Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
01. Reinkarnasi



Dia adalah seorang kultivator yang berjalan di jalan abadi selama jutaan tahun lamanya, semua orang biasa memanggilnya dengan sebutan Penguasa Langit. Tak ada yang berani menantangnya setelah dia sendirian membantai ratusan sekte teratas di Dunia Kultivasi. Banyak orang yang memusuhinya, tapi banyak orang juga yang mengaguminya.


Dia pada dasarnya tidak terkalahkan, hingga akhirnya dia merajai seluruh alam semesta yang luas. Untuk waktu yang sangat lama, dia hanya diam di tahtanya sendirian. Dia terlalu kuat, sampai dia tak tahu harus mengalahkan siapa lagi karena tidak ada makhluk yang cukup kuat untuk mengalahkannya.


Sampai akhirnya di usianya yang menginjak 10 triliun tahun, dia bertemu dengan Dewa Reinkarnasi. Dewa itu memberikan penawaran kepadanya, ingin tetap hidup abadi atau merasakan kematian. Penguasa Langit bingung, dia ingin hidup abadi, tapi dia terlalu bosan hidup sendirian, sampai akhirnya dia sedikit bernegosiasi dengan Dewa Reinkarnasi.


"Kau bisa membunuhku, tapi semua kekuatanku tak akan hilang bahkan setelah aku mati nanti. Aku ingin kau mengabulkan permintaanku yang satu ini. Jika tidak, maka aku akan memaksamu melakukannya..."


Dewa Reinkarnasi takut dengan kekuatan mematikan yang Penguasa Langit miliki, hingga akhirnya dia memberikan opsi terakhir. "Aku bisa menyegel kekuatan di dalam tubuhmu, sehingga ketika kau hidup kembali nanti. Kau akan mendapatkan kembali kekuatanmu secara bertahap, namun bila dibandingkan dengan kecepatan kultivasi kebanyakan orang, kecepatanmu seperti sejuta berbanding satu. Kau akan lemah, tapi kau akan kuat dengan sangat cepat. Tapi, dengan satu syarat, kau hanya bisa membawa satu harta dari sini."


Setelah keputusan akhir, Penguasa Langit akhirnya dibunuh oleh Dewa Reinkarnasi. Membiarkan jiwanya berkeliaran di alam semesta yang luas. Namun siapa sangka, jiwa Penguasa Langit akan kembali ke kampung halamannya, Bumi.


***


Di suatu tempat di dalam apartemen kumuh, seorang pria terbangun dari tidurnya. Dia merasa sedikit terganggu saat suara tangisan anak kecil terdengar di sisinya, "dimana aku?" gumamnya sambil melihat sekelilingnya.


"Sepertinya tempat ini sedikit akrab..."


Pria itu tidak memperhatikan anak perempuan kecil yang menangis itu, dia menolehkan kepalanya ke salah satu bingkai poto di samping tempat tidurnya.


"Foto itu... Yin Hua? Bukankah dia adikku di kehidupanku sebelumnya? Eh? Sepertinya aku ingat, aku meminta kepada tua bangka itu untuk membuat jiwaku bereinkarnasi, tapi sepertinya secara tidak terduga aku bereinkarnasi ke kehidupanku yang sebelumnya. Sekarang aku ingat tempat ini, apartemen jelek ini dulunya adalah tempat tinggal ku di Beijing, sampai akhirnya aku tidak sanggup lagi menahan semua siksaan batin ini dan berakhir aku bunuh diri. Saat itulah aku terlahir kembali di Dunia Kultivasi."


Pria itu adalah Yin Zhen, seorang pria berusia 25 tahun yang diasingkan dari keluarga besarnya setelah kedua orang tuanya tiada. Kini hanya dia dan adiknya, Yin Hua, yang tersisa. Karena Yin Hua tidak ingin hidup dalam kemiskinan lebih lama, dia memutuskan untuk pergi keluar kota dan bekerja sendirian. Setiap bulan dia akan mengirimkan uang untuk kebutuhan kakaknya.


Mengingat semua ingatan yang hampir terlupakan itu, Yin Zhen menggelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan. Ingatan yang menyiksanya ini sangat ingin dia hilangkan, tapi semakin dia bersikeras, semakin tertanam juga ingatannya.


Jika Yin Zhen tidak ber-transmigrasi ke Dunia Kultivasi, mungkin dia akan tetap lemah di kehidupan keduanya. Tapi takdir berkata lain, dia mengalahkan semua musuhnya di Dunia Kultivasi dengan kekuatannya sendiri. Perlahan dia memanjat tangga rantai makanan, sampai dia akhirnya duduk di tahtanya sendiri untuk waktu yang sangat lama. Saat itu, dia sama sekali tidak berpikir untuk kembali ke Bumi, karena baginya, Bumi hanyalah salah satu planet kecil. Dia juga percaya kala itu Yin Hua yang merupakan adiknya sudah tiada, dia membutuhkan ribuan tahun sampai dia bisa berpergian ke berbagai semesta.


Tidak ada satupun manusia di bumi yang bisa bertahan hidup dalam jangka waktu ribuan tahun lamanya. Sehingga dia percaya Yin Hua telah lama mati di makan usia.


"Aku adalah Penguasa Langit, tidak ada orang yang bisa menantang ku. Tapi kini aku hanya manusia biasa, orang biasa bahkan bisa membunuhku dengan mudah, namun dengan semua ingatanku selama 10 triliun tahun ini, ditambah dengan kekuatanku yang masih tersegel, aku percaya aku bisa kembali ke puncak rantai makanan dengan cepat."


Kilatan sinar dingin keluar dari kedua matanya yang tajam. Tapi sedetik kemudian kilatan itu menghilang di kala suara tangisan anak gadis itu terdengar semakin lantang.


"Hua!!!"


"Astaga, siapa anak ini sebenarnya? Kenapa dia ada di dalam kamarku?" gumamnya keheranan. Dia ingat kalau di kehidupan sebelumnya dia belum punya istri, apalagi anak. Tapi ingatannya di kehidupannya yang sekarang mengatakan kalau anak perempuan yang tengah menangis itu adalah anaknya.


"Tunggu sebentar... Dia adalah anakku? Bagaimana mungkin?"


Dengan perlahan Yin Zhen menggendong anak berusia 3 tahunan itu dengan kedua tangannya. Dia memperhatikan fitur wajahnya dengan seksama.


"Kedua mata dan hidungnya benar-benar mirip denganku."


Anak itu tidak lagi menangis seperti sebelumnya, dengan kedua mata jernihnya yang masih bergenang air mata, dia memandang Yin Zhen.


"Papa... Makan..."


Kening Yin Zhen sedikit mengerut saat mendengar perkataan anaknya itu, dia bertanya, "kau ingin makan?"


Mengerti apa yang ditanyakan nya, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian Yin Zhen mengusap pucuk kepala anaknya itu gemas, "baiklah, kalau begitu papa akan melihat apakah masih ada makanan."


Dengan kedua tangannya yang besar, Yin Zhen menggendong anaknya dengan mudah. Dia berjalan ke area dapur untuk melihat apakah masih ada makanan yang tersisa, tapi setelah beberapa saat, dia menyadari hanya ada beberapa mie instan di dalam rak makanannya.


"Usianya masih dikisaran 3 tahun, tidak baik baginya untuk memakan makanan instan."


Yin Zhen menghela napasnya perlahan sebelum mengambil ponselnya untuk melihat berapa saldo yang masih tersisa di rekeningnya.


"Aku ingat kalau dua hari yang lalu aku dipecat dari pekerjaanku sebagai karyawan. Harusnya aku sudah menerima pesangon ku sekarang dan mungkin masih ada sisa dari pemberian Yin Hua bulan lalu."


Begitu dia melihat sisa saldo yang tersisa di kartu rekeningnya, dia kembali menghela napasnya.


"Hanya 2.340 yuan. Aku benar-benar miskin bahkan setelah menerima uang pesangon ku. Jika aku masih menjadi Penguasa Langit, semua dewa kaya akan memberikan seluruh hartanya kepadaku tanpa ragu sedikitpun. Hidup ini benar-benar ironis..."


Dia kembali melihat anaknya, dia bisa mendengar perut kecil itu terus berbunyi. Tampaknya anaknya ini benar-benar kelaparan.


"Yah... Tidak masalah apakah aku punya uang atau tidak, untuk sekarang aku harus merawat anakku terlebih dahulu."


Yin Zhen menempatkan anak perempuannya di atas kasur sementara dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih segar. Dia membawa dompetnya dan kembali menggendong anaknya.


"Papa akan membawamu ke restoran sekarang, kita akan makan di sana," ucap Yin Zhen sambil mengusap pipi tebal anak perempuannya.


"Makan restoran! Aku suka!"


Yin Zhen merasa hatinya senang saat melihat anaknya tersenyum. Di kehidupan sebelumnya, dia mengira senyuman yang sering para orang tua umbar untuk anaknya hanyalah sandiwara untuk membuat anak mereka merasa senang, tapi setelah dia memiliki seorang anak, dia rasa anaknya yang tersenyum bisa membuatnya tersenyum juga.


Jika orang-orang yang ada di Istananya melihatnya, mereka mungkin akan dengan gempar berkata, "Astaga! Apakah Penguasa Langit bisa tersenyum?!"


Yin Zhen berjalan sambil menggendong anaknya santai, dia ingat kalau terdapat restoran yang cukup enak di sekitar apartemennya, harganya juga terbilang murah. Mengingat keuangannya sekarang, dia harus berhemat untuk beberapa waktu sampai dia bisa mendapatkan uang kembali.


Begitu dia sampai di restoran, seorang pelayan menghampiri mereka dan bertanya mengenai menu apa saja yang akan mereka pesan.


Yin Zhen dengan santai berkata, "aku ingin memesan menu Paket tiga dan Paket spesial."


"Baik, tuan. Mohon tunggu sebentar, kami akan menyiapkan hidangan tuan..."


Dia membiarkan anaknya duduk di kursi sebelahnya, kedua matanya yang jernih memandang sekelilingnya dengan teliti. Dia tiba-tiba berkata, "papa... Banyak orang."


"Iya, disini memang cukup ramai. Apakah kau sudah memiliki nama?"


Anak itu menengadahkan kepalanya untuk melihat Yin Zhen, "nama? Aku tidak tahu. Tapi mama selalu memanggilku Mei'er."


"Mei'er? Kalau begitu aku akan menamaimu Yin Mei mulai sekarang."


"Yin Mei? Apakah itu namaku?" tanya gadis kecil itu menatap ayahnya.


"Iya, sekarang namamu adalah Yin Mei, apakah kau suka?"


"Aku suka! Yin Mei... Sekarang aku memiliki nama!"


Melihat tingkah lucu Yin Mei, Yin Zhen mengusap rambut kepala Yin Mei gemas. Terkadang Yin Zhen akan melemparkan pertanyaan kepada Yin Mei, begitu juga sebaliknya, sampai akhirnya hidangan yang Yin Zhen pesan sudah sampai.


"Banyak sekali! Mei'er senang ada banyak makanan!" Yin Mei berteriak girang sambil menatap Yin Zhen dengan tatapan penuh cinta.


"Mei'er bisa makan sekarang, atau perlu papa suapi?" tanya Yin Zhen.


"Mei'er bisa makan sendiri, mama yang mengajarkannya padaku."


Yin Mei mulai menyantap hidangan dengan cepat, melihat itu Yin Zhen tertawa pelan, "kau bisa memakannya perlahan, papa tidak akan merebutnya."


"Oh? Baiklah..."


Yin Mei kembali menyantap hidangannya, begitu juga dengan Yin Zhen. Keduanya fokus untuk menghabis makanan mereka masing-masing, sampai tak terasa hidangan di atas meja sudah habis semuanya.


Tangan kecil Yin Mei mengelus perutnya puas, "kenyang... Aku ingin makan lebih, tapi perutku sudah sangat kenyang..."


"Kalau begitu kita akan makan makanan enak lagi di lain waktu, bagaimana?"


"Benarkah? Kalau begitu aku akan menunggu sampai aku tidak lagi kenyang dan makan enak lagi!"


Setelah beristirahat beberapa menit, Yin Zhen memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Dia membayar makanannya di meja kasir, harga untuk dua paket makanan yang di pesannya mencapai 300 yuan.


Begitu selesai membayar, dengan Yin Mei di gendongannya, dia keluar dari restoran. Tapi pemandangan yang mengerikan terjadi di depan mata kepalanya.


'Brakk!'


Dua mobil saling bertabrakan, yang satu dengan cepat meninggalkan lokasi, sedangkan satu mobil lainnya terpental cukup jauh menabrak tiang listrik.


Semua orang yang berlalu lalang langsung mendekati pusat kejadian, mereka berusaha untuk mengeluarkan pengemudi dari mobil yang sudah hancur itu.


"Papa... Apakah orang itu akan mati? Mei'er dengar kecelakaan sangat buruk, bahkan membuat orang-orang mati. Aku tidak ingin mereka mati..."


"Mei'er ingin menyelamatkan mereka?" tanya Yin Zhen ingin tahu. Wajar bagi Yin Mei untuk merasa simpatik dengan orang-orang yang sengsara, usianya masih belia, justru akan sangat aneh jika di usianya yang masih 3 tahun itu bersikap cuek dan kejam.


Yin Mei menganggukkan kepalanya, "Mei'er ingin menyelamatkannya, tapi hanya dokter yang bisa melakukannya. Sedangkan Mei'er bukan dokter..."


"Kalau begitu, ayo kita menyelamatkannya."


Mendengar perkataan ayahnya, Yin Mei sedikit mengangkat kedua alisnya, "papa dokter?"


"Yah... Kau bisa mengartikannya seperti itu..."


Gelarnya sebagai Penguasa Langit membuatnya dikagumi oleh banyak makhluk hidup. Jika hanya kekuatan tempurnya saja yang luar biasa, beberapa orang jelas akan lebih luar biasa darinya di bidang lain. Tapi dia, Penguasa Langit, memahami semuanya dalam jangka waktu yang sangat lama.


Pengobatan, medis, alkemis, tempa senjata, keterampilan bela diri, teknik kultivasi, dia mengetahui segalanya. Tidak ada yang tidak dia ketahui, setidaknya dia percaya diri ketika dia berada di wilayahnya.


Kekuatan tempurnya jelas yang merupakan paling kuat di antara keterampilan lain yang dia kuasai, tapi hanya mereka yang sangat ahli dan mendapat gelar abadi di Dunia Kultivasi yang bisa menjadi saingannya dalam hal pengobatan maupun medis, seperti Dewa Pengobatan, orang yang mampu menghidupkan seluruh pasukan yang sudah msti dengan ramuannya. Tidak ada yang bisa mengalahkannya di Dunia Kultivasi, bahkan di Alam Semesta dalam pengobatan, namun kekuatan tempurnya tidak sehebat gelar medisnya, meski begitu sosoknya sangat dihormati oleh banyak makhluk.


Kembali ke cerita, Yin Zhen berjalan dengan santai ke pusat kecelakaan. Dia bisa melihat seorang pria paruh baya tergeletak di atas aspal dengan darah yang bercucuran keluar dari kepalanya.


Yin Mei langsung menutup matanya dengan kedua tangan kecilnya. "Ada banyak darah, Mei'er takut darah..."


"Tetap tutup matamu, papa akan memberitahumu jika sudah tidak ada darah..."


Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya patuh, "baiklah, kalau begitu Mei'er akan menunggu papa."


Beberapa orang dengan sigap langsung mengeluarkan ponsel mereka dan memanggil ambulan dari rumah sakit terdekat.


"Astaga, bukankah dia adalah pengusaha kaya raya dari Hong Kong?"


"Pengusaha? Apakah kau yakin?"


"Aku yakin! Kemarin ini media massa menyebarkan kalau Zi Tian ini akan bekerja sama dengan perusahaan terbesar di kota ini dalam membangun pusat hiburan. Sepertinya beberapa orang tidak suka dengan kehadirannya, sehingga orang-orang berkuasa lainnya tanpa ragu berniat membunuh Zi Tian ini."


"Lihat luka itu, aku tidak yakin dia bisa selamat sampai ambulan tiba. Dia telah kehilangan banyak darah!"


Tiba-tiba Yin Zhen menerobos kerumunan dan berjongkok untuk menerima denyut nadinya, "beberapa organ dalamnya cukup terluka, terutama jantungnya. Jika menunggu ambulan datang, itu akan sangat terlambat," gumamnya setelah memeriksa denyut nadinya.


Beberapa orang memandang Yin Zhen dengan tatapan aneh, namun beberapa orang juga mengira kalau Yin Zhen ini adalah seorang dokter. Biasanya para dokter yang memiliki keberanian menyentuh orang yang sekarat, terutama orang itu adalah Zi Tian, pengusaha terbesar di Hong Kong.


Yin Zhen sebenarnya enggan untuk menyelamatkan orang lain yang bukan kerabatnya. Baginya, nyawa orang lain tak begitu berharga di matanya, tapi dia juga tidak ingin melihat Yin Mei bersedih. Hatinya akan sakit jika gadis kecilnya itu cemberut.


Dia langsung menusuk beberapa titik di tubuh Zi Tian dengan kedua jarinya untuk menghentikan keluarnya darah lebih banyak, dia lalu memasukkan energi alam dan mengondensasinya dengan keterampilan yang dia ketahui di kehidupan sebelumnya.


Dia memasukkan energi alam itu ke dalam tubuh Zi Tian, membiarkan energi itu menyatu dengan jantung Zi Tian, setidaknya dengan begitu dia bisa selamat dan tetap hidup untuk waktu yang lama.


Melihat tidak ada darah lagi yang keluar, semua orang dikejutkan karenanya. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat dokter yang begitu hebat, bahkan luka luar yang terus mengeluarkan darah sebelumnya kini sudah pulih dalam seketika.


Yin Zhen tidak memperhatikan sekitarnya, dia masih fokus menggiring energi alam untuk memperbaiki beberapa organ dalam lainnya. Karena dia masih belum menjadi seorang kultivator, dia hanya bisa menggunakan energi alam untuk menyelamatkan Zi Tian.


Setelah menghabiskan proses pencegahan selama lima menit, akhirnya satu mobil ambulan tiba di tempat kecelakaan.


Tiga orang petugas rumah sakit langsung menerobos kerumunan untuk melihat apakah korban selamat atau tidak.


Begitu Yin Zhen melihat petugas ambulan datang, dia dengan tenang menjelaskan keadaan Zi Tian, "pasien terluka cukup parah, tapi untungnya aku tidak datang terlambat dan dia masih bisa diselamatkan. Bagian kiri jantungnya mungkin terluka karena benturan keras dengan setir mobil, sedangkan tangan kanan dan kedua kakinya mengalami patah tulang. Selain itu, tidak ada yang serius."


Sikap Yin Zhen yang terlihat seperti seorang dokter membuat petugas itu menganggukkan kepalanya dan langsung membawa Zi Tian ke dalam mobil ambulan.


Tanpa banyak kata, para petugas itu langsung membawa Zi Tian ke rumah sakit terdekat untuk ditangani lebih lanjut.


Yin Zhen juga kembali ke sisi lain untuk menemani Yin Mei. "Baiklah, sekarang kau bisa membuka kedua matamu. Orang tua tadi sudah dibawa oleh pihak rumah sakit, mereka akan merawat orang tua itu mulai sekarang."


"Apakah itu artinya papa berhasil menyelematkan orang tua tadi?"


Yin Zhen tersenyum dan menganggukkan kepalanya ringan. "Papamu ini cukup kuat untuk menyelamatkan orang lain. Tapi beberapa orang tidak layak untuk diselamatkan, ada banyak orang yang tidak menghargai hidupnya, jadi tidak ada gunanya menyelamatkan mereka."


Dan Yin Zhen sendiri termasuk dalam orang-orang yang tidak menghargai hidupnya di kehidupan yang sebelumnya. Dia bunuh diri tanpa berpikir panjang.


Yin Mei mengangkat alisnya ingin tahu, "kenapa demikian? Bukankah orang yang akan mati harus diselamatkan?"


Yin Zhen menjawab, "mengenai hal itu, kau akan tahu nanti."