Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
28. Bertemu Amber



Seorang wanita bertubuh kecil dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya terlihat sedang melayang di ketinggian langit Bumi. Kedua bola matanya yang berwarna merah darah menatap pemandangan di bawahnya dengan arti tatapan yang sulit diartikan.


Dia adalah Amber, sosok Makhluk Jiwa yang ditugaskan untuk menjaga keseimbangan makhluk hidup di Bima Sakti. Dia datang ke Bumi karena Bumi adalah tempat dimana memiliki sumber kehidupan di dalamnya, sedangkan gerbang Mana yang akan memusnahkan lebih dari setengah penduduk Bumi akan tiba dalam waktu dekat.


Mengingat ada begitu banyak planet yang mengalami hal yang sama membuatnya menghela napas pelan, dia tidak bisa tidak bersimpati kepada Bumi. Tapi di sisi lain, tidak ada yang bisa dia lakukan juga sebagai salah satu Makhluk Jiwa yang jelas berada di bawah otoritas Konstelasi Jiwa.


"Aku adalah Makhluk Jiwa tingkat enam, tapi aku masih jauh dari mampu untuk mengetahui apa itu Konstelasi Jiwa dan Catatan Konstelasi. Seolah semua hal itu ditakdirkan untuk tidak diketahui oleh siapapun. Sekali lagi aku akan menyaksikan manusia punah perlahan, menyedihkan memang, tapi itu memang harus dilakukan untuk menciptakan keseimbangan di Dunia Sihir nanti."


Amber perlahan merendahkan posisinya hingga dia mendaratkan kedua kakinya di atas Heaven Garden Hotel. Selama tiga hari ini, yang dia lakukan hanyalah memantau kegiatan Yin Zhen.


Dia perlahan mendudukkan tubuhnya di sisi rooftop gedung, kedua kakinya melambai menghadap ke bawah. Dia bersenandung kecil, melantukan nada-nada merdu dari mulut kecilnya.


"Hmm~hmm~"


"Siapa kau?" tiba-tiba saja suara seorang pria terdengar dari belakang punggungnya.


Kedua mata Amber langsung melebar, dia melompat kemudian berbalik untuk melihat siapa yang tadi berbicara kepadanya. Orang itu adalah orang yang selama beberapa hari ini dia perhatikan, Yin Zhen.


Tapi, bagaimana dia tahu keberadaannya? Meskipun dia tidak menggunakan skill untuk menyembunyikan keberadaannya, tidak mungkin untuk orang lain memperhatikan keberadaannya, karena itu ciri khas Amber dari dulu.


"Bagaimana kau menyadari keberadaanku?" tanya Amber.


Yin Zhen mengerutkan keningnya, "bukankah sudah jelas karena kau terus mengikuti ku selama beberapa hari ini. Kau jelas bukan manusia biasa karena bisa terbang dan bahkan aku bisa merasakan aliran Mana yang kuat di dalam tubuhmu. Maka kau harus menjadi Makhluk Jiwa dari Dunia Sihir."


Mendengar itu, kedua mata Amber melotot tak percaya. "Kau... Bagaimana kau tahu tentang Mana dan Dunia Sihir? Lupakan apa itu Mana, karena aku tahu kau telah menerima Catatan Konstelasi, tapi Catatan Konstelasi tidak mungkin menyebutkan tentang Dunia Sihir. Siapa kau sebenarnya?"


Ini adalah pertama kalinya Amber bertemu dengan manusia biasa yang dengan santainya menyebutkan Dunia Sihir begitu saja. Dia ingat bahkan dirinya terkejut saat pertama kali mendengar keberadaan Dunia Sihir dari planet asalnya.


Yin Zhen tidak menjawab pertanyaan wanita kecil itu, "kau belum menjawab pertanyaanku. Siapa kau? Kenapa kau mengikuti ku?"


Perlahan Amber turun dari ketinggian udara menempatkan dirinya tepat tiga meter di depan Yin Zhen. "Kau bisa memanggilku Amber, seperti yang kau katakan tadi, aku berasal dari Dunia Sihir meski itu tidak bisa disebut sebagai tempat lahirku. Ini aneh... Bima Sakti tidak pernah berhubungan dengan Dunia Sihir sebelumnya, bagaimana kau tahu itu? Tidak, aku sepertinya harus mengganti pertanyaannya. Bagaimana kau tetap tenang setelah mengetahui semua itu?"


Ketika Bumi dibanjiri oleh Mana, perlahan penduduk Bumi akan tahu keberadaan yang lebih tinggi seperti Dunia Sihir. Jadi tak aneh kalau pria di depannya mengetahuinya lebih dulu daripada kebanyakan orang.


Yin Zhen menjawab dengan ekspresi acuh tak acuh, "mengapa aku harus terkejut? Dunia Sihir sama seperti Bumi, hanya ukurannya saja lebih besar."


Amber mengerutkan keningnya, "apa kau tahu dengan detail apa itu Dunia Sihir?"


Yin Zhen hanya menganggukkan kepalanya. "Di Dunia Sihir seharusnya ada banyak faksi yang menerima Makhluk Jiwa, seperti Faksi Zodiak dan Faksi Langit. Dilihat dari logo yang ada di jubahmu itu, kau seharusnya berasal dari salah satu Faksi Zodiak, Taurus. Jika kau bertanya darimana aku tahu semua ini, anggap saja aku berasal dari Dunia Sihir juga."


Amber terdiam, untuk beberapa saat dia melihat kedua mata Yin Zhen yang tenang dan dalam. Bagaimana pria di depannya ini tahu Dunia Sihir begitu detail? Sekalipun ada banyak orang yang tinggal di Dunia Sihir, masih ada makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya yang belum memasuki Dunia Sihir. Menemukan orang yang tahu tentang Dunia Sihir di galaksi antah berantah ini seperti mencari jarum didalam tumpukan jerami, kemungkinannya sangat kecil.


"Aku benar-benar tak bisa berkata-kata. Seperti yang kau bilang, mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagai Makhluk Jiwa yang berasal dari Dunia Sihir meskipun kau masih tergolong Makhluk Jiwa yang baru lahir. Tapi meskipun begitu, bagaimana kau tahu susunan formasi tingkat menengah seperti yang kau pasang tadi?"


Seperti yang dibilang sebelumnya, kegiatan Amber hanya menganalisis kegiatan Yin Zhen. Dia juga melihat pria itu memasang susunan formasi yang rumit yang seharusnya hanya Makhluk Jiwa tingkat keempat yang bisa melakukannya.


Yin Zhen membalikkan badannya menatap pemandangan hutan gelap dengan sedikit pencahayaan dari jalan raya di depannya. "Itu... Rahasia. Kau lupa kalau aku berasal dari Dunia Sihir? Bukankah Dunia Sihir memiliki banyak pengetahuan susunan formasi, bukan begitu?"


Amber mendengus kasar, "sia-sia saja aku berbicara panjang lebar denganmu. Andai saja tidak ada batasan di sini, aku pasti sudah membunuhmu sekarang."


Selesai berbicara seperti itu, Yin Zhen pergi meninggalkan Amber sendirian.


***


Hari ke empat sebelum gerbang Mana terbuka dilalui dengan damai. Mei Qi kembali ke tempat asalnya untuk mengajak kedua orang tuanya tinggal di Chengdu, di waktu yang bersamaan, Jiang Yalan dan semua kenalannya kini menginap di Chengdu dengan beralasan liburan selama satu minggu penuh.


Karena tidak ada kerabat dekat lain selain Yin Hua, Yin Zhen tidak repot-repot mengumpulkan banyak orang untuk dia lindungi. Meskipun masih ada keluarga besar Yin, dia sama sekali tidak memiliki percikan simpatik pada mereka. Merekalah yang telah membuangnya dan adiknya, bahkan tak memberi sedikitpun uang untuk mereka belanjakan.


Hanya kenangan buruk yang tersisa di dalam ingatannya tentang kediaman keluarga Yin, sama sekali tidak ada kenangan manis di dalamnya setelah kedua orang tua dan kakek neneknya meninggal.


Di hari ketiga sebelum gerbang Mana terbuka, Yin Zhen mengelilingi kota Chengdu untuk memasang susunan formasi tingkat menengah yang seharusnya bisa menahan ledakan Mana nantinya.


Meskipun ledakan Mana masih akan terasa oleh sebagai besar orang di Chengdu, kemungkinan orang-orang terkontaminasi dan berubah menjadi zombie sangat kecil, setidaknya dibawah 10%.


Tentu saja itu hanya akan berlaku untuk manusia, berbeda dengan binatang yang akan langsung menjadi binatang mutan. Di hari yang sama juga, Mei Qi membawa kedua orang tua dan semua kerabat serta teman-temannya ke Chengdu dengan alasan yang sama seperti Jiang Yalan, berlibur selama seminggu penuh.


Selama periode waktu yang tersisa, ada banyak hal yang Yin Zhen lakukan. Mereka kini tinggal di rumah yang Hu Lian bangun, tentu saja Hu Lian juga telah membawa semua orang-orang yang dia sayangi ke Chengdu.


Di hari kedua sebelum gerbang Mana terbuka, gerombolan orang-orang dari perusaan Zi mendatanginya. Sayangnya Zi Tian yang kondisinya masih kurang stabil harus tetap tinggal di rumah sakit terdekat. Long Hu serta semua orang yang dia kenal kini tinggal di Chengdu untuk sementara waktu, Bian Lu juga melakukan hal yang sama.


Pada saat yang sama, semua senjata api yang dibeli oleh Yin Zhen sampai. Dia menempatkan semua senjata itu di brangkas bawah tanah kedua yang dia buat dua hari yang lalu, dia juga menyimpan amunisi berjumlah ratusan ribu amunisi di dalam brangkas bawah tanahnya.


Sehari sebelum gerbang Mana terbuka, Yin Zhen membeli semua jenis makanan dan cemilan di supermarket. Dia juga memborong banyak peralatan mandi dan kebersihan lainnya serta peralatan gali di beberapa toko perkakas.


Sekarang pria yang selama tujuh hari ini disibukkan dengan berbagai persiapan, tengah berdiri di halaman depan rumahnya sambil menatap langit malam yang bertaburan bintang.


Namun hanya dia sendiri yang tahu kalau yang dia lihat bukanlah pemandangan malam itu, melainkan Catatan Konstelasi di depannya.


[Catatan: Kekacauan (00h 00m 08s)]


[07...]


[06...]


[05...]


[04...]


[03...]


[02...]


[01...]


[00]


[Masa kehancuran dimulai, ledakan Mana akan terjadi di seluruh dunia mulai sekarang.]