
Seluruh Bima Sakti mengalami perubahan besar, tata surya yang sesuai tatanannya kini mulai membuat alurnya sendiri. Jarak antara Bumi dan matahari juga semakin jauh, namun volume Matahari sendiri menjadi jauh lebih besar daripada sebelumnya.
Terbukti pagi hari itu semua di Bumi memandang langit yang terang benderang, ukuran matahari hari itu dua kali lebih besar dari sebelumnya dan itu jelas membuat mereka semua terkejut.
Beberapa pulau hancur, pergeseran tanah yang terjadi di seluruh dunia membawa kekacauan berskala besar terhadap tanah dipermukaan yang membuat orang-orang serta makhluk hidup lainnya harus mati dibawah timbunan tanah atau tenggelam karena air laut yang perlahan menenggelamkan tanah air mereka.
Secara keseluruhan, jumlah populasi manusia di Bumi yang sekarang tidak lebih dari 500 juta jiwa. Seperempat populasi lainnya terbunuh akibat bencana, sedangkan yang sisanya berubah menjadi zombie yang terus meluas ke setiap wilayah.
Alasan Yin Zhen tahu itu semua karena Amber tiba-tiba mendatanginya dan memberitahunya semua hal itu.
"Seperti yang diharapkan dari planet yang diubah menjadi dunia penuh sihir. Adanya Konstelasi Jiwa tentu membuat semua orang yang bertahan semakin kuat dengan tekad dan keberanian mereka, tapi harganya sama sekali tidak murah. Seluruh populasi manusia di Bumi hampir punah, dengan hanya kurang lebih 500 juta jiwa, sudah dipastikan Bumi tidak dapat lagi menjadi planet yang seperti sebelumnya. Dan aku harap penyebaran zombie tidak terlalu cepat, atau populasi manusia akan punah sepenuhnya," ujar Yin Zhen begitu dia menyelesaikan sebagian tugasnya sebagai seorang pemimpin.
Semua orang yang ada di lingkungan rumahnya sudah menganggapnya sebagai pemimpin yang akan melindungi mereka, dan sejujurnya Yin Zhen tak keberatan akan hal itu. Lagipula gadis kecilnya masih membutuhkan lingkungan yang hangat dan penuh tawa, untuk mewujudkannya dia perlu membangun kerajaannya sendiri nanti.
Amber yang mendengar perkataan Yin Zhen hanya menggela napas pelan, "meskipun aku bukan orang Bumi, aku turut prihatin dengan apa yang Bumi alami. Sebenarnya dari sekian banyak galaksi yang pernah aku datangi, hanya Bumi yang benar-benar rentan terhadap sihir."
Maksud dari perkataannya cukup jelas, Amber mengatakan kalau Bumi adalah planet yang lemah. Tidak seperti planet lain yang pernah dia kunjungi sebelumnya.
Yin Zhen hanya diam. Memang apa yang dikatakan oleh Amber benar adanya, tapi berkat itulah Bumi menjadi planet yang damai dan aman.
Amber kembali berkata, "kau memiliki tiga Mage yang lumayan di dalam kelompokmu. Entah kau beruntung atau apa, tapi wanita berambut panjang itu berbakat untuk mengembangkan Sihir berjenis api, sedangkan untuk wanita yang bermain dengan anakmu itu, dia berbakat dalam Sihir berjenis tanaman, meskipun yang satunya lagi tidak cukup berbakat untuk dibandingkan dengan dua wanita lainnya, jika dia berlatih keras dan terus meningkatkan levelnya, ada kemungkinan dia juga akan mengembangkan bakat alaminya nanti."
Yin Zhen mengerutkan keningnya begitu dia mendengar perkataan Amber, "kau mengatakan kalau Mei Qi berbakat dalam Sihir berjenis tanaman?"
Amber menganggukkan kepalanya, "benar, aku bisa merasakan life aura yang ada di dalam tubuhnya meskipun itu sangatlah tipis. Bakatnya akan terlihat begitu dia meningkatkan levelnya sampai level 30 setidaknya, dia bisa membantu banyak orang juga dengan sihirnya itu. Tentu saja bakatnya itu tidak bisa dibandingkan dengan mu yang bahkan aku saja bingung aura macam apa yang ada di dalam tubuhmu itu. Kau bisa membuat bola es tanpa mempelajari skill es, dan itu akan sangat mengejutkan jika diketahui oleh para Evolusioner Jiwa tingkat atas."
Wajar saja jika Amber tidak tahu aura yang ada di dalam tubuh Yin Zhen, karena aura itu berasal dari Qi Spirit yang ada di dalam tubuhnya dan mustahil bagi Amber untuk mengetahuinya kecuali dia pernah bersentuhan dengan Qi juga sebelumnya.
Yin Zhen mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh, "anggap saja ini bakatku."
"Yah... Kau benar. Mengingat kau telah mencapai batas Evolusioner Jiwa tingkat pertama bahkan sebelum gerbang Mana terbuka saja itu aneh. Jika dipikirkan dengan akal logika saja kau lebih mengerikan daripada monster, kau tahu?"
"Aku tahu aku hebat, tak perlu memuji ku seperti itu."
Amber rasanya ingin memukul wajah pria itu, tapi dia tahan mengingat statusnya yang lebih senior.
"Kau lanjutkan saja pekerjaanmu, dengan hanya 10 orang Evolusioner Jiwa tak akan cukup. Kau perlu menjadikan semua orang ini Evolusioner Jiwa yang handal di masa depan, lagipula hal itu tak akan merugikan mu, sebaliknya itu akan sangat menguntungkan mu," ucap Amber sebelum sosoknya menghilang begitu saja.
Menatap tempat dimana Amber baru saja pergi, dia menghela napas pelan.
"Kupikir lebih baik seperti ini. Dimana di Bumi yang baru ini, hal-hal sederhana akan lebih dihargai."
***
Semua orang yang berjumlah 94 orang itu makan di jam 9 pagi. Yin Zhen mengambil sekarung beras dari brangkas bawah tanah dan memberikannya kepada mereka yang bertugas untuk memasak.
Jiang Yalan, Mei Qi, Bian Lu, Hu Lian, Gu Yan, Long Hu dan empat orang Evolusioner Jiwa lainnya juga mulai melahap makanan yang tersedia di atas hamparan kain berwarna putih. Mereka tidak makan di dalam ruangan, melainkan di luar ruangan bersama yang lainnya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dengan semua orang.
Acara makan-makan selesai dan beberapa orang mulai kembali melanjutkan tugas baru mereka seperti membersihkan daging Serigala Bulan atau membuat tempat tinggal sederhana di sekitar lingkungan Yin Zhen.
Tapi sayangnya kedamaian itu tak bertahan lama, karena segerombolan semut setinggi 30 cm dan panjang hampir satu meter datang dari berbagai arah tiba-tiba.
"Monster!"
"Tidak!!"
Melihat gerombolan semut yang jumlahnya itu ratusan, semua orang berteriak histeris ketakutan. Mereka berlarian tak tentu arah yang membuat Yin Zhen sulit untuk mengatur mereka.
Bian Lu dan Long Hu juga berusaha untuk menertibkan semua orang, tapi tetap saja mereka semua tidak mendengarkan.
Hingga sebuah kilat cahaya berbentuk sabit membelah setengah dari koloni semut itu dalam sekejap. Yin Zhen menurunkan tangannya perlahan dengan tenang, dia menatap semua orang yang balik melihatnya juga.
"Kalian semua diam jika tak ingin aku perlakukan seperti semut-semut itu."
Perkataannya pelan dan tenang, tapi entah kenapa mereka semua merasa ketakutan. Seolah-olah pria berpenampilan dingin itu adalah mesin pembunuh yang bisa membunuh mereka kapan saja.
Tanpa memiliki pilihan lain, mereka berkumpul dan menertibkan diri mereka sendiri. Meskipun mereka masih ketakutan dengan koloni semut yang tersisa, mereka lebih takut menghadapi amarah Yin Zhen.
Melihat semua orang sudah mulai tertib, Yin Zhen menatap kelompok Evolusioner Jiwa pertamanya, "kalian semua bantai semua semut itu. Anggap ini sebagai perburuan tim yang artinya kalian harus tahu posisi masing-masing untuk bergerak."
Kesepuluh Evolusioner Jiwa itu menganggukkan kepala mereka serempak. Menghadapi koloni semut berbeda dengan Serigala Bulan sebelumnya yang bergerak individual, koloni semut di depan mereka bergerak bersamaan dan jumlah mereka yang terlalu banyak akan membuat Evolusioner Jiwa manapun merasa kewalahan.
Karena itulah kerja sama tim sangat dibutuhkan di sini.
Lima Evolusioner Jiwa yang berperan sebagai tanker langsung maju ke barisan paling depan.
"Pertahan siap!" teriak Wang Long penuh semangat.
"Bagus, aku akan bergerak ke sisi barat sedangkan kau bergerak ke sisi timur," ujar Long Hu memerintahkan Bian Lu.
"Aku dan Jiang Yalan akan bergerak bersama kalian berdua. Sedangkan Gu Yan, kau memutuskan sendiri untuk bergerak ke arah mana," Mei Qi merasa peran Mage di level awal masih terlalu lemah, jadi dia memutuskan untuk membantu fighter bertarung dalam jarak dekat.
Gu Yan berkata dengan tenang, "aku akan bersama tanker. Kalian bergerak saj fokus untuk membantai koloni semut itu, sedangkan aku akan berfokus untuk menjaga semua orang disini."
"Semuanya bergerak!" teriak Long Hu dan langsung saja semua orang memulai pergerakan mereka dengan mulus.
Semua orang yang bukan Evolusioner Jiwa terpesona dengan penampilan yang diperlihatkan oleh kesepuluh Evolusioner Jiwa di hadapan mereka.
"Mereka semua hebat..."
Kedua orang tua Jiang Yalan dan Mei Qi juga bangga dengan anak mereka yang pemberani. Tapi di sisi lain mereka tidak ingin anak mereka terluka, tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan di dunia yang kejam ini.
Sementara itu Yin Zhen memperhatikan semuanya dari samping, dan tentunya dia akan bergerak begitu keselamatan orang-orang di sini terancam. Hanya saja dia merasa kalau dia tidak perlu melakukan itu.
"Kerja sama tim mereka cukup memuaskan meskipun ini adalah pertama kalinya untuk mereka. Mereka kemungkinan akan menjadi sosok yang paling disegani di Bumi yang baru ini."
____
Jangan lupa like, komen dan vote ya gaesss... See you next time\=D
Sorry kalo ada typo, gak pernah revisi lagi kalo udah selesai ngetik, soalnya males.