
2.300 naga hitam mengeluarkan raungan mengerikan yang membelah langit, bersamaan dengan terjadinya bencana alam. Ratusan ribu benang perut menghantam Bumi dengan ganas, permukaan Bumi bergetar hebat, menciptakan belahan tanah yang membentang dari ujung barat sampai timur. Awan di atas langit juga semakin gelap, namun entah bagaimana suasana di permukaan semakin memanas.
Dibawah tekanan puluhan ribu naga hitam serta serangan mematikan yang mereka luncurkan bersamaan, dengan cepat puluhan juta binatang mutan yang tersisa langsung terbunuh. Kondisi hutan Chengdu yang semula dipenuhi dengan pepohonan kini terlihat seperti lautan medan perang tanpa kehidupan di dalamnya.
Yin Zhen tidak ingin menyia-nyiakan 'calon' Pasukan Jiwanya, dia kembali menenggak Air Suci untuk meregenerasi MP nya. Dengan cepat dia mengubah hampir 200 juta Qi Point untuk dijadikan Mana Point, membuat tubuhnya dibanjiri kekuatan Mana dalam sekejap.
Tanpa membuang waktu lebih banyak, dia membangkitkan jiwa semua binatang mutan yang dia bunuh. Jumlah mereka benar-benar luar biasa, hanya dalam beberapa menit saja jumlah Pasukan Jiwa miliknya hampir ada di angka 60 juta.
Dia melirikkan matanya ke atas, melihat ribuan naga hitam yang balik menatapnya juga seolah menunggunya memberikan perintah. Yin Zhen mengisyaratkan salah satu naga hitam untuk mendekat, dan dia melompat menunggangi punggung naga hitam tersebut.
Dia bisa melihat tidak ada lagi binatang mutan yang tersisa di sekitarnya, sekalipun masih ada, jumlahnya paling banyak hanya puluhan.
"Aku harus kembali!"
Dia membatalkan aktivasi Pasukan Raksasa-nya, membuat ribuan naga hitam itu menghilang menjadi kepulan asap begitu saja. Yang tersisa hanyalah naga hitam yang sekarang menjadi tunggangannya. Dia harus sampai di rumahnya secepat mungkin.
Sun Hao berhasil sampai di pangkalan militer dengan aman, namun begitu dia melihat ribuan binatang mutan menyerang pangkalan, dia langsung panik. Levelnya masih terlalu rendah untuk berhadapan dengan banyak binatang mutan.
"Hei, kau baru saja bertemu dengan Yin Zhen, bukan? Dimana dia?" Jiang Yalan yang melihat kedatangan Sun Hao langsung berlari ke arahnya, menanyakan perihal Yin Zhen.
"Seharusnya tuan Yin sekarang sedang pergi ke pangkalan rumahnya untuk bertemu dengan anak dan keluarganya..."
Jiang Yalan yang mendengar itu mau tidak mau menghela napas pelan. Dia memahami pola pikir Yin Zhen, bagaimanapun keluarga lebih penting daripada segalanya, terlebih dia sudah memiliki seorang anak. Tapi dia masih mengharapkan Yin Zhen akan datang menyelamatkan mereka lebih cepat, tidak dipungkiri dia akan lebih senang jika Yin Zhen langsung menyelamatkannya dibanding pergi ke pangkalan rumahnya.
Tapi sekali lagi menjadi egois bukanlah tindakan yang tepat. Jiang Yalan hanya bisa bertahan lebih lama untuk menahan serangan segerombolan binatang mutan ini, atau orang-orang biasa yang ada di balik dinding pangkalan ini akan ikut mati terbunuh.
Netranya melihat tumpukkan bunga di atas truk yang baru saja Sun Hao naiki, dia bertanya, "untuk apa bunga-bunga itu?"
Sun Hao menggelengkan kepalanya pelan, "entahlah, tapi tuan Yin memerintahkanku untuk membawanya ke sini."
Jiang Yalan berpikir sekumpulan bunga itu akan diberikan kepada Mei Qi oleh Yin Zhen. Jika tidak, mengapa Yin Zhen susah payah meminta Sun Hao mengangkutnya?
"Aku harap dia bisa datang ke sini lebih cepat..." gumamnya pelan. Dia kembali melesat ke medan pertempuran membantu Hu Lian dan yang lainnya menghalau serangan binatang mutan yang semakin ganas.
Tiba-tiba saja dari arah berlawanan, ratusan sosok naga hitam melayang di atas langit. Panjang tubuh mereka yang hampir 100 meter membuatnya tampak seperti pasukan yang dikirim langsung dari dunia bawah, apalagi ketika Jiang Yalan dan yang lainnya melihat sorot mata ungu naga-naga hitam itu.
"Sialan! Mereka saja belum tentu bisa kami kalahkan, sudah ada pasukan lain yang datang!" geram Jiang Yalan. Dia harus mengakui bahkan sebelum ratusan naga hitam itu terlihat, persentase menang melawan begitu banyak binatanh mutan hampir nol.
Dan sekarang seperti yang semua orang di pangkalan lihat, ada pasukan lain yang lebih kuat datang siap untuk 'menyerang' mereka.
"Apa yang harus kita lakukan? Apa tuan Yin masih belum kembali?" Bian Lu bertanya.
"Dia pergi menyelamatkan keluarganya dulu, tidak ada yang bisa kita lakukan jika begitu..."
"Sudah selesai hidupku sekarang... Aku bahkan belum sempat memanjakan diriku."
Tapi apa yang mereka saksikan kemudian membuat rahang semua orang jatuh. Ratusan naga hitam tidak menyerang pangkalan militer, melainkan segerombolan binatang mutan.
Jiang Yalan, Bian Lu bahkan Hao Ran yang biasanya tenang, mau tidak mau menatap Sun Hao tercengang dengan alam yang dia katakan barusan.
"Apa?! Kau bilang ratusan naga hitam ini berasal dari skill yang Yin Zhen kuasai? Tapi bagaimana bisa? Dari yang aku teliti selama ini, dia hanya bisa membangkitkan pasukan aneh dari binatang mutan yang sudah dia bunuh. Tidak mungkin baginya membunuh naga, bukan karena dia lemah, tapi keberadaan naga di bumi itu tidak ada, bahkan jika pun ada, aku tidak percaya Chengdu memilikinya."
Sudah rahasia umum bahwa Yin Zhen memiliki skill yang dapat memanggil pasukan aneh dalam jumlah banyak, tapi baik Jiang Yalan ataupun orang lain, mereka tidak pernah berpikir bahwa Yin Zhen bahkan mampu memanggil pasukan naga.
"Yin Zhen, dia orang yang sangat kuat..." gumam Hao Ran pelan. Dia tidak pernah mengakui kekuatan orang lain begitu saja karena kepribadiannya yang unik dan lebih banyak diam, tapi dia akui bahwa Yin Zhen benar-benar diluar nalar.
"Dengan bantuan pasukan Yin Zhen, gerombolan binatang mutan itu seharusnya akan langsung mati menghadapi serangan ratusan naga hitam. Sebaiknya kita mengevakuasi semua warga yang ada di dalam pangkalan kalau-kalau situasi yang tidak diinginkan terjadi," ujar Jiang Yalan setelah memastikan ratusan naga hitam dapat dengan mudah mendorong mundur puluhan ribu binatang mutan yang menyerang pangkalan.
"Baiklah, sebaiknya kita berpencar!" balas Hu Lian. Semua Evolusioner Jiwa yang semula berjuang melawan binatang mutan langsung berpencar ke berbagai arah.
Sun Hao melakukan hal yang sama, levelnya mungkin terlalu rendah untuk berhadapan dengan begitu banyak binatang mutan, tapi melindungi orang-orang biasa masih bisa dia lakukan.
Jiang Yalan, Hu Lian, Bian Lu dan Hao Ran mengumpulkan semua orang di titik yang sama. Semua warga di dalam pangkalan bisa melihat pasukan naga yang menciptakan bencana alam di sekitar pangkalan mereka. Beberapa warga bertanya pada para Evolusioner Jiwa, tapi mereka tidak memberi jawaban yang jelas dan hanya mengatakan bahwa situasi berbahaya tengah terjadi diluar pangkalan.
Hanya dalam kurun waktu lima menit, Yin Zhen sampai di pangkalan rumahnya. Dia awalnya menonaktifkan sub-skill Pasukan Raksasa-nya, namun dia kembali mengaktifkannya karena tahu pangkalan militer juga pasti menerima serangan binatang mutan. Kali ini jumlah naga hitam yang dia panggil tidak mencapai angka ribuan, hanya sampai 500 naga hitam saja, tapi itu lebih dari cukup untuk menghabisi puluhan atau bahkan ratusan ribu binatang mutan.
Bagaimanapun satu naga hitam miliknya setara dengan Evolusioner Jiwa tingkat kedua level tinggi. Kehancuran yang disebabkannya tidak kecil, membawa naga hitam terlalu banyak akan merusak lingkungan, terlebih dia khawatir orang lain akan terkena dampak serangan naga hitam. Situasi di kedua pangkalannya berbeda, ada warga biasa di sana, berbeda dengan hanya dirinya sendiri.
Yin Zhen mendarat di depan pangkalan rumahnya, beberapa Evolusioner Jiwa level rendah langsung gembira ketika melihat pemimpin mereka akhirnya tiba. Sejak Bumi mengalami evolusi, semua orang yang ada di pangkalan tanpa sadar menganggap Yin Zhen sebagai orang terkuat yang mampu melewati segala macam bahaya.
"Pemimpin!" teriak semua orang begitu mereka melihat Yin Zhen.
"Dimana anakku dan keluargaku?" tanya Yin Zhen.
"Mereka ditempatkan di dalam brangkas bawah tanah. Hanya itu satu-satunya tempat yang aman untuk ditinggali. Tuan Long dan Nona Gu juga ada di sana..."
Yin Zhen langsung melesat secepat angin pergi ke tempat dimana brangkas bawah tanah berada. Sesampainya di sana, dia melihat Long Hu dan Gu Yan serta Mei Qi terus menghalau serangan binatang mutan. Walau brangkas bawah tanah ditempatkan dibagian dalam pangkalan, lokasinya cukup jauh dari pangkalan itu sendiri membuat binatang mutan yang mengepung pangkalan dari belakang mudah untuk menyerangnya.
Namun brangkas bawah tanah itu sendiri tidak dipungkiri memang tempat yang paling aman mengingat dia sendiri menggali tanah cukup dalam untuk menciptakan ruangan bawah tanah yang mampu menyimpan banyak makanan atau barang.
"Yin Zhen!" Mei Qi langsung menyadari kedatangan Yin Zhen. Diikuti oleh Long Hu dan Gu Yan. Warna wajah mereka yang pucat pasi tidak menyembunyikan raut bahagia yang muncul begitu mereka melihat Yin Zhen.
Wajah cantik bersih Mei Qi diwarnai dengan noda darah dari cipratan darah binatang mutan, kedua lengan serta kakinya juga dipenuhi dengan luka luar. Hal yang sama terjadi pada Gu Yan dan Long Hu, terutama Long Hu, luka hampir menutupi seluruh tubuhnya. Darah segar mengucur dari ujung kepalanya.
Entah sadar atau tidak, Mei Qi langsung memeluk Yin Zhen begitu Yin Zhen tiba. Raut wajahnya yang tegas layaknya seorang jenderal wanita tiba-tiba melunak, dia menangis di dalam pelukan Yin Zhen.
Yin Zhen membalas pelukan Mei Qi, tidak merasa keberatan dengan pelukan Mei Qi yang begitu tiba-tiba. Dengan pelan dia menepuk pundak wanita yang ada di pelukannya, "kerja bagus, sekarang beristirahatlah, serahkan semua ini kepadaku."
Dia sejenak melirik Gu Yan dan Long Hu, "kalian juga beristirahatlah, pulihkan stamina kalian terlebih dahulu dan obati luka kalian."
"Baik, tuan Yin!"