Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
54. Berakhirnya Malapetaka



Hampir semua item yang dijatuhkan setelah membunuh begitu banyak binatang mutan adalah artifak tingkat rendah dan menengah. Sedangkan artifak tingkat tinggi jumlahnya mungkin hanya seperseratus dari hampir tiga juta item yang dia kumpulkan. Dan untuk item langka, jumlah mereka bahkan lebih sedikit. Yin Zhen hanya melihat sekitar lima ratus artifak langka dari jutaan artifak yang dia kumpulkan.


Tapi tetap saja itu adalah jumlah panen yang luar biasa mengingat Bumi baru saja berevolusi. Jika saja kejadian ini tidak terjadi, dia tidak tahu akan selama apa mengumpulkan ratusah item langka sekaligus. Namun di waktu yang sama dia merasa sedih, karena semua yang dia dapatkan berasal dari peperangan yang merenggut banyak nyawa ini.


Tidak seharusnya dia merasa senang.


Di samping tumpukan item, ada Batu Jiwa tingkat pertama yang jumlahnya sekitar 5 juta batu. Tidak semua binatang mutan memiliki Batu Jiwa di dalam tubuh mereka, apalagi kebanyakan dari binatang mutan itu berlevel rendah.


Semakin tinggi level binatang mutan, semakin besar juga kemungkinan Batu Jiwa ada di dalam tubuhnya, begitu juga sebaliknya.


"Untuk sekarang aku akan menyimpan semua ini. Jumlah Evolusioner Jiwa baik itu di pangkalan rumahku ataupun di pangkalan militer telah berkurang hampir setengahnya sedangkan manusia memerlukan pertahanan yang lebih kokoh. Sejujurnya ini cukup menyulitkan, tapi ini sudah tugasku untuk mengaturnya..."


Dia tidak memiliki tanggung jawab atas nyawa orang lain, tapi dia lebih tahu dari siapapun bahwa kehilangan orang yang disayangi lebih buruk daripada menghadapi kematian. Sebagai mantan makhluk abadi yang pernah hidup 10 triliun tahun, tidak terhitung jumlah orang yang mati di depan mata kepalanya sendiri. Baik itu kerabat, sahabat ataupun orang-orang yang akrab dengannya. Entah mereka mati selama pertarungan atau mati dimakan usia.


Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri saat itu, dia berpikir kenapa dia tidak lebih kuat untuk melindungi mereka semua? Tapi ketika impiannya tercapai, dia sama sekali tidak puas. Rasa kosong dihatinya masih tetap sama, bahkan setelah dia membantai mereka yang telah membunuh orang-orang yang disayang nya. Tidak ada perbedaan apapun selain dia menjadi lebih kuat dan balas dendam.


Karena dia memiliki kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru, dia ingin menempuh jalan yang baru. Di kehidupan sebelumnya dia tidak peduli dengan kehidupan orang lain, tapi sekarang dia merasa harus melakukannya. Katakanlah dia naif atau semacamnya, lalu salahkah menjadi orang yang naif? Yang ingin dia lakukan hanyalah mencegah orang lain merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan.


Yin Zhen mengaktifkan sub skill Pasukan Raksasa dan membangkitkan Pasukan Jiwa berbentuk burung besar. Dia langsung memanggil beberapa dari mereka untuk mengangkut Batu Jiwa serta artifak yang sudah dia kumpulkan.


"Saatnya kembali..." ujarnya penuh emosi.


***


Situasi di pangkalan militer akhirnya terkendali, tidak ada binatang mutan yang tersisa, satupun. Dan itu jelas membuat Jiang Yalan, Hu Lian dan yang lainnya menghela napas lega.


"Untungnya Yin Zhen membantu kita di saat yang tepat, atau kita semua akan mati menjadi mangsa binatang-binatang mutan itu..." ujar Jiang Yalan mengusap peluhnya lelah. Ada luka di kedua tangannya, tapi seolah dia tidak peduli, wanita itu tidak langsung mengobatinya.


Hu Lian dan Bian Lu yang telah selesai mengevakuasi semua warga ke daerah yang aman, kembali berkumpul dengan Evolusioner Jiwa lainnya.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah hari ini. Tapi satu hal yang pasti, semuanya akan berubah..." gumam Bian Lu pelan.


Terjadinya peperangan memang sesuatu yang buruk, tapi di waktu yang sama akan ada banyak orang yang termotivasi menjadi lebih kuat. Salah satunya adalah dia sendiri. Begitu dia melihat rekan-rekannya terluka bahkan ada yang mati selama pertempuran hingga situasi langsung terkendali begitu pasukan naga hitam Yin Zhen datang, dia langsung merasa dirinya terlalu lemah.


Sangat lemah.


Hao Ran yang biasanya diam mengangkat suaranya, "jangan biarkan emosi memenuhi hati kalian, entah itu baik atau buruk. Lebih baik berpikiran tenang saat ini, karena dengan begitu semuanya akan lebih terkendali dan jelas."


Perkataannya tidak salah, semua orang akui itu. Termakan emosi sesaat hanya akan menyesatkan jalan seseorang.


Kelompok Fu Lang yang ada di dalam ruang perawatan mengetahui apa yang terjadi diluaran sana. Beberapa dari mereka tidak terluka di pertarungan melawan Beruang Baja sehingga ikut membantu Evolusioner Jiwa lainnya untuk melawan serangan binatang mutan.


Semua yang terjadi di luar pangkalan diceritakan oleh orang-orangnya kepada Fu Lang. Begitu Fu Lang mendengarnya, dia terkejut. Dia tidak mengira orang yang telah menyelamatkannya akan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Awalnya dia pikir pria bernama Yin Zhen itu paling berada di level 20-an, tapi nyatanya lebih dari itu.


Dia tidak pernah mengklaim dirinya sebagai seorang pemimpin, tapi dia senang melihat orang lain selamat di tengah kekacauan yang terjadi. Jika satu-satunya jalan untuk menyelamatkan banyak orang adalah dengan menjadi pemimpin, maka dia akan menjadi pemimpin. Itulah tujuannya.


Namun begitu dia mendengar cerita kepahlawanan Yin Zhen, impiannya itu terdengar seperti lelucon belaka. Yin Zhen mampu membasmi jutaan binatang mutan dengan mudah, lalu bagaimana dengannya? Dia bahkan tidak bisa mengalahkan Beruang Baja.


Memikirkan hal itu, Fu Lang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


Membuat sebuah perbandingan hanya akan membuatnya sedih tanpa alasan.


Di sisi lain hutan Chengdu, Yin Zhen akhirnya sampai di pangkalan rumahnya. Dia langsung menuju ke brangkas bawah tanah, hendak melihat kondisi semua orang.


Sesampainya di brangkas bawah tanah, Yin Mei yang sedang menemani ibunya langsung berlari menghampiri ayahnya.


"Papa!" teriaknya lalu memeluk erat Yin Zhen.


"Gadis kecilku, Mei'er ketakutan?"


Yin Mei menganggukkan kepalanya dalam pelukannya, "Mei'er takut papa akan terluka seperti mama. Mei'er tidak suka papa sama mama terluka, Mei'er sedih..."


Hati Yin Zhen langsung melunak begitu Yin Mei berkata demikian, "papa berjanji tidak akan terluka lagi di masa depan dan akan melindungi mama dan juga semua orang di sini. Jadi Mei'er tidak perlu sedih lagi."


Yin Mei melepaskan pelukannya sedikit untuk melihat wajah tampan papanya, "benarkah?"


"Benar, kapan papa berbohong kepada Mei'er?"


Semua orang yang melihat itu merasa terharu. Mereka melihat sosok Yin Zhen dalam pandangan yang baru, tidak hanya pria itu orang yang kuat, tapi juga sosok ayah yang benar-benar bisa diandalkan oleh anaknya.


Hua Xin serta Mei Zhang yang membenci Yin Zhen juga merasa bahwa pria itu cukup baik, tapi ingatan bagaimana anak mereka harus menderita sendirian selama sembilan bulan tidak bisa mereka lupakan begitu saja.


Yin Zhen menjelaskan kepada semua orang bahwa situasi sekarang sudah aman dan mereka bisa keluar dari brangkas bawah tanah.


Begitu mereka keluar dari brangkas bawah tanah, pemandangan mengerikan terpampang di depan mereka. Pangkalan di kelilingi oleh mayat binatang mutan serta darah segar membasahi permukaan tanah menyebarkan bau busuk yang cukup menyengat.


Meski Yin Zhen sudah membakar sebagian besar dari binatang mutan, tetap saja masih ada beberapa binatang mutan yang tersisa.


Yin Zhen tidak membiarkan anak semata wayangnya melihat pemandangan itu terlalu lama dan langsung menghalangi pandangannya dengan memeluknya lebih erat di pangkuannya.


Semua orang juga terkejut begitu mereka melihat beberapa burung raksasa yang membawa tumpukan harta juga Batu Jiwa dipunggung burung-burung raksasa itu.


"Situasi di sini sudah tidak aman lagi dan lingkungannya menjadi lebih buruk. Lebih baik kita semua pindah ke tempat lain sekarang. Aku memberikan kalian waktu berkemas sampai sore, dan kita semua akan berkumpul lagi disini untuk berangkat ke pangkalan militer yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sini," perintahnya.


Lingkungan rumahnya terlalu lemah pertahanan, berbeda dengan pangkalan militer yang sudah jelas pertahanannya. Membiarkan semua orang tinggal di pangkalan militer adalah pilihan yang tepat.