
Jiang Yalan dan Yin Zhen saling bercengkrama di dalam restoran cukup lama, bagaimanapun keduanya sudah lama tidak saling bertemu dan banyak hal yang mereka bicarakan meski hanya beberapa hal yang tidak penting.
Sambil menghabiskan minuman mereka, keduanya berbicara mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan Cairan Ajaib buatan Yin Zhen.
Sampai tak terasa waktu terus berlalu, jarum pendek jam sudah menunjukkan jam 3 sore dan Yin Zhen seharusnya sudah pulang sekarang.
"Hubungi aku jika kau ingin membawa semua Cairan itu, aku akan berada di hotel untuk sementara waktu."
"Baiklah, aku akan menghubungimu. Aku juga ingin bertemu dengan putrimu, pasti dia sangat cantik..."
"Haha, kau paling pandai berbicara manis. Sudah begitu saja, aku akan pergi..."
Yin Zhen dan Jiang Yalan saling berpisah, keduanya mengendarai mobil yang berjalan ke arah yang berlawanan. Hari itu tidak banyak yang dia lakukan selain bertemu dengan sahabat lamanya sekaligus rekan bisnisnya. Dia kembali melanjutkan perannya sebagai seorang papa yang penyayang dan memanjakan putri kecilnya.
Ketika malam tiba, sebuah mobil pengangkut tiba, mobil Honda City Hatchback pembelian Yin Zhen tempo hari datang tepat dihari ketiga setelah pembelian. Meski memakan waktu yang cukup lama, hasilnya lumayan memuaskan.
"Papa, bukankah itu mobil kita?" tanya Yin Mei yang digendong oleh papanya. Kedua mata bulatnya menatap mobil yang ada di depannya dengan teliti.
"Benar, itu mobil Mei'er, bukankah Mei'er sendiri yang memilih warnanya saat itu?"
"Oh, aku ingat! Mei'er memilih warna biru, dan ternyata yang datang warna yang Mei'er inginkan. Bagus sekali!"
Yin Hua yang melihat pemandangan itu di samping pasangan ayah dan anak itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, dia kemudian berkata, "kakak, bukankah seharusnya kau tidak boleh terlalu memanjakan Mei'er? Aku khawatir dia akan terus bergantung padamu di masa depan nanti."
Mendengar itu, Yin Zhen mengerutkan keningnya sedikit tidak suka, "lalu bagaimana jika putriku ingin aku manjakan? Jangan samakan standar asuhan para orang tua rendahan itu dengan ku. Aku ingin Mei'er selamanya bergantung padaku, dia adalah putriku, anak Yin Zhen. Mana bisa dia menjadi sosok yang sama seperti orang lain? Tidak mungkin."
Yin Hua cukup terkejut dengan sikap arogan kakaknya. Yin Zhen yang dulu dikenal sebagai orang yang penurut dan pandai dalam mengendalikan situasi, tentu saja itu disaat mereka masih tinggal di dalam keluarga besar Yin.
Tapi setelah mereka pergi dari keluarga Yin, atau lebih tepatnya setelah diusir oleh keluarga Yin, Yin Zhen menjadi kepribadian yang pendiam, lebih suka menyendiri daripada berkerumun dan menjadi pusat perhatian. Yin Hua selalu adiknya adalah saksi atas semua penderitaan yang Yin Zhen alami.
Namun sepertinya masa itu telah berlalu sekarang, perubahan Yin Zhen setelah memiliki Yin Mei sangat besar. Tidak hanya kepribadiannya yang berubah, tapi pria itu menjadi lebih arogan daripada sebelumnya. Terutama yang berkaitan dengan gadis kecilnya.
"Yang kau katakan cukup masuk akal, bagaimana bisa keponakan Yin Hua sendiri bisa menjadi orang biasa? Dia akan menjadi orang yang luar biasa. Kakak, aku percaya dengan gaya didikanmu terhadap Yin Mei, tapi aku juga berharap ibu kandungnya juga ikut andil dalam pengasuhan ini."
"Kau tidak perlu khawatir. Aku juga tidak ingin gadis kecilku hidup tanpa sosok ibu dalam hidupnya, aku akan menghubungi Mei Qi setelah ini dan ingin membahas beberapa hal dengannya."
***
Langit malam yang gelap namun bersinar di waktu yang sama karena sinar bintang dan bulan merupakan pemandangan indah yang sangat memanjakan mata banyak orang.
Semilir angin malam membuat kulit terasa kedinginan, namun juga kesepian. Suara jangkrik dan binatang malam lainnya terdengar bersahutan di dalam hutan.
Jauh di tengah hutan di Tiongkok, retakan tiba-tiba muncul menelan ratusan pohon langsung, menyebabkan gempa kecil terjadi. Setelah angin malam menyapu debu halus yang bertebaran, sebuah lubang raksasa terlihat di tengah hutan tersebut.
Seonggok kayu kecil berwarna hitam gelap dengan kristal berwarna merah darah seukuran genggaman tangan dewasa terpasang di kepala kayu itu. Terlihat menakutkan, namun indah di waktu bersamaan. Cantik tapi juga mematikan.
'Swosh!'
Seorang gadis kecil dengan panjang tubuh 1,5 meter itu muncul tiba-tiba dari kekosongan. Kedua matanya yang menutup perlahan terbuka, menampilkan kedua bola mata cantik berwarna merah darah, selaras dengan kristal yang ada di kepala kayu itu.
Tangan kecil putihnya memegang kayu itu seolah itu adalah tongkatnya. Kedua belah bibirnya perlahan bergerak, suara sehalus hembusan angin di musim semi itu terdengar, "kekacauan... Sudah terlalu lama Bima Sakti hidup terlalu nyaman. Aku juga tidak bisa lagi melindungi Bima Sakti dengan kewenangan ku ini. Meski begitu, seminggu sebelum kekacauan itu dimulai, mungkin aku bisa menemukan orang yang cocok dengan kriteria Taurus."
"Kedatangan tamu seperti anda membuat kami terkejut, sampai kami tidak sempat membuat jamuan yang pantas untuk anda. Jika anda tidak keberatan, biarkan saya dan adikku menjamu anda..."
Gadis kecil itu terlihat acuh tak acuh, dia melepaskan tongkat kristal merah darah itu dari genggaman tanah. Kemudian berbalik membelakangi kedua orang itu, "kalian berdua seharusnya menyadarinya 'kan? Langit malam yang tenang ini dan sinar bulan itu tidak lama lagi akan lenyap. Bumi pada dasarnya adalah keberadaan yang terlalu lama diabaikan, tapi juga ini merupakan keuntungan bagi mereka yang ingin hidup damai. Tapi sayangnya Konstelasi Jiwa tidak akan membiarkan Bumi lagi, Bumi akan mulai berevolusi dan untuk melakukannya, miliyaran jiwa bisa saja berjatuhan."
Kedua wanita berpakaian beda warna itu terdiam sebelum menghela napas pelan, "apa yang anda katakan benar, kami yang ditunjuk sebagai pelindung Bumi telah menerima pesan dari Konstelasi Jiwa. Kelak Bumi akan berevolusi dan mana akan membanjiri planet ini sedemikian rupa. Bohong jika kami mengatakan kami ingin Konstelasi Jiwa menarik kembali niatnya, tapi sebagai keberadaan Makhluk Jiwa tingkat keempat, tidak ada yang bisa kami lakukan."
Amber menghela napasnya pelan, kedua mata merah darahnya menutup sejenak. "Aku akan meninggalkan hartaku di sini, dengan harta ini, orang-orang yang memiliki kapasitas mana di dalam tubuh mereka akan secara otomatis mengaktifkan Catatan Konstelasi. Meski kemungkinannya lebih kecil dari nol persen, tapi setidaknya itu lebih baik daripada tidak sama sekali."
Wanita bertubuh kecil bernama Amber itu kembali menancapkan tongkatnya ke tanah cukup dalam. Dia kemudian merapalkan rentetan mantra dengan bahasa asing, hingga tak lama kemudian sinar merah darah keluar dari kristal itu membentuk sebuah benang cahaya yang memanjang ke arah selatan.
Kedua mata Amber dan dua wanita di depannya terkejut saat melihat benang cahaya itu mengarah ke suatu tempat. Ketiganya dengan cepat menekan aura mana mereka dan melayang sambil menyembunyikan keberadaan mereka.
"Apakah saya tidak salah lihat? Seharusnya cahaya merah ini mengarah kepada seseorang yang memiliki kapasitas mana di dalam tubuhnya, tapi bagaimana bisa?"
"Kau bertanya kepadaku, sedangkan aku bisa bertanya pada siapa? Lebih baik mengikuti benang ini terlebih dahulu. Jika benar ada orang yang memiliki kapasitas mana di dalam tubuhnya, maka ini sebuah keberuntungan baginya."
Di Heaven Garden Hotel, Yin Zhen yang baru saja menidurkan gadis kecilnya kini tengah ber kultivasi memantapkan pondasinya.
Tanpa dia sadari, seutas benang berwarna merah darah memasuki dadanya. Yin Zhen yang merasakan sesuatu menyentuh jiwanya langsung membuka kedua matanya.
"Ini... Energi ini, sepertinya aku mengenalnya. Seharusnya ini adalah energi yang berasal dari Dunia Sihir!"
Terdapat dua keberadaan raksasa di seluruh alam semesta yang tidak berujung, Dunia Kultivasi dan Dunia Sihir. Sebagai keberadaan yang tidak terkalahkan di kehidupan sebelumnya, dia jelas sudah mengunjungi Dunia Sihir beberapa kali.
Jika energi yang memelihara Dunia Kultivasi bernama Qi, maka energi yang memelihara Dunia Sihir adalah Mana. Energi eksternal yang dapat diserap melalui pengambil jiwa. Singkatnya, semakin banyak kau membunuh orang atau makhluk yang memiliki kepasitas mana di dalam tubuhnya, maka semakin kuat kau.
Terlepas dari semua itu, Yin Zhen terkejut dengan apa yang dia lihat di depan matanya. Layar transparan berwarna biru tua muncul di depannya sambil menampilkan status kekuatannya.
[Nama: Yin Zhen]
[Level : 50 (0/12.000)]
[Gelar: - ]
[Pekerjaan: - ]
[Statistik: (AGI:1.634) (STR:1.737) (ATK: 1.454) (MP:2.437) (HP:1.550)]
[Keterampilan: - ]
[Skill Point: 0]
[Catatan: Kekacauan (167h 37m 25s)]
[Notifikasi Error: Karena karakteristik Qi yang ada di dalam tubuh Host, Konstelasi Jiwa menambahkan statistik baru: Qi Point: 3.000]
***
Note: Awalnya ini novel mau genrenya ringan, cuma seorang ayah yang melindungi anaknya. Tapi setelah dipikirkan kembali, lebih baik menambahkan sedikit bumbu apocalypse, dimana si Yin Zhen harus melindungi anaknya di tengah kekacauan.