Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
14. Pusat Kesehatan Eropa



Munculnya Yin Mei sebagai anak kakaknya jelas membuat Yin Hua terkejut bukan main. Dia tertegun sejenak dan sesekali menatap kedua mata Yin Zhen, memastikan apakah yang dikatakan kakaknya itu benar.


Tapi setelah perkenalan gadis kecil itu, Yin Zhen tidak menanggapi apapun seolah membenarkan apa yang ada dipikirannya.


"Kakak... Bagaimana kau bisa memiliki seorang anak perempuan?" tanya Yin Hua kebingungan.


Yin Zhen terkekeh pelan, sebelum menjawab, dia menyuruh adiknya dan Ling Jiyao untuk duduk, "sebelum itu, kalian duduk dulu. Aku akan memesan beberapa minuman terlebih dahulu..."


Dia memesan tiga gelas minuman lewat ponselnya, dan akan segera datang dalam beberapa menit kemudian. Sambil menunggu minuman yang dipesannya jadi, Yin Zhen memilih untuk menceritakan beberapa hal yang berkaitan dengan Yin Mei.


"Yin Mei anakku, dan mungkin kau bertanya-tanya dimana ibunya. Yah.. Itu masalah yang cukup rumit sebenarnya..."


Dengan sabar, Yin Zhen menjelaskan semuanya kepada Yin Hua. Karena hanya Yin Hua seorang yang tersisa diantara Keluarganya, dia tanpa ragu menceritakan seluruh kronologi sampai menyebabkan seorang gadis kecil bernama Yin Mei itu hadir.


Yin Hua yang mendengar kisah itu dari kakaknya mau tidak mau merasa prihatin dengan keadaan kakak iparnya, atau lebih tepatnya, calon kakak iparnya. Bagaimanapun belum ada ikatan pernikahan diantara dua orang berbeda kelamin itu. Kondisi kehidupan Mei Qi membuat Yin Hua mengiba, tak terkecuali Ling Jiyao.


Menjadi tidak mampu memang bukan kesalahan Mei Qi, tapi hidup yang hanya bergantung pada beberapa yuan saja jelas membuatnya sengsara. Mempertahankan anaknya memang kewajibannya, tapi untuk melakukannya, dia harus pergi dari pelukan kedua orang tua yang dia kecewakan.


Mendengar semua kisah itu, mata Yin Hua mulai berkaca-kaca. Dia prihatin dengan kondisi Mei Qi, tapi di sisi lain, dia juga kagum karena mampu membesarkan Yin Mei dengan sempurna dan menjadi anak yang baik.


"Kakak, kau harus mempertahankan Mei Qi ini, bahkan jika kau tidak mencintainya, kau harus mulai mencintainya. Ditambah dengan fakta kalau dia adalah ibu kandung Yin Mei, akan lebih baik jika ibu kandungnya sendiri yang mengurusnya."


Ketegasan Yin Hua dalam berbicara membuat Yin Zhen terperanjat. Sepertinya kisah mengenai Mei Qi yang dia ceritakan barusan membuat adiknya itu memandang Mei Qi sebagai wanita yang baik dan teladan.


Yin Zhen mengambil napasnya, lalu menghela pelan, "aku tidak bisa menjamin hal itu, bagaimanapun sebelumnya kami sama sekali tidak memiliki hubungan apapun selain hanya sekedar menyapa. Kami memiliki Yin Mei juga karena sebuah kecelakaan, tapi aku juga tidak ingin wanita lain memerankan ibu untuk Yin Mei selama ibu kandungnya masih ada. Yang bisa aku lakukan sekarang hanya berusaha..."


"Tidak kak, kau harus mencintainya. Apapun itu, aku akan membuatnya mencintaimu!" ujar Yin Hua dengan semangat tinggi. Menurutnya, wanita bernama Mei Qi ini adalah orang yang sempurna untuk menjadi kakak iparnya.


Di saat dia masih semangat ketika memikirkan kemungkinan dia akan bertemu dengan Mei Qi di masa depan, Yin Hua tiba-tiba bertanya, "oh iya kak, darimana kau bisa mendapat uang sebanyak ini? Beberapa hari yang lalu kau bahkan melunasi semua hutangku."


Yin Zhen melirik Yin Mei yang asik bermain dengan mainannya, dia kembali menatap adiknya, "aku menyelamatkan seorang taipan besar minggu lalu, dan dia mengirimkan banyak uang kepadaku sebagai tanda terimakasih."


"Seorang taipan besar? Memangnya siapa yang kau tolong?" tanya Yin Hua ingin tahu.


"Zi Tian, katanya dia adalah pengusaha yang sangat kaya."


Mendengar nama itu, kedua mata Yin Hua langsung melebar tak percaya, "apa?! Kau menolong Zi Tian?! Maksudmu, kau menolong orang terkaya di Hong Kong itu?!"


Sebagian orang yang berkecimpung di dunia bisnis, Yin Hua dan semua orang yang di perusahaan tempat dia bekerja tahu siapa Zi Tian, taipan tersukses dengan kekayaan melimpah terbesar di Hong Kong. Tidak ada yang berani meremehkannya, beberapa orang mengatakan kalau kekayaan Zi Tian sendiri cukup untuk membeli sebuah negara. Terdengar gila memang, tapi itulah rumor yang tersebar diantara para pebisnis.


Yin Hua tidak percaya ternyata orang yang ditolong oleh kakaknya itu adalah orang terkaya di Hong Kong, atau bahkan di Asia. Zi Tian.


Yin Zhen hanya mengangkat kedua bahunya seolah tidak peduli, "aku tidak tahu apakah Zi Tian ini orang terkaya atau tidak, tapi dia memberikan sejumlah uang padaku itu memang fakta. Dan aku langsung membeli rumah dan membeli mobil juga."


"Ini... Aku tidak tahu kalau keberuntungan mu akan sangat luar biasa. Beberapa orang yang berpengaruh di bidang politik Tiongkok saja berusaha untuk bisa dipertemukan dengan Zi Tian, tapi kau secara tidak sengaja membantunya dan bahkan mendapatkan hadiah darinya. Bagi orang-orang seperti Zi Tian, beberapa juta yuan saja tidak masalah. Jadi aku bisa mengerti kenapa kau tiba-tiba mendapatkan banyak uang."


Pembicaraan keduanya terus berlanjut, Yin Hua bertanya mengenai beberapa hal lagi kepada Yin Zhen, dan sebagai kakak laki-laki nya, Yin Zhen tidak ragu untuk menjawabnya. Perbincangan mereka terus berlanjut sampai hari matahari mulai menguning, menandakan sore hari akan segera tiba.


Karena kebetulan hari sudah akan gelap, Yin Zhen hendak mengajak Yin Hua dan Ling Jiyao untuk makan malam bersama di restoran hotel di lantai dasar.


Namun langkahnya terhenti saat sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.


'Halo, kami dari Pusat Kesehatan Eropa ingin bertanya lebih lanjut mengenai cairan yang Anda kirimkan pada kami. Apakah kita bisa berbicara langsung? Salah satu staf kami akan langsung pergi ke Tiongkok jika anda menyetujuinya.'


Pusat Kesehatan Eropa adalah tempat orang-orang yang menderita virus dirawat di sana. Sedangkan cairan yang dimaksud oleh mereka tentu saja air biasa yang dicampur dengan tetesan Air Suci.


"Sepertinya air yang aku kirimkan pada mereka berguna melihat mereka ingin berbicara langsung denganku."


Tidak diragukan lagi khasiat Air Suci memang sangat membantu mereka yang terkena wabah virus di salah satu negara di Eropa. Dengan begitu banyak stok Air Suci yang dua miliki, hanya masalah waktu sampai dia memiliki banyak uang.


Yin Zhen membalas pesan itu dan meminta pihak Pusat Kesehatan Eropa untuk bertemu dengannya besok lusa.


***


Dua hari berlalu begitu saja, Yin Zhen dan Yin Mei seperti biasa menjalani hari-hari mereka dengan rutinitas pada umumnya. Sedangkan untuk Yin Hua dan Ling Jiyao, keduanya kembali ke pisau kota Chengdu, tapi terkadang mereka akan menyempatkan waktu luang untuk bermain bersama Yin Mei.


Kecantikan Yin Mei membuat Yin Hua sendiri gemas melihatnya, tidak terkecuali Ling Jiyao. Bermain dengan gadis kecil itu kini sudah termasuk ke dalam daftar hal yang harus dia lakukan setidaknya seminggu sekali.


Hari ini, jadwal dimana Yin Zhen akan bertemu dengan staf Pusat Kesehatan Eropa telah tiba. Yin Zhen dengan berat hati harus meminta Yin Hua untuk mengurus gadis kecilnya sebentar.


Yin Mei mukanya keberatan karena tidak bisa pergi dengan papanya, tapi setelah membujuknya dengan cemilan, akhirnya Yin Mei setuju dan terus bermain dengan Yin Hua.


Sekarang, Yin Zhen berada di dalam restoran yang cukup mewah. Dia masih menunggu staf Pusat Kesehatan Eropa yang masih belum datang sampai sekarang.


Sampai tidak lama kemudian, seorang wanita berparas cukup cantik memasuki restoran. Dia memakai gaun panjang yang lumayan tertutup di bagian leher dan kakinya, berwarna merah gelap dan sepasang high heels berwarna emas menyala. Rambut lurus panjangnya terurai dengan indah, untuk sejenak Yin Zhen merasa bahwa sosok itu terasa akrab baginya.


"Yalan? Bagaimana bisa dia...?" ucapannya terhenti begitu wanita bernama Jiang Yalan itu berjalan menghampirinya.


"Permisi, apakah anda tuan Yin Zhen?"


Yin Zhen hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Jiang Yalan kembali berkata, "saya Jiang Yalan, salah satu perawat di Pusat Kesehatan Eropa. Saya datang kesini untuk membicarakan cairan yang anda kirimkan kepada kami beberapa hari yang lalu."


Jiang Yalan tiba-tiba mengeluarkan sebuah dokumen kepada Yin Zhen, Yin Zhen yang ingin tahu apa isinya, langsung membukanya. Di sisi lain, Jiang Yalan melanjutkan perkataannya.


"Seperti yang terlihat di dokumen itu, cairan yang anda kirimkan 150 persen bisa membersihkan tubuh manusia. Dengan tingkat persenan yang sangat tinggi, saya sebagai perawat di sana tidak percaya, dan sampai saat salah satu penderita virus akut meminumnya, dia langsung terlihat segar kembali bahkan kondisi tubuhnya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Karena tidak percaya, pihak lah melakukan beberapa percobaan terhadap binatang yang sudah terluka. Anehnya, luka tersebut langsung sembuh dan tak ada bekas luka seolah tak terjadi apapun."


Melihat bagaimana pria di depannya bereaksi santai, Jiang Yalan mengerutkan keningnya, "tampaknya anda tahu dengan baik manfaat dan khasiat terkandung di dalam cairan yang anda buat itu?"


Yin Zhen dengan ringan menganggukkan kepalanya, "tentu saja aku tahu. Singkatnya, tak ada obat yang bisa menandingi cairan yang aku buat. Anggap saja seperti itu untuk sekarang..."


Jiang Yalan menutup matanya sejenak dan menghembuskan napasnya pelan, "karena sudah begini, maka izinkan saya untuk berterus terang. Apakah anda berniat untuk menjual cairan ajaib yang anda buat?"


Yin Zhen terdiam tidak menjawab untuk sesaat, dia menyeruput segelas es kopi yang perlahan bongkahan esnya mulai mengecil. "Apa yang anda maksudkan? Bukankah cairan itu untuk membantu mereka yang terkena wabah virus? Bagaimana aku bisa menjualnya? Aku hanya berniat untuk membantu mereka bagi yang membutuhkan pertolongan ku."


Tatapan Jiang Yalan menajam, menatap intens Yin Zhen, "seperti anda tidak paham mengenai sesuatu. Karena beuitu banyak korban yang berjatuhan karena wabah virus ini, detoksifikasi memang diperlukan. Tapi cairan ajaib yang anda buat berbeda, tidak hanya melenyapkan sel virus sepenuhnya, tapi juga mampu meningkatkan daya tahan serta metabolisme tubuhmu sebanyak 150 persen. Apakah anda tahu artinya itu? Jika cairan ajaib yang anda buat disebarluaskan, peperangan akan pecah, dan mungkin saja akan terjadi perang dunia ketiga yang tidak diinginkan. Mustahil bagi kami untuk memberikan semua cairan ajaib ini kepada orang-orang. Hanya mereka yang mampu yang bisa mendapatkannya."


Jiang Yalan dan semua orang yang meneliti cairan ajaib buatan Yin Zhen tahu dengan jelas bahwa cairan ajaib ini sesuai dengan namanya, ajaib. Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cairan itu, bahkan kanker paling ganas sekalipun akan langsung lenyap ketika seseorang meminumnya.


Penemuan yang luar biasa tentu akan menjadi rebutan banyak orang, bagi Pusat Kesehatan Eropa, prioritas utama mereka adalah untuk mendapatkan obat atau cairan yang dapat menyembuhkan mereka yang terkena wabah virus. Dan cairan ajaib buatan Yin Zhen adalah salah satu sarana yang dapat membuat pengembangan mereka maju lebih cepat.


Yin Zhen menegakkan duduknya dan menempatkan kedua sikunya di atas meja, "kalau begitu, bukankah aku hanya perlu membuat lebih banyak cairan ajaib? Dengan begitu semua orang bisa mendapatkan manfaatnya."


Mendengar itu, ketenangan Jiang Yalan langsung hilang, "ini... Apakah anda masih bisa membuat banyak cairan ajaib? Bukankah material untuk membuatnya sulit di dapat? Setidaknya itu yang kami pikirkan ketika kami menelitinya."


"Material? Yah, itu mungkin sulit atau bahkan mustahil bagi kalian, tapi tidak untukku, kan?"