
Di dalam ruangan mewah yang cukup luas, kelompok Shi Ying yang terdiri dan lima orang dan kelompok Yin Zhen yang hanya terdiri dari tiga orang saling berhadapan satu sama lain.
Meski ada jejak ketidaksukaan diantara mereka, Shi Ying berusaha untuk tidak terlalu menonjolkan nya, di sisi lain, Yin Zhen tak perlu menyembunyikan ketidaksukaannya terhaap kelompok Shi Ying.
Jian Buyao, Long Ai, Ning Meng dan Hao Ran adalah empat Evolusioner Jiwa yang menjaga empat titik rawan di perkemahan militer ini, sedangkan Shi Ying selaku pemimpinnya tentu melakukan tugasnya sendiri.
Yin Zhen bisa merasakan aura mana ke empat Evolusioner Jiwa yang bekerja untuk Shi Ying setidaknya berada di level belasan, tapi tidak berada di atas level 15. Mereka secara tingkatan level, hampir sama dengan Jiang Yalan dan yang lainnya yang ada di kelompoknya.
"Mungkin kalian semua sudah tahu arti dari kedatangan kami ini. Kalian juga pasti mengira kalau kami berasal dari perkemahan lain dan itu memang benar adanya. Kami berasal dari perkemahan yang jaraknya hanya sekitar 10 km dari sini. Aku hanya ingin tahu bagaimana pemimpin kalian menetapkan aturan di perkemahan ini sampai hampir setiap gadis dan wanita menjual tubuhnya demi mendapatkan makanan..." ujar Yin Zhen menjelaskan maksud kedatangannya.
Shi Ying balas berkata, "aku hanya menyediakan tempat untuk mereka yang ingin hidup. Sedangkan untuk makanan, aku bahkan berbaik hati membagikan mereka bubur setiap harinya. Jika itu masih kurang untuk mereka, mereka bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Aku tak bisa melarang mereka juga..."
Jiang Yalan mengerutkan keningnya tak suka dengan perkataan Shi Ying, "jadi maksudmu, kau sama sekali tidak masalah dengan kondisi orang-orang yang ada di perkemahan mu ini? Jika benar seperti itu, mengapa kau membawa mereka masuk ke sini dan memberi mereka harapan? Bukankah akan lebih baik bagi kalian jika tidak menerima mereka memasuki perkemahan?"
"Mereka manusia, dan aku sebagai sesama manusia memiliki rasa toleransi terhadap sesamaku. Mana mungkin aku menolak mereka yang ingin aku selamatkan?" ujar Shi Ying.
"Apa benar niatmu seperti itu? Dermawan sekali pemimpin perkemahan kalian ini. Tapi kenapa aku melihat ada banyak sekali gadis berusia belasan tahun di sebelah timur rumah ini? Mereka mengenakan pakaian terbuka dan bahkan beberapa diantara mereka tela*jang. Sepertinya nafsu pemimpin kalian sangat besar sampai membutuhkan banyak gadis untuk memuaskannya..." ujar Jiang Yalan kemudian yang membuat Shi Ying dan empat Evolusioner Jiwa lainnya terdiam.
Jiang Yalan telah menelusuri seluruh perkemahan tadi, betapa terkejutnya dia ketika dia mengetahui ada sebuah rumah besar yang menampung banyak gadis di dalamnya. Saat itu dia bertekad untuk membunuh siapapun pelaku kekerasan terhadap semua gadis itu.
Shi Ying tak bisa berkata-kata, karena apa yang dikatakan oleh Jiang Yalan benar. Alasan mengapa dia rela memberikan sebagian makanannya kepada semua orang di perkemahan, karena dia ingin nafsunya yang besar terpuaskan. Bukan hanya Shi Ying, tapi Jian Buyao, Long Ai dan Hao Ran juga menggunakan gadis-gadis itu sebagai pelampiasan nafsu mereka.
Terkadang Shi Ying mengizinkan beberapa tentara untuk memuaskan nafsu mereka juga. Kenikmatan yang mereka dapatkan membuat Shi Ying enggan melepaskan perkemahannya.
Yin Zhen menggelengkan kepalanya pelan, "karena sudah begini adanya, maka aku tak akan segan lagi pada kalian. Serahkan perkemahan ini kepada ku, maka aku akan membiarkan kalian mati tanpa rasa sakit."
Mustahil Yin Zhen melepaskan orang-orang biadab ini begitu saja. Sebagai seorang ayah, dia tidak ingin gadis kecilnya diperlakukan layaknya binatang. Dan orang-orang di depannya ini telah melakukan perbuatan tercela itu hanya untuk bersenang-senang.
Jiang Yalan dan Hu Lian terkejut mendengar perkataan Yin Zhen. Itu karena keduanya tidak mengira Yin Zhen akan berani membunuh orang.
Meskipun mereka pikir Shi Ying dan kelompoknya layak untuk mati, Jiang Yalan dan Hu Lian masih tidak berani membunuh mereka yang sesama manusia.
"Hahaha! Kalian pikir kalian bisa mengalahkan kami yang berlima di sini dan semua tentara yang ada di sini? Sekuat apapun kalian, kalian tak akan bisa pergi hidup-hidup dari sini!" Jian Buyao yang sedari tadi diam akhirnya mengangkat suaranya.
Tidak hanya Jian Buyao yang berpikir demikian, tapi juga semua orang dari kelompok Shi Ying berpikir hal yang sama. Alasan kenapa perkemahan mereka disebut perkemahan militer karena pasokan senjata dan amunisi yang banyak, setidaknya cukup untuk membunuh ratusan binatang mutan.
Mereka pikir sekuat apapun Yin Zhen dan orang-orangnya, mereka tak akan bisa kembali hidup-hidup dari perkemahan ini.
Yin Zhen menolehkan kepalanya ke arah Jiang Yalan dan Hu Lian, "kalian berdua bunuh keempat dari mereka dan serahkan pemimpin serta semua tentara itu kepadaku, mengerti?"
Jiang Yalan dan Hu Lian terlihat ragu-ragu, Jiang Yalan berkata, "tapi... Mereka semua manusia..."
"Kau masih menganggapnya manusia setelah mereka melakukan hal tercela yang bahkan lebih buruk daripada binatang? Ingat, musuh kita bukan hanya binatang mutan maupun zombie, tapi juga manusia. Terkadang manusia jauh lebih mengerikan daripada binatang mutan..."
Yin Zhen sendiri sengaja membiarkan Jiang Yalan dan Hu Lian membunuh orang-orang itu karena keduanya belum pernah membunuh manusia. Secara tidak langsung dia menjadikan kasus kali ini sebagai pelatihan untuk Jiang Yalan dan Hu Lian.
Sedangkan untuk Shi Ying, dia tidak akan membiarkan pria itu mengganggu Jiang Yalan dan Hu Lian. Karena dia tahu hanya Shi Ying yang bisa mengalahkan keduanya, dan tentu saja dia tak akan membiarkan itu terjadi.
Yin Zhen kemudian menjentikkan tangannya, seketika ratusan tanaman rambat muncul dari bawah tanah. Tanaman rambat itu berwarna perak gelap, dan itu adalah tumbuhan mutan yang telah Yin Zhen jadikan sebagai Pasukan Jiwanya.
Shi Ying dan kelompoknya terkejut melihat pemandangan itu, sebelum mereka beraksi, Shi Ying diikat oleh tanaman rambat itu begitu saja dan langsung melemparkannya ke luar ruangan.
"Semoga berhasil," ucap Yin Zhen kepada Jiang Yalan dan Hu Lian sambil meninggalkan ruangan.
"Sialan!" Long Ai saat itu juga menyadari kalau kelompok yang beranggotakan tiga orang itu sudah menggenggam kemenangan di tangan mereka sendiri. Memikirkan hal itu, Long Ai dan yang lainnya merasa geram sekaligus ketakutan.
Kemampuan Pasukan Jiwa Yin Zhen membuat Shi Ying, yang paling kuat diantara mereka, tak bisa berbuat apa-apa. Meskipun mereka tidak berhadapan langsung dengan Yin Zhen, Jiang Yalan dan Hu Lian juga tak bisa dianggap remeh mengingat Yin Zhen mempercayai mereka berdua.
Sekalipun mereka berempat mampu melawan Jiang Yalan dan Hu Lian, Yin Zhen bisa dengan mudah membalikkan keadaan dengan skill anehnya itu.
"Meskipun aku akan mati disini, aku akan menyeret kalian semua bersamaku!" teriak Jian Buyao langsung menyerbu Jiang Yalan dan Hu Lian.
Long Ai dan Ning Meng melakukan hal yang sama. Mereka tahu kalau memenangkan pertarungan sangat tidak mungkin, jadi mereka akan menyeret pihak lawan bersamanya juga.
Di sisi lain, Hao Ran hanya berdiri tenang menyaksikan semuanya dari samping. Tudung putih yang menutupi kepalanya membuat orang lain menebak apa yang dia pikirkan saat ini.
Melihat Hao Ran hanya diam saja, Long Ai berteriak, "mengapa kau diam saja, bajingan?! Kau ingin kita semua mati di sini tanpa melakukan apapun?!"
Yin Zhen yang memperhatikan Hao Ran juga mau tak mau merasa sedikit tertarik dengannya. Bagaimanapun sangat jarang seseorang akan tetap tenang di tengah kekacauan, hanya dalam sekilas, Yin Zhen tahu kalau Hao Ran memiliki mental seorang pembunuh.
Mendengar teriakan Long Ai, Hao Ran hanya mengabaikannya. Sebaliknya, dia berjalan keluar ruangan dan langsung pergi ke hadapan Yin Zhen kemudian berkata, "aku bisa mengikuti mu."
Perkataan Hao Ran yang tiba-tiba jelas mengejutkan Long Ai, Jian Buyao dan Ning Meng. Mereka bertiga tahu seberapa terampilnya Hao Ran dalam pertempuran, mereka juga tak menyangkal kalau Hao Ran mungkin orang terkuat setelah Shi Ying. Jika orang sepertinya menyerah lebih awal, rencana mereka untuk menyeret kelompok Yin Zhen ke dalam kematian langsung gagal.
Yin Zhen mengangkat kedua alisnya cukup terkejut mendengar perkataan Hao Ran. "Kau pintar. Aku akui itu. Baiklah, kalau begitu akan aku serahkan pria itu kepadamu. Tunjukkan kesetiaanmu dengan membunuhnya."
Tanpa banyak kata, Hao Ran menganggukkan kepalanya ringan. Dia berjalan mendekat ke arah Shi Ying yang tubuhnya masih dililit tanaman rambat. Dia berusaha melepaskan dirinya, tapi itu semua sia-sia.
"Hao Ran, lepaskan aku! Aku berjanji akan memberikan semua yang aku miliki begitu kau melepaskanku. Ku mohon lepaskan aku!" Shi Ying meminta Hao Ran untuk melepaskannya, tapi sayangnya tak ada jejak emosi terlihat di wajahnya.
"Semoga anda tenang, meskipun terdengar mustahil mengingat apa yang anda lakukan pada mereka..."
Hao Ran langsung memenggal kepala Shi Ying menggunakan belati yang biasa dia gunakan untuk membunuh binatang mutan. Cipratan darah mengotori wajah dan pakaiannya, melihat pemandangan itu, Long Ai dan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
______