Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
55. Pindah ke Pangkalan Militer



Semua orang mengemas barang keperluan mereka dengan segera. Kebanyakan dari mereka mengutamakan membawa pakaian, selimut dan alat kebersihan, di dunia yang penuh kekacauan ini ketiga alat itu harus tetap ada.


Menjelang sore, semua warga berkumpul di titik pusat pangkalan. Mereka melihat sebuah perahu raksasa seukuran bukit melayang di atas langit, itu adalah gabungan dari ribuan Pasukan Jiwa yang Yin Zhen aktifkan.


Yin Zhen bisa mengubah bentuk Pasukan Jiwa dalam bentuk Pasukan Raksasa, baik itu berbentuk menda mati maupun hidup. Untuk menampung ratusan orang, Yin Zhen pada akhirnya memilih untuk membuat sebuah perahu raksasa yang bisa menampung semua orang.


Semua skill nya tidak memiliki cooldown, dan itu sebenarnya membuat Yin Zhen sendiri keheranan. Itulah alasan mengapa dia bisa memanggil Pasukan Jiwa tanpa henti, karena tidak ada cooldown yang menjeda aktivasi skill nya itu. Aneh memang, tapi Yin Zhen menganggap itu mungkin saja cheat yang dia dapatkan begitu dia bereinkarnasi.


Begitu semua orang sudah berkumpul, mereka semua akhirnya meninggalkan tempat tinggal mereka sebelumnya dan pergi ke pangkalan militer yang lebih aman dan luas, lebih cocok untuk dijadikan tempat tinggal.


Yin Mei merasa sedih begitu dia tahu dia harus meninggalkan rumahnya, padahal tidak begitu lama dia baru saja pindah rumah, tapi harus berpindah lagi.


Mei Qi, Long Hu dan Gu Yan serta semua Evolusioner Jiwa yang sebelumnya terluka masih menerima perawatan dari para anggota medis. Yin Hua di sisi lain berdiri bersebelahan dengan kakak nya, Yin Zhen, menikmati pemandangan alam dari ketinggian 200 meter di atas langit.


Tiba-tiba saja Yin Hua berkata, "kakak, aku ingin menjadi kuat."


Yin Zhen yang sedang merenung, langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yin Hua. "Kau yakin?" tanyanya seolah-olah memastikan.


Mendapati tatapan intens Yin Zhen, Yin Hua menganggukkan kepalanya penuh keyakinan, "aku yakin akan hal itu. Semuanya telah berubah, hanya yang kuatlah yang bisa bertahan. Di Bumi yang sekarang sudah seperti neraka ini, aku hanya ingin menjalani hidup damai, tapi jika kedamaian tidak bisa aku rasakan, maka aku akan menciptakan kedamaian itu sendiri. Tapi untuk mewujudkannya, aku harus kuat terlebih dahulu."


Mendengar itu, Yin Zhen menghela napas pelan, "sepertinya peperangan binatang mutan tadi membuat mu termotivasi. Kejadian seperti serangan binatang mutan tadi akan sangat jarang terjadi, tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi di masa depan. Semua Evolusioner Jiwa pasti memiliki keinginan yang sama sepertimu, tapi konsekuensi dari menjadi Evolusioner Jiwa itu sendiri adalah nyawa. Begitu mereka salah langkah, mereka akan mati."


Yin Zhen tidak akan pernah memaksa siapapun untuk menjadi Evolusioner Jiwa, dia sendiri sebenarnya sudah cukup untuk melindungi orang-orangnya. Namun ada banyak sekali varibel yang mampu membuatnya berpisah dengan semua orang yang disayanginya. Saat itu mereka semua akan berada di luar jangkauannya dan situasi berbahaya pasti akan menghampiri mereka.


Mei Qi menjadi Evolusioner Jiwa karena dorongan untuk melindungi anaknya. Sebagai seorang ibu, mengorbankan nyawa demi anaknya bukanlah hal yang memalukan, sebaliknya, itu hal yang harus dia lakukan.


Yin Hua tidak mengatakan apapun selama beberapa detik, dia memejamkan kedua matanya menikmati semilir angin petang.


"Kak, kau tahu apa yang aku pikirkan ketika ayah dan ibu tidak ada?"


Yin Zhen hanya diam, mengartikan bahwa dia tidak mengetahuinya.


Yin Hua melanjutkan, "kita berdua harus selalu bersama, ketika kakak membutuhkan ku, aku akan selalu berada di sisimu, dan aku ingin ketika aku membutuhkan mu, kamu selalu ada di sisiku. Saat itu kita sudah tidak memiliki siapapun untuk dijadikan sandaran, hanya kita berdua yang bisa saling menguatkan satu sama lain. Kali ini, biarkan aku membantu kakak meringankan beban kakak. Aku ingin menjadi orang yang bisa kakak andalkan..."


Hati Yin Zhen langsung tersentuh, inilah yang dia rindukan dari sosok adiknya. Yin Hua yang penuh perhatian dan selalu menemaninya di segala situasi.


Yin Zhen balas berkata, "aku beruntung memiliki adik sepertimu. Karena kau ingin menjadi lebih kuat, aku akan membantumu. Tapi kau harus tahu, jalan seorang Evolusioner Jiwa selalu berbahaya. Kau harus berhati-hati di masa depan."


Kedua mata Yin Hua langsung berbinar begitu mendengar bahwa Yin Zhen akan membantunya menjadi lebih kuat.


"Papa, aku juga ingin menjadi kuat! Agar aku bisa melindungi papa sama mama dari ayam-ayam besar itu!" Tiba-tiba saja Yin Mei datang memeluk kaki panjang papanya.


***


Perahu hitam terus melayang di atas langit dengan kecepatan sedang. Setelah terbang selama setengah jam, akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan, pangkalan militer.


Kondisi Evolusioner Jiwa di pangkalan militer jauh lebih baik, mungkin karena tenaga medis disini lebih memadai daripada di lingkungan rumah Yin Zhen. Jiang Yalan, Hu Lian, Bian Lu dan Hao Ran memiliki bekas luka di kedua tangan mereka, terlihat dari perban yang meliliti kedua tangan mereka.


Mei Qi, Gu Yan dan Long Hu langsung merasa lega begitu melihat yang lainnya aman di sini. "Untunglah kalian semua selamat..." ujar Mei Qi kepada Jiang Yalan dan yang lainnya.


"Ini semua berkat bantuan Yin Zhen, kalau saja dia terlambat, kami semua akan mati di sini..." balas Jiang Yalan.


Tidak dapat dipungkiri bahwa berkat Yin Zhen, serangan binatang mutan tidak membuat mereka semua mati.


"Berapa banyak Evolusioner Jiwa yang selamat di sini?" tanya Yin Zhen kepada Hu Lian.


"Lapor, tuan Yin. Ada 47 Evolusioner Jiwa level rendah yang selamat dan beberapa dari mereka mengalami luka-luka..." balas Hu Lian tegas.


"Baiklah, kerja bagus..."


Hari itu, Yin Zhen sibuk mengoordinasikan semua hal yang ada di pangkalan militer. Dari mulai pasokan makanan, pakaian, alat kebersihan serta perlengkapan perang. Dia juga mengatakan bahwa setiap Evolusioner Jiwa yang selamat akan diberikan imbalan seribu Batu Jiwa tingkat pertama perorang.


Adapun mengenai artifak, Yin Zhen sendiri yang akan membagikannya. Bagaimanapun artifak berbeda dengan Batu Jiwa, persentase mendapatkan artifak lebih rendah daripada mendapatkan Batu Jiwa.


Tidak lupa dia juga memerintahkan Sun Hao dan yang lainnya untuk mengumpulkan mayat binatang mutan yang masih utuh. Meski pasokan makanan masih banyak, tidak ada salahnya dia mengumpulkan lebih banyak cadangan.


Bersamaan dengan berpencarnya tim Sun Hao, ada tim lain yang bertugas untuk mencari orang-orang yang masih selamat diluaran sana. Tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak orang yang bersembunyi dari para binatang mutan sebelumnya.


Bagaimanapun hutan Chengdu sangatlah luas, tidak masuk akal jika hanya ada pangkalan Yin Zhen dan pangkalan militer di dalamnya. Pasti ada tempat lain yang merupakan tempat penampungan warga.


Dan seperti yang diperkirakan oleh Yin Zhen, terdapat sekitar 200 orang yang selamat setelah gelombang besar serangan binatang mutan. Kebanyakan dari mereka adalah Evolusioner Jiwa dan sekumpulan anak atau remaja yang mungkin baru saja kehilangan orang tua mereka.


Yin Zhen langsung memerintahkan orang-orang yang bertugas di dalam pangkalan untuk menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk orang-orang baru. Dia juga mencari pasokan makanan lebih banyak serta pakaian dan juga alat-alat lainnya memanfaatkan Pasukan Jiwa-nya.


Tiga hari kemudian, semuanya beraktivitas seperti biasanya. Tentu saja masih ada orang yang belum mengikhlaskan kepergian kerabat mereka karena serangan binatang mutan tempo hari, tapi mereka harus menjalani kehidupan lebih baik ke depannya mengingat banyak orang telah mati berjuang demi keselamatan mereka.


Wilayah pangkalan militer juga semakin luas, areanya kini lebih besar dua kali lipat daripada sebelumnya. Ada beberapa gubuk baru di dalam pangkalan, itu adalah tempat tinggal sementara para warga yang baru bergabung ke faksi Yin Zhen.


Selama tiga hari ini juga Yin Hua meningkatkan levelnya dibantu oleh kakaknya. Kini dia menjadi seorang Evolusioner Jiwa level 6, yang meskipun tidak cukup kuat untuk membantu kakaknya dalam peperangan, setidaknya dia bisa melindungi dirinya sendiri dari serangan binatang mutan berlevel rendah.


"Cukup baik, kau berbeda dengan wanita pada umumnya yang menjadi Mage, tapi kau menjadi seorang Archer. Itu akan sangat membantu mu dalam serangan jarak jauh..." Yin Zhen melemparkan pujian kepada adik perempuannya.


Dia cukup terkejut ketika melihat ternyata Yin Hua mahir dalam memanah. Catatan Konstelasi yang menyadari bakatnya langsung memberikan beberapa dorongan berupa skill memanah atau semacamnya. Seperti kemampuan akurasi yang luar biasa atau dapat merasakan kehadiran makhluk hidup meski dengan mata tertutup.


Yin Hua tersenyum, senang mendapatkan pujian dari Yin Zhen, "ini semua berkat bantuan kakak. Aku senang akhirnya bisa membantu kakak walau sedikit, tapi ini lebih baik daripada terus diam tidak membantu apapun."


"Bahkan jika kau hanya orang biasa seperti orang lain, kau masih tetap adikku. Jadi jangan pernah berpikir kalau kau hanyalah beban, selama kau ada di sampingku, itu sudah sangat membantuku," balas Yin Zhen menepuk pelan pucuk kepala adiknya.


Yin Hua mungkin sudah berusia 20 tahun, tapi di matanya, Yin Hua masih anak kecil yang bijaksana dan selalu membantunya di segala keadaan.