
Mendengar bisikan-bisikan nyaring itu membuat Yin Zhen diam-diam menghela napas pelan. Bagi orang biasa, sulit untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Terlalu lama hidup nyaman membuat mereka enggan untuk berhadapan dengan bahaya.
Bian Lu melihat ekspresi Yin Zhen yang tampak gusar, menyelamatkan semua orang disini adalah pilihan yang berat, karena dengan kepribadian pria itu, menyelamatkan mereka benar-benar tak ada gunanya. Kecuali Yin Zhen menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk ditinggali.
Yin Zhen kembali mengangkat suaranya, "aku tahu apa yang kalian pikirkan. Tapi mulai sekarang, beberapa pengaturan harus ditetapkan mengingat pasokan makanan yang sangat terbatas. Mungkin terlalu awal bagiku untuk mengatakan ini, tapi bagi mereka yang memiliki keberanian, mereka akan mendapatkan tiga kilogram beras setiap harinya, sedangkan untuk yang tidak melakukan apapun, kalian hanya akan mendapatkan satu kilogram beras setiap keluarganya. Bertahan hidup sudah cukup sulit, jika kalian tidak puas dengan pengaturan ku, kalian bisa pergi. Sekalipun kalian adalah orang-orang yang dianggap keluarga oleh sebagian teman dan orang-orang yang kukenal. Tapi aku tidak menerima beban disini."
Arti dari perkataan nya cukup jelas, bekerja dan dapatkan makanan lebih banyak, atau menganggur tapi mendapatkan makanan yang pas-pasan.
Tiga kilogram beras ditengah situasi kacau seperti ini sudah bisa dianggap sebagai kemewahan, mereka bisa membuat berapa mangkuk bubur dengan beras sebanyak itu.
Seorang pria berbadan gemuk yang ada diantara kerumunan itu berteriak tak terima, "ini keterlaluan! Apakah kau ingin kita semua mengorbankan nyawa kita sendiri untuk melawan monster-monster sialan itu?!"
Beberapa orang diantara mereka menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang dikatakan oleh pria berbadan gemuk itu.
Yin Zhen hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli, "itu urusanmu sendiri. Seperti yang aku jelaskan sebelumnya, bumi bukan lagi tempat yang aman. Begitu kalian pergi dari halaman ini, kemungkinan kalian selamat lebih rendah dari 1 persen. Sedangkan untuk mencari beras, kita setidaknya memerlukan beberapa orang yang handal untuk mencarinya diluar sana, mereka bisa mati di luaran sana dan ucapanmu tadi seperti menyiratkan seolah orang-orang pemalas sepertimu itu berhak menerima ganjaran yang sama seperti mereka?"
Yin Zhen mungkin memiliki berton-ton beras di brangkas bawah tanah nya, tapi itu hanya akan bertahan selama beberapa bulan saja. Di masa depan, tidak dapat dihindari kalau beberapa orang memang harus pergi keluar untuk mencari lebih banyak beras dan bahan makanan pokok lainnya.
Pria gemuk itu mengernyitkan keningnya, dia ingin membalas perkataan Yin Zhen tapi sayangnya dia tidak menemukan kalimat yang tepat. Karena apa yang dikatakan Yin Zhen benar.
Yin Zhen kembali berkata, "tentu saja kalian bisa mendapatkan lebih banyak pasokan makanan dengan bekerja. Jika ada diantara kalian yang handal dalam menjahit ataupun bertani, kalian bisa menggunakan keahlian kalian untuk membantu kami semua."
Dengan pengaturan seperti ini ditetapkan, setidaknya beberapa orang akan merasa kalau ini sama sekali tidak terlalu buruk. Yin Zhen sendiri tahu berhadapan dengan makhluk mutan bukan hal yang mudah, jadi dia memberikan opsi lain kepada semua orang.
Zi Tian yang sedari tadi diam mulai berbicara, "pengaturan ini cukup bagus. Dengan begini, setidaknya semua orang bisa membantu meskipun tidak berhadapan dengan makhluk mutan seperti yang tuan Yin katakan."
Yin Zhen menganggukkan kepalanya puas ketika melihat Zi Tian berpihak padanya.
"Daging serigala ini akan menjadi makanan kita, kalian semua yang ingin kebagian jatahnya silahkan untuk membersihkannya dan mengulitinya. Untuk kulitnya, akan lebih baik untuk tidak membuangnya, itu mungkin akan berguna di masa depan."
Begitu Yin Zhen berkata demikian, sebagian orang langsung berjalan mendekat ke arah mayat tiga Serigala Bulan.
Yin Zhen meminta Jiang Yalan dan Bian Lu untuk menjaga ketertiban lebih lama, karena dia harus pergi ke dalam hutan, lebih tepatnya ke brangkas bawah tanahnya untuk membawa peralatan tajam.
Setelah mengangkut semua peralatan tajam dari brangkas bawah tanah, dia menyerahkannya kepada mereka yang menguliti dan memotong daging serigala.
Dia melihat ke arah lain, dimana masih banyak orang yang bermalas-malasan. Tapi dia hanya memperhatikan mereka semua tanpa mengatakan apapun.
Yin Zhen kemudian mendatangi anak gadisnya yang ada di dalam kamarnya bersama Mei Qi. Melihat kehadiran papanya, Yin Mei langsung beralih memeluk leher papanya.
Yin Zhen mengulas pucuk kepala gadis kecilnya sambil tersenyum, "papa baik-baik saja. Mei'er bermain dulu bersama bibi ya? Ada yang harus papa bicarakan dengan mama mu."
Yin Mei menganggukkan kepalanya sedikit terlihat enggan, "baiklah, tapi jangan terlalu lama. Mei'er masih ingin bermain bersama papa dan mama."
Setelah kepergian Yin Mei yang kemudian di asuh Yin Hua, kini di ruangan yang cukup sempit itu hanya tersisa Yin Zhen dan Mei Qi.
Yin Zhen sedikit menundukkan kepalanya dan berkata, "maafkan aku. Aku tidak tahu kalau apa yang aku lakukan padamu empat tahun yang lalu akan sangat membuatmu menderita."
Kedua mata Mei Qi sedikit bergetar saat melihat tatapan penyesalan di mata pria di depannya, dia kemudian menggelengkan kepalanya dan balas berkata, "kau tidak perlu meminta maaf. Apa yang dikatakan ibu mungkin benar, tapi ada satu hal yang tidak dia ketahui. Aku bahagia memiliki Mei'er, Mei'er adalah pusat ku. Tanpa dia, aku tak akan bertahan selama ini. Aku juga belum berterimakasih padamu empat tahun yang lalu, jika saja kau tidak membantuku, mungkin sekarang aku sudah mati karena bunuh diri."
Mengingat kejadian empat tahun yang lalu membuat Mei Qi meringis. Itu adalah masa-masa puncak kebahagiaannya, tapi semua itu hancur karena beberapa orang yang memusuhinya.
"Apapun itu, fakta bahwa kau menderita karena aku memang benar adanya. Mulai sekarang, aku akan membayar semua penderitaan yang kau lalui itu meski aku tidak tahu aku harus membayarnya dengan apa. Tapi setidaknya aku yakin, aku akan melindungi kalian berdua di Bumi yang berbeda ini."
Kedua mata Mei Qi mulai berair. Ini adalah pertama kalinya dia mendengar rangkaian kata yang begitu tulus. Tidak diragukan lagi dengan kecantikannya, ada begitu banyak pria yang datang mendekatinya, tapi mereka semua hanya memanfaatkan kecantikannya untuk diperlihatkan kepada banyak orang.
"Terimakasih, tapi sebenarnya aku masih tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Bumi kita. Bahkan saat aku mendengar pidato mu di luar tadi, aku masih tak sepenuhnya paham..."
Mendengar itu, Yin Zhen dengan sabar menjelaskan apa yang terjadi kepada Mei Qi dengan rinci. Begitu Mei Qi mengerti dengan apa yang terjadi, dia terkejut. "Kalau begitu, semua populasi manusia di Bumi ini kemungkinan telah berkurang 80%? Bagaimana kau tahu?"
Yin Zhen menjawab, "perkiraan ku. Sebenarnya alasan kenapa aku meminta kalian semua untuk tinggal di Chengdu bukan semata-mata karena untuk saling berdekatan, tapi ada sesuatu semacam pelindung di sekeliling Chengdu yang berguna bagi tubuh manusia. Itulah alasannya kenapa semua orang di sini tidak ada yang terkontaminasi dengan ledakan Mana yang terjadi."
Untuk sekarang tidak mungkin baginya untuk memberitahu Mei Qi kalau sebenarnya dia sendirilah yang memang pelindung itu.
Mei Qi menganggukkan kepalanya paham, "aku mengerti..."
Yin Zhen berkata, "aku akan melawan beberapa binatang mutan di sekitaran sini, kalau kau mau, aku bisa mengajakmu dan meningkatkan levelmu dengan membunuh beberapa zombie dan binatang mutan. Aku juga akan mengajak beberapa orang yang ingin naik level juga."
Wanita itu terlihat dilema, dia ingin menjadi lebih kuat dengan meningkatkan levelnya, tapi dia juga takut berhadapan dengan zombie dan binatang mutan.
Setelah beberapa saat, akhirnya Mei Qi menganggukkan kepalanya mantap, "aku mau."
Mei Qi tahu dengan baik bahwa jika dia diam terlalu lama, itu akan membuat kemajuannya lebih lambat. Meskipun menakutkan, dia harus bisa menahannya.
Yin Zhen juga menganggukkan kepalanya puas, "kalau begitu kita akan langsung berangkat sekarang. Akan lebih baik bergerak sebelum pagi tiba, atau binatang-binatang mutan itu akan melihat kita dengan jelas ketika matahari terbit."