
Di rumah sakit besar di Beijing, Zi Tian yang siang tadi mengalami kecelakaan masih berbaring di atas bangsal rumah sakit dengan beberapa peralatan medis di sekujur tubuhnya.
Long Hu, asisten Zi Tian, di sisi lain masih melihat rekaman video yang terus berputar di layar iPad-nya selama beberapa kali. Apa yang dia tonton adalah rekaman CCTV yang menampilkan jalanan dimana Zi Tian kecelakaan.
Dengan firasatnya sebagai seseorang yang telah bekerja dalam waktu yang lama untuk Zi Tian dan orang-orang di balik Zi Tian, dia langsung tahu siapa dalang di balik kecelakaan itu. Namun apa yang membuatnya keheranan adalah pria yang tadi dia telepon, Yin Zhen.
"Kecepatan mobil yang menabrak mobil Ketua jelas di atas 80 km/h. Dengan kecepatan itu, bahkan mobil dengan muatan berat saja bisa terpental, apalagi mobil yang dikendarai Ketua hanya mobil berukuran normal. Meskipun aku seharusnya tidak berkata ini, tapi normal bagi Ketua untuk mengalami luka parah atau bahkan mati sekalipun, aku juga bisa melihatnya dengan jelas bahwa orang-orang yang mengeluarkan Ketua dari mobil terkejut ketika melihat ada begitu banyak darah berceceran di aspal. Tapi setelah kedatangan Yin Zhen ini, semuanya menjadi normal. Petugas rumah sakit mengatakan meski Ketua kehilangan banyak darah, tapi itu segera di atasi. Luka-luka yang sebelumnya terlihat di permukaan juga sudah tidak terlihat yang seharusnya menjadi jalur keluarnya darah. Apakah Yin Zhen ini memiliki keterampilan medis yang luar biasa?"
Sebagai Asisten Ketua Zi yang telah berkecimpung di pahit manisnya dunia selama dua dekade lamanya, dia telah bertemu dengan banyak dokter yang memiliki kemampuan medis luar biasa. Namun tidak ada satupun dari mereka yang mampu menutup luka baru begitu saja. Dokter sebelumnya mengatakan kalau kecelakaan yang Ketua Zi alami kemungkinan besar akan merenggut nyawanya, tapi sungguh ajaib begitu mereka menemukan Ketua Zi Tian hanya menderita beberapa luka ringan dan patah tulang biasa.
Long Hu akhirnya menghentikan kegiatannya dan menyimpan iPad itu di atas sofa sambil menghela napas pelan. "Aku harus menyelidiki lebih jauh mengenai Yin Zhen ini. Aku tahu kalau dia tidak sesederhana kelihatannya."
Dia telah memeriksa semua riwayat hidup Yin Zhen, dan tidak ada diantara semua data itu yang membuktikan atau mengatakan kalau Yin Zhen adalah seorang dokter. Tapi anehnya dia tahu dalam sekilas apa yang dialami Zi Tian dan bahkan memberikan pertolongan darurat.
Dia memijat pelan pangkal hidungnya, sebelum mengambil ponselnya dan menekan salah satu kontak bawahannya.
"Bian Lu, aku memiliki tugas baru untukmu. Pantau pergerakan orang yang baru saja aku kirimkan datanya kepadamu, semakin banyak yang kau tahu, semakin baik."
Orang yang baru saja dia telepon adalah salah satu kepercayaan Ketua Zi Tian. Bian Lu sangat mahir dalam menyembunyikan dirinya dalam bayangan, sayangnya saat ini dia sedang bertugas di luar negeri, jadi dia tidak bisa menjaga Ketua Zi. Tapi setelah menerima panggilan dari Long Hu, dia tanpa ragu menyerahkan tugas lamanya kepada orang lain dan menerima tugas itu.
Apapun yang berkaitan langsung dengan Ketua Zi, dia akan menyetujuinya tanpa syarat.
Long Hu berpikir, jika Yin Zhen memang orang yang mampu dan cukup kuat, dia akan merekrutnya dan menjadikannya sebagai salah satu staf perusahaannya. Dia harus mencari lebih banyak orang yang lebih kuat demi melindungi keamanan Ketua Zi Tian dan keluarganya.
Kecelakaan tadi jelas merupakan bukti bahwa ada banyak orang yang membenci kehadiran Ketua Zi.
***
Hari dengan cepat berganti, ini adalah hari kedua dimana Yin Zhen kembali ke dunia asalnya. Jadwalnya hari ini cukup padat, selain menemani Yin Mei seharian, dia juga akan mencari beberapa apartemen atau rumah yang lingkungannya jauh lebih baik dari pada tempat tinggalnya yang sekarang.
Setelah agenda pertamanya selesai, dia juga mungkin harus membeli beberapa setel pakaian dan barang-barang lainnya. Karena keterbatasan ekonomi sebelumnya, pakaian yang biasa di pakai tidak lebih dari empat setel pakaian. Sedangkan untuk pakaian Yin Mei sendiri cukup banyak, namun tidak ada yang bagus di antara mereka.
Usai membangunkan gadis kecilnya, dia dengan sabar memandikannya. Lalu membantu Yin Mei mengenakan pakaiannya. Karena Yin Zhen bangun di pagi hari buta, dia memasak terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan pagi.
Keduanya makan hidangan yang cukup ringan di depan mereka, hanya dua mangkuk bubur dan irisan kecil daging ayam di atasnya. Namun rasanya cukup enak dan mengenyangkan untuk dianggap sebagai sarapan.
"Papa, hari ini kita akan jalan-jalan lagi?" tanya Yin Mei penasaran.
"Benar, kita akan jalan-jalan sambil mencari tempat tinggal baru. Dimana Mei'er ingin tinggal?"
"Mei'er? Aku ingin rumah dengan banyak hewan dan bunga."
Menjadikan pertanyaan itu sebagai patokannya mencari rumah, Yin Zhen berencana untuk pergi keluar dari Beijing dan tinggal di kota yang lebih sepi dan tidak banyak penduduk. Tentu saja keasrian nya harus terjaga serta jauh dari polusi udara.
Jadi dia pergi ke kota terdekat, Chengdu, yang hanya memakan perjalanan satu jam setengah dari lokasinya yang untungnya tidak terlalu jauh dari perbatasan kota.
Kota Chengdu seharusnya cukup asri dan beberapa keindahan alam di sana lebih dominan daripada di Beijing.
Yin Zhen menggendong Yin Mei dan menempatkannya di kursi depan, karena mereka akan berpergian cukup lama, jadi mereka memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli banyak cemilan.
"Papa, kemana kita akan pergi sekarang?"
"Kita akan pergi mencari rumah di luar kota, tapi sebelum itu kita akan membeli makanan ringan di supermarket."
"Mei'er suka makanan ringan! Aku ingin membeli banyak coklat dan eskrim!"
"Baiklah, papa akan membelikannya sebanyak yang Mei'er mau."
"Yeay! Aku sayang papa!"
"Papa juga sayang Mei'er..."
Jarak dari apartemen lamanya ke Supermarket hanya menghabiskan 5 menit perjalanan. Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, Yin Zhen membawa Yin Mei untuk memasuki Supermarket.
Begitu mereka memasuki area supermarket, Yin Mei sedikit bergidik kedinginan karena pendingin ruangan yang dipasang di setiap titik tempat. Tapi itu tidak bertahan lama sampai Yin Mei mulai terbiasa dengan udara dingin itu.
Dengan Yin Mei di gendongannya, dia berjalan ke arah dimana troli makanan berada. Dia kemudian menempatkan Yin Mei di bagian belakang troli untuk duduk, dan Yin Mei dengan senang duduk di sana. Seolah dia sedang mengendari sesuatu dan papanya yang mengemudi nya.
Keduanya berkeliling supermarket dan memilih banyak makanan ringan, terkadang Yin Mei juga memilih mainan perempuan, seperti barbie kecil ataupun boneka yang ukurannya hanya sebesar kepala orang dewasa.
Usai memilih banyak makanan dan mainan selama 30 menit, akhirnya Yin Zhen membayar semua makanan dan mainan yang dibelinya.
"Totalnya 1.304 yuan..."
Dengan santai Yin Zhen mengeluarkan dompetnya dan membayarnya dengan kartu rekening.
Setelah melakukan proses pembayaran, Yin Zhen menempatkan semua makanan di bagian belakang mobil agar memudahkan Yin Mei untuk mengambilnya. Gadis kecil itu juga menempatkan tiga mainan yang dibelinya di bagian depan, berniat untuk memainkannya selama di perjalanan.
Keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka, sampai tak terasa satu jam setengah berlalu begitu saja. Setidaknya seperempat dari jumlah makanan yang sudah dibeli habis dimakan oleh Yin Mei dan Yin Zhen.
Chengdu adalah kota dengan populasi jumlah penduduk yang cukup besar, tapi itu hanya berlaku untuk pusat kota, tidak dengan pinggirannya. Yin Zhen berniat membeli rumah di wilayah pinggiran kota agar terjauh dari kebisingan masyarakat.
Begitu mereka sampai di tempat tujuan, Yin Zhen mengajak Yin Mei untuk turun dari mobilnya.
Yin Mei memandang sekelilingnya dengan tatapan berbinar, "papa, sekarang kita ada dimana?"
"Kita sekarang sedang mencari rumah baru, dan tempat ini adalah tujuan pertama kita."
Mendengar itu, Yin Mei hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia bisa melihat sebuah rumah dengan desain sederhana namun elegan terpampang di depannya. Ada juga halaman yang cukup luas, setidaknya mampu menampung sepuluh bus pariwisata di dalamnya.
Yin Zhen menatap sekelilingnya cukup puas. Semalam dia mencari beberapa forum yang menjual rumah, dan dia menemukan rumah ini cukup menarik. Tidak hanya jauh dari masyarakat, tapi juga lingkungannya tergolong asri dan luas.
Tapi yang paling membuatnya menarik adalah dari radius 3 km, tidak ada rumah lain selain rumah sederhana di depannya. Meskipun ada beberapa, tapi terlihat sudah lama kosong dan tidak ada yang menempatinya untuk jangka waktu lama.
Cukup menakutkan memang, tapi baginya yang telah melihat segala macam hantu dan iblis di Dunia Kultivasi, gangguan mistis kecil seperti hantu gentayangan atau semacamnya tidak akan menjadi halangan.
Dari dalam rumah, seorang pria paruh baya yang usianya mungkin di atas 50 tahunan berjalan perlahan mendekati Yin Zhen dan Yin Mei. Dia tersenyum senang saat melihat keduanya cukup puas dengan lingkungan yang disediakan dilihat dari tatapannya.
"Halo tuan, nama saya Gao Chun, saya adalah pengurus rumah ini. Bagaimana kalau kita melihat-lihat terlebih dahulu?" tanya pria paruh baya itu.
Dia adalah orang yang menjualnya di forum penjualan rumah secara pribadi. Pemilik rumah sebelumnya memberikan wewenang kepadanya untuk menjual rumah mereka dengan harga bebas.
Yin Zhen menganggukkan kepalanya ringan, "tidak masalah..."
Dengan Gao Chun memimpin, Yin Zhen dan Yin Mei memasuki rumah itu dengan leluasa.
Begitu mereka berdua memasuki rumah itu, Yin Mei berseru kagum, "woww... Luas sekali. Mei'er tidak pernah melihat ruang tamu sebesar ini sebelumnya."
Memang, meski rumah itu sederhana dan dibangun dengan material biasa, desainnya yang mengutamakan luas area membuat rumah itu memiliki lebih banyak ruang daripada rumah pada umumnya.
"Apakah Mei'er suka dengan rumah ini?"
"Mei'er suka, tapi tidak ada barang di dalamnya, jadi Mei'er tidak terlalu menyukainya..."
"Kalau begitu kita akan membeli barang-barangnya nanti. Mei'er bisa membeli sofa, kasur, televisi yang Mei'er inginkan."
"Benarkah? Kalau begitu aku akan membeli kasur doraemon, televisi doraemon, sofa doraemon, semuanya doraemon!"
Yin Zhen tertawa kecil melihat gadis kecilnya begitu senang, "baiklah, papa akan membelikan semuanya untuk Mei'er!"
Melihat betapa pria muda menyayangi anaknya membuatnya rindu dengan anak-anaknya juga. Gao Chun diam-diam mendesah pelan, dia kemudian berkata, "mari, biar saya tunjukkan lebih banyak ruangan."
Selama menunjukkan beberapa ruangan, Gao Chun terus berbicara, menjelaskan semuanya kepada Yin Zhen dengan teliti.
"Meski rumah ini sederhana, rumah ini mengusung tema modern sehingga hampir di semua sudut terdapat colokan untuk alat-alat elektronik. Terdapat empat kamar yang ukurannya cukup luas, sedangkan kamar utama adalah kamar yang paling luas. Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi pribadi. Masih ada ruang tamu, ruang tengah, ruang keluarga, ruang kerja, perpustakaan pribadi, kamar mandi tamu, dapur, ruang makan dan garasi yang cukup luas untuk menampung tiga mobil keluarga. Untuk listriknya sendiri menarik penagihan setiap tahun, tapi untuk air tidak memerlukan biaya karena menggunakan sistem air tanah."
Yin Zhen bisa menangkap satu kesimpulan dari semua penjelasan itu, rumah sederhana ini memang cukup luas untuk menampung dua orang tinggal di dalamnya. Tapi itu tidak masalah.
Sesekali dia akan menyentuh lantai, dinding dan pintu. "Semuanya dibuat dari material biasa, demi keamanan Mei'er, aku harus menggantinya dengan material yang lebih baik."
Dia kemudian menolehkan kepalanya melihat Yin Mei, "bagaimana? Mei'er suka dengan rumah ini?"
Yin Mei menganggukkan kepalanya semangat, "Mei'er suka! Ada banyak ruangan di sini, jadi Mei'er bisa bermain petak umpet dengan papa nanti!"
Yin Zhen mengusap pucuk kepala Yin Mei gemas kemudian.
Dia kembali menolehkan kepalanya ke arah Gao Chun, "aku akan membelinya. Sebutkan saja harganya."
Kedua mata Gao Chun berbinar begitu mendengar perkataan Yin Zhen, akhirnya ada orang yang mau membeli rumah majikannya. "Harganya hanya 700.000 yuan. Mungkin akan ada beberapa perbaikan, jadi tuan tidak bisa langsung menempatinya. Dalam waktu tiga hari, tuan bisa kembali dan menempati rumah ini. Jika ada sesuatu yang ingin tuan ketahui, tuan bisa langsung menanyakannya kepada saya."
"Tidak perlu memperbaikinya. Apa kau tahu orang yang pandai mengurus renovasi rumah?"
Kerutan terlihat di dahi Gao Chun, "orang yang pandai merenovasi rumah? Saya tahu beberapa orang, tapi saya tahu siapa yang terbaik diantara mereka."
"Baiklah, kalau begitu panggil dia kesini. Secepatnya. Semakin cepat, aku akan memberikan lebih banyak uang."
Dengan semangat, Gao Chun langsung mengeluarkan ponselnya dan memanggil seseorang yang dia kenal dalam merenovasi rumah. Setelah hampir 20 menit, seorang pria yang usianya hampir sama dengan Yin Zhen datang sambil mengendarai mobil.
"Dia orangnya tuan! Meski usianya sangat muda, tapi keterampilannya dalam merenovasi rumah adalah yang terbaik," Gao Chun langsung melemparkan kata-kata manisnya kepada Yin Zhen.
Pria muda itu tampak berwibawa dengan bawaan elegan, dia sedikit membungkukkan kepalanya ke arah Yin Zhen, "halo tuan, saya adalah Hu Lian. Saya tidak berani mengatakan saya yang terbaik dalam perenovasian, tapi saya akan melakukannya dengan baik jika anda ingin rumah anda direnovasi."
"Baiklah, saya ingin pondasi rumah ini dihancurkan sepenuhnya. Dan kemudian dibangun kembali dengan material bangunan dengan kualitas terbaik. Mengenai desainnya, saya akan mengirimkan kepadamu nanti secara pribadi. Dan untuk harga material, tidak perlu khawatir soal itu, kau hanya perlu melakukan yang terbaik untuk merenovasi rumah ini," ucap Yin Zhen dengan begitu santainya yang membuat wajah Gao Chun dan Hu Lian sedikit terkejut.
Membangun rumah dengan kualitas bangunan terbaik setidaknya menelan biaya lebih dari 3 juta yuan. Mereka pikir, tampaknya pria dengan anak di gendongannya ini adalah seorang taipan besar yang memegang kekayaan puluhan juta yuan di tangannya.
Sebagian tebakan itu benar, tapi dia bukan seorang taipan. Dia hanyalah seorang ayah yang ingin membahagiakan gadis kecilnya.