Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
10. Menyucikan Tubuh



Yin Hua yang sedang berada di pusat kota Chengdu tengah mengemas beberapa barangnya. Sahabat karib yang melihat itu mengerutkan keningnya, "kau akan kemana mengemas semua barang itu?"


"Ah, ini? Aku akan bertemu dengan kakakku lagi. Dia berkata kalah dia sekarang berada di Chengdu," jawabnya sembari mengumbar senyuman bahagia. Tidak ada orang yang bisa membuatnya sebahagia itu selain Yin Zhen.


"Kau akan bertemu kakakmu? Bisakah aku ikut juga? Aku cukup bosan berada di apartemen ini sendirian."


Ling Jiyao adalah sahabat karib Yin Hua tiga tahun belakangan ini. Setelah pergi keluar dari rumah keluarga besar, tak lama dia juga pergi bekerja untuk mencari nafkah, setidaknya untuk dirinya sendiri. Selama itu pula akhirnya dia bertemu dengan Ling Jiyao dan menjadi teman akrab karenanya.


Mereka berdua bekerja di perusahaan yang sama dan di bagian yang sama pula, tim pemasaran. Karena itulah hubungan mereka semakin dekat setiap harinya, Yin Hua sendiri tidak merasa Ling Jiyao sahabatnya, tapi lebih ke saudara perempuannya.


Yin Hua menganggukkan kepalanya tidak keberatan, "tidak masalah. Aku akan bertemu dengannya besok, jadi bagaimana kalau kita pergi berjalan-jalan dulu sebentar hari ini?"


"Ide bagus! Sebentar, aku mengambil mantel ku terlebih dahulu!" Ling Jiyao langsung mengambil mantelnya yang ada di atas sofa. Cuaca diluar sudah mulai dingin, pertanda bahwa musim dingin akan segera tiba.


Di Heaven Garden Hotel, Yin Zhen bermain bersama gadis kecilnya. Untuk melupakan kesedihan yang gadis kecilnya alami, dia berusaha untuk membuat Yin Mei tertawa dengan aksi-aksi konyolnya.


"Sekarang raksasa ini akan memakanmu, rawr!"


Gema tawa Yin Mei menggelegar di seluruh kamar hotel, dia berlari kecil sambil menghindari papanya, "tidak! Aku tidak ingin dimakan oleh raksasa, ah..."


"Putri kecil, aku akan memakan dagingmu!"


Yin Zhen terus berlari mengejar Yin Mei. Keduanya terhanyut dalam permainan anak kecil, saling mengejar dan berteriak.


Malam berlalu dengan cepat, hari pun berganti menjadi pagi begitu ketika kedua matanya terbuka. Yin Zhen sejenak merenggangkan kedua tangannya, dia melihat sang putri kecil yang masih meringkuk di sisinya. Perlahan dia menyibak poni rambut gadis kecilnya kemudian mendaratkan ciuman kecil di keningnya.


Entah karena sudah hampir empat hari dia tidak tidur, semalam dia tidur sangat pulas. Sebagai sosok Dewa yang pernah dipuja oleh banyak orang di kehidupan sebelumnya, tidur hanyalah kegiatan menutup mata dalam sekejap waktu baginya. Tapi lain halnya jika kekuatannya lemah, dia akan merasa lelah dan tidur adalah salah satu cara paling efektif untuk mengembalikan stamina tubuh.


Meskipun matahari sudah menyingsing dari ufuk timur, Yin Zhen belum berniat membangunkan gadis kecilnya. Dia perlahan turun dari kasurnya untuk mandi membersihkan badannya.


Setelah melepaskan semua pakaiannya, dia mencelupkan kakinya ke bathup, namun langkahnya terhenti saat dia terpikirkan sesuatu. "Bagaimana kalau aku menggunakan sedikit Air Suci untuk menyucikan tubuhku? Seharusnya ini berhasil. Lagipula mungkin saja Mei'er akan bangun jam 8 nanti, dan sekarang masih jam 6 pagi."


Yin Zhen menggerakkan tangannya pelan, tiga tetes Air Suci keluar dari cincinnya dan menyatu dengan air bathup. Melihat itu, Yin Zhen tak sabar untuk membersihkan semua kotoran yang ada di dalam tubuhnya, dengan begitu proses pelepasan segel kultivasi akan jauh lebih cepat dan lancar.


Begitu badannya sepenuhnya terendam ke dalam bathup, Yin Zhen merasakan kesemutan di seluruh badannya. Perlahan rasa kesemutan itu berubah menjadi sengatan-sengatan kecil, dan rasa sakitnya terus bertambah. Bulir-bulir keringat mengucur dari keningnya, kerutan terlihat di dahinya. Dia terus menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang teramat.


"Sial, sepertinya tiga tetes Air Suci terlalu banyak untuk kapasitas tubuhku yang masih lemah ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menyerap semua energi itu ke dalam tubuhku. Jika beruntung, aku bisa menggunakan energi Air Suci untuk membuka segel kedua ku. Bahkan jika tidak berhasil, membuka ambang segel kedua masih mungkin."


Karena keterbatasan energi Qi di Bumi, membuka segel kultivasi yang dipasang Dewa Reinkarnasi padanya terlalu sulit dicapai. Jika sebelumnya dia hanya perlu memasukkan segelas energi Qi untuk membuka segel pertama, maka sekarang dia memerlukan sekolam energi Qi untuk membuka segel kedua. Pencapaian itu hanya akan tercapai beberapa tahun kemudian mengingat Bumi sangat berbeda dengan Dunia Kultivasi.


Sambil memejamkan kedua matanya, Yin Zhen memfokuskan kesadaran jiwanya untuk membimbing setiap energi Air Suci yang memasuki tubuhnya terakumulasi dengan baik. Rasa sakit yang tak tertahankan masih dia rasakan, tapi itu masih bisa dia tahan dengan mudah.


Energi Air Suci perlahan diserap oleh tulang dan dagingnya, kemudian semua nadi dan meridian miliknya melakukan hal yang sama. Ketika energi Air Suci menjatuhkan sepenuhnya dengan tubuhnya, rasa sakit yang dia rasakan menjadi lebih gila.


"Tidak... Aku harus bertahan. Sekarang aku hanya perlu mengakumulasikan energi Air Suci ke dalam dantianku. Maka semuanya akan selesai..." gumamnya pelan.


'Bang!'


Ledakan teredam dari dalam tubuh Yin Zhen terdengar, Yin Zhen langsung membuka kedua matanya. Kilatan aneh di kedua matanya menghilang ketika dia tersenyum senang, "segel kedua terbuka? Aku tidak mengira energi Air Suci yang hanya tiga tetes ini akan sangat membantuku. Tapi di sisi lain, jika aku tidak bisa mengendalikan kecepatan penyerapannya, aku bisa mati seketika. Pada dasarnya ini sama saja dengan pertaruhan..."


Keningnya mengerut begitu dia mencium bau busuk saat kelima indera nya kembali berfungsi normal. Dia melihat sekelilingnya, lumpur hitam yang tak lain berasal dari tubuhnya itu mengotori seluruh lantai kamar mandi.


"Segel kedua terbuka, berarti sekarang aku berada di tahapan puncak Foundation Realm. Dengan begini keamanan Mei'er akan lebih terjamin..."


Dia melambaikan tangannya, sikat gigi yang bertengger dekat wastafel tiba-tiba melayang ke arahnya. Yin Zhen menganggukkan kepalanya puas, tahapan Foundation Realm adalah tahapan dimana seseorang mulai bisa mengendalikan keluarnya energi Qi dari tubuhnya. Meski jumlah yang bisa mereka keluarkan sedikit, tapi itu cukup untuk menerbangkan benda yang beratnya 200 kg.


"Begitu aku selesai membuka segel ketiga, aku bisa mengendalikan seluruh energi Qi di dalam tubuhku dan aku bisa mengeluarkan beberapa kekuatan magis. Saat itu, tidak berlebihan jika aku mengatakan kalau aku lah yang terkuat di muka Bumi. Meski begitu, aku percaya beberapa orang mungkin berhasil menjadi kultivator di Bumi ini, tapi mereka tidak akan menjadi sekuat diriku."


Setelah hidup triliunan tahun lamanya, dia berhasil memecahkan banyak misteri semesta. Ada jutaan misteri yang saling terhubung tanpa dia ketahui, dia perlahan memecahkan semua misteri itu dan menjadi Maha Tahu.


Bisa dikatakan bahwa jati dirinya yang sekarang akan percaya pada apa saja yang dikatakan orang-orang, bahkan jika mereka mengatakan kalau seseorang bisa hidup kembali setelah menjadi bangkai mayat.


Dia langsung membersihkan tubuhnya dan kamar mandi sebelum membangunkan putri kecilnya untuk sarapan pagi.


"Mei'er, bangun sayang... Ini sudah pagi."


Yin Mei bergerak tidak nyaman dalam tidurnya, dia terbangun membuka kedua matanya pelan. "Papa?" ucapnya berbisik saat melihat Yin Zhen membangunkannya.


"Bangun, kita akan sarapan. Hari ini Mei'er akan bertemu dengan bibi Mei'er."


"Bibi? Apakah Mei'er punya bibi?"


Yin Zhen menganggukkan kepalanya santai, "tentu saja. Bibi Mei'er adalah adik papa, dia akan memperlakukan Mei'er dengan baik."


Setelah bertukar obrolan kecil, Yin Mei akhirnya setuju untuk mandi dibantu oleh Yin Zhen. Kemudian Yin Mei mengenakan gaun berwarna merah muda dengan hiasan bunga mawar kecil di sisi kiri dadanya.


Tak lupa rambut panjangnya dia ikat, membentuk ekor kuda. Keduanya kemudian turun ke lantai bawah hotel untuk sarapan di restoran yang hotel sediakan.


Keduanya menghabiskan 15 menit untuk menyelesaikan sarapan mereka. Di saat yang sama, Yin Zhen mendapatkan pesan dari Yin Hua bahwa dia akan pergi ke hotel sekitar jam 12 siang. Semalam Hu Lian juga sempat mengirimnya pesan bahwa pondasi rumah barunya hampir selesai, jadi akan lebih baik baginya untuk melihatnya secara langsung sebagai pemilik rumah.


Yin Zhen tidak keberatan dan akan pergi ke sana setelah sarapan ini. Namun sayangnya dia tidak memiliki kendaraan pribadi sekarang.


"Mei'er ingin mobil baru?"


Mendapati pertanyaan yang tiba-tiba, Mei'er mengangkat kedua alisnya lucu, "mobil baru? Mei'er ingin, tapi mobil terlalu mahal, bukan?"


"Yah, itu tidak masalah. Papamu ini sangat kaya. Jadi jadwal pertama hari ini adalah membeli mobil, kau setuju?"


"Setuju!"