
Begitu malam tiba, Yin Zhen mengajak Mei Qi dan gadis kecilnya makan malam diluar. Yin Mei tentu saja senang mengetahui bahwa mereka akan makan malam diluar, karena itu adalah makan malam pertama yang mereka lakukan bersama.
Yin Hua juga tak terkecuali, dia ikut bersama Yin Zhen karena tidak ada siapapun di dalam hotel nanti. Meskipun mungkin dia akan diperlakukan layaknya obat nyamuk, itu lebih baik daripada mati kebosanan di dalam hotel.
Mereka berempat berhenti di salah satu restoran terkenal di Chengdu, Feather Phoenix Restaurant. Restoran itu menjadi terkenal setelah kedatangan artis papan atas dan memuji makanan di sana sebagai hidangan terenak yang pernah dia makan.
Meski awalnya Feather Phoenix Restaurant hanya menyediakan beberapa menu saja, begitu restoran itu terkenal, secara alami pemiliknya juga mau tidak mau harus menambahkan beberapa menu lagi di list menu yang akan dilihat oleh banyak pelanggan. Dia juga pastinya memperkerjakan beberapa koki handal agar hidangan yang disajikan sempurna.
Kondisi keuangan Mei Qi mungkin lebih baik daripada sebelumnya, tapi begitu dia melihat interior Feather Phoenix Restaurant, dia merasa bahkan jika dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk bekerja dah mencari uang, dia tidak akan bisa menginjakkan kedua kakinya disini.
"Woah! Papa, lihat! Itu patung burung! Cantik sekali!" ujar Yin Mei kegirangan begitu dia melihat pahatan baru berbentuk burung Phoenix di tengah restoran.
Sepasang mata Yin Mei dengan semangat menjelajahi setiap sudut restoran, kecantikan dan kemewahan yang disuguhkan oleh restoran itu bahkan melebihi Heaven Garden Hotel. Sebagai salah satu restoran termahal dan termewah di Chengdu, sudah sewajarnya desain interior yang mewah dan menawan ini dijadikan bahan tontonan.
Mei Qi yang berdiri di sampingnya sambil memegang salah satu tangan Yin Mei menundukkan kepalanya melihat pakaiannya yang terlalu sederhana untuk mendatangi restoran semewah ini.
"Yin Zhen, kurasa lebih baik kita mencari tempat makan lain. Sebenarnya, aku merasa seperti orang kampung di sini. Lihat saja pakaian ku."
Yin Zhen menelisik sosok Mei Qi dari atas sampai bawah dengan teliti, dia menggelengkan kepalanya pelan, "yah... Aku akui kalau kau terlihat seperti orang kampung sekarang, tapi aku yakin tak akan ada siapapun disini yang memandangmu remeh."
Mendengar itu, Mei Qi sedikit kesal. "Dasar tidak tahu malu. Sudahlah, aku hanya akan makan dan pergi setelah itu."
"Pergi? Bukankah kau akan tinggal bersama kami?" tanya Yin Zhen.
"Aku belum menyetujuinya, kan? Lagipula itu terserah kepadaku sekalipun kau menggunakan nama Mei'er."
Yin Zhen terdiam ketika mendengar perkataan Mei Qi, apa yang dikatakan wanita itu benar setelah dia pikir-pikir. Semuanya kembali lagi pada Mei Qi apakah dia ingin tinggal bersamanya atau tidak, sedangkan untuk Yin Mei, masih ada banyak opsi untuk bertemu dengannya bahkan jika tidak tinggal bersama.
"Y-ya.. Kurasa kau ada benarnya. Sudahlah, untuk sekarang lebih baik memesan makanan dulu. Mei'er terlihat sudah tidak sabar."
Mereka berempat duduk di meja yang tersedia di lantai pertama. Pemandangan yang disuguhkan di balik jendela membuat kebanyakan orang akan betah memandangnya, luasnya lautan dan indahnya sinar rembulan yang membumbung tinggi di angkasa mempercantik langit malam.
Keempat orang itu saling mengobrol sejenak setelah menghabiskan makanan mereka. Yin Mei juga beberapa kali memesan makanan penutup seperti kue bole dan pai kecil.
Beberapa orang di sana memperhatikan keberadaan mereka, tiga sosok menawan yang mengelilingi seorang pria dewasa benar-benar menarik perhatian banyak orang, meskipun satu diantara mereka hanya seorang anak berusia tiga tahunan.
Tetap saja, kehidupan macam apa yang pria itu lakukan untuk dikelilingi oleh wanita-wanita cantik itu?
Kecantikan Mei Qi tidak diragukan lagi setingkat dengan model papan atas, atau bahkan lebih jika ditambahkan sedikit polesan di wajahnya yang murni, sedangkan untuk Yin Hua, meski dia tidak secantik Mei Qi, sebagai 'mantan' keluarga besar yang hidupnya serba enak, penampilannya juga tidak kalah dengan model kelas menengah.
Tapi momen itu hanya berlaku untuk waktu yang singkat sebelum mereka semua kembali fokus ke makanannya masing-masing.
Mereka menghabiskan kurang lebih satu jam di dalam restoran, Yin Hua juga beberapa kali mengambil foto dengan ponselnya bersama Yin Mei. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di restoran semewah ini, mengabadikannya lewat foto adalah sebuah keharusan.
Begitu acara makan malam selesai, mereka kembali ke Heaven Garden Hotel. Awalnya Mei Qi hendak menyewa kamar lain karena bagaimanapun alasannya, dia akan merasa tidak nyaman tinggal seatap dengan Yin Zhen.
Tapi setelah Yin Hua meyakinkannya bahwa dia juga akan tinggal bersama di hotel Yin Zhen, akhirnya Mei Qi menerima ajakan itu dan menginap di hotel Yin Zhen.
Malam itu berlalu dengan tenang, Yin Mei juga memilih untuk tidur dengan Mei Qi setelah berdebat bahwa dia ingin tidur dengan kedua orang tuanya sekaligus, namun pada akhirnya mama papanya itu tidak bisa tidur di ranjang yang sama, jadi dia tidur bersama Mei Qi untuk malam ini.
Di kamarnya yang hening, Yin Zhen menaruh lengan kirinya di belakang kepalanya sambil rebahan di atas kasur empuk. Dia menatap langit-langit kamar dalam diam seolah itu akan runtuh kapan saja.
Tapi sebenarnya sekarang ini ada banyak hal yang dia pikirkan, tepat setelah suara sistem terdengar di kepalanya beberapa saat yang lalu.
[Catatan Konstelasi telah membagi fragmen memori Host tentang Skill. Host mengingat 12.683 skill tingkat Dewa, 138.672 skill tingkat Legenda, 362.629 skill tingkat Unik, 1.272.334 skill tingkat Epik, 5.628.300 skill tingkat Langka, 20.346.782 skill tingkat tinggi, 206.363 skill tingkat menengah dan 12.937 skill tingkat rendah. Total, Host mengingat 27.980.400 Skill secara keseluruhan. Apakah Host ingin melihat semua Skill dengan rinci?]
"Kurasa itu tidak perlu, meskipun ada banyak skill yang aku pahami, aku tahu diantara jutaan skill itu hanya ada beberapa yang berguna untukku. Meski begitu, aku tidak mengira Catatan Konstelasi akan menyaring semua informasi yang ada di dalam kepalaku dengan sangat teliti, bahkan jumlahnya dia hitung. Sekarang aku benar-benar kagum kepadamu, Dewa Bintang."
Dia memfokuskan pikirannya dan Catatan Konstelasi langsung berubah tampilan.
[Sinar Suci Penguasa Langit: Skill ini adalah salah satu Skill teratas di Dunia Kultivasi dengan memanfaatkan sinar disekitarnya sebagai bantuan kultivasi. Mereka yang menjadikan Skill ini sebagai dasar landasan tubuhnya berhasil menjadi Makhluk Jiwa tingkat sembilan dalam waktu seratus milenium. Pengguna Skill ini akan mendapatkan peningkatan drastis untuk semua statistiknya. Karena alasan tertentu, Host telah menanamkan Skill ini sebagai Skill utama Host.]
Dia melihat layar Catatan Konstelasi di depannya dengan tenang. Seperti yang diharapkan dari tubuhnya yang bereinkarnasi, meskipun dia saat bereinkarnasi tidak memiliki energi Qi sama sekali, dengan segel yang dipasang oleh Dewa Reinkarnasi, secara alami tubuhnya mulai beradaptasi dengan tubuh di kehidupan sebelumnya.
Semua kekuatan yang tersegel di dalam tiga Segel Besar itu berkaitan dengan keterampilan kultivasi Sinar Suci Penguasa Langit. Begitu Segel pertama terbuka, manfaat yang Sinar Suci Penguasa Langit bawa terasa olehnya.
"Aku tidak mengira Dewa Bintang akan menciptakan AI yang begitu cerdas, bahkan aku sendiri tidak yakin bisa membuatnya. Mungkin inilah alasan kenapa dia bisa memerintah Dunia Sihir selama ini, dengan sistem seperti ini ditangannya, tidak ada yang tidak dia ketahui."
Sejujurnya dia mengagumi tua bangka yang pernah dia kalahkan sebelumnya, apalagi setelah dia tahu kegunaan Catatan Konstelasi. Dengan Catatan Konstelasi ini, semua orang di Dunia Sihir seperti diberi cheat oleh Dewa Bintang itu sendiri.
Dia memfokuskan pikirannya lagi dan tampilan Catatan Konstelasi kembali berubah.
[Nama: Yin Zhen]
[Level : 75 (0/250.000)]
[Gelar: - ]
[Pekerjaan: - ]
[Statistik: (AGI:2.578) (STR:2.715) (ATK: 2.459) (MP:4.369{+200}) (HP:2.100)]
[Skill: Sinar Suci Penguasa Langit (Dewa {Kemahiran: 3%})]
[Skill Point: 10]
[Catatan: Kekacauan (98h 42m 21s)]
[Qi Point: 22.500]
[Segel Rendah: tingkat tiga(0/500.000 Qi)]
[Item: Gelang Mana (Langka)]
__________
[Fragmen Skill: Dewa (12.683), Legenda (138.672), Unik (362.629), Epik (1.272.334), Langka (5.628.300), Tinggi (20.346.782), Menengah (206.363), Rendah (12. 937)]
[Host bisa membagikan Fragmen Skill kepada orang lain.]
[Karena ingatan Host bersifat permanen, batas pembagian Fragmen tidak terbatas.]
Singkatnya, dia bisa memberikan Fragmen Skill yang sama setelah memberikannya kepada orang lain.
Yin Zhen mengusap wajahnya kasar dan menghela napas, "sepertinya ini bisa dianggap sebagai 'cheat' ku di sini. Dengan semua Fragmen Skill ini, menciptakan pasukan raksasa dengan kekuatan yang luar biasa hanya masalah waktu saja. Aku jadi teringat beberapa novel yang pernah aku baca sebelumnya, dimana pemeran utama mendapatkan cheatnya sendiri setelah dipindahkan ke dunia lain, setelah merasakannya langsung, sekarang aku mengerti apa yang mereka rasakan. Ini benar-benar menyenangkan."
Dia ingat ketika dia ber transmigrasi ke Dunia Kultivasi sebelumnya, tidak ada 'cheat' yang membantunya ber kultivasi atau menemaninya. Yang dia lakukan untuk menjadi Penguasa Langit murni karena kekuatan dan kecerdasannya, sebelum mengalahkan para jenius dari setiap galaksi, dia berkali-kali dikalahkan oleh banyak orang. Karena itulah motivasi untuk menjadi lebih kuat muncul di dalam dirinya.
Tapi di sisi lain, Sinar Suci Penguasa Langit juga bisa dianggap sebagai alasan lain kenapa dia menjadi kuat dalam waktu singkat. Berkat keterampilan tingkat Dewa itu, dia jauh lebih unggul daripada kebanyakan orang dari tingkatan kultivasi yang sama.