
Pencarian Mei Qi dengan bantuan Long Hu dipastikan akan lebih cepat. Meskipun Yin Zhen memiliki kekuatan, tapi itu hanya dalam aspek yang bersangkutan dengan dirinya sendiri, bukan tentang koneksi atau berhubungan dengan orang lain.
Yin Zhen mengajak Yin Mei untuk kembali berkeliling, Yin Zhen berniat untuk membeli beberapa bahan makanan yang dibutuhkan ketika kiamat tiba. Seperti beras dan bahan makanan pokok lainnya.
Dia pergi langsung ke pusat pengiriman beras yang ada di sisi lain kota Chengdu. Seharusnya stok beras di sana cukup banyak dan dia kebetulan akan membeli banyak dari mereka.
Sesampainya di sana, seorang pria berpakaian cukup lusuh menghampirinya, "selamat datang tuan, apakah tuan datang untuk membeli beras dari kami?"
Yin Zhen dengan ringan menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
"Kalau begitu biar saya menjadi pemandu anda, tuan..."
Yin Mei yang ada di pangkuannya terus memperhatikan sekitarnya dengan seksama. Ini adalah pertama kalinya dia melihat ada begitu banyak pria dewasa yang bekerja keras sambil mengusap keringat mereka yang terus bercucuran.
Keduanya sampai di depan gudang penyimpanan beras yang cukup bersih, ada begitu banyak macam beras yang sudah di tata rapi di sana dengan berbagai macam karung yang berbeda warna.
"Kami memiliki tiga jenis beras di sini, tuan. Ada beras dengan kualitas normal, kualitas medium dan kualitas tinggi. Untuk harganya masing-masing, yang normal berharga 230 yuan setiap karungnya, yang kualitas medium berharga 450 yuan sedangkan yang berkualitas tinggi berharga 840 yuan. Tuan tertarik dengan beras yang mana?" tanya pria itu.
"Aku ingin membeli 100 karung untuk masing-masing beras."
Mendengar itu, pria itu melebarkan kedua matanya terkejut. "Maaf, apa tuan ingin membeli masing-masing 100 karung untuk setiap jenis beras?"
"Benar, apakah ada masalah dengan itu?"
Pria itu dengan cepat menggelengkan kepalanya, "tidak... Hanya saja ini pertama kalinya kami menerima pesanan yang begitu banyak. Untungnya kami tidak memiliki banyak pesanan untuk minggu ini, jadi kami masih memiliki sekitar 150 stok beras lagi untuk masing-masing beras tuan."
"Total kan semuanya dan kirim mereka ke alamat ini. Aku harap semuanya bisa selesai dalam waktu satu hari."
"Baiklah, tuan, tidak masalah. Total semuanya berarti 152.000 yuan tuan."
Yin Zhen mengeluarkan kartu rekeningnya dan memberikannya pada pria di depannya, pria itu menggesek kartu itu ke mesin yang biasa dia bawa. Dalam hitungan detik, 152.000 yuan terkirim ke tabungannya.
"Saya pastikan akan mengirim semuanya dalam waktu satu hari tuan."
Yin Zhen hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali ke mobilnya, tidak lupa dia juga mengirimkan alamat rumahnya kepada pria itu.
Dengan tiga ratus karung beras atau setidaknya dengan 32 ton beras lebih, dia bisa memberi makan banyak orang dengan jumlah beras sebesar itu. Tapi tentu saja itu tidak cukup, dia juga harus membeli benih padi maupun benih tanaman kebun lainnya yang akan dia tanam nanti.
Namun sayangnya masih ada hal lain yang harus dia lakukan, dia juga tidak ingin membuang banyak waktu untuk menyelesaikan semua itu sendirian. Lebih baik dia menghabiskan waktunya dengan bermain bersama putri kecilnya daripada harus bekerja seharian.
***
Sekarang dia berada di depan rumahnya yang kini tinggal proses pembersihan dan pengisian perabot rumah. Dia sekilas melirik Hu Lian yang masih aktif memerintahkan beberapa pekerja dengan tegas.
Yin Mei yang sedang makan cemilan di dalam mobil memilih untuk tidak ikut dengan papanya. Jadi Yin Zhen bisa bergerak cukup bebas sekarang.
Yin Zhen melangkah mendekati Hu Lian dan bertanya, "Hu Lian, aku membutuhkan seseorang untuk dijadikan asisten ku. Apa kau berminat menjadi asisten ku?"
Hu Lian yang dikejutkan dengan kedatangan Yin Zhen ditambah dengan pertanyaan seperti itu keluar dari mulut Yin Zhen membuatnya tak bisa berkata-kata.
Yin Zhen kembali melanjutkan, "kau bisa mendapatkan gaji bulanan 10 kali lebih tinggi dari pekerjaanmu yang sekarang. Yang perlu kau lakukan hanya mendengarkan perintahku saja, bagaimana? Apa kau berminat?"
Sebenarnya di masa depan uang kertas mungkin tidak se berharga tisu toilet, tapi demi menarik Hu Lian, dia harus sedikit bersandiwara.
"Kau tidak perlu berpikir sejauh itu. Kau hanya perlu melakukan beberapa hal kecil, seperti membeli barang atau semacamnya. Jika kinerja mu bagus, aku bisa menyerahkan lebih banyak pekerjaan kepadamu."
Kedua mata Hu Lian langsung berbinar dan dalam hitungan detik, dia menundukkan kepalanya, "saya siap bekerja untuk anda, tuan Yin!"
Tidak diragukan lagi pekerjaannya di bidang pembangunan lumayan sukses, tapi dia tidak ingin selamanya bekerja di pekerjaan yang tidak sesuai dengan passionnya. Bekerja sebagai salah satu agen pembangunan juga cukup melelahkan, setidaknya dia hanya memiliki sedikit waktu istirahat dalam waktu sebulan.
Yin Zhen mengeluarkan ponselnya, dia mengetuk nomor Hu Lian dan menempelkan teks yang sebelumnya sudah dia ketik di sana lalu mengirimkannya.
"Lalu, bisakah kau membeli semua itu sekarang? Lebih cepat lebih baik..."
Hu Lian merasa ponselnya bergetar dan dia melihat pesan yang dikirim oleh bos barunya. Kedua matanya sedikit bergetar saat melihat puluhan daftar barang dan beberapa hal lainnya yang harus dia beli.
Padahal dia baru saja menjadi asistennya, bagaimana bisa bos barunya ini cukup kejam untuk memberinya banyak pekerjaan sekaligus?
Hu Lian tarik kembali pemikirannya kalau Yin Zhen adalah orang yang pengertian.
"Ini... Baiklah, tapi saya tidak memiliki cukup uang untuk membeli ini semua."
"Kau tidak perlu khawatir, aku akan mentransfer uang untuk membeli semua itu..."
Sebagai asisten sekaligus tangan kanan barunya, sudah sewajarnya bagi Yin Zhen untuk mempercayakan beberapa hal kecil kepada Hu Lian. Meski dia tidak percaya pria di depannya ini adalah orang yang setia, tapi selama dia bekerja untuk dirinya, dia akan mempercayainya.
Yin Zhen langsung mentransfer 20 juta yuan ke rekening Hu Lian, walau sebenarnya jumlah uang itu terlalu banyak mengingat hanya beberapa hal kecil yang harus Hu Lian beli.
Tidak lama kemudian, enam truk yang masing-masing mengangkut 50 karung beras datang ke halaman depan rumah Yin Zhen, Yin Zhen yang masih ada di sana memerintahkan keenam supir itu untuk pergi jauh ke dalam hutan dimana brangkas bawah tanah berada.
Sesampainya di sana, beberapa pekerja yang Hu Lian panggil menurunkan semua karung beras itu dari truk. Setidaknya memerlukan waktu setengah jam untuk menurunkan semuanya, mengingat jumlah karung beras yang luar biasa banyak.
Hu Lian di sisi lain terkejut saat melihat ada brangkas bawah tanah yang sepenuhnya di bangun dari kayu mentah. Luasnya sendiri lagi-lagi mengejutkan Hu Lian dan beberapa orang lainnya yang mengangkut karung ke dalam brangkas bawah tanah.
Setelah semuanya tertata rapi di dalam brangkas bawah tanah, hanya sepertiga dari ruangan itu yang terisi oleh karung beras dan masih ada sebagian ruangan lagi yang masih kosong.
Yin Zhen mengelus dagunya tampak sedang berpikir.
"Mungkin setelah semua barang yang aku minta dibeli oleh Hu Lian, masih ada sedikit ruangan lagi yang tersisa untuk menyimpan barang-barang seperti senjata. Tidak menutup kemungkinan aku akan membuat brangkas lain di lain waktu. Hanya saja dengan kekuatanku sekarang, meski aku tidak merasa kelelahan, aku memerlukan lebih banyak waktu untuk membuatnya. Setelah aku membuka segel ketiga, semuanya jelas akan lebih mudah..."
Begitu dia memasuki tahapan Elementary Realm, kemampuan memobilisasi energi Qi-nya akan kembali. Saat itu tiba, membuat lubang besar tanpa ledakan hanyalah tugas mudah, memindahkan barang-barang dengan massa yang lebih berat juga akan jauh lebih mudah.
Di saat dia sibuk memikirkan sesuatu, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata orang yang meneleponnya adalah Long Hu, asisten Zi Tian.
Yin Zhen langsung mengangkatnya.
"Halo, tuan Yin. Maafkan saya yang menelepon anda tidak sesuai dengan yang dijanjikan, ternyata situasi yang dihadapi istri anda cukup rumit. Kami menemukan keberadaanya di Malaysia, dan sekarang dia sedang ditawan oleh orang-orang pribumi sana karena hutangnya yang menumpuk. Saya sendiri telah memerintahkan beberapa orang saya untuk menjemputnya dan mungkin istri anda akan kembali besok siang paling lambat."
Yin Zhen terkejut mendengar kabar kalau Mei Qi dijadikan tawanan oleh sekelompok orang. Jika saja Mei Qi meminta bantuannya, mungkin semuanya akan lebih mudah sekarang.
Sebagai ibu dari anaknya, Yin Zhen memiliki dorongan untuk menyelamatkan Mei Qi, tapi dia tidak bisa membiarkan Yin Mei sendirian, sekalipun putri kecilnya ditemani oleh Yin Hua. Jadi dia hanya bisa menyerahkan keselamatan Mei Qi kepada Long Hu dan orang-orangnya.
"Terimakasih banyak tuan Long. Aku akan membalas kebaikan anda di masa depan, jangan ragu untuk meminta pertolongan saya."
"Hahaha! Kalau begitu saya akan mengingatnya, tuan Yin."