Zhen nanti.


Tapi terbukanya gerbang Mana tidak bisa diremehkan sama sekali, sedetik setelah gerbang Mana terbuka, ratusan atau bahkan jutaan manusia akan langsung berubah menjadi zombie, beberapa menit kemudian, lautan zombie yang berjumlah puluhan juta akan tersebar di berbagai belahan dunia.


Jangankan mencari makanan, bahkan untuk mencari perlindungan saja sangat sulit di tengah lautan zombie dan makhluk mutan lainnya.


"Karena kekacauan akan segera tiba, aku harus membeli banyak peralatan makan dan bahan makanan untuk nanti. Tidak menutup kemungkinan aku sendiri akan menjadi pilar di Bumi ini, karena hanya aku sendiri yang membangkitkan Konstelasi Jiwa sebelum orang lain. Yang artinya jutaan nyawa manusia bergantung padaku. Sebenarnya aku tidak terlalu memperdulikan mereka, tapi demi menciptakan dunia yang aman untuk Yin Mei, aku harus melakukannya..."


Usia gadis kecilnya terlampau muda untuk menerima Mana, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Kekuatannya sekarang jauh dari cukup untuk berhadapan dengan Dewa Bintang, jadi dia sendiri akan membuat lingkungan yang aman untuk anaknya bermain nanti.


"Hanya tersisa seminggu sampai gerbang Mana terbuka, dan saat itu tiba, seharusnya Hu Lian telah selesai membangun rumah kami."


Hu Lian adalah pemuda yang beberapa hari ini bekerja keras demi membangun rumah untuk Yin Zhen dan Yin Mei.


[Nama: Yin Zhen]


[Level : 50 (0/12.000)]


[Gelar: - ]


[Pekerjaan: - ]


[Statistik: (AGI:1.634) (STR:1.737) (ATK: 1.454) (MP:2.437) (HP:1.550)]


[Keterampilan: - ]


[Skill Point: 0]


[Catatan: Kekacauan (166h 17m 27s)]


[Qi Point: 3.000]


_________


[Keterampilan yang Host ketahui terlalu banyak, perlu beberapa waktu untuk memindai nya dan menjadikannya gulungan keterampilan]


[Host mendapatkan gulungan spesial!]


[Apakah Host ingin membukanya? (Ya/Tidak) ]


"Ya."


[Gulungan spesial dibuka!]


[Host mendapatkan 10 Skill Point!]


[Skill Point: Dapat digunakan untuk mengupgrade level skill. Semakin tinggi level skill, semakin banyak juga penggunaan Skill Point. Host bisa mendapatkan Skill Point dengan merebut Jiwa Makhluk lain.]


"Ini semua seperti game. Benar-benar mirip dengan game yang pernah aku mainkan dulu, tapi bedanya jika aku mati, aku akan langsung pergi ke Alam Baka, bukan dihidupkan kembali..."


_________


[Nama: Yin Zhen]


[Level : 50 (0/12.000)]


[Gelar: - ]


[Pekerjaan: - ]


[Statistik: (AGI:1.634) (STR:1.737) (ATK: 1.454) (MP:2.437) (HP:1.550)]


[Keterampilan: - ]


[Skill Point: 10]


[Catatan: Kekacauan (166h 15m 14s)]


[Qi Point: 3.000]


***


Note: Semua karakter atau semua orang di Bumi akan punya Catatan Konstelasinya (sistem) sendiri setelah gerbang Mana (kiamat) terbuka. Jadi buat kalian yang anti sistem story, ini novel gak ngutamain sistem, tapi latar belakang kiamat sama perjalanan Yin Zhen ngelindungi dan ngebahagiain Yin Mei. Alasan Yin Zhen lebih dulu punya Catatan Konstelasi daripada yang lain, itu karena Amber yang sengaja naruh hartanya di Bumi buat cari siapa yang punya kekuatan Mana di dalam tubuhnya, dan kebetulan si Yin Zhen punya.